Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 39 Kebaikan Hati Nana


__ADS_3

Waktu terus saja berputar dengan sangat cepat. Jarum jam tidak pernah berhenti berputar pada tempat nya. Pagi ini pasangan itu baru saja sampai di Bandar Udara Soekarno Hatta, Jakarta.


"Huft.. Akhirnya sampai juga di jakarta" Gumam nana.


"Kita pulang nya gimana ? Naik taksi atau dijemput ?" Tanya nana. Ia memutar kepalanya menghadap zayyan untuk melihat dan mendengar jawaban dari laki-laki itu.


"Dijemput sama mang jojon" Jawab zayyan. "Tadi aku udah telefon, mang jojonnya lagi dijalan". Nana menangguk tanpa mengerti dengan ucapan zayyan.


" Ya udah, aku ke toilet bentar ya" Seru nana yang di angguki oleh zayyan.


Sudah hampir setengah jam sejak nana pamit ke toilet, Tapi sampai sekarang wanita itu masih belum juga kembali. Mang jojon saja sudah datang sejak 10 menit yang lalu.


"Kemana sih perginya" Zayyan sangat kesal karena menunggu nana yang terlalu lama. Entah apa yang dilakukan oleh istrinya dikamar mandi, pikirnya.


"Maaf tuan. Lebih baik tuan telefon saja non nana, takutnya terjadi apa-apa" Saran mang jojon.


Zayyan berfikir sejenak, mencoba mencerna perkataan mang jojon tadi. "Iya ya, jangan-jangan terjadi sesuatu dengan nya. Karena harusnya dia sudah kembali dari tadi jika hanya BAK atau BAB" Pikir zayyan.


Zayyan langsung mengambil HP nya dari saku celana yang ia kenakan, kemudian segera mencari nomor sang istri dan menghubunginya.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif" Suara itu membuat zayyan jadi tambah kesal.


"Ck.. Kemana sih perginya ? Telefonnya juga ngak aktif lagi" Gerutu zayyan.


"Mang, aku ke toilet bentar ya. Mau cara nana disana" Ucap zayyan dengan sopan.


"Baik tuan. Apa tidak sebaiknya saya juga ikut mencari non nana ?" Tawar mang jojon.


"Tidak usah mang. Mang jojon sebaiknya disini saja, nanti takutnya nana kesini dan kita tidak ada" Seru zayyan.


"Ah.. Baik lah kalau begitu tuan" jawab mang jojon.


🌿🌿🌿


Ditempat lain, nana baru saja keluar dari toilet. Namun tak sengaja ia bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang menangis. Wanita cantik itu merasa tidak tega melihat anak itu menangis. Anak itu seperti kebingungan dan takut.


Nana berjalan menghampiri bocah itu, "Hay..Kamu kenapa nangis ?" Tanya nana lembut sembari mengelus kepala anak itu.


"Aku takut aunty" Jawab anak itu dengan tangisnya.


"Memangnya mama kamu kemana ? Kenapa kamu sendiri disini ?" Tanya nana.


"Aku tidak tau. Tadi aku pergi mengejar kucing hingga sampai disini. Aku tidak tau dimana mama sekarang" Jawab anak itu.

__ADS_1


"Aku mau ketemu mama. Ayo antar aku ketemu mama aunty" Rengek anak itu. Air matanya tak henti-hentinya jatuh membasahi wajah tampan nya itu.


"Ya sudah, kamu jangan nangis lagi ya sayang. aunty janji akan menemani kamu mencari mama kamu" Seru nana dengan lembut dan penuh ketenangan.


"Janji ?" Ucap anak itu sembari mengulurkan jari kelingkingnya.


"Ya, aunty janji" Ucap nana mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking anak itu. "Sekarang ayo ikut aunty" Ajak nana yang diangguki oleh nana.


Setelah berkeliling cukup lama tapi mereka masih belum menemukan mama dari anak itu. Nana memutuskan untuk bertanya pada anak itu, "Sayang" Nana berjongkok agar menyesuaikan dengan tubuh bocah kecil yang tampan itu.


"Kamu masih ingat ngak, tadi mama kamu dimana ? Biar kita mudah untuk carinya" Seru nana.


Anak itu tampak berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan nana. "Tadi mama ditempat ditempat banyak orang aunty, trus banyak mobil-mobil juga. Tapi aku tidak tau dimana jalan kesana." Ucap anak itu dengan sendu.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita kesana. Mudah-mudahan aja mama kamu ada disana ya" Bujuk nana.


"Iya aunty".


Nana membawa anak itu ketempat yang dia maksud tadi. Dari kejauhan tampak seorang wanita seumuran Shakira sedang menangis disamping laki-laki yang diyakini nana adalah suaminya.


