
Saat ini mereka telah sampai dimeja makan, bergabung dengan anggota keluarga lainnya untuk menikmati sarapan pagi.
“Mommy dan Ayah lama sekali ? Olive lapar pengen makan.” Sunggut gadis kecil itu. Sementara zayyan dan nana saling pandang karena ucapan keponakannya itu. Lalu nana tersenyum sembari mendekati anak dari kakak nya itu.
“Maafkan mommy dan ayah ya sayang, karena telat turun pagi ini. Tapi sekarang mommy dan juga ayah sudah datang, jadi olive bisa makan sekarang.” Ujar nana dengan lembut.
“Olive sayang, ngak boleh ngomong gitu dong nak. Mungkin mommy nana sama ayah iyan lagi ada kerjaan makanya telat turun. Lain kali kalau olive mau makan duluan ngak apa-apa kok. Nenek dan juga kakek ngak bakalan marah. Iya kan nek, kek ?.” Ujar shakira memberikan penjelasan pada putri semata wayangnya itu.
“Iya sayang, nenek dan juga kakek ngak keberatan kok kalau memang olive sudah tidak tahan lagi menahan lapar. Olive bisa makan duluan tanpa harus menunggu.” Ujar ibu ranya dengan penuh kelembutan. Pasalnya seorang anak memang suka dengan kelembutan, makanya mereka akan sangat mudah dibujuk jika menggunaka bahasa yang lembut.
“Tapi. Kalau olive masih bisa nahan, lebih baik kita makan bersama. Kalau makan bersamakan jadi tambah seru.” Seru bibi citra pada cucunya itu.
“Iya nek, kek.” Jawab gadis itu menurut. “Maaf kan olive mi, yah.” ucapnya lagi pada nana dan juga zayyan.
Zayyan tersenyum lembut. “Kenapa harus minta maaf sayang, Olive ngak salah kok.” Tutur zayyan.
Setelah obrolan singkat itu, mereka akhirnya menikmati sarapan pagi mereka dengan keheningan. Tidak ada suara, yang ada hanya suara benturan sendok dan garpu saja. Setelah 15 menit, akhirnya mereka selesai dengan sarapan paginya.
“Hmm… Zayyan dan nana mau pamit berangkat kerja dulu ya.’ Seru zayyan yang langsung mencium tangan orang yang lebih tua darinya sebagai tanda hormat.
“Iya, kalian hati-hati ya.” Jawab ibu ranya.
Zayyan dan nana langsung pamit untuk pergi kekantor dan juga kerumah sakit. Begitu juga dengan shakira dan juna, mereka pamit pergi ketempat kerja masing-masing.
“Juna juga mau antar Shakira ke boutique dulu, soalnya ada klien yang mau pesan pakaian hasil desainnya. Nanti juna juga sekalian ke kampus dari situ aja.” Pamit juna.
“Iya sayang. Kalian juga hati-hati ya.” Jawab bibi citra.
“Sayang, mommy pergi kerja dulu ya. Nanti mommy janji akan pulang cepat.” Ucap Shakira pada putrinya.
“Iya mi. Tapi nanti kalau pulang jangan lupa bawain olive ice cream rasa coklat dan juga strawberry ya.” Jawab gadis kecil itu dengan suara cadel.
“Okee sayang.” Seru Shakira sembari mencium pucuk kepala anaknya itu.
***
Zayyan tiba-tiba menginjak rem mobilnya didepan teras Rumah Sakit milik kelurganya.
“Nanti kamu hati-hati ya pulang sama zizi, dan jangan lupa untuk kabarin mas.” Titah zayyan.
“Iya, okee mas suami.” Jawab nana dengan memberi hormat pada sang suami.
__ADS_1
Melihat jawaban nana, zayyan merasa gemas sendiri dengan istrinya itu. “Mas sayang kamu dan anak kita.” Seru zayyan yang membubuhi wajah nana dengan ciuman. Nana terkejut mendengar ucapan suaminya itu, karena sebelumnya ia tidak pernah mendengar zayyan mengatakan kata sayang padanya.
“Apa gue ngak salah dengar barusan ? Mas zayyan bilang sayang sama gue ?.” Tanya zizi pada dirinya sendiri dalam hati. “Ngak… Gue pasti salah dengar tadikan, mas zayyan hanya sayang sama anak dalam kandungan gue aja.” Ucap nana menyanggah apa yang baru saja ia dengar.
Nana tersenyum lembut pada zayyan. “Aku masuk dulu ya mas.” Pamit nana yang langsung mencium tangan zayyan. Sebagai balasannya zayyan mencium kepala nana.
Setelah acara pamit-pamitan, nana segera turun dari mobil zayyan. Saat mobil yang dikendarai oleh suaminya tidak terlihat lagi di pandangannya, nana baru masuk kedalam Rumah Sakit menuju ruangannya yang terletak dilantai 3.
***
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, zayyan akhirnya sampai di kantornya. Sebenarnya jarak antara Rumah Sakit dengan Rajendra Grup sangat jauh. Makanya nana menolak saat suaminya menawarkan untuk selalu mengantar nya kerja kerumah sakit. Tapi zayyan seakan tidak peduli akan semua itu, ia tetap bersi kekeh ingin mengantar istrinya kerja setiap hari.
“Selamat pagi Pak.” Sapa security yang ada didepan pintu perusahaan.
Laki-laki itu tidak menjawabnya dengan kata-kata melainkan dengan sebuah anggukan. Rafael Zayyan Rajendra memang terkenal dingin dengan orang-orang tapi bisa berubah hangat saat dekat dengan keluarga dan juga sahabatnya.
Pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu segera menuju keruangannya. Ia tidak peduli dengan pandangan setiap wanita yang selalu memandangnya dengan tatapan terpesona setiap harinya.
