Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 35 Apa Dia Cemburu ?


__ADS_3

✴✴✴


Disisi lain, Zayyan tampak mondar mandir dikamar hotelnya. "Kemana perginya wanita itu" Ucapnya.


Zayyan saat ini benar-benar kesal namun juga khawatir karena nana belum juga kembali sampai saat ini, padahal ini sudah jam 9 malam.


"Lebih baik aku telefon saja" Gumamnya. Zayyan mencari nomor nana di hpnya lalu segera menghubungi wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya itu.


"Kenapa nomornya tidak aktif" Ucap zayyan yang sudah benar-benar kesal. Tanpa berpikir panjang lagi, ia segera keluar dari kamar hotelnya untuk mencari keberadaan nana.


Zayyan pergi ke restoran hotel terlebih dahulu untun melihat apakah nana ada disana atau tidak, karena terakhir kalinya nana bilang lapar tadi. Namun ia tidak menemukan keberadaan nana disana. Ia pergi ketaman hotel namun juga tidak melihat nana saat ini.


Pikirannya sudah melayang-layang saat ini, Bagaimana kalau dia diculik ?Pikirnya. Zayyan berjalan menelusuri trotoar hingga ia bertemu dengan sebuah restoran disana.


"Apa mungkin dia ada sini ?" Tanya zayyan pada dirinya sendiri, "Coba aku lihat saja" Gumamnya lagi. Zayyan memasuki restoran itu. Matanya menerawang mencari keberadaan nana, hingga bola mata itu terhenti ketika melihat seorang perempuan yang ia kenal di sudut sana sedang mengobrol dan tertawa bersama pria lain.


Zayyan ingin sekali marah saat ini. Dia hampir gila mencari keberadaan wanita yang notabennya saat ini sudah menjadi istrinya, namun wanita itu malah sedang Asik mengobrol dan tertawa bersama pria lain.


"Siapa laki-laki itu ? Apa dia laki-laki yang sama dengan yang kemaren bersama nana ? Tapi kalau iya. kenapa dia ada disini ?" Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul di kepala zayyan.


Zayyan langsung berjalan menghampiri tempat dimana nana dan pria itu sedang asik mengobrol.


"Zayyan" Ucap nana saat zayyan sudah berada di hadapan nya.


Zayyan hanya diam dengan wajah dinginnya sembari bergiliran menatap nana dan hendra.


"Siapa dia na ?" Tanya hendra.


"Dia.. Dia Zayyan, suamiku" Jawab nana ragu.


"Oh, jadi kamu adalah suaminya nana ? Kenalkan aku hendra, sahabat masa kecilnya nana" Ujar hendra memperkenalkan dirinya.


"Zayyan, Suaminya nana" Balas zayyan. ia sengaja menekan kata suami dihadapan hendra.


"Ayo pulang" Ajak zayyan yang langsung menarik tangan nana.

__ADS_1


"Hendra aku pulang dulu ya, sampai ketemu lain kali" Ucap nana.


✴✴✴


"Zayyan pelan-pelan dong jalannya" Teriak nana karena saat ini zayyan sudah berjalan terlebih dahulu dengan langkah nya yang besar.


Zayyan memelan kan langkahnya tanpa berbicara sedikutpun. Rasanya ia begitu kesal dengan nana ditambah lagi saat melihat nana sedang asik tertawa bersama pria lain disaat dirinya khawatir mencari keberadaannya.


Tak lama mereka sampai di kamar hotel. Nana meletakkan tasnya ditempat semula. "Zayyan aku mandi dulu ya" Ucap nana namun tidak mendapat respon dari zayyan.


"Huft.. Ya sudahlah" Ucap nana langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia berendam selama 30 menit didalam sana. Baru setelah itu ia keluar lengkap dengan piyama warna putihnya.


"Apa kamu tidak mandi ?" Tanya nana. Tanpa menjawab pertanyaan nana, zayyan langsung mengambil handuk dalam lemari lalu segera masuk kekamar mandi.


"Irit bicara sekali dia itu, apa susahnya menjawab pertanyaan ku coba" Gerutu nana. Setelah selasai mandi, zayyan keluar dengan piyama berwarna navy.