"Mama" Ucap anak kecil itu saat melihat wanita yang menangis tersedu-sedu dipelukan suaminya.


"Apa itu mama mu sayang" Tanya nana.


"Mamaaaaa" Teriak nya sembari berlari kearah wanita itu. Nana mengikuti anak itu dari belakang. Sementara wanita itu menoleh tak kala mendengar suara yang tak asing lagi ditelinganya.


"Keenan" Ucap wanita itu. Ia berlari menghampiri putra semata wayang nya itu. Ia memeluk nya sangat erat seakan takut kehilangan lagi.


"Mamaa, maaf kan aku. Aku janji tidak akan pergi lagi" Ucap anak itu yang menangis sesegukan dipelukan ibunya.


Keenan yang melihat ibu nya menatap bingung pada nana pun akhirnya membuka suara, "Mama, ini adalah aunty cantik. Dia yang telah menemukan ku tadi, dia juga yang membawaku kesini. Aunti cantik ini sangat baik ma" Jelas keenan.


"Terima kasih, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada putraku jika bukan kau yang menemukannya. Mungkin saja putra ku sudah dibawa pergi" Ucap wanita itu dengan tulus.


"Tidak perlu berterima kasih pada ku. Aku senang bisa bertemu dengan anak mu ini, dia sangat pintar dan lucu" Jawab nana.


Nana berjongkok menyetarakan tinggi badan nya dengan anak itu, "Oh iya, tadi kita belum sempat berkenalan kan !! Nama mu siapa nak ?" Tanya nana.


"Nama ku Keenan Arsenio Yudistira. Aunty bisa memanggilku Keenan" Jawabnya dengan suara cadelnya.


Nana tertawa melihat keenan, ia teringat dengan olive keponakannya itu. Nana tiba-tiba saja merindukan olive. Keenan sepertinya seumuran dengan olive saat ini, pikirnya.


"Hay.. Nama ku adalah nana" Seru nana. "Berapa umur sekarang ?" Tanya nana lagi.

__ADS_1


"Umur sekarang 3 tahun aunty" Jawab keenan. Tak lama kemudian zayyan muncul dihadapan mereka.


"Zayyan" Ucap nana.


"Kau dari mana saja hah ? aku sudah mencari mu kemana-mana" Seru zayyan.


"Uncle siapa ? Kenapa memarahi aunty cantik ?" Ucap keenan dengan dengan suara tinggi.


"Sayang, uncle ini adalah suami aunty. Kau bisa memanggilnya uncle zayyan. Dan dia tidak marah pada aunty, dia hanya kesal karena aunty menghilang darinya sejak tadi" Ucap nana memberikan pengertian pada anak kecil itu.


"Benarkah begitu ? kalau begitu maafkan aku paman" Ujar keenan dengan tulus.


Zayyan melirik kearah nana seakan meminta jawaban sebelum akhirnya ia menjawab, "Iya nak, uncle tidak marah pada aunty cantik. Uncle hanya sedikit kesal saja" Ucap zayyan sembari tersenyum.


"Maafkan aku paman" Seru anak itu.


"Tidak apa-apa".


"Oh iya kenalkan aku Erina dan ini suamiku Danish. Kami adalah orang tua keenan" Ujar nyonya erina.


"Oh hay.. aku zayyan, suaminya nana" Jawab zayyan.


"Kau beruntung sekali mendapatkan nona nana sebagai istri mu. Dia adalah wanita yang sangat baik, aku bisa melihat ketulusan dari matanya" Kali ini tuan Danish yang bicara.


"Maaf, apa yang terjadi sebelumnya ?" Tanya zayyan penasaran.


"Tadi...." Tuan Danish menceritakan semua yang terjadi tanpa ada yang dikurangi atau dilebihkannya. "Jangan pernah sia-siakan wanita sebaik dirinya, sebelum dia benar-benar pergi" Ucap tuan danish.


Zayyan menatap nana sejenak, "Ayo kita pulang, mang jojon sudah menunggu kita dari tadi" Ucap zayyan.


"Baiklah ayo" Jawab nana, "Maaf tuan danish dan nona erina, kami permisi dulu" Ucap nana dengan sopan.


"Bolehkah aku meminta nomor hp mu ? mana tau kita bisa bertemu lain kali" Seru nona erina.


"Baiklah, kemarikan hp mu" Nona erina memberikan hp nya. Nana segera menuliskan nomornya kemudian menyimpannya.


"Sudah" Ucap nana yang diangguki oleh erina. "Aunti pamit dulu ya nak, sampai ketemu dilain waktu" Seru nana.


🌿🌿🌿


Ayo dong kasih Vote, like dan koment nya. Biar author tambah semangat lagi.


Kerinci, Jambi 6 September 2020

__ADS_1


__ADS_2