Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 83 Berkumpul dan Keseruan


__ADS_3

Hari ini kembali diadakan pesta besar di kediaman  Rajendra. Semua orang sibuk mempersiapkan acaranya. Ada mama Yanti dan juga ibu Ranya yang bertugas memantau dekorasi. Ada Shakira dan juga bibi Citra yang bertugas memantau pembuatan makanan. Tidak hanya ada anggota keluarga saja, tapi disini juga ada para sahabat dari Nana dan juga Zayyan. Siapa lagi kalau bukan Zizi, Tristan, Alexa dan juga Raka.


Sejauh ini hubungan Alexa dan raka berjalan dengan baik. Perlahan tapi pasti Alexa telah berhasil menyingkirkan perasaannya terhadap Zayyan berkat bantuan Raka. Alexa sepertinya juga sudah mulai mencintai Raka saat ini. Hubungan Alexa dan juga Nana juga sudah membaik, mereka sering mengobrol bersama.


Tepat 3 bulan yang lalu, Alexa datang dengan membawa penyesalannya kehadapan Nana. Ia meminta maaf terhadap apa yang telah dia lakukan hingga hubungan Nana dan Zayyan kala itu merenggang. Wanita berhati baik itu tentu saja memaafkan Alexa, apalagi Nana bisa melihat sebuah ketulusan dari dalam mata Alexa. Lagi pula dia tidak mempunyai hak untuk membenci orang yang datang meminta maaf dengan tulus padanya. Allah saja maha pemaaf, lalu apalah daya Nana yang hanya seorang hamba.


Nana terlihat menuruni anak tangga dengan perlahan-lahan. Agaknya wanita cantik itu merasa kesusahan saat berjalan karena perutnya saat ini sudah mulai membasar. Bagaimana tidak, kehamilan nya saat ini sudah memasuki bulan ketujuh.


Wanita yang berprofesi sebagai dokter bedah saraf itu terlonjak kaget saat tiba-tiba saja tubuhnya melayang keatas. “Mas, ayo turunkan aku. Kau bisa keberatan kalau menggendong ku, seperti ini” Ucap Nana. Iya, saat ini Zayyan tiba-tiba saja datang lalu menggendong Nana ala Bridal Style


“Tidak, siapa bilang kalau mas keberatan menggendong mu.” Jawab Zayyan dengan begitu santainya. Ia langsung membawa nana menuruni anak tangga.


“Tapi aku kan berat apalagi ditambah dengan anak mu ini.” Seru nana.


“Bahkan aku akan melakukan lebih dari ini untuk kalian. Lagi pula siapa yang bilang kalau istri cantikku ini berat ? Bahkan Olive lebih berat dari mu saat ini.” Ucap Zayyan dengan sedikit bercanda.


Nana tersenyum, ia benar-benar bersyukur karena telah diberikan suami yang sangat menyayanginya seperti Zayyan. Bahkan laki-laki itu selalu punya cara tersendiri untuk membuatnya tersenyum.


“Kenapa tersenyum seperti itu ?.” Tanya zayyan heran.


“Memangnya kenapa ? Apa sekarang kau melarang istrimu ini untuk tersenyum.” Jawab Nana dengan pura-pura kesal.


“Iya. Kau tidak boleh tersenyum seperti itu pada pria lain. Senyuman dan tawamu adalah milikku.” Ucap Zayyan dengan posesif.


“Apa itu artinya aku juga tidak boleh tersenyum seperti itu pada papa dan juga ayah ?.” Tanya Nana.


“Itu adalah pengecualiannya.” Jawab Zayyan singkat sebelum menurunkan nana dari gendongannya.


Saat ini kediaman utama keluarga Rajendra tampak ramai. Semua orang tampak mondar-mandir menyelesaikan tugas mereka masing-masing. Ruang tamu juga sudah disulap menjadi tempat yang sangat indah saat ini. Nana saja dibuat takjub dengan semua ini. Padahal ia sudah meminta agar syukuran 7 bulanannya diadakan secara sederhana saja. Tapi tentu saja permintaan nya itu akan ditolak mentah-mentah oleh ayah marvin. Anak ini memang bukan cucu pertama dikeluarga Rajendra. Tapi ia merupakan pewaris pertama di keluarga Marvin Rajendra.


