Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 73 Memintanya Kembali


__ADS_3

"Selamat malam maa"


"Selamat malam paa"


Sapa sepasang pasangan itu pada kedua orang paruh baya yang tengah duduk di meja makan. Makanan tampak telah tertata rapi dimeja itu. Ada berbagai macam makanan yang tersedia.


"Malam" Balas kedua orang paruh baya yang berbeda jenis kelamin itu.


"Wah.. Ada pindang serai gurame" Mata nana berbinar melihat makanan yang diinginkannya ada didepan matanya.


Orang-orang yang melihat nana sangat bahagia hanya karena makanan itu pun menjadi sangat heran. Pasalnya wanita itu, seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan oleh orang tuanya saat ini.


"Apa ini mama yang membuatnya ?" Tanyanya kemudian.


"Iya, tentu saja mama yang membuatnya. Lalu siapa lagi ?" Ucap mama yanti sambil menyendokkan nasi pada piring suaminya.


Nana langsung duduk ditempat duduknya lalu dengan semangat menyendokkan nasinya kedalam piring yang tersedia dihadapannya. Namun saat ia baru menyendokkan nasi kedalam mulutnya, mama yanti menghentikannya.


"Hey.. Apa yang kau lakukan ?" Seru mama yanti dengan nada sedikit tinggi.


"Memangnya apa yang aku lakukan ? Aku hanya mau makan" Jawab nana dengan kaget.


"Oh ya ampun nana. Apa kau akan membiarkan suami mu kelaparan ?" Tanya mama yanti. Nana menoleh ke arah zayyan sekilas lalu tersenyum.


"Aku kira kau tidak mau makan tadi. Maaf kan aku" Seru nana. Ia langsung mengambilkan makanan untuk suaminya itu. Nana tidak bodoh hingga tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sang mama.


Zayyan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanita yang kini tengah mengandung darah dagingnya.


"Apa kau akan membiarkan suami mu ini mati kelaparan ?" Seru zayyan.


"Tidak. Mana berani aku seperti itu" Jawab nana. "Aku akan dimarahi oleh ibu mertua jika itu benar-benar terjadi pada putra manja kesayangannya" Sambung nana.


"Hey.. Aku apa kau bilang tadi ? Putra manja ! Siapa yang sebut sebagai putra manja ?" Bantah zayyan tidak terima.


"Kau. Lalu siapa lagi !" Seru nana dengan santainya.


"Ck.. Kau berani mengatai ku seperti itu ? Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti. Kau akan aku hukum" Decak zayyan dengan sedikit ancaman.


Melihat perdebatan anak dan menantunya, kedua orang tua paruh baya itu hanya mengelengkan kepalanya. Tanpa ada bantahan. Mereka juga pernah muda, jadi mereka pasti pernah mengalami hal-hal seperti ini.


"Sayang, bukan kah kau tidak suka dengan serai pindang gurame ? Lalu kenapa malam ini kau sangat lahap memakannya ?" Tanya mama yanti dengan penuh keheranan saat melihat putrinya itu makan dengan sangat lahap.


Nana menghentikan makannnya. ia berfikir sejenak lalu melanjutkan lagi makannya dengan santai.

__ADS_1


"Iya, aku memang tidak menyukai makanan ini. Tapi entah kenapa malam ini aku sangat ingin menginginkan nya" Seru nana. Ia mengakui semua apa yang dikatakan oleh mamanya.


"Mungkin anak ku lagi ingin memakan serai pindang gurame buaran oma nya" Lanjut nana sambil mengelus lembut perutnya yang saat ini sudah mulai membuncit.


"Benar begitu ? Baiklah, kau makan lah dengan banyak agar cucu ku tumbuh sehat didalam rahim mu" Jawab mama yanti.


Mereka menikmati makan malam tanpa mengobrol lagi. Hingga makanan yang ada di dalam piring masing-masing mereka tandas tak tersisa sedikit pun.


Setelah menyelesaikan makan malam, nana membantu mamanya untuk membereskan meja makan. Ia meletekkan semua piring kotor didapur agar bi minah bisa mencucinya nanti.


Sementara para laki-laki duduk diruang keluarga. Mereka sepertinya sedang membicarakan sesuatu.


"Bagaimana dengan pekerjaan mu dikantor nak ?" Tanya papa dion.


"Sedikit buruk pa. Semenjak nana pergi, aku tidak bisa mengendalikan perusahaan dengan baik. Kekacauan sering terjadi disana. Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika ayah tidak mengambil alih semuanya" Jelas zayyan menghela nafasnya.


"Apa papa boleh tanyakan sesuatu pada mu ?" Tanya papa dion.


