Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 59 Navya & Azizah


__ADS_3

Sang surya kini telah naik ke peredaran nya. Siap memberikan kehangatan pada semua makhluk yang ada di muka bumi. Cahaya nya pun telah menembus ke setiap seantero bumi.


Nana mambuka matanya secara perlahan ketika sececah cahaya berhasil tembus dari balik tirai yang ada dikamar itu. Senyum nya terbit tak kala melihat kelucuan zizi saat sedang tidur.


"Lucu sekali gadis ini ketika sedang tidur" Gumam nana dengan sedikit senyum yang menampakkan deretan gigi yang putih dan juga rapi.


Wanita itu bangun secara perlahan dari tidurnya. Tangannya refleks mengelus perut nya yang sampai saat ini masih rata.


"Selamat pagi kesayangannya mommy" Ucapnya.


"Kita mandi dulu ya, habis itu mommy akan mengajak mu menghirup udara segar yang ada disini" Ujar nana berbicara dengan perutnya.


Wanita itu langsung menuju kekamar mandi yang kebetulan juga tersedia didalam kamar itu. Ia memulai ritual mandi nya selama kurang lebih tiga puluh menit, lalu setelah itu memakai pakaiannya.


Hari ini nana mengenakkan dress hitam dengan motif bunga warna warni. Tetap dengan gaya rambut andalannya, yaitu dibiarkan tergerai begitu saja. Tapi nana akan terlihat tetap cantik meskipun sedang memakai baju apa saja. Karena kacantikkannya berasal dari dalam hatinya.


"Selamat pagi nek" Sapa nana saat melihat nenek ida sedang memasak didapur bersama penjaga yang memang dipekerjakan oleh orang tua zizi untuk menjaga dan menemani nenek ida dikampung.


Kenapa nenek ida tidak tinggal saja di kota bersama zizi dan orang tuanya ? Jawabannya adalah karena nenek ida ingin hidup tenang dimasa tuanya tanpa ada gangguan dari hirup pikuk keramaian kota. Menurutnya hidup didesa lebih menyenangkan dari pada harus hidup kota. Suasana desa lebih asri dari pada kota. Dan alasan utamanya adalah ia tidak mau meninggalkan tanah kelahirannya yang telah mengukir banyak kenangan bersama Almarhum suaminya.


"Selamat pagi nak. Kamu mau kemana ?." Tanya nenek ida saat melihat nana telah rapi pagi-pagi sekali.


"Nana hanya mau jalan-jalan dekat sini nek. Mau melihat pemandangan dan menghirup udara segar disini" Jawab nana sopan.


"Oalah nak.. Apa zizi belum bangun ? Tanya nenek ida saat tidak melihat keberadaan cucu kesayangannya.


" Zizi masih tidur dikamar nek" Jawab nana apa adanya.


"Anak itu kebiasaan deh.. Dia kalau didesa suka bangun kesiangan nak," Seru nenek ida. "Biar nenek bangunkan ya, biar bisa menemani kamu jalan-jalan."


"Tidak usah nek. Biarkan aja zizi tidur, mungkin dia capek nek. Nana jalan sendiri aja" Tolak nana halus tapi tetap sopan.


"Baiklah kalau gitu" Ucap nenek ida mengizinkan nana pergi sendirian.


🌈🌈🌈


Mentari kini sudah semakin tinggi, dan zizi baru bangun dari tidurnya. "Kemana perginya nana ?" Gumam zizi ketika tidak mendapatkan nana dikamarnya.


"Mungkin dia diluar bersama nenek dan mbok" Tebak zizi. Tanpa menunggu lama lagi, zizi langsung membersihkan dirinya dikamar mandi sebelum menyusul keluar kamarnya.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan ritual mandi dan dandannya, zizi langsung keluar dari kamarnya. Matanya langsung menyapu setiap sudut ruangan yang ada diruangan itu. Namun tetap tidak menemukan wanita yang dicarinya.


Zizi langsung menuju ketaman belakang ketempat dimana neneknya sering menghabiskan waktu bersama si mbok. Merawat bunga-bunga yang beragam dan tentu saja sangat cantik. Ditaman belakang bukan hanya ada banyak bunga-bunga namun juga banyak tanaman lainnya.


"Nenek" Panggil zizi. Ia kembali mengedarkan pandangan nya mencari sosok nana namun tetap saja ia tidak menemukannya.