“Kau kenapa sayang ?.” Tanya zayyan saat melihat nana hanya terdiam mematung ditempatnya.


Nana menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum haru. “Aku hanya tidak menyangka acara syukuran tujuh bulanan anak kita akan diadakan semeriah ini. Padahal aku sudah minta agar semuanya dilakukan secara sederhana saja.” Ucap Nana.

__ADS_1


“Memangnya kenapa ? Dia adalah pewaris dari kekayan Marvin Rajendra. Dia juga yang kelak akan memimpin perusahaan besar Rajendra Grup. Tentu saja acara syukurannya akan diadakan secara besar-besaran seperti ini.” Jelas Zayyan.


“Terima kasih.” Ucap nana tulus.


Mendengar itu Zayyan menyergitkan dahinya. “Terima kasih untuk apa ?.” Tanya Zayyan kemudian.


“Terima kasih untuk segalanya. Aku benar-benar terharu melihatnya.” Seru Nana. Matanya mulai berkaca-kaca saat ini. Zayyan tersenyum sebelum akhirnya laki-laki itu mengecup istrinya itu.


“Justru aku yang berterima kasih pada mu sayang, karena telah bersedia mengandung benih dari ku, menjadi istri dan ibu yang hebat buat ku dan juga anak-anak kita kelak. Aku janji akan selalu bahagiakan kalian.” Ucap zayyan sembari mengelus perut nana.


“Aku tidak menyangka, kakak ku yang dingin pada semua wanita kini menjadi bucin dihadapan istrinya.” Ejek juna. Laki-laki itu baru saja datang bersama Tristan dan juga Raka dari arah halaman belakang.


“Apa kau sekarang kau sedang mengejek ku ? Dasar adik lakn*t.” Kesal Zayyan karena diejek oleh adiknya sendiri. Semua orang tertawa melihat kekesalan Zayyan. Namun tiba-tiba saja Shakira, Zizi dan Alexa datang dari arah dapur. Mereka sepertinya juga ingin bergabung bersama para pria.


“Ada apa ? kenapa kalian tertawa ?.” Tanya shakira yang baru saja datang bersama Zizi dan juga Alexa.


“Tidak sayang, kami hanya sedang mengejek orang yang dulunya sangat dingin tapi sekarang berubah menjadi sangat bucin.” Jawab Juna yang membuat tawa semua orang kembali pecah.


“Diam.” Teriak Zayyan sembari melempar bantal kearah adik lakn*tnya namun bisa ditangkap oleh Juna. “Sayang apa kau tidak mau membela suamimu ?.” Ucap Zayyan meminta pembelaan dari Nana.


“Hhhaa.. Kau kasian sekali bro. Bahkan istri lo sendiri ngak mau membela mu.” Ucap Raka dengan tertawa terbahak-bahak. Sepertinya mereka semua saat ini begitu senang menjahili Laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu.


“Diam atau ngak lo akan gue pecat dari kantor dan lo ngak bisa ngumpulin uang untuk menikahi Alexa.” Ancam Zayyan yang langsung membuat Raka terdiam. Sementara Alexa langsung tersedak saat mendengar namanya juga ikut dibawa-bawa.


“Kenapa nama gue juga dibawa-bawa ?.” Protes Alexa. Bukannya menjawa Zayyan malah tertawa karena berhasil membuat Raka terdiam dengan Ancamannya.


“Memangnya kapan kau akan menikahi Mbak Alexa ka ? Jangan lupa undangannya ya.” Seru Tristan. Ia memang memanggil Zayyan, Raka dan juga Juna dengan nama saja karena itu adalah permintaan mereka sendiri. Awalnya Tristan agak keberatan karena merasa kurang sopan jika harus memanggil nama saja, tapi mereka memaksa dengan alasan agar lebih akrab saja.


“Insya Allah secepatnya. Iya kan Sayang ?.” Tanya Raka pada Alexa.


Mendengar pertanyaan Raka, Alexa jadi salah tingkah. “Kenapa malah bertanya kepada ku ? Itukan terserah kau saja.” Jawab Alexa dengan gugup. Agaknya gadis itu saat ini merasa malu karena tampak dari wajahnya yang memerah.


