
Waktu berlalu dengan sangat cepat. Sejak kejadian itu dimana zayyan mencium nana. Mereka tidak pernah mengungkit lagi tentang itu. Mereka telah bersikap biasa saja seakan tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka.
Mereka semua saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga untuk membahas masalah pembukaan kantor cabang di bali.
"Sudah sampai mana persiapan untuk pembukaan kantor cabang nya ?" Tanya ayah marvin.
"Persiapan nya sudah 90 persen yah" Jawab zayyan.
"Aku juga sudah mengundang kolega-kolega bisnis kita kak" Ucap paman bimo.
Sementara juna hanya diam, karena dia memang tidak tau apa yang sedang di bahas oleh para laki-laki keluarga rajendra itu.
"Memangnya mau buka cabang lagi ya yah ?" Tanya juna pada ayah nya.
"Iya, kami akan membuka kantor cabang di bali" Jawab paman bimo.
"Benarkah ? Kenapa aku tidak tau ?" Ucap juna lagi.
"Karena kamu terlalu sibuk dengan urusan kampus hingga tidak mau peduli dengan bisnis keluarga" Seru ayah marvin.
"Juna, kami akan membuka kantor dalam bidang tekstil. Paman harap kamu yang akan mengelola kantor ini. Paman tidak akan melarang kamu menjadi seorang dosen tapi dengan syarat bahwa kamu juga tidak boleh meninggalkan kewajiban kamu sebagai CEO di kantor itu" Jelas ayah marvin.
"Kamu boleh memantau perusahaan itu dari sini, tapi kamu harus pergi kesana tiga kali dalam sebulan dan jika ada hal yang penting kamu harus segera kesana dan meninggalkan segala urusan kamu disini" Ucap ayah marvin.
"Karena perusahaan ini bergerak di bidang tekstil, jadi perusahaan ini juga akan bekerja sama dengan SNA Boutique" Sambung ayah marvin.
Shakira yang mendengar itu begitu terkejut hingga membuat dia terbatuk-batuk.
"Tunggu paman, tadi paman bilang apa ? bekerja sama dengan SNA Boutique ?" Tanya nya lagi untuk memastikan.
"Iya, perusahaan itu nantinya akan bekerja sama dengan butik punya mu, nak" Jawab ayah marvin. Mata shakira tampak berkaca-kaca mendengar semua itu. Ia tidak menyangka bahwa butik yang dia dirikan dengan kerja keras nya sendiri bisa bekerja sama dengan perusahaan besar. Ya meskipun itu adalah perusahaan milik mertuanya sendiri, wkwkwk.
🎀🎀🎀
"Apa semuanya sudah siap ? kita harus segera berangkat ke bali" Ujar ayah marvin.
"Zayyan dimana istrimu ?" Tanya paman bimo saat tidak melihat keberadaan nana.
Zayyan mengangkat kepalanya, "Dia masih dikamar paman, tadi dia mual-mual. Masuk angin mungkin" Jawab zayyan dengan santainya.
"Mual-mual ?" Teriak semua wanita yang ada disana. Zayyan menjadi heran dengan ekspresi yang ditunjukan oleh para wanita saat dirinya mengatakan mual-mual.
"Istri mu mual-mual dan kau malah meninggalkan nya sendiri dikamar ? Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengannya ?" Omel ibu ranya.
"Ibu dia hanya masuk angin, tidak usah berlebihan" Jawab zayyan.
__ADS_1
"Bagaimana kau tau kalau dia hanya masuk angin ? bagaimana kalau ternyara istrimu itu sedang hamil ?" Ucap bibi citra.
Zayyan terdiam saat mendengar kata hamil, otak nya mulai berputar. Bagaimana mungkin bisa hamil, jika dia tidak pernah menyentuh nana sedikitpun, pikirnya.
"Kenapa kau hanya diam ? Hah, menyebalkan. Ibu akan lihat bagaimana keadaan nana saat ini" Seru ibu ranya.
"Kakak tunggu !! Aku ikut, aku juga ingin melihat bagaimana keadaan nana" Ujar bibi citra.
"Juna, ini pengang olive sebentar. Aku juga ingin melihat keadaan nana" Ucap shakira memberikan olive pada juna lalu segera menyusul kedua mertuanya ke lantai atas.
🎀🎀🎀
Nana saat ini sedang berada di kamar mandi. Ia terus saja mual-mual dari tadi. Namun, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka dari luar.
"Ibu, bibi, kak shakira" Ucap nana saat tau siapa yang membuka pintu kamarnya.
"Bagaimana keadaan mu nak ? apa masih mual ?" Tanya ibu ranya khawatir.
"Aku baik-baik saja bu, ibu tidak usah khawatir. Aku hanya masuk angin saja" Jawab nana.
"Nana, kapan terakhir kau haid ?" Tanya bibi citra tiba-tiba.
Mendengar itu, nana mengerutkan dahinya. "Aku baru saja selesai haid seminggu yang lalu bi" Jawab nana. "Ada apa memangnya bi ?" Tanya nana.
