
"Jika saja tadi aku tidak datang tepat waktu, entah apa yang akan terjadi pada nya" Seru shakira yang berubah sendu. Air matanya menetes saat melihat keadaan adiknya. "Apa kau tau kau hampir saja membiarkan adikku celaka hanya karena wanita ini" Teriak shakira sembari menunjuk alexa. ia tidak peduli lagi dengan orang-orang yang ada disana.
"Aku bersumpah zayyan, jika terjadi sesuatu dengan adikku dan janinnya. Aku tidak akan pernah memaafkan mu" Peringat shakira. Ia benar-benar tidak terima jika adiknya diperlakukan seperti ini. Bahkan ia memanggil zayyan tanpa embel-embel kakak ipar lagi.
"Dan kau ?" Tunjuk shakira pada alexa.
"Shakira sudah jangan seperti ini" Tegur juna pada istrinya itu.
"Diam" Teriak shakira pada juna. Ia saat ini sudah seperti hilang kendali.
"Kau" Ucap shakira lagi pada alexa. "Apa kau tidak pernah diajarkan oleh orang tua mu, hah ? Apa kau hanya diajarkan tentang bagaimana cara merebut suami orang ?" Teriak shakira.
"Cuih, kau tau kau seperti wanita murahan yang hanya bisa merebut suami orang" Ucap shakira lagi.
"Shakira, hentikan" Teriak juna. Tangannya reflek menampar pipi shakira. Ia sudah tidak tau lagi bagaimana cara menghentikan istrinya itu.
Shakira terdiam sembari memengang pipinya yang memerah, "Kau menamparku ?" Seru shakira kemudian.
"Maaf kan aku shakira, aku tidak tau lagi bagaimana cara menghentikan kamu" Ucap juna menyesali perbuatannya.
"Aku minta tinggalkan aku dan nana berdua" Ucap shakira dengan tegas sambil menatap lurus kedepan. Air matanya lolos dari pelupuk matanya.
"Ayo kita keluar. Biarkan shakira tenang dulu" Ujar ibu ranya. Semua orang pergi meninggalkan shakira dan nana didalam kamar itu. Setelah mereka semua keluar, shakira langsung menutup pintu dan menangis tersedu-sedu disamping adiknya.
Tak lama, nana membuka matanya tak kala mendengar suara tangisan. Ia mencoba duduk setelah kesadaran nya pulih.
"Kakak" Panggil nana. "Kenapa kau menangis ?" Tanyanya lagi. Shakira yang melihat adiknya telah sadar pun segera memeluknya. Ia menangis sejadi-jadinya didalam pelukan nana.
"Kenapa kau tidak pernah menceritakan semuanya pada kakak ? Kenapa kau tidak mau berbagi luka mu dengan ku ? Kenapa kau menahannya sendiri ?" ucap shakira sambil menangis.
Nana melepaskan pelukan shakira, ditatapnya mata sang kakak. ia bisa melihat kesedihan dan kekhawatiran shakira saat ini.
"Kakak aku baik-baik saja" Jawab nana dengan senyum terpaksanya.
"Jangan membohongiku lagi. Aku sudah tau semuanya" Jawab shakira.
"Dari kecil, kita selalu berbagi baik suka maupun duka. Kita selalu menangis dan tertawa bersama. Berbagi segalanya berdua. Lalu kenapa kau tidak mau berbagi luka saat ini padaku ? Apa kau sudah tidak menganggapku kakakmu lagi hah ?" Tanya shakira. Mendengar itu, nana tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Ia langsung memeluk kembali kakaknya lalu menumpahkan tangisnya saat itu.
"Bukan seperti itu kak, maaf kan aku. Aku hanya tidak tau harus berbuat apa. Aku janji akan menceritakan segalanya padamu" Seru nana.
__ADS_1
💦💦💦
Setelah tragedi mengharukan antara adik dan kakak itu, Shakira kembali kekamar nya. Dan ternyata juna sedang menunggunya dikamar. Ia ingin meminta maaf karena sudah menampar istrinya itu.
"Sayang aku minta maaf" Ucap juna. tapi shakira hanya diam tidak menjawab permohonan maaf juna.
"Shakira aku mohon dengarkan penjelasan ku. Aku menamparmu karena aku tidak tau lagi bagaimana cara menghentikan mu tadi" Ucap juna.
"Aku hanya tidak mau kau terlalu ikut campur urusan rumah tangga mereka" Kata juna lagi. Nana menatap juna dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kau bisa berbicara seperti itu karena kau tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Kau tau juna ? Tadi aku bertemu zizi, dia menceritakan semuanya padaku...." Shakira menceritakan kembali apa yang dikatakan zizi padanya tadi tanpa ada yang dilebihkan dan dikuranginya.
"Pantas saja shakira sangat marah. Aku pasti juga akan sepertinya jika itu terjadi pada adikku" Gumam juna setelah mendengar cerita shakira.
"Dan sekarang kau menyuruhku diam saat adikku diperlakukan seperti itu ?" Tanya shakira. "Tidak juna, aku tidak akan pernah diam jika ada yang berusaha melukai adikku. Dia adalah adikku dan aku akan selalu melindunginya" Ucap shakira dengan tegas.
"Kau tau, bahkan dalam keluarga ku tidak ada yang pernah menyakiti nya. Lalu sekarang dia datang dan ingin menyakiti nana ? Dia pikir dia siapa ? siapa yang telah memberinya hak untuk menyakiti adikku ?" Seru shakira dengan nada tinggi.
