Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 61 Kembali


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, telah terlalu lama nana pergi meninggalkan orang terdekatnya tanpa kabar apapun.


Dan hari ini ia memutuskan kembali pada keluarganya. Ia tidak mau lagi bersembunyi dari masalahnya.


"Apa lo yakin ingin kembali ?" Tanya zizi serius pada nana.


"Iya, seratus persen gue yakin" Jawab nana mantap dengan keputusannya.


"Tapi bagaimana kalau lo bertemu lagi dengan zayyan. Apa lo juga udah siap untuk itu" Tanya zizi lagi.


"Iya, siap atau tidak, aku harus tetap menghadapinya" Jawab nana, ia mengentikan aktivitasnya yang saat ini sedang membereskan pakaian-pakaiannya.


"Gue sadar, sebuah masalah tidak akan pernah berakhir jika gue terus bersembunyi seperti ini. Semua itu tidak akan pernah selesai, jadi gue memilih untuk menghadapinya meskipun gue tau mungkin itu akan menyakitkan nantinya" Jawab nana.


"Baiklah, gue akan selalu dukung apapun itu keputusan lo" Jawab zizi.


"Apa tristan jadi jemput kita ?" Tanya nana pada zizi. Kemaren ditelefon tristan berjanji akan menjemput mereka kesini.


"Ngak tau gue, kayaknya sih jadi" Jawab zizi.


"Okee.. Kita tunggu aja dia. Tapi kalau dia berani membohongi gue, lihat aja nanti apa yang akan gue lakukan padanya" Ancam nana.


"Memangnya apa yang akan lo lakukan sama gue ?" tanya tristan yang tiba-tiba saja datang. Sebenarnya laki-laki itu sudah datang dari setengah jam yang lalu, tapi dia memilih berada diluar menunggu kedua sahabatnya itu. Tapi karena sampai saat ini kedua wanita itu tidak juga keluar, jadinya ia$ memilih pergi melihat mereka dikamar.


"Lo udah datang ! Lama amat sih. Tuh bumilnya udah ngak sabar untuk pulang" Cerocos zizi.


"Gue udah datang dari tadi kali. Tapi kalian aja yang keluar-keluar, sampe jamuran gue nunggu nya" Jawab tristan yang tak kalah sinisnya. Nana dan zizi hanya tertawa menanggapi kekesalan tristan.


💔💔💔


Saat ini mereka telah berada di dalam mobil. Tiga orang manusia itu sudah menempuh setengah perjalanan. Beberapa jam lagi mereka akan sampai dikota Jakarta.


"Apa lo udah kasih tau sama orang tua lo na ?" Tanya tristan.


"Belum" Jawab nana


"Kenapa ?," Tanya mereka berdua.


"Biar jadi kejutan" Jawab nana dengan santainya. Ia kembali mengalihkan pandangan nya keluar kaca mobil setelah menjawab pertanyaan dari sahabat-sahabatnya itu.


"Waw.. gue jadi penasaran bagaimana reaksi semua orang saat melihat kedatangan lo yang tiba-tiba" Seru tristan.

__ADS_1


"Iya, gue juga sama. gue jadi penasaran bagaimana reaksi mereka nanti. Apakah mereka akan marah ? atau senang ?" Timpal zizi.


"gue ngak tau dengan jelas tapi yang gue tau adalah mama pasti akan mengomeli gue habis-habisan nanti" Jawab nana. Bibirnya tertawa namun matanya masih menyiratkan duka.


"Tapi na, apa ngak sebaiknya lo hubungi kak shakira ?" Ujar zizi memberikan sarannya.


"Iya, gue juga berfikir seperti itu" Jawab nana tapi tampak seperti orang yang sedang berfikir. "Baiklah gue akan hubungi kak shakira sekarang" Jawab nana.


Wanita itu langsung mengambil handphonenya didalam tas selempang miliknya. Lalu menekan nomor yang bertuliskan nama My Sisters.


"Assalamualaikum kak" Seru nana setelah sambungannya tersambung. Mendengar suara nana, shakira terkejut bukan main. Bagaimana tidak, setelah menghilang selama satu bulan, kini adiknya menghubunginya.


"Na.. Nana. Apakah ini kau ?" Tanya shakira.


"Iya, ini aku nana. Adikmu" Jawab nana.


"Kau ini dari mana saja hah ! Kenapa tidak menghubungi kakak ?" Tanya shakira dengan nada yang sedikit tinggi. Bukan karena marah tapi ia hanya melampiaskan kekesalan nya saja.


"Maaf kak" Hanya itu yang bisa dikatakan oleh wanita itu.


"Sekarang ayo katakan pada kakak, dimana kau sekarang ! Kakak akan menemui mu" Desak shakira.


