Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 50 Positif


__ADS_3

Dibawah teriknya matahari, didekat parkiran Rumah sakit, Nana dan Azizah tampak baru saja pulang dari makan siang di salah satu restoran favorit mereka. Mereka berdua berjalan dikoridor rumah sakit yang diselingi dengan sedikit obrolan.


Tiba-tiba saja Azizah menghentikan langkahnya dan menatap Nana dengan serius. Nana yang diperhatikan pun menjadi bingung dan salah tingkah, "Lo kenapa sih, perhatiin gue kayak gitu banget ? Ada yang salah ya dari penampilan gue ?" Tanya Nana dengan melihat apa yang salah dengan dirinya.


"Ngak ada yang salah sih.. Tapi kayaknya, lo sekarang gendutan deh" Jawab Azizah.


"Serius lo ? Iya sih gue juga merasa begitu" Ucap Nana dengan lesu.


Azizah masih saja terus memperhatikan Nana, seolah sedang menebak sesuatu. "Gue jelek ya, kalau gendutan gini ? Mulai besok gue mau mulai diet aja ah" Ujar Nana sembari berjalan meninggakan Azizah.


Baru satu langkah berjalan, Nana langsung dihadang oleh Azizah "Eh jangan, pokoknya lo gk boleh diet" Tegas Nana.


"Yee, terserah gue lah mau diet mau ngak, kenapa jadi lo ngatur? " Ucap nana sambil memukul pelan lengan Azizah.


"Pokoknya kalau gue bilang ngak boleh ya ngak boleh. Lo jangan keras kepala jadi orang" Ucap Azizah sambil menarik Nana ke ruangannya.


"Mau kemana sih ? Kenapa lo tarik-tarik tangan gue, sakit tau" Gerutu Nana.


"Ikut gue ke ruangan gue sekarang juga" tegas Azizah. Sesampainya mereka diruangan, Azizah segera menyuruh Nana untuk berbaring ditempat tidur yang tersedia diruangannya.


"Lo mau apain gue sih ?" Tanya Nana bingung karena dari tadi sahabatnya itu bersikap sangat aneh.


"Udah diam aja, lo ikutin aja perintah gue" Jawab Nana sambil mengoleskan jelly ke perut Nana untuk melakukan USG. Ya, saat ini Azizah yang notabennya sebagai seorang dokter kandungan itu sedang mencurigai bahwa sahabatnya itu sedang hamil. Sedangkan Nana hanya diam membiarkan sahabatnya itu melakukan pemeriksaan.


"Na, coba lihat ke monitor itu ?" Ucap Azizah dengan wajah sumbringahnya. Nana segera melihat ke arah monitor, dia hanya diam tidak mengerti dengan apa yang ada di monitor itu.


"Aa ya ampun na, gue senang banget karena sebentar lagi gue akan punya keponakan" Jawab Azizah yang langsung memeluk Nana.


"Keponakan ? Lo kan ngak punya saudara, trus dapat keponakan dari siapa lo ? Oo gue tau, mungkin saudara sepupu lo lagi hamil ya ?" Jawab nana yang masih belum mengerti juga.


"Ya ampun Nana, lo itu beg* atau memang benar-benar polos sih?" Tanya Azizah sedikit kesal yang langsung mendapat pukulan dari Nana.


"Haid terakhir lo kapan ?" Tanya Azizah lagi.


"Lo itu kenapa jadi aneh gini sih ? Pertama lo bilang gue gendutan, trus pas gue bilang mau diet lo ngelarang gue dan bawa gue kesini, trus lo olesin jelly ke perut gue dan suruh gue lihat ke monitor itu, dan sekarang lo tanya kapan terakhir gue haid" Ucap nana lalu terdiam seolah memahami sesuatu.


"Tunggu dulu zi.. Apa gue-?" Tanya nana yang langsung di angguki oleh Azizah.


"Iya Na, lo sekarang sedang hamil, dan usia kehamilan lo sudah 4 minggu sekarang" Ucap Azizah dengan bahagia sembari memeluk Nana.


"Selamat my Queen, sebentar lagi lo akan benar-benar jadi mommy dari darah daging lo sendiri" Ucap Azizah dengan senyuman yang tak pernah pudar dari tadi. Sebagai seorang sahabat, ia ikut bahagia dengan kabar kehamilan sabahatnya.


"Tapi muka lo kok kayak gitu ? Lo ngak bahagia ya ?" Tanya Azizah lagi dengan wajah bingung. Wajar saja ia bingung, karena semua wanita akan bahagia saat mendengar bahwa sebentar lagi akan menjadi seorang ibu tapi sahabatnya hanya diam tanpa merespon.

__ADS_1


"Apa benar gue hamil Zi ? Disini ada calon anak gue ?" Tanya Nana sambil mengelus perut ratanya dan langsung dijawab oleh azizah dengan anggukan.


Air mata nana jatuh tanpa sadar dan membuat Azizah begitu panik melihat sahabatnya "Lo kenapa nangis ? Apa lo ngak menginginkan anak ini ?" Tanya nana cemas yang langsung mendapatkan jitakan dari Nana.


"Lo apa-apaan sih, mana mungkin gue ngak menginginkan anak ini" Jawab Nana.


"Trus kenapa lo nangis ?" Tanya Azizah.


"Ini tu air mata bahagia gue, gue benar-benar ngak nyangka sebentar lagi akan menjadi seorang ibu dari darah daging gue sendiri" Ucap nana dengan senyum yang mengembang.


"Jadi kapan lo akan memberi kabar ini pada keluarga lo ? Mereka pasti akan senang banget na" Seru Azizah.