Zayyan memasuki lift khusus petinggi untuk biasa sampai diruangannya yang terletak dilantai 5.
Dan lantai 5 itu memang sengaja dibuat hanya untuk ruangan CEO, Wakil CEO, Asisten Pribadi, dan Sekretaris Pribadi.
“Selamat Pagi pak.” Seru raka dengan formal tapi malah mendapat jitakan dari zayyan.
“Makanya, siapa suruh panggil gue pak. Memangnya bapak lo apa.” Katus zayyan.
“Iya tapikan ini kantor. Gue Cuma mau bersikap sopan aja dengan menghormati atasan gue. Eh malah dijitak.” Jawab raka.
“Tapi disini ngak ada orang Raka. Hanya ada gue, lo, sama alexa aja. Kalau lo mau hormat sama gue nanti aja pas timingnya pas.” Seru zayyan.
Tiba-tiba Alexa datang menghampiri kedua sahabatnya itu. Ia menyilangkan kedua tangannya didada seolah seperti seorang emak yang sedang ingin memarahi anaknya karena berkelahi. wkwkwk.
“Kalian bisa ngak sih, kalau sehari aja jangan ribut. Kuping gue sakit tau ngak kalau harus hadapin kalian rebut setiap harinya.”Omel Alexa.
“Noh.. Sahabat lo yang mulai dulu.” Seru zayyan menyalahkan Raka.
“Lah, kok jadi gue yang salah ?.” Tanya Raka tidak terima kalau disalahkan oleh zayyan.
“Udah diam.” Teriak Alexa yang sukses membuat kedua sahabatnya terdiam. Saat ini wanita itu sudah benar-benar murka dengan ulah zayyan dan raka.
“Maaf deh yang.” Ucap Raka keceplosan tanpa sadar. Mata zayyan membola saat mendengar ucapan raka tadi. Apa kata nya tadi ? Yang ? Begitu banyak pertanyaan yang ada didalam benak zayyan saat ini.
__ADS_1
Sementara raka baru tersadar dengan ucapannya setelah mendapat pelototan dari Alexa. “Tunggu.. Tunggu deh, kalian- ?.” Tanya zayyan curiga.
“Hm.. Mak.. Maksud gue.. Alexa kan sahabat kita jadi ngak masalah dong kalau gue panggil dia sayang, lo juga boleh panggil dia begitu kok.” Jawab raka memberikan alasan dengan gugup.
“Gue ngak percaya sama omongan lo barusan. Gue yakin banget kalau kalian ada hubungan yang lebih dari kata sahabat.” Tutur zayyan yang masih curiga pada kedua sahabatnya.
“Ngak ada kok yan. Kami Cuma-?.” Ucapan Alexa terhenti karena disela oleh Zayyan.
“Oo.. Jadi begitu ya ! Kalian udah anggap gue sahabat lagi, sampai kalian ngak mau berbagi sama gue. Okee kalau kayak gitu, gue ngak mau lagi bicara sama kalian?.” Sela zayyan.
“Huft.. Okee kita akan ceritain semuanya tapi lo jangan ngambek gitu dong.” Putus Raka yang diangguki oleh Alexa.
***
Saat ini, nana telah kembali kerumah mertuanya. Ia sepertinya sedang menunggu suaminya pulang dari kantor. Kini jam telah menunjukan pukul 8 malam tapi zayyan belum kembali juga dari kantornya.
“Mas, kamu udah pulang ?.” Sambut nana setelah melihat suaminya telah kembali dari kantor. Ia langsung mengambil alih tas kerjadan juga jas yang dikenakan oleh suaminya lalu meletakan ditempatnya.
“Iya udah sayang.” Jawab zayyan yang langsung mencium pucuk kepala nana. Sepertinya sudah menjadi kebiasaan zayyan untuk mencium pucuk kepala istrinya.
“Mas mandi dulu ya sayang.” Seru zayyan.
“Iya mas, aku siapin air hangat nya dulu ya.” Jawab nana yang diangguki oleh zayyan. Nana langsung bergegas kekamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi. Setelah 30 Menit, zayyan keluar dari kamar mandi lengkap dengan piyama berwarna hitamnya.
Ia langsung bergabung dengan sang istri yang saat ini tampak berselonjor diatas tempat tidur. Ia membaringkan tubuhnya dengan kepala nya berada diatas paha nana.
“Capek ya mas.” Seru nana mengusap lembut kepala sang suami. Zayyan menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Tiba-tiba zayyan teringat akan suatu hal yang terjadi dikantornya tadi pagi.
“Sayang, kamu tau ngak ?.” Tanya zayyan.
“Ngak.” Jawab nana dengan polosnya. Tapi iya-iyalah nana ngak tau, kan lo belum kasih tau yan. wkwkwk (Maafkan kegajean author ya).
“Raka sama Alexa ternyata udah jadian loh. Dan aku baru tau tadi pagi, itupun mereka ngak mau kasih tau kalau ngak aku paksa.” Seru zayyan.
“Oh iya ? Bagaimana ceritanya mas ?.” Nana merasa tertarik dengan ucapan suaminya barusan.
“Haruskan aku merasa bahagia mendengar kabar ini ? Tapi setidaknya mbak alexa tidak akan lagi mengejar suamiku.” Gumam nana dalam hatinya. Ia tidak bisa berbohong kalau mala mini ia sangat bahagia mendengar kabar ini. Setidaknya satu pelakor dalam rumah tangganya teratasi, pikir wanita hamil itu.
Ayo dong tinggalin jejak kalian dengan cara Vote, Like dan Koment.
Happy Reading, Semoga Suka ☺
__ADS_1
Kerinci, Jambi 30 September 2020