
~ Hilangnya dirimu mampu membunuhku secara perlahan ~ Rafael Zayyan Rajendra.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Waktu terus berputar dan haripun terus saja berganti. Semuanya seakan berlalu dengan begitu cepat. Namun sampai hari ini zayyan juga belum menemukan sang pemilik hatinya.
Wanita yang telah berhasil merebut kembali hati yang dulu pernah patah. Wanita yang telah menyatukan kembali hati yang pernah retak. Wanita yang telah berhasil membawanya lari dari trauma masa lalu yang sangat menyakitkan. Iya, wanita itu adalah nana. Ia adalah wanita yang sangat dicintai oleh seorang zayyan saat ini.
"Zayyan kamu makan dulu nak" seru ibu ranya saat melihat putranya baru saja menuruni anak tangga.
"Zayyan ngak lapar bu" Jawab zayyan singkat.
"Tapi nak, kamu akhir-akhir ini tidak makan dengan baik" Ujar wanita paruh baya itu. "Makan sedikit saja ya, nanti kamu bisa sakit" Lanjutnya penuh kekhawatiran.
"Lebih baik begitu bu. Untuk apa lagi zayyan hidup jika tanpa istri dan anak zayyan lagi" Jawab zayyan datar.
"Zayyan jangan bicara seperti itu. Kamu tidak boleh mati. Siapa yang akan menjaga mereka jika kamu mati, hah ?" Bentak ibu ranya.
"Tapi mereka saja telah pergi meninggalkan zayyan bu" Jawab zayyan sendu.
Ibu ranya menarik tubuh zayyan agar menghadap kehadapannya, ia memengang kedua lengan putranya, matanya menatap tajam, rahangnya mulai mengeras.
"Dengarkan ibu zayyan. Kau bilang kau mencintai nana bukan ? Lalu apa ini yang sebut dengan cinta ?" Tanya ibu ranya dengan nada yang sedikit tinggi.
"Apa hanya ini perjuangan mu mendapatkan kembali cinta dan kepercayaan istrimu ? Kau harus semangat, kau harus makan agar kau sehat, agar kau bisa mencari mereka lagi"
"Kau telah membuat kesalahan karena menyia-nyiakan istrimu, jadi jangan sampai kau membuat kesalahan kedua. Ibu yakin mereka akan kembali, dan kau harus tetap kuat dan sehat untuk mereka"
"Sekarang ayo makan lah nak" Ajak ibu ranya menuntun zayyan pada meja makan. Wanita paruh baya itu memberikan sepiring nasi goreng pada zayyan. Laki-laki itupun akhirnya memakan makanannya meskipun dengan raut wajah sendu.
__ADS_1
🌈🌈🌈
Dikantor zayyan duduk dikursi kebesarannya. Semenjak kepergian nana, zayyan mengalami banyak perubahan bukan hanya dalam segi fisik tapi juga dalam segi sifat dan perilaku.
Zayyan yang dulu nya selalu hangat pada orang terdekatnya, kini berubah menjadi sangat dingin. Ia tidak lagi banyak bicara bahkan sering marah tanpa sebab yang jelas. Badan nya yang dulu sempurna dan atletis kini berubah menjadi kurus kering seperti tak terurus. Setiap malam laki-laki ini selalu pulang dalam keadaan mabuk-mabukan.
"Zayyan" Panggil alexa setelah membuka pintu ruangan zayyan.
Laki-laki itu mengangkat kepalanya untuk melihat kesumber suara. "Apa kau tidak punya sopan santun ?" Tanya zayyan dengan ketus pada alexa.
"Apa kau tidak diajarkan bagaimana tata cara masuk kedalam ruangan atasan mu ? Dan apa tadi ! Kau memanggil ku tanpa embel-embel bapak. Ini adalah kantor alexa, dan disini aku adalah atasan mu"
"Dan iya satu lagi, kau masuk kedalam ruangan ku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Apa itu sopan santun mu ?" Zayyan seperti nya sangat marah pada alexa. Entah kenapa mood laki-laki itu sering kali berubah. Kadang ia bersikap sangat baik, kadang marah tanpa sebab, kadang menangis, dan sering kali melamun. Sementara alexa yang diperlalukan seperti itu hanya diam, dia berusaha memahami sikap sahabat sekaligus atasannya itu. Dia kini sadar, bahwa zayyan memang benar-benar telah mencintai istrinya. Bahkan sudah sangat cinta. Tapi ia juga tidak bisa berbohong, hatinya terasa sangat sakit melihat zayyan berubah seperti ini. Tidak ada lagi kelembutan atau kepedulian yang zayyan tunjukan padanya.