"Iya, gue akan segera kasih tau mereka tapi kayaknya ngak sekarang deh. Tunggu sampai rumah aja" Jawab Nana.


"Terserah lo deh, oiya sebagai sahabat dan dokter kandungan lo, gue saranin lo kurangi kegiatan lo, lo ngak boleh kelelahan dan stress" Ucap Azizah memperingatkan sahabatnya.


"Siap buk dokter Princess" Jawab nana dan mereka bedua langsung tertawa.


☺☺☺


Dikantor, Zayyan terlihat sangat lemah dan pucat karena dari tadi pagi zayyan selalu berbolak balik ke toilet karena merasa mual. Raka sudah meminta zayyan untuk pulang tapi ia selalu menolak dan tidak mau pulang.


"Dimana zayyan" Tanya alexa pada raka karena saat masuk ruangan ia tidak menemukan keberadaan zayyan.


Alexa langsung menghampiri Zayyan ke toilet, karena merasa cemas dengan keadaan zayyan masih saja terus mual dari tadi.


"Kita kedokter aja ya yan" ujar alexa memberikan saran dan hanya dijawab zayyan dengan gelengan kepala.


"Gue udah ajak dia kedokter dari tadi tapi dianya gk mau, gue suruh pulang juga ngak mau" Jawab raka sedikit kesal dengan sahabat sekaligus atasannya.


"Ya udah lo mau akan apa sekarang ? Biar gue beliin" Tanya Alexa perhatian


"Gue ngak mau makan" jawab zayyan singkat.


"Tapi lo harus makan, dari tadi lo ituh muntah yan, dan ngak ada makan apa-apa" Ucap alexa


"Gue bilang gue ngak mau makan, udah mendingan kalian tinggalin gue sendiri, gue mau istirahat dan ngak mau diganggu" ujar zayyan seolah memberi perintah.


Raka dan alexa mendengus kesal dengan sahabat sekaligus atasan mereka itu. Dan alexa akhirnya memilih meninggalkan ruangan zayyan yang kemudian diikuti oleh raka.


"Zayyan sakit apa sih ka ?" Tanya Alexa pada raka.


"Ngak tau gue, tadi dari rumah baik-baik aja sih. Sampai kantor baru dianya mual-mual kayak orang hamil" ucap raka.

__ADS_1


"Lo udah kasih tau bibi ranya atau paman marvin apa belum?" Tanya alexa lagi.


"Belum, dia ngelarang gue untuk kasih tau mereka" Jawab raka.


"Trus sekarang gimana ?" Tanya alexa meminta pendapat raka


"Ngak tau gue, biarin aja dulu dia istirahat, nanti kalau masih mual kita paksa aja dia untuk pulang" jawab raka dengan datar.


"Masih banyak yang harus gue kerjain, gue ke ruangan dulu" seru raka dan dijawab alexa dengan anggukan.


☺☺☺


Diruangan, nana tampak duduk dikursi kebesarannya. Tangannya mengelus lembut perut ratanya. Kadang ia tersenyum sendiri membayangkan tentang kehamilannya.


"Terima kasih karena sudah ada disini sayang" Ucapnya mengelus perutnya. "Mommy bahagia banget saat dengar dari aunty zizi kalau kamu sudah hadir disini. Mommy ngak sabar menunggu kamu lahir nak. Kamu yang sehat sehat ya didalam. Mommy akan selalu jagain kamu" Ucapnya.


"Kira-kira gimana ya ekspresi orang-orang dirumah saat tau kalau kamu ada dirahim mommy ? Pasti mereka akan sangat bahagia" Gumamnya bermonolog.


"Mommy akan kasih tau mereka nanti. Tapi sebelumnya mommy ingin ayah kamu yang mengetahui nya terlebih dahulu" Ucap nana sangat bahagia.


Tiba-tiba pintu terbuka dari arah luar hingga mengagetkan nana. Nana melihat siapa yang datang. "Lo ngangetin gue aja deh" Ujar nana kesal pada tristan. Iya, yang baru saja datang adalah tristan.


"Trus lo kenapa ngos-ngosan gitu ? kayak dikejar setan aja lo" Ucap nana terkekeh.


Tanpa menjawab pertanyaan nana, tristan langsung mendekati nana. Ia langusung memengang bahu nana dan menatap nya dengan tatapan serius.


"Apa benar yang dikatakan zizi kalau lo hamil ?" Tanya tristan.


Nana mengerutkan dahinya sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu. "Iyaa.. memang nya kenapa ?" Tanya nana datar.


"Ah ya ampun na.. gue bahagia banget dengarnya. Selamat ya, sebentar lagi lo akan jadi seorang ibu" Ucap tristan memeluk nana. Ia ikut bahagia dengan kebahagiaan sahabat perempuannya itu.


"Terima kasih uncle prince" Ucap nana menirukan suara anak kecil. Mereka berdua pun tertawa bersama. Hari ini adalah hari paling bahagia untuk nana. Ia juga berharap dengan adanya anak ini hubungannya dengan zayyan akan semakin membaik. Semoga saja.


Hay.. Hay.. kesayangan nya acuu. Apa kabar ? Semoga baik-baik aja ya 😁


Karena hari ini adalah hari spesial untuk author, Yaitu hari Ulang Tahun nya author. Makanya author kasih triple up ☺


Semoga suka ya.


Dan jangan lupa untuk Vote, Like dan Koment. Terima kasih ☺


Happy reading, semoga suka 😊

__ADS_1


Kerinci, Jambi 14 September 2020


__ADS_2