Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 42 Perangsang


__ADS_3

Jam telah menunjukan pukul 11.00 malam. Para tamu juga sudah banyak yang berpamitan untuk pulang kerumah dan penginapan masing-masing. Hanya tersisa para anggota keluarga dan beberapa kolega bisnis saja.


Para wanita kini sedang berkumpul diruang khusus kecuali nana. Karena nana tadi pamit sebentar ketoilet. Sementara para laki-laki masih membahas tentang bisnis dan perusahaan.


"Jeng yanti tau ngak, tadi pagi tu nana mual-mual" Seru ibu ranya.


Mama yanti tertegun mendengar ucapan nana ibu ranya. Otaknya mulai berputar dan berfikir sama seperti apa yang difikir kan para wanita rajendra tadi pagi.


"Mual-mual ?" Tanya mama yanti memastikan apa yang dia dengar.


"Iya jeng, mual-mual" Ujar ibu ranya. "Pasti jeng yanti berfikir kalau nana hamil kan ?" Tanya ibu ranya.


"Apa nana benar-benar hamil ?" Tanya mama yanti tidak sabar mendengar jawaban ibu ranya. Ia sangat berharap kalau jawabannya adalah iya. Ia pasti akan sangat senang jika nana benar-benar hamil.


Raut wajah ibu ranya tiba-tiba berubah menjadi sendu, "Tadinya aku fikir nana memang hamil. Tapi ternyata aku salah. Dokter bilang nana mual-mual karena maag nya kambuh" Ucap ibu ranya.


"Padahal aku sangat berharap kalau nana benar-benar hamil. Aku sangat ingin mengendong cucu dari nana dan zayyan" Ucapnya lagi.


"Bukan hanya jeng ranya saja yang menginginkan hal itu. Aku sama halnya dengan jeng ranya, sangat menginginkan kehadiran seorang cucu dari nana dan zayyan" Seru mama yanti yang kini juga sudah mulai sedih.


"Tapi, apa kalian tidak curiga pada nana dan zayyan ?" Tanya shakira tiba-tiba. Mereka semua menatap shakira tidak mengerti. Menyadari hal itu, shakira langsung menjelaskan maksud dari ucapannya.


"Maksudku, diantara mereka seperti ada hal yang aneh. Tapi aku tidak tau apa itu. Mereka memang terlihat baik-baik saja saat dihadapan kita. Tapi aku mengenal nana dari kecil. Aku bisa melihat tatapan sedihnya saat kita membahas soal anak padanya" Jelas shakira.


"Iya, shakira benar. Aku juga bisa melihat itu dari sorot matanya" Ujar bibi citra.


"Aku curiga kalau sebenarnya hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja. Mereka seperti menyembunyikan sesuatu. Apa mungkin mereka hanya pura-pura bahagia saat dihadapan kita ?" Terka shakira. Mereka semua menyetujui apa yang dikatakan oleh shakira.


"Aku rasa juga begitu. Aku mengenal zayyan, dia memang dingin tapi hanya pada orang asing. Tapi pada orang terdekatnya dia selalu bersikap hangat" ucap ibu ranya. Ia menghentikan sejenak ucapannya, "Tapi dia memang terlihat dingin pada nana" Lanjutnya lagi.


"Jadi kita harus bagaimana ?" Tanya mama yanti.


Mereka terlihat berfikir. Mereka memutar otak untuk mendapat solusi dari masalah ini. Mereka harus menyatukan nana dan zayyan meski dengan cara apapun itu.


"Bagaimana kalau kita masukan obat perangsang pada minuman nya zayyan. Jika mereka melakukan itu, apalagi sampai nana hamil, Aku rasa zayyan tidak akan meninggalkan nana" Ujar shakira memberikan idenya.

__ADS_1


"Aku setuju dengan ide shakira. Pokoknya kita harus membuat mereka saling jatuh cinta hingga tidak terpisahkan" Ujar ibu ranya dengan semangat.


"Bagaimana mama, bibi !! Apa kalian setuju ?" Tanya shakira.


"Setuju"


"Setuju"


🍂🍂🍂


Seorang pelayan tampak membawa baki dengan beberapa minuman didalamnya. Ia membagi minuman itu satu persatu pada para laki-laki. Ia juga tidak lupa memberikan minuman yang telah diberi obat perangsang pada zayyan sesuai perintah para wanita.


"Ini tuan minumannya, silakan dinikmati" Ujar pelayan itu sebelum akhirnya pergi dari sana.


Mereka meminum minuman itu begitupun dengan zayyan. Ia menghabiskan minuman itu karena memang ia sudah sangat haus.


Tak lama obat itu mulai bereaksi ditubuh zayyan. Ia mulai tidak nyaman setelah meminum minuman itu.


"Maaf semuanya, saya permisi kebelakang dulu" Seru zayyan. Ia langsung menuju ketoilet. Tubuhnya menghangat, ia tidak bisa menahan gairahnya saat ini.


"Apa yang terjadi dengan ku ?" Tanya zayyan pada dirinya sendiri, "Sepertinya ada seseorang yang memasukan obat perangsang kedalam minuman ku tadi" Gumam zayyan.