"Yan" Panggil nana.


"Kamu udah makan belum ?" Tanya nana. Namun orang yang ditanya lagi-lagi hanya diam saja.


"Taun Rafael Zayyan Rajendra, kamu dengar aku ngak ?" Teriak nana yang saat ini sudah tidak bisa menahan kekesalan nya lagi.


"Apa sih teriak-teriak ?" Kesal zayyan.


"Makannya kalau ditanya itu dijawab" Seru nana.


"Apa ?" Ucap zayyan singkat.


"Kamu udah makan apa belum ?" Tanya nana


"Bukan urusan kamu" Jawab zayyan.


Nana terperangah mendengar ucapan zayyan. Bukan urusan aku katanya ? Bagaimana mungkin dia bicara seperti itu. Aku adalah istrinya, tentu saja itu menjadi urusan ku, pikir nana.


"Tentu saja itu urusan ku, karena aku adalah istri sah mu kalau kamu lupa" Jawab nana.

__ADS_1


"Belum" Ucap zayyan.


"Belum ? Ini sudah jam berapa ? kenapa belum makan juga ?" Tanya nana.


Zayyan menghentikan kegiatannya memainkan handphone lalu menoleh kearah nana. "Karena istriku sibuk mengobrol dan tertawa bersama pria lain hingga membiarkan suaminya kelaparan" Ucap zayyan yang sengaja menekan kata Istri dan Suami.


"Kenapa malah menyalahkan aku ? Kan kamu sendiri yang tidak peduli saat aku bilang lapar tadi ?" Ucap nana tidak terima disalahkan oleh zayyan.


"Ya sudah sekarang begini saja, kamu mau makan apa ? biar aku pesankan untuk mu" Tawar nana.


"Tidak usah, kamu urus saja lelaki mu itu. Aku tidak lapar dan tidak butuh kamu perhatikan" Ucap zayyan yang langsung membaringkan tubuhnya membelakangi nana.


"Ada apa dengannya ? Apa dia cemburu dengan hendra ?" Gumam nana dalam hatinya. Ia tersenyum senang memikir kan nya. Ia pasti akan sangat bahagia jika itu semua adalah benar.


"Apa kau cemburu melihatku bersama pria lain ?" Goda nana.


Zayyan langsung membalikkan tubuhnya menghadap nana, dia terdiam cukup lama sebelum akhirnya menjawab "Cemburu ?" Ucapnya sembari tertawa.


"Yang benar saja, kenapa aku harus cemburu melihat mu dengan pria itu. Aku sama sekali tidak peduli dengan semua itu" Ucap zayyan yang seketika membuat senyum nana menyusut.


"Lalu kenapa kamu bicara seperti itu tadi ?" Tanya nana.


"Karena kamu adalah istri ku. Apa kata orang nantinya kalau melihat istrinya Zayyan seorang CEO di Rajendra Grup bersama dengan pria lain" Ucap zayyan.


"Kamu jangan berharap lebih nana. Kamu harus ingat dengan kesepakatan kita, bahwa pernikahan ini hanya akan bertahan selama 1 tahun saja. Dan di antara kita tidak boleh ada yang memiliki perasaan satu sama lain" Ucap zayyan penuh penekanan.


Mata nana tampak berkaca-kaca mendengar ucapan zayyan. Tadinya ia pikir bahwa ia pasti akan bisa mempertahankan pernikahannya. Hatinya begitu sesak mendengar kalimat itu keluar dari mulut suaminya itu. Rasanya ingin sekali ia menangis dan berteriak tapi ia tahan karena tidak mau terlihat lemah di hadapan zayyan.


Hari ini author udah double up ya.. Jangan lupa kasih Votenya biar author tambah semangat untuk updatenya. Jangan lupa juga kasih like dan koment disetiap bab nya ya..


Terima kasih 😉


Kira-kira lagu apa yang cocok untuk kisahnya nana dan zayyan ini ? Kasih pendapat kalian di komentar ya ☺


Kerinci, Jambi 2 September 2020

__ADS_1


__ADS_2