"Maaf kan saya pak.. Saya berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama lagi" Ucap alexa berusaha bersikap sopan pada zayyan. Namun tetap saja matanya berkaca-kaca mendengar dan melihat zayyan seperti ini padanya.
"Diluar ada tuan x, beliau ingin menemui bapak untuk membahas tentang proyek yang ada di pabrik obat" Jawab alexa menundukkan kepalanya.
"Huft.. Dimana Raka ? Apa dia tidak bisa mengurus hal ini ?" Seru zayyan lagi sedikit membentak.
"Raka.. Emh Maksud saya pak raka sedang meninjau perkembangan perusahaan di kantor cabang" Jawab alexa lagi.
"Baiklah.. Kalau begitu minta tuan x untuk menunggu saya di ruang tamu klien. Saya akan kesana sebentar lagi" Jawab zayyan.
"Baik pak" Jawab alexa lalu segera pergi ke luar ruangan atasannya itu.
Setelah kepergian alexa, zayyan menerima telefon dari seseorang. "Bagaimana perkembangannya ? Apa kalian sudah menemukan keberadaan istri ku ?" Tanya zayyan.
"Belum tuan, kami belum menemukan keberadaan nona nana sampai saat ini" Jawab seseorang dari balik telefon itu.
__ADS_1
"Kalian ini bagaimana sih.. Cari begitu saja tidak bisa. Sayan tidak mau tau pokoknya kalian harus menemukan istri saya. Kalau tidak akan lihat sendiri apa yang bisa saya lakukan pada kalian" Bentak zayyan dengan sedikit mengancam sebelum mematikan sambungan telefonnya. Setelah itu, laki-laki yang telah ditinggalkan oleh istrinya itu memukul dinding dengan sangat keras meluapkan segala emosi nya hingga membuat tangannya berdarah.
"Kamu pergi kemana ? kumohon kembalilah. Aku bisa mati jika kau terus bersembunyi dari ku" Ucap zayyan dengan sendu. Kaki nya tidak lagi mampu menahan berat badannya hingga membuatnya terjatuh.
🌈🌈🌈
Setelah puas menangis didalam ruangannya, zayyan langsung menemui kliennya diruang tamu yang sengaja dibuat dikantornya untuk menerima tamu-tamu penting seperti klien perusahaannya.
"Maaf tuan karena telah menunggu saya terlalu lama. Saya tadi ada sedikit urusan yang tidak bisa ditinggalkan" Seru zayyan setelah memasuki ruang tamu itu.
Sebenarnya tuan x tadi hampir saya pergi dari kantor zayyan, namun saat ia hampir berdiri zayyan datang dari arah luar. Ia juga ingin sekali marah karena zayyan telah membuat nya menunggu terlalu lama, namun itupun ia urungkan ketika melihat mata sembab zayyan. Ia sudah mendengar dari orang-orang tentang berita keadaan zayyan dan masalah yang terjadi dalam rumah tangganya. Ia ikut prihatin dan sedih akan hal itu.
"Tidak apa-apa tuan zayyan. Tapi apa kau baik-baik saja ?" Tanya tuan x.
"Apa maksud anda tuan ?" Tanya zayyan.
"Ahh jangan tersinggung tuan zayyan. Saya tidak bermaksud seperti itu" Jawab tuan x merasa tidak enak. "Tuan zayyan terlihat sedang tidak baik. Apakah tuan zayyan sedang sakit ?" Tanya tuan x berhati-hati karena ia takut kembali menyinggung zayyan.
"Tidak apa-apa tuan. Hm.. Iya saya sedang kurang enak badan sekarang" Jawab zayyan lesu.
"Apakah kita perlu membuat janji dilain waktu saja tuan ? agar tuan zayyan bisa beristirahat hari ini" Seru tuan x.
"Terima kasih atas perhatian nya tuan. Tapi itu tidak perlu, kita lanjut saja pertemuan kita hari ini" Jawab zayyan yang diangguki oleh tuan x. Mereka lalu membahas tentang proyek-proyek yang tengah mereka tangani saat ini.
Jangan lupa Vote, Like dan Koment ya..
Happy Reading, Semoga Suka ☺
Kerinci, Jambi 19 September 2020
__ADS_1