
Waktu berputar dan haripun berlalu. Kini telah 4 hari terhitung sejak Kepergian nana dari rumah mertuanya. Zayyan pun terlihat sangat kacau sekarang. Ia kini sepertinya sedikit banyak telah mengerti dan memahami perasaanya pada nana. Wanita yang kini tengah mengandung hasil dari perbuatannya malam itu. Buah cintanya dengan sang istri yang selalu ia sia-siakan selama ini.
Pagi ini, zayyan terlihat sedang bersiap-siap akan pergi kekantor. Hari ini ia memakai setelan dengan kemeja berwarna marron dan celana berwarna abu-abu. Ia mengambil dasi berwarna dongker dengan motif garis-garis. Lalu memasangkan nya pada kerah kemejanya.
"Huft.. Ini gimana lagi cara pasangnya" Gumam zayyan karena saat ini dia seperti kesulitan memasang dasinya sendiri. Bagaimana tidak, selama ini nana selalu membantunya memasangkan dasi.
"Biasanya dia yang selalu memasangkan dasi untuk ku" Ucap zayyan mengingat saat-saat itu. Ia tersenyum tapi juga sedih sendiri membayangkan dimana nana selalu melayani nya dengan sepenuh hati namun ia tidak pernah peduli.
"Kenapa aku jadi merindukannya ? Apa aku sudah mulai mencintainya ?" Tanya zayyan lagi pada dirinya sendiri.
🌿🌿🌿
Zayyan turun dari lantai dua menuju lantai dasar. "Bu.. Ibu" Panggil zayyan.
"Ada apa ? kenapa teriak pagi-pagi gini ?" Jawab ibu ranya.
"Iya maaf bu.. Bu, tolong pasangin dasi zayyan dong" Pinta zayyan pada ibu nya.
"Makanya kalau punya istri itu disayang bukannya malah disia-siain" Omel ibu ranya tapi tetap memasangkan dasi pada putranya itu. Zayyan lagi-lagi terdiam, dia seakan tidak punya jawaban atas setiap ucapan mereka.
"Ehm.. Yaudah kalau gitu, zayyan langsung berangkat aja ya bu" Pamit zayyan pada wanita yang telah melahirkannya itu.
"Zayyan, sarapan dulu" Teriak ibu ranya saat zayyan sudah berada jauh dari jangkauannya. Tanpa mempedulikan ucapan ibunya zayyan langsung pergi kekantor, sebenarnya juga bukan kekantor sih tapi kesebuah restoran karena memang dia adam pertemuan dengan kliennya ditempat itu.
Akhir-akhir ini zayyan juga tidak makan dengan benar. Ia selalu melewatkan sarapan dan makan malamnya. Selera makannya berkurang karena dia sering mual-mual. Ia juga sering lembur dikantornya. Badanya juga terlihat kurus dari sebelumnya.
"Kenapa gue jadi kangen gini ya sama nana ! Rasanya gue pengen peluk dan cium perutnya" Gumam zayyan.
"Apa sebaiknya nanti gue kerumah mama dan papa aja ya ? Gue ngomong baik-baik, mana tau nana mau balik lagi kerumah" Ujarnya lagi.
🌿🌿🌿
Sementara di kediaman Abimanyu, nana masih terlihat berada dikamarnya. Wanita itu masih terlihat bersender dikepala ranjangnya. Sepertinya hormon kehamilannya kali ini membuatnya sangat malas untuk bergerak.
"Huft.. Gue males banget masuk kerja hari ini. Pengen rebahan aja gitu dikamar sampai malam" Ucapnya. Lalu manik matanya beralih pada perut ratanya. Ia mengelus lembut perutnya sembari tersenyum.
"Selamat pagi kesayangannya mommy" Sapa nana seraya mengelus perut yang saat ini belum terlihat membuncit.