"Selama ini, aku tidak pernah bertengkar. Karena apa ? karena mama selalu mengajarkan aku menjadi anak yang baik" Ucap shakira. "Tapi orang itu akan melihat ku berubah menjadi singa yang sangat buas jika berani mengusik kehidupan orang yang aku cintai" Tegas shakira.
💦💦💦
Dilantai dasar, tampak anggota keluarga sedang berkumpul. Sepertinya mereka sedang membahas apa yang dilontarkan shakira tadi saat marah pada zayyan. Mereka seperti mencari kebenaran untuk itu semua.
"Shakira, paman ingin bertanya pada mu. Apa benar apa yang kau katakan tadi ?" Tanya ayah marvin pada shakira.
"Tentu saja benar paman, shakira tidak mungkin membohongi kalian" Ujar shakira dengan penuh kepercayaan.
"Lalu dari mana kau tau itu semua ? Apa nana yang menceritakan semuanya ?" Kali ini papa dion yang bertanya.
"Bukan nana yang memberi tahu shakira pa. Selama ini adikku selalu berusaha menyembunyikan lukanya dari ku dan kita semua" Jawab shakira. "Jika saja tadi siang aku tidak mendengar ucapan zizi dan juga tristan, maka aku tidak akan pernah tau tentang luka adikku" Lanjutnya lagi dengan sendu. Ia benar-benar sedih melihat adiknya saat ini. Ia juga merasa gagal menjadi seorang kakak.
"Apa yang kau dengar dari mereka nak ?" Tanya mama yanti.
"Tadi siang, shakira sedang ingin membeli makanan di restoran dekat rumah sakit untuk olive. Tapi tiba-tiba shakira tidak sengaja mendengar..." Ujar shakira menceritakan segalanya.
Flashback On...
Shakira sedang memesan makanan untuk anaknya, olive salah satu restoran dekat rumah sakit. Saat sedang menunggu makanannya siap, shakira tidak sengaja mendengar suara yang tak asing lagi ditelinganya sedang berbicara tentang nana.
__ADS_1
"Lo tau ngak prince, gue itu kasihan banget sama nana" Ujar zizi pada tristan.
"Itu bukannya zizi ya. Tapi tadi kenapa dia bilang kasihan sama nana ? Kasihan kenapa memangnya" Gumam shakira bermonolog. Karena penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, nana berjalan menghampiri mereka untuk meminta penjelasan.
"Kasihan sama nana ? Memang nya kasihan kenapa ? Apa yang terjadi sama dia ?" Tanya shakira yang saat ini sudah berdiri dibelakang zizi. Zizi pun terkejut melihat shakira ada disini.
"Kak shakira" seru zizi.
"Jawab kakak zi, kenapa kalian kasihan pada nana ? Memangnya apa yang terjadi ?" tanya shakira sekali lagi.
"Ah itu bukan apa-apa kak.. Kami hanya kasihan karena melihat nana sangat lelah bekerja" jawab zizi asal tapi sangat jelas terlihat bahwa ia sangat gugup.
"Aku tau kamu berbohong. Ceritakan pada kakak apa yang terjadi" titah shakira.
"Tapi kak" bantah zizi namun shakira menatap nya dengan tatapan yang menakutkan. "Baiklah aku akan ceritakan semuanya kak" putus zizi akhirnya.
"Sebenarnya pernikahan nana dan zayyan tidak baik-baik saja kak..." Gadis itu menceritakan segalanya pada shakira tentang hubungan pernikahan nana dan zayyan dari awal sampai saat ini tanpa ada yang tertinggal sedikitpun. Hanya berita kehamilan nana yang tidak ia ceritakan, karena menurutnya kabar baik itu harus di beri tahu sendiri oleh nana.
Shakira begitu terkejut mendengar cerita nya zizi. Ia tidak menyangka bahwa selama ini adiknya begitu sering terluka oleh zayyan.
"Tapi kenapa dia pernah menceritakan nya pada kakak ?" tanya shakira.
"Karena dia tidak mau mengecewakan kalian kak. Kalian begitu bahagia dengan pernikahan ini" jawab zizi.
"Kasihan sekali adikku" seru shakira dengan sendu.
Flashback off...
"Benar begitu zayyan ?" Tanya ibu ranya pada sang putra. Matanya menyiratkan kekecewaan yang begitu besar. Begitu juga dengan yang lain, mereka berharap itu semua tidak benar.
"Maafkan zayyan bu, tapi itu benar" jawab zayyan. Kepala nya tertunduk tak berani menatap mata orang-orang yang ada didekatnya.
"Ibu kecewa pada mu zayyan" ucap ibu ranya dengan mata sendu nya. Rasanya ia tidak berani lagi menatap wajah besannya. Ia begitu malu dengan perbuatan putranya.
Semua orang saat ini seakan menyudutkan zayyan. Bahkan zayyan dapat melihat tatapan penuh kekecewaan di mata mereka semua. Ia sadar saat ini dia salah, tapi ia juga bingung harus bertindak bagaimana.
To be Continue...
Hay.. Hay.. Author update lagi nih. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya dengan cara Like, Vote dan Koment.
__ADS_1
Terima kasih.
Kerinci, Jambi 15 September 2020