"Bukan kah itu sudah termasuk pertanyaan pa ?" Seru zayyan dengan sedikit bercanda.


"Iya kau benar" Jawab papa dion tertawa. "Tapi ini sangat penting bagi papa dan bagi kehidupan nana" Seru pria paruh baya itu.


"Tentu saja pa, tanyakan apa yang ingin papa tanyakan" Jawab laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu.


"Zayyan, apa kau mencintai nana ?" Tanya papa dion. Ia menatap menantunya itu dengan tatapan serius.


"Maaf karena kemarin sempat membuat mu kecewa dan maaf juga karena terlambat menyadari perasaan ku" Ucap zayyan penuh penyesalan.


Papa dion bisa melihat sebuah penyesalan dan kesungguhan dari sorot mata sang menantu. Ia kemudian tersenyum sembari menepuk pundak zayyan.


"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Namun tidak semua orang menyesalinya" Jawab papa dion.


"Tapi papa senang, karena kau telah menyadari dan menyesali semuanya" Sambungnya lagi.


"Hmm.. Papa boleh kah aku meminta sesuatu pada mu ?" Tanya zayyan dengan hati-hati.


"Minta lah, akan aku berikan jika aku mampu" Jawab papa dion.


"Aku ingin membawa nana kembali kerumah keluarga ku. Apa kau akan mengizinkannya ?" Tanya zayyan lagi.


Papa dion kembali terdiam. Ia memang sudah memaafkan zayyan, tapi ia juga tidak bisa berbohong kalau ada katakutan terbesar dalam dirinya. Laki-laki paruh baya itu takut jika putrinya akan kembali terluka disana.


"Tapi.." Ucapan papa dion terhenti ketika zayyan menyelanya.

__ADS_1


"Aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi pa, aku janji tidak akan mengecewakan papa ataupun nana. Aku sangat mencintainya, aku tidak akan bisa hidup jika tidak bersamanya pa. Aku mohon beri aku satu kesempatan lagi. Aku tidak akan menyia-nyiakannya lagi, aku akan bahagia dia dan juga anak kami" Jelas zayyan sebelum papa dion menyelesaikan ucapannya. Ia seperti nya bisa membaca apa yang ada di pikiran papa dion saat ini.


Pria paruh baya itu tidak langsung menjawabnya, ia terdiam cukup lama. Ia butuh waktu untuk mempertimbangkan semuanya. Ia tidak mau mengambil keputusan yang salah dan yang akan membuat masa depan nana hancur.


"Huft.. Baiklah, papa akan beri satu kesempatan lagi pada mu. Tapi ingat zayyan, jika kau menyalah gunakan kesempatan ini maka tidak akan ada lagi kesempatan ketiga."


"Papa tidak akan segan-segan memisahkan kamu dengan cinta dan juga anak mu" Peringat papa dion. Ia memutuskan semua itu tentu saja dengan banyak pertimbangan.


"Iya pa, zayyan janji" Jawab zayyan dengan tegas. Ia tersenyum lega karena akhirnya ia bisa membawa kembali istrinya kerumah nya. Ia berjanji akan selalu membahagiakan nana dengan semampunya.


Tak lama, nana dan mama yanti datang dari arah dapur. Mereka bergabung bersama kedua pria dewasa itu.


"Apa yang sedang kalian bicarakan ? Kenapa sepertinya sangat serius" Tanya mama yanti yang saat ini sudah duduk disamping sang suami.


"Ahh.. Kami hanya bicara tentang bisnis dan.." Papa dion menjeda kalimatnya hingga membuat kedua wanita itu penasaran.


"Dan apa ?" Tanya mama yanti penasaran.


"Apa kau sungguh penasaran ma ?" Tanya papa dion dengan sedikit menggoda istrinya itu.


"Cepat katakan atau kalau tidak aku tidak akan mau berbicara dengan mu" Seru mama yanti yang pura-pura merajuk.


"Hhhaa.. Baiklah, akan aku katakan padamu" Seru papa dion tertawa lalu tanpa merasa malu ia mengecup pipi sang istri dihadapan anak dan menantunya.


"Zayyan akan membawa kembali nana kerumah nya" Ucap papa dion yang membuat nana terdiam. Melihat perubahan wajah pada putrinya itu, papa dion langsung mendekati nana.


"Sayang, berikan lah kesempatan pada suami mu itu. Papa yakin dia akan membahagiakan mu dan juga anak kalian. Ingat nak, anak mu butuh sosok ayah kandungnya. Dan kau tidak bisa memisahkan seorang ayah dari anaknya."


"Papa tau zayyan sudah menyesali semua yang sudah dia lakukan nak. Papa bisa melihat semuanya saat kau pergi. Papa mohon berikan lah kesempatan pada zayyan