"Kamu apa kabar didalam ? Mommy harap kamu baik-baik aja ya. Kamu harus kuat ya, karena kamu adalah alasan mommy untuk bertahan. Kamu Tenang aja, meskipun tanpa ayah, mommy akan selalu jagain kamu sampai kapan pun"
"Maaf karena tidak bisa membuatmu dekat dengan ayah kamu. Kamu pasti rindu dan pengen dielus sama ayah ya ?" Tanya nana pada perutnya.
Tapi, obrolannya dengan siperut terhenti ketika nada pesan dihape nya berbunyi. Nana mengambil hapenya untuk melihat pesan yang masuk.
"Tristan" Ucapnya membaca nama orang yang mengirim pespesan padanya. Nana membuka pesan itu dan segera membacanya.
📩 Nanti siang gue jemput ya. Kita makan siang bareng. Dan gue ngak terima penolakan ~ Your Prince.
"Dasar tukang maksa" Gumam nana dengan sedikit senyum.
__ADS_1
Ceklek.. Pintu dibuka dari arah luar. Nana menoleh untuk melihat siapa yang datang.
"Mama" Seru nana saat pintu terbuka.
"Mama boleh masuk sayang ?" Tanya sang mama.
Nana mengangguk sebagai jawaban. "Masuk aja ma" Seru nana.
"Kamu ngak kerja hari ini nak ?" Tanya mama yanti dengan penuh kelembutan. Ibu dua anak itu memang memiliki sifat yang lemah lembut, selalu bertutur kata dengan sopan.
Nana terdiam sejenak, "Ngak ma, nana lagi malas banget kerumah sakit hari ini" Jawabnya pada akhirnya.
"Pasti ini karena babynya ya ?" Tanya mama yanti sembari mengelus perut nana. Nana tidak menjawab pertanyaan mamanya itu. Ia hanya diam sembari menatap perutnya.
"Kamu mau makan apa hari ini nak ?" Tanya mama yanti lagi pada putrinya itu.
"Sebenarnya nana pengen makan cheese cake buatannya ibu ranya ma" Jawab nana menundukkan kepalanya.
Mama yanti terdiam, dia berfikir bagaimana cara mewujudkan keinginan putrinya itu. "Bagaimana kalau mama aja yang buat Cheese Cakenya ?" Tawar mama yanti.
Nana menghela nafasnya, bukan karena tidak suka tapi karena saat ini ia sangat-sangat ingin memakan cake buatan ibu mertuanya itu.
"Ngak usah deh ma.. Nana ngak jadi mau itu kok" Jawab nana.
"Yaudah nanti mama kasih tau ibu kamu ya. Minta tolong dibuatin Cheese Cakenya" Putus mama yanti. Ia tidak tega melihat putrinya yang sedang mengandung itu menahan ngidamnya.
🌿🌿🌿
Setelah dari kamar nana, mama yanti langsung menghubungi ibu ranya.
"Assalamualaikum jeng" ucap mama yanti setelah sambungannya tersambung.
"Waalaikumsalam jeng yanti" Jawab ibu ranya.
"Mm.. Maaf jeng kalau mengganggu waktunya" Ujar mama yanti agak sungkan.
"Tidak sama sekali jeng. Ada apa ya jeng ?" Tanya ibu ranya.
"Ahh itu.. Nana, katanya pengen sekali makan Cheese Cake buatan jeng ranya. Tadi saya sudah menawarkan biar saya saja yang buat tapi dia menolaknya. Apakah jeng ranya mau membuatkan Cakenya untuk nana ?" Tanya mama yanti dengan sopan.
"Apa nana sedang mengidam jeng ?" Bukannya menjawab pertanyaan mama yanti, ibu ranya malah bertanya balik.
"Iya jeng" Jawab mama yanti. "Tapi kalau jeng ranya tidak bisa membuatkan nya tidak apa-apa. Nanti saya akan bujuk nana agar mau makan yang lain saja" Seru mama yanti.