“Lihatlah, mbak Alexa jadi malu. Wajahnya langsung memerah.” Ucap Zizi yang mengundang tawa semua orang.

__ADS_1


“Sudahlah.. Kenapa kalian semua malah menggoda mbak Alexa ?.” Bela Nana. Ia berusaha menahan tawanya saat ini. “Jika sudah waktunya dia sendiri yang akan mengatakannya, iyakan mbak ?.” Tanya Nana yang juga ikut menggoda Alexa.


“Tunggu dulu.” Ucap Zayyan yang menghentikan tawa mereka semua. Semua mata kini beralih menatap Zayyan seakan menanti sesuatu yang akan diucapkan oleh zayyan selanjutnya.


“Ada Apa ?.” Tanya Juna.


“Disini kita semua sudah memiliki pasangan, hanya Tristan dan Zizi saja yang tidak memiliki pasangan. Kenapa kalian tidak menjadi sepasang kekasih saja ?.” Seru Zayyan yang langsung membuat Zizi terbatuk-batuk sementara Tristan hanya terdiam.


Hubungan antara Tristan dan juga Zizi sekarang ini sudah agak renggang. Karena zizi terus saja menghindar dari laki-laki itu. Sampai saat ini Tristan tidak tau apa penyebab sahabatnya itu menjauhinya.


“Atau jangan-jangan kau masih mengharapkan istri ku ya.” Tuduh Zayyan. Sebenarnya ia hanya bercanda mengatakan itu. Ia tau kalau Tristan sudah melupakan perasaannya terhadap nana sama seperti Alexa yang telah melupakan perasaanya terhadap Zayyan.


Zayyan langsung mendapat pukulan dari nana karena mengatakan hal itu. “Jangan sembarangan kalau ngomong mas. Tristan saat ini sudah memiliki kekasih, namanya Chika. Dia adalah adik sepupunya Zizi.” Terang Nana.


“Benarkah.?” Tanya Raka yang diangguki oleh Nana dan juga Tristan. “Berarti Zizi kurang beruntung saat ini.” Ceplos Raka yang langsung mendapat pelototan dari kekasihnya – Alexa. Mata Alexa tidak sengaja menangkap zizi yang sedang termenung saat Nana mengatakan kalau Tristan saat ini sedang menjalin hubungan dengan adik sepupu Zizi. Tidak hanya itu, gadis itu juga terlihat sedih.


Ternyata bukan hanya Alexa yang melihat Zizi seperti itu, tapi Nana juga melihatnya. “Kenapa Zizi terlihat sangat sedih ? sebenarnya apa yang terjadi ?.” Gumam nana dalam hatinya.


“Jangan salah kak Raka. Kalian tau, saat ini sangat banyak laki-laki yang mendekati Zizi.” Tutur nana memberi pembelaan pada sahabatnya.


“Iya, zizi juga mengatakan nya pada ku. Lagian siapa yang tidak tertarik dengan seorang gadis cantik yang memiliki karir cemerlang didunia kesehatan dan kedokteran.” Seru Shakira yang ikut membela Zizi. Shakira juga memang sangat dekat dengan Zizi, ia sudah menganggap zizi sebagai adiknya sendiri.


Waktu berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa mereka larut dalam obrolan dan candaan mereka hampir dua jam lamanya. Moment ini memang sangat jarang terjadi, karena mereka biasanya sangat sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Hari ini kebetulan mereka bisa berkumpul dan bersenda gurau di persiapan acara syukuran tujuh bulanan Nana.


Saat ini semuanya telah kembali kekediaman mereka masing-masing. Karena mereka harus bersiap-siap untuk acaranya nanti malam.


***


Hay para readers. Author mau kasih sedikit info tentang Menikahi Mr. Rajendra ini. Kemarin kan author sempat bilang mau tamatin novel ini di akhir bulan kalau ngak awal bulan. Tapi kayaknya ngak bisa deh, soalnya author mendadak masih punya ide untuk novel ini. Tapi author akan usahin biar cepat tamatnya.


Kalau kalian suka dengan karya author, jangan lupa tinggalin jejaknya ya dengan cara Vote, Like dan juga Koment.


Happy Reading, Salam hangat dari Author.

__ADS_1


Kerinci, Jambi 2 Oktober 2020


__ADS_2