"Apa nenek melihat nana ?" Tanya zizi pada akhirnya.


"Nana tadi pergi jalan-jalan mencari udara segar katanya. Apa dia belum pulang ? Padahal tadi ia pergi pagi-pagi sekali" Ujar nenek ida yang membuat zizi semakin cemas.


"Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada nana" Pikir zizi.


"Apa nana bilang dia mau kemana nek ?" Tanya zizi.


"Tidak.. Dia hanya bilang mau berkeliling saja mencari udara segar" jawab nenek ida apa adanya.


"Astaga.. Kalau dia tersesat bagaimana" Seru zizi menduga-duga.


"Nek, zizi pamit dulu ya. Mau cari nana" Pamit zizi terburu-buru.


"Iya, hati-hati ya nak" Jawab nenek ida sedikit berteriak karena zizi dalam sekejap sudah sangat jauh. Namun langkahnya terhenti tepat di depan gerbang tak kala melihat nana telah pulang.


"Gue mau cari lo maemunah. Lagian dari mana aja sih ?" Tanya nana yang masih ngos-ngosan.


"Lo ngak lihat gue habis dari jalan-jalan" Jawab mana santai.


"Lo itu buat jantung gue mau copot tau ngak sih. Lagian kenapa ngak bangunin gue sih kalau mau jalan" Kesal zizi.


"Iya habisnya lo tidur kayak kebo. Gimana mau ajak" Jawab nana.


"Yee elah anak ini. Cantik-cantik gini malah dibilang kayak kebo lagi" Gerutu zizi.


"Hhaha" Nana hanya menanggapinya dengan sedikit tawa. Setidaknya selama tinggal didesa ia sedikit banyak telah melupakan kesedihannya. Wanita itu tidak lagi selalu murung seperti saat berada di jakarta.


Zizi menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan perut nana. Ia lalu mengusap lembut perut nana. Iya gadis itu sering kali mengajak bayi dalam kandungan nana berbicara. Biar lebih akrab aja katanya.


"Hay, keponakan nya aunty zizi. Kamu lagi apa sekarang didalam sayang ?" Tanya zizi pada perut nana.


"Hay, aunty zi. Aku lagi main diperutnya mommy aku" Jawab nana menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


"Tapi aunty, aku sangat lapar sekarang ini" Seru nana.


Zizi tertawa mendengarnya, "Ya udah, kita masuk yuk, biar kamu bisa makan" Jawab zizi.


🌈🌈🌈


Setelah menyesaikan sarapan pagi, nana dan zizi duduk ditaman belakang bersama nenek ida dan si mbok. Tapi nana tampak termenung diatas ayunan.


"Lo kenapa, kok menung gitu ? Tanya zizi yang membuat nana tersadar dari lamunannya.


"Hhehe.. Ngak kok. Anak gue cuma mau makan martabak aja" Jawab nana cengengesan.


"Anak lo atau lo sendiri yang mau ?" Ceplos zizi.


"Hhehe.. Dua-duanya sih" Jawab nana tanpa dosa.


"Please anterin gue cari martabak" Pinta nana memelas pada zizi. "Memangnya lo mau keponakan lo yang satu ini ileran ?" Ancam nana.


"Ya udah.. Ya udah, gue temenin deh cari martabaknya" Jawab zizi.


"Lo yang hamil kenapa malah gue yang repot sih" Gerutu zizi.


Mereka segera keluar mencari orang yang jualan martabak menggunakan motor. Sudah cukup lama mereka berkeliling tapi tetap saja tidak menemukan orang yang jualan martabak.


"Duh.. Dimana sih orang yang jualan martabak ?" Tanya zizi.


"Mana gue tau, Kan gue bukan penduduk sini" Jawab nana.


"Ya lo juga sih.. Masa pagi-pagi gini ngidam nya martabak. Mana ada orang yang jualan martabak pagi-pagi" Seru zizi lagi.


"Eh na.. Bisa ganti aja ngak ngidam lo ?" Tanya zizi.


Nana tampak berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan zizi, "Gue mau keliling-keliling aja deh sama lo pakai motor. Kan jarang-jarang dibonceng sama dokter zizi naik motor lagi" Jawab nana.


Jangan lupa tinggalin jejak ya, dengan cara Vote, Like dan Koment. Terima kasih 🙏


Happy Reading, Semoga suka ☺


Kerinci, Jambi 20 September 2020

__ADS_1


__ADS_2