
"Kenapa kalian lama sekali" Ucap juna.
"Kami tidak tau dimana tempat menjual dagingnya, jadi kami harus mutar-mutar dulu mencarinya" Jawab nana.
"Oh ya ampun" Seru Shakira.
"Zayyan, itu apa ?" Tanya Alexa yang melihat zayyan menenteng kantong plastik hitam.
"Tanya saja padanya" Ucap zayyan cuek sembari melirik ke arah nana.
"Itu daging nya mbak" Jawab nana.
"Ya sudah ayo kita pulang sekarang, ini sudah mau sore" Ujar raka pada mereka semua. Mereka pun mengangguk dan segera pulang dari sana.
πππ
"Mommy dari mana ?" Tanya olive saat mereka sampai diruang tamu.
"Mommy dari pasar sayang" Jawab Shakira Kemudian ia berjongkok mensejajarkan dirinya dengan putrinya itu "Kesayangannya mommy udah bangun ya ? Tanya shakira mengelus lembut rambut olive.
"Sudah mi" Jawab nya. Kemudian pandangannya beralih pada wanita yang berdiri disamping ibunya itu.
"Apa mommy nana juga dari pasar ?" Tanya pada nana.
Nana mengangguk, lalu menjawab "Iya sayang, mommy dan yang lainnya juga dari pasar".
"Hm.. Aku permisi kedapur sebentar" Ucap nana. Didapur nana memutuskan membuat juice jeruk untuk semua orang.
"Kamu bawa apa na ?" Tanya juna.
"Juice jeruk kak, kalian pasti haus kan" Ucap nana.
"Iya, kami haus sekali" Jawab mereka.
πππ
Kini rembulan telah mengeluarkan sinarnya, bintang pun telah bertebaran diangkasa. Mereka telah bersiap untuk acara berbeque malam ini. Para perempuan tengah sibuk memanggang dagingnya sementara para laki-laki mengiringi dengan sebuah melodi yang ciptakan dari petikan gitar.
"Mommy apakah sudah matang ?" Tanya olive menghampiri wanita yang telah melahirnya itu.
"Belum. Ayo kesana duduk bersama ayahmu, jangan menganggu mommy ya. Nanti kalau sudah matang, mommy akan berikan pada olive" Tutur Shakira.
"Baiklah"
"Sini berikan gitarnya, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untuk istriku tercinta" Ujar juna mengambil alih gitar tersebut.
Ia mulai memetik gitar itu lalu menyayi dengan sangat merdu.
*Melihat tawamu πΆ
Mendengar senandungmu πΆ
Terlihat jelas dimataku πΆ
Warna - warna indahmu πΆ
Menatap langkahmu πΆ
Meratapi kisah hidupmu πΆ
Terlihat jelas bahwa hatimu πΆ
Anugerah terindah yang pernah kumiliki πΆ
Sifatmu nan s'lalu πΆ
Redakan ambisiku πΆ
Tepikan khilafku πΆ
Dari bunga yang layuΒ πΆ
Saat kau disisiku πΆ
Kembali dunia ceria πΆ
__ADS_1
Tegaskan bahwa kamu πΆ
Anugerah terindah yang pernah kumiliki.πΆ*
Juna melihat kearah Shakira dengan penuh cinta, lalu mengedipkan satu matanya.
*Belai lembut jarimu πΆ
Sejuk tatap wajahmu πΆ
Hangat peluk janjimu πΆ
Belai lembut jarimu πΆ
Sejuk tatap wajahmu πΆ
Hangat peluk janjimu πΆ
Anugrah terindah yang pernah ku miliki.πΆ*
π΅ Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki ~ Sheila On 7 π΅
"Bagus juga suara lo jun" Puji Raka.
"Iya dong, siapa dulu Arjuna" Sombong juna membanggakan dirinya sendiri.
"Tau gitu nyesel gue muji lo" Seru raka. Juna tertawa melihat kekesalan raka.
Sementara disisi lain, nana tampak termenung sembari mengipas daging yang yang sedang ia panggang. "Aww" Teriak nya dengan begitu keras.
Orang-orang panik mendengar teriakan nana. Mereka semua segera menghampiri nana, dan melihat apa yang terjadi. Zayyan yang juga terkejut saat mendengar teriakan nana pun segera berlari kearah istrinya.
Zayyan melihat nana memengang tangannya yang sudah memerah, langsung menarik nana menuju wastafel. Ia langsung menghidupkan kran airnya dan membiarkan tangan basah.
"Kamu ngapain sih" Ucap zayyan dengan nada yang agak tinggi. Bukan karena ia marah, tapi karena ia panik melihat tangan nana yang sudah memerah dan melepuh.
"Aku tadi tidak sengaja menyentuh tempat pemanggangan" Ucap nana merasa bersalah.
Tanpa membalas ucapan nana, ia langsung menarik tangan nana lagi menuju sebuah kursi dihalaman belakang. Zayyan langsung mengambil kotak P3K dan mengoleskan salep di tangannya nana.
"Aww, sakit" Ucap nana saat zayyan mengoleskan salepnya.
"Diam" Seru zayyan yang membuat nana terdiam. Kemudian zayyan mulai mengoleskan lagi salepnya dengan hati-hati.
"Kau mau kemana lagi ?" tanya zayyan saat melihat nana mulai mendekati tempat pemangganggan lagi.
"Aku mau menyelesaikan memanggang dagingku disana" Ucap nana.
Zayyan diam sejenak, "Tetap lah disini, biar aku saja yang menyelesaikannya" Ujar zayyan kemudian.
Setelah memanggang dagingnya, mereka duduk diatas tikar untuk menikmati makanannya. Mereka makan sambil mengobrol santai.
"Kapan kalian akan bulan madu ?" Tanya nenek ratih tiba-tiba. Nana tersedak saat mendengar pertanyaan nenek ratih. Shakira segera menyodorkan air minum untuk adiknya itu.
"Kau baik-baik saja ?" Tanya ibu ranya sedikit khawatir.
"Iya bu, nana baik-baik saja" Jawab nana.
"Kalian belum menjawab pertanyaan nenek" Seru nenek ratih lagi.
"Kami belum tau nek, aku dan nana sangat sibuk sekarang. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku dan nana juga tidak bisa meninggalkan pasiennya" Jawab zayyan.
"Kalian selalu saja sibuk dengan pekerjaan kalian" Kesal nenek ratih. " Lalu kapan kalian akan memberikan cucu buyut untuk nenek" Pertanyaan nenek ratih lagi-lagi membuat nana tersedak.
"Ibu kau membuat menantu ku tersedak dua kali dengan pertanyaan mu itu" Ujar ayah marvin sembari tertawa kecil.
"Ayo jawab nenek zayyan" desak nenek ratih.
"Nenek, zayyan belum siap menjadi seorang ayah" Jawab zayyan.
"Kamu ini bagaimana sih. Dulu kamu bilang kamu belum siap untuk menikah dan sekarang belum siap untuk punya anak" Seru ayah marvin, " Lalu kapan kamu siapnya".
"Pokoknya nenek tidak mau tau, satu bulan lagi kalian harus segera bulan madu" Ucap nenek ratih tidak bisa dibantah.
πππ
__ADS_1
Keesokkan harinya, mereka memilih menikmati suasana dipuncak. Mereka berjalan mengitari daerah sekitaran rumah nenek ratih. Pemandangan nya yang asri dan lingkungannya yang sejuk mampu membuat kenyamanan bagi siapa saja.
Dipuncak itu terdapat kebun teh yang sangat luas. Danau yang indah, orang-orang yang ramah, dan taman yang cantik.
Para tetua sudah berjalan terlebih dahulu. Kini tujuan mereka adalah sebuah danau yang sangat indah. Langkah zayyan terhenti ketika tidak mendapati istrinya bersama mereka.
"Kenapa yan ?" Tanya Alexa.
"Tidak" jawabnya, namun pandangannya terus saja menyusuri tempat itu mencari keberadaan istri nya itu.
"Apa lo lihat nana ?" Tanya nya kemudian.
Alexa terdiam mendengar zayyan mencari nana. Matanya mulai berkaca-kaca. Hatinya terasa sakit seperti dihujam oleh belati yang tajam.
"Tidak" Jawab Alexa mengalihkan pandangannya agar zayyan tidak melihat ia menangis.
"Kemana perginya wanita itu" Seru zayyan.
Shakira dan juna yang melihat kepanikan zayyan pun segera menghampiri mereka. "Kenapa ?" Tanya juna.
"Kalian lihat nana ngak ?" Tanya zayyan. Mereka kompak menggelengkan kepala.
"Olive tau dimana mommy yah" Ucap gadis kecil yang berada dalam gendongan ayahnya.
"Dimana nak ?" Tanya zayyan.
"Tadi olive lihat mommy berlari kearah sana" Jawab gadis kecil itu menunjuk kearah toilet yang berada jauh dari mereka.
derttt.. derttt.. derttt
Zayyan mengambil hp nya didalam saku celananya dan melihat siapa yang menelfon.
Nana Is Calling...
π Hallo ~ Zayyan.
π Zayyan tolong aku ~ Nana
π Kau dimana sekarang ~ Zayyan.
π Aku ditoilet, cepatlah kemari ~ Nana.
Zayyan langsung mematikan sambungannya, kemudian segera berlari kearah toilet. ia begitu panik saat mendengar nana meminta tolong. Pikirannya melayang-layang membayangkan keadaan nana saat ini.
"Nana" Teriak zayyan. "Kamu dimana ?" Ucapnya lagi dengan panik.
"Aku disini" Jawab nana dengan setengah kepala yang ia keluarkan dari balik pintu.
"Zayyan tolong aku" Katanya lagi.
"Apa yang terjadi ? Siapa yang membawa ku kesini ?" Ucap zayyan.
"Siapa yang membawa ku kesini ?" Ulang nana, ia juga tidak tau kenapa zayyan terlihat begitu panik. " Tidak ada yang membawa ku kesini. Aku kesini sendiri" Ucap nana.
"Lalu kenapa kau minta tolong tadi ditelefon ?" Tanya zayyan.
"Ahh iya, aku jadi lupa" Ucap nana menepuk kepalanya. "Aku sedang datang bulan dan aku tidak membawa pembalut" Ucap nana.
"Lalu" jawab zayyan.
"Tolong belikan aku pembalut di warung sana" Ujar nana memelas.
"Aku ? Tidak aku tidak mau" Ucap zayyan.
"Zayyan aku mohon. Apa kau tega membiarkan istrimu berlama-lama didalam toilet seperti ini" Ucap nana.
"Tidak, aku bilang aku tidak mau" Jawab zayyan.
"Aku mohon" Seru nana memohon pada zayyan.
"Huft, baiklah, Tunggu sebentar. Dasar merepotkan" Ujar zayyan.
Setelah memberikan pembalut nya pada nana. Tak lama nana keluar dari toilet itu dan mereka segera menyusul yang lain ke sebuah danau.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, dengan cara Vote, Like, dan Koment.
__ADS_1
Terima kasih πβΊ
Bengkulu, 28 Agustus 2020