"Ahh tidak jeng. Saya akan membuatkan Cheese Cakenya untuk nana. Tapi bolehkah saya yang mengantarkannya langsung pada nana ? Saya sangat merindukkan dirinya" Ucap ibu ranya berhati-hati. Ia takut kalau besan nya itu menolak nya.
"Tentu saja. Jeng ranya bisa langsung datang kerumah nanti" Jawab mama yanti.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya ibu ranya datang membawa sebuah Cheese Cake buatannya khusus untuk menantu kesayangannya.
__ADS_1
"Ibu" Sambut nana saat pintu rumahnya terbuka.
"Sayang.. Kamu apa kabar ?" Tanya ibu ranya. Wanita paruh baya itu memeluk nana dengan penuh kasih sayang. Setidaknya saat ini rasa rindunya sedikit terobati.
"Aku baik-baik saja bu. Ibu apa kabar ?" Tanya nana balik.
"Ibu juga baik-baik saja nak. Oh iya, ibu bawakan sesuatu untuk mu" Seru ibu ranya.
"Apa itu bu ?" Tanya nana.
"Cheese Cake ala chef Ranya Rajendra" Ucapnya dengan penuh percaya diri. Wanita itu menyodorkan sebuah kue pada nana.
"Wah.. Ibu membuat khusus untuk ku ?" Tanya nana girang.
"Iya khusus untuk mu dan calon cucu ibu" Jawab ibu ranya tersenyum.
Nana akhirnya menikmati kue keju buatan ibu mertuanya dengan sangat lahap ditemani oleh dua wanita yang sudah menjadi ibunya itu.
🌿🌿🌿
Jam telah menunjukan pukul 12.15 siang, nana bersiap-siap untuk pergi karena ia mempunyai janji dengan tristan untuk makan siang bersama.
Tak lama tristan pun datang untuk menjemput sang Queen makan siang bersamanya direstoran. Kali ini ia memang sengaja tidak mengajak zizi, karena ia ingin punya momen berdua dengan wanita yang ia cintai.
Setelah menempuh kemacetan jakarta yang cukup lama, akhirnya mereka sampai disebuah restoran mewah disekitar jakarta pusat. Mereka langsung menuju meja yang tadinya sempat di booking oleh tristan.
"Silakan duduk Queen ku yang cantik jelita" Ucap tristan mempersilakan nana untuk duduk setelah dirinya menarik sebuah kursi yang ada dihadapan tempat duduknya itu.
"Terima kasih Prince" Jawab nana dengan anggunnya.
"Lo mau pesan apa ?" Tanya tristan.
"Apa aja deh, samain aja sama lo. Tapi minumnya jus mangga ya" Seru nana. Tristan mengangguk lalu memilih makanan yang ada di buku menu. Setelah menentukan makanan apa yang mau dipesan, tristan meminta barista itu mencatat pesanannya.
"Kok ngak ajak zizi juga ?" Tanya nana.
"Sengaja.. Soalnya pengen coba makan berdua sama bumil cantik satu ini" Jawab tristan sedikit menggoda. Sementara nana memutar kedua bola matanya saat mendengar jawaban dari pertanyaannya itu. Bukannya termakan oleh godaan sahabatnya itu, nana malah ilfil melihatnya. Pasalnya selama mengenal tristan, laki-laki itu tidak pernah menggoda cewek manapun termasuk dirinya ataupun zizi. Ini adalah pertama kalinya laki-laki itu menggoda seorang wanita. Makanya godaan itu terlihat sedikit menjijikan bagi nana.
Tapi meskipun begitu, dia tetap bahagia. Karena dia tau tristan hanya berusaha selalu membuatnya bahagia dan tersenyum.
Ayo dong, tinggalin jejaknya dengan cara Like dan Koment serta jangan lupa untuk kasih Votenya juga ya.
Nanti author usahain update lagi ya, kalau sempat.
Oh iya, mampir juga yuk ke novel barunya Author. Judulnya Mentari Dari Bumi Sakti.
Happy Reading, Semoga Suka.☺
Kerinci, Jambi 17 September 2020
__ADS_1