
Tak terasa mereka telah menghabiskan waktu dengan berkeliling dan menjelajahi Negari Paman Sam itu selama dua hari. Besok ini mereka akan kembali berkelana ke Negeri Kincir Angin.
*drttt...
drttt...
drttt*...
Nana berjalan untuk mengambil Hp nya yang ada di nakas sebelah tempat tidur. Senyum nana mengembang tak kala melihat nama yang tertera di layar telepon genggamnya itu. Zayyan hanya menyerngitkan matanya melihat senyum nana yang merekah. Telefon dari siapa itu hingga membuatnya sangat bahagia ! Pikirnya.
Nana menggeser tombol hijau untuk menyambung sambungannya. "Hai Prince" Sapa nana dengan begitu semangat.
"Assalamualaikum dulu Queen" Tegur Tristan. Ya, yang menghubungi nana saat ini adalah tristan sahabatnya. Mereka sekarang sedang vidio call untuk melepas rindu. Sebenarnya didekat tristan ada juga zizi, namun saat ini zizi sedang ke toilet sebentar.
"Ups Maaf" Ucap nana menutup mulutnya, "Assalamualaikum My Prince" Seru nana.
"Waalaikumsalam My Queen" Balas tristan.
Disudut sana tristan tampak sedang membaca buku yang sempat ia beli di toko buku tadi siang saat mereka sedang mencari tempat makan. "Cih.. Apa-apaan coba, My Prince My Queen. Istri macam apa coba yang memanggil pria lain dengan panggilan seperti itu dihadapan suaminya sendiri" Gerutu zayyan dengan kesalnya.
Dari atas tempat tidur, nana mendengar gerutuan zayyan namun memilih diam seakan tidak mendengar ocehan laki-laki yang telah menjadi suaminya itu.
"Oh ya ampun prince, kenapa hari ini kamu ganteng banget sih ? Aku sampai terpesona melihat ketampanan mu itu" Ucap nana yang sengaja ingin memanas-manasi zayyan.
"Benarkah ? Apa sebelumnya aku tidak tampan ?" Tanya Tristan.
"Tidak.. Bukan seperti itu maksudku, sebelumnya kamu juga tampan tapi hari ini lebih lebih tampan" Ujar nana.
Usaha nana untuk membuat zayyan cemburu pun berhasil, zayyan tampak sangat kesal mendengar nana memuji pria lain dihadapannya. Nana begitu puas mengerjai si gunung es itu. Namun tidak sampai disitu, nana semakin genjar membuat zayyan panas.
"Benarkah ? Apakah sekarang kau jatuh cinta pada ku ?" Ucap Tristan yang diikuti oleh tawanya.
"Iya, Tentu saja. Wanita mana yang tidak jatuh cinta melihat pesona dari seorang Dokter Tristan Xavier Wardana" Ucap nana.
"Kalau begitu jadilah kekasihku, aku akan mencintaimu sepenuh hatiku" Tutur tristan yang membuat zayyan ingin sekali mencekik lehernya saat itu juga.
__ADS_1
"Hmm.. Bagaimana ya" Ucap nana seakan-akan sedang berpikir, "Aku-" Ucapan nana terputus saat hp nya dirampas oleh zayyan.
"Apa seperti itu cara mu berbicara pada wanita yang sudah menikah ? Dia adalah istriku, apakah kau berniat merebutnya dari ku hah ?" Ucap zayyan yang sudah emosi. Ia sudah tidak tahan lagi mendengar obrolan nana dan tristan.
"Istri ? Kamu siapa ?" Ujar tristan yang tidak mengerti dengan ucapan zayyan. Tristan memang belum tau kalau nana sahabat sekaligus wanita yang sudah lama ia sukai itu sudah menikah.
"Iya, Saya adalah suami sah nya Navya Paramesti Abimanyu" Ucap zayyan dengan tegas lalu mematikan sambungan telefonnya.
Nana menepuk jidatnya tak kala mengingat kalau ia belum memberi tau tristan bahwa ia sudah menikah saat ini. "Dia pasti akan sangat marah pada ku" Ucap nana.
Nana segera mengambil hpnya dari tangan zayyan, lalu mengirim pesan pada tristan.