"Shakira tolong hubungi dokter keluarga kita" Seru ibu ranya.
"Ibu.. Kenapa memanggil dokter, aku baik-baik saja" Ujar nana.
"Jangan membantah nana" Tegas ibu ranya.
Shakira segera menelfon dokter keluarga yang biasa menangani keluarga Rajendra. Tak berselang lama, dokter itu datang dengan tergesa-gesa.
"Ada apa nyonya ? Siapa yang sakit ?" Tanya dokter itu.
"Cepat periksa menantuku dokter, dari tadi dia mual-mual" Ujar ibu ranya.
"Baiklah, aku akan periksa" Jawab dokter itu. Ia mengeluarkan stetoskop dari tas kerja miliknya. Dokter itu mulai memeriksa keadaan nana saat ini.
"Bagaimana dok ? Kenapa nana mual-mual ? Apa dia sedang hamil ?" Tanya ibu ranya.
"Maaf nyonya ranya.. Tapi nona nana tidak hamil. Dia mual karena maag nya kambuh" Jawab dokter itu.
Mendengar itu, ibu ranya langsung diam. Nana bisa melihat kekecewaan dari sorot matanya. Ia merasa sedih karena tidak bisa mewujudkan keinginan ibu mertuanya.
"Maaf kan aku ibu" Ucap nana dengan sendu. Nana tiba-tiba saja terisak dengan tangisnya. Ia merasa kecewa senhan dirinya sendirinya. Melihat itu, ibu ranya langsung memeluk nana.
__ADS_1
"Tidak perlu meminta maaf sayang, karena kau tidak salah sama sekali" Ucapnya memberikan ketenangan pada menantunya itu.
🎀🎀🎀
Saat ini mereka telah berada di bali. Ditempat dimana perusahaan cabang akan dibuka. Para tamu sudah berkumpul disana, begitupun dengan para anggota keluarga. Papa dion dan mama yanti juga diundang ke acara itu.
"Apa semuanya sudah siap ?" Tanya raka yang diangguki oleh mereka semua.
Kali ini juna dan nana yang akan meresmikan perusahaan ini karena memang perusahaan ini didirikan untuk juna. Juna dan Shakira saat ini sudah sudah memengang gunting untuk mengguting pita sebelum tami diizinkan masuk kedalam.
"Baiklah, dalam hitungan ketiga kalian bisa menggunting pitanya dan mempersilakan para tamu untuk masuk kedalam" Ucap raka memberikan instruksi.
Satuu...
Duaa...
Tigaa...
Mereka menghitung secara bersama-sama. Setelah hitungan ketiga Juna dan Shakira langsung memotong pita. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan setelah pita berhasil dipotong.
"Ayo semuanya silakan masuk" Ucap ayah marvin. Para tamu mulai memasuki gedung itu. Menikmati makanan yang telah disediakan. Malam itu sebuah pesta besar dilakukan di gedung baru perusahaan Rajendra grup.
Ibu ranya saat ini sedang bersama ayah marvin menyambut tamu-tamu penting. Paman bimo dan bibi citra juga menyambut para tamu. Sementara Zayyan dan juna menyambut para pengusaha muda.
"Dimana para nyonya muda Rajendra tuan zayyan ? Kenapa aku tidak melihat mereka ?" Tanya seorang wanita yang merupakan istri dari salah satu kolega bisnis zayyan.
Zayyan mengedarkan pandangannya mencari dimana sang istri berada. Matanya terhenti di ujung ruangan itu. Tampak dimana dua orang wanita sedang mengobrol dengan seorang gadis kecil yang tak lain adalah olive, putrinya shakira.
"Mereka sedang disana. Tunggu sebentar aku akan panggilkan" Jawab zayyan.
"Biar aku saja kak yang panggilkan mereka" Seru juna yang disetujui oleh zayyan. Juna segera pergi dari sana untuk memanggil sang istri dan adik ipar. Tak berselang lama, mereka bertiga datang menghampiri zayyan.
"Selamat malam" Ucap nana dan shakira yang hampir bersamaan.
"Malam nona" Jawab pria dan wanita itu. "Hay, aku farah. Istrinya deka" Ucap perempuan itu mengulurkan tangannya pada nana terlebih dahulu.
"Hay juga.. Aku navya istri nya zayyan" Ujar nana. Lalu wanita itu beralih pada shakira. Ia mengulurkan tangannya pada shakira.
"Hay, aku shakira istrinya juna" Ujar kira.
"Hay, nona shakira. Aku farah istrinya deka".
Mereka berenam larut dalam obrolannya yang diselingi dengan tawa. Ternyata nana dan shakira langsung akrab dengan tuan dan nyonya deka. Mereka bercerita tentang banyak hal seperti bisnis, karier dan rumah tangga. Mereka juga bilang agar para readers meninggalkan jejak dikarya author dengan cara Vote, Like dan Koment.
Kerinci, Jambi 8 September 2020
__ADS_1