"Baiklah.. Kalau begitu kakak akan kerumah mama sekarang juga" Seru shakira semangat.


"Terserah kau saja kak. Tapi jangan lupa membawa putri ku, Aku sudah sangat merindukannya" Jawab


💔💔💔


Senja kini tampak begitu indah dilangit sore. Mentari kini siap tenggelam lalu berganti dengan sang bulan. Bintang pun siap berkelap-kelip menemani purnama.


Mereka kini telah sampai dikediaman Abimanyu. Nana mengetuk pintu dan tak lama kemudian pintu pun dibuka oleh para maid dari arah dalam.


"Non Nana" Ucap maid itu dengan terkejut. Nana tersenyum ramah pada maid itu.


"Siapa bi ?" Tanya seseorang dari arah dalam. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah mama yanti dan papa dion. Sama hal nya dengan maid itu, mereka juga tak kalah terkejutnya melihat sang putri kini berada dihadapannya.


"Dari mana saja kau hah. Apa kau ingin membunuh mama secara perlahan ?" Bentak mama yanti dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kenapa kau meninggalkan rumah tanpa kabar ? Dan kau kemana saja selama sebulan ini ? Apa kau tau semua orang sangat khawatir dengan mu. Kami semua sudah mencari mu kemana-kemana tapi tetap saja tidak ketemu" Seru mama yanti dengan air mata yang sudah mengalir dari pelupuk matanya.


"Apa mama akan terus mengomeli ku ? Apa mama tidak merindukan ku ?" Tanya nana menyela ucapan mama yanti.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan gadis nakal. Bagaimana mungkin seorang ibu tidak merindukan anaknya" Jawab mama yanti.


"Jika mama merindukan ku, lalu mengapa tidak memeluk ku ? dan kenapa malah mengomeliku" Tanya nana.


"Kemarilah nak, masuk lah dalam dekapan ku" Seru mama yanti merentangkan tangannya. Nana segera masuk dalam pelukan sang mama. Pelukan yang selalu saja memberikan nya kenyamanan.


"Apa kau hanya mau memeluk mama mu saja ?" Timpal papa dion yang pura-pura cemburu.


"Papa" Ucap nana. Wanita itu langsung beralih pada laki-laki yang selalu disebutnya sebagai cinta pertama.


"Jangan pergi lagi nak" Seru papa dion semakin mengeratkan pelukannya. Tak lupa juga dengan kecupan yang ia bubuhkan dikepala putri bungsu mu.


Suasana saat ini telah berubah menjadi haru. Semua mata tampak berkaca-kaca menyaksikan kembalinya nana kerumah.


Tak lama sebuah mobil berhenti tepat didepan teras kediaman Abimanyu. Tampak seorang wanita berlari dari dalam mobil, lalu langsung menabrak tubuh nana.


"Aku sangat merindukan mu, jangan lagi membuat ku gila karena kepergian mu" Seru shakira yang masih memeluk nana dengan sangat erat.


"Tidak akan lagi" Jawab nana dengan tersenyum. Ia sadar, ia telah mengambil jalan yang salah dengan meninggalkan rumah. Ia kecewa dengan satu cinta tapi melupakan banyak cinta yang lain.


"Mommy" Teriak olive. Gadis itu memberontak ingin turun dari pelukan sang ayah. Ia ingin sekali memeluk ibu keduanya itu. Mendengar teriakan olive, nana melepaskan pelukan nya dari sang kakak. Ia berjongkok lalu merentang kan tangannya dengan senyuman yang mengembang.


Gadis kecil itu masuk kedalam pelukan nana. "Nana turun kan olive, jangan menggendongnya" Seru shakira tiba-tiba saat melihat nana menggendong olive.


"Memang nya kenapa kak ?" Tanya nana heran.


"Kau sedang hamil nana. Jangan sampai gadis kecil ini menyakiti calon anak ku" Seru shakira yang langsung mengambil alih olive dari tangan nana.


"Sayang, mulai sekarang kau tidak boleh lagi digondeng oleh mommy nana. Kau mengerti ?" Peringat shakira pada putrinya.


"Tapi kenapa olive tidak boleh digendong mommy nana ?" Tanya anak itu dengan polos.


"Kerena didalam perut nya mommy nana ada adik bayi sayang, nanti kalau misalnya olive gendong sama mommy nana, adik bayinya bisa terluka" Jelas shakira memberikan pengertian pada anaknya.


To Be Continue..


Ayo dong, kasih votenya biar author tambah semangat lagi buat ceritanya 😔 Jangan lupa tinggalin Like dan Komentnya juga ya disetiap babnya.


Happy Reading, Semoga suka ☺


Kerinci, Jambi 21 September 2020

__ADS_1


__ADS_2