📩 Tristan maaf kan aku. Aku akan jelas kan semuanya saat sampai di Indonesia ~ Nana.
Sementara zayyan langsung pergi keluar kamar setelah nana mengambil hp dari tangannya.
***
"Zayyan, apakah kamu marah pada ku ?" Tanya nana. Karena sejak dari semalam zayyan hanya diam, dia sama sekali tidak mau berbicara dengannya.
"Zayyan, aku minta maaf. Kemaren itu aku hanya bercanda kok" Ucap nana menarik-narik tangan zayyan seperti anak kecil yang sedang minta dibelikan mainan oleh ayahnya.
"Zayyan, maafin aku. Kamu jangan marah lagi" Ucap nana memeluk zayyan dari arah belakang. Zayyan menghentikan langkahnya saat sebuah tangan itu melingkar ditubuhnya. Sebuah senyum pun terbit dari mulut zayyan tanpa diketahui oleh nana.
"Cepat beresin barangnya, kita akan segera kebandara" Ucap zayyan melepas tangan nana dari tubuhnya.
"Iya baiklah tuan zayyan" Jawab nana.
Setelah membereskan barang-barang, mereka segera menuju kebandara untuk penerbangan ke Belanda. Zayyan mengambil alih koper yang ada di tangan nana lalu segera memasukannya kedalam taksi yang sudah ia pesan.
"Ayo masuk, nanti bisa ketinggalan pesawat" Ucap zayyan. Nana mengikuti ucapan zayyan san segera masuk kedalam taksi itu.
***
"Kamu mau jalan kemana hari ini ?" Tanya zayyan. Mereka saat ini sudah sampai di hotel bintang lima di Belanda.
__ADS_1
"Aku ngak mau kemana-mana hari ini, aku capek banget, mau menikmati hari dikamar aja" Ucap nana yang tidak bergerak dari tempat tidurnya.
"Oo jadi mau tetap dikamar ? mau bersenang-senang dengan ku dikamar ya ?" Ucap zayyan sedikit menggoda. Zayyan melangkah pelan menghampiri nana diatas tempat tidur, yang membuat nana menjadi panik serta takut.
"A..apa yang mau kamu lakukan ?" Tanya nana gugup.
"Aku ingin mengambil hak ku sebagai seorang suami" Bisik zayyan yang membuat nana bergidik ngeri.
"Zayyan kamu jangan macam-macam sama aku" Ucap nana yang kini semakin mundur.
"Kenapa ? Aku suami sah kamu kan ?" Zayyan semakin gencar menggoda nana saat ini.
Nana segera turun dari tempat tidur sebelum zayyan benar-benar melakukan kewajibannya, pikir nana. Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk menghindari zayyan. Tawa zayyan pun pecah saat melihat nana ketakutan dan panik seperti tadi.
Zayyan memang belum mengambil hak nya sebagai seorang suami sampai saat ini. Kerena dia memang tidak berniat untuk menyentuh nana. Ia tidak mau merusak nana karena nantinya ia akan segera berpisah setelah satu tahun pernikahan, pikirnya.
"Ah ya ampun, dia sudah benar-benar gila" Gumam nana sambil memengang dadanya.
"Bagaimana mungkin dia mau mengambil haknya sebagai seorang suami. Sebenarnya sih aku tidak masalah jika dia menginginkannya." Gumam nana lagi, "Tapi aku tidak akan memberikan nya karena setelah satu tahun pernikahan kami akan benar-benar bercerai sesuai kesepakatan itu" Nana saat ini sudah terlihat sendu mengingat kesepakatan itu.
"Aku benar-benar tidak tau, apakah aku bisa mempertahankan pernikahan ku atau tidak. Sebenarnya aku tidak mau bercerai, dari dulu aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku" Ucap nana.
Nana menghela nafas beratnya, "Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan pernikahan ku. Iya.. Meski dengan cara apapun" Ujar nana dengan tegas.
Ayo dong kasih ****Votenya**** dan jangan lupa Like dan Koment disetiap BAB nya ya..
Terima Kasih 😉
Author kasih bonus visualnya ya.. Bagi yang tidak suka, silakan berimajinasi sesuai selera masing-masing ☺
Zayyan
Navya
__ADS_1
Kerinci, Jambi 4 September 2020