Ia mengambil hapenya yang ada di dalam saku celananya. Ia segera mencari nomor nana lalu menyambungkan sambungannya nya.


"Zayyan" Ucap nana dari seberang sana. Ia langsung mengangkat telefon dari suaminya itu, "Hallo Assalamualaikum zayyan, ada apa ?" Seru nana.


"Nana kamu dimana sekarang ?" Tanya zayyan.


"Aku ? Aku sekarang sedang diruangan sama yang lainnya" Jawab nana. Ia saat ini memang sudah berada bersama dengan yang lainnya. Setelah mereka menjalankan rencananya tadi, nana langsung datang.


"Temui aku sekarang di toilet" ujar zayyan.


"Toilet ? ada apa ?" tanya nana lagi.


"Sudah jangan banyak bertanya. Kamu kesini aja sekarang. ngak pake lama ya" Tegas zayyan. Tanpa menunggu lama nana langsung berpamitan untuk menemui sang suami.

__ADS_1


"Ada apa ?" Tanya nana saat sampai ditoilet.


"Ikut aku kehotel, sekarang juga" Ujar zayyan langsung menarik tangan nana menuju mobilnya.


🍂🍂🍂


"Zayyan kamu kenapa ?" Tanya nana lagi saat sudah sampai di hotel. Ia menatap zayyan dengan tatapan heran. Ia masih tidak tau kenapa zayyan membawanya kehotel duluan saat yang lain nya masih berada dikantor.


"Zayyan" Panggilnya lagi saat tidak mendapat respon dari sang empu yang punya nama.


Sementara zayyan sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi. Tanpa permisi dia langsung menekan kepala nana lalu melum*t bibir ranum milik nana. Nana terkejut dengan tindakan sang suami hingga membuatnya membeku ditempat. Ini memang bukan kali pertama zayyan mencium nana karena yang pertama kalinya adalah saat siang itu ketika nana memasangkan dasi untuk zayyan.


Karena tidak ada penolakan dari nana, zayyan menggigit bibir nana hingga membuat mulutnya menganga. Zayyan menyapu seluruh bagian dimulut nana. Setelah puas ******* hingga menyapu mulut nana, zayyan menghentikan aksinya.


Ia menatap dalam mata nana. Ia juga bisa melihat mata nana yang berkaca-kaca saat ini. Ia memengang pipi nana sebelum berbicara, "Nana maaf kan aku. Seseorang sudah memasukan obat perangsang pada minumanku. Sekarang aku sudah tidak bisa mengendalikan hasratku lagi. Aku butuh pelepasan, karena jika tidak aku bisa gila atau bahkan mati" Seru zayyan.


"Aku mohon izinkan aku melakukannya sekarang. Karena aku sudah tidak tahan lagi" Ucap zayyan yang sudah tidak bisa menahan hasratnya lebih lama lagi.


Karena tidak mendapat respon dari nana. Zayyan langsung mendorong tubuh nana keatas ranjang lalu segera menin**hnya. Posisi zayyan saat ini sudah berada diatas tubuh nana.


Saat zayyan ingin melepas baju yang dikenakan nana. Nana menahan tangannya sembari menggelengkan kepalanya. "Nana aku mohon, aku benar-benar bisa gila jika terus menahannya" ucap zayyan dengan memelas.


"Tapi..." Jawab nana dengan ragu. Jujur saja ia merasa takut melakukan itu. Selain ini adalah yang pertama baginya, dia juga takut kalau setelah melakukan ini zayyan akan pergi meninggalkannya. Tapi sisi lain dia juga kasihan melihat zayyan seperti ini.


Seakan tahu apa yang dipikirkan nana, zayyan langsung menyakin nana, "Aku tau kalau ini adalah yang pertama bagi kamu. Ini juga yang pertama bagi ku na. Aku janji akan melakukannya dengan pelan" Seru zayyan meyakin kan nana.


"Apa boleh ?" Tanya zayyan lagi. Jika nana tidak mengizinkan nya maka zayyan tidak akan melakukannya. Karena jujur saja zayyan tidak mau memaksa nana melakukannya.


Setelah terdiam cukup lama, nana menganggukkan kepalanya. Ia mengizinkan zayyan melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.


Malam itu menjadi malam panas bagi pasangan yang baru saja menikah beberapa bulan ini. Didalam lampu yang remang-remang yang menjadi saksi bisu penyatuan mereka.


Hari ini, author double up lagi ya. Yang udah ngak sabar menunggu kebucinan zayyan, author harap bersabar sedikit lagi. Karena author nulisnya sesuai alur yang udah author tetapkan sebelumnya.


Jangan lupa kasih votenya ya, biar author tambah semangat nulisnya. dan jangan lupa tinggalkan jejak juga dengan cara Like dan Koment.

__ADS_1


Author juga ucapkan terima kasih karena sudah mengikuti MMR (Menikahi Mr. Rajendra) ini dan sudah mendukung karya author.


Kerinci, Jambi 8 September 2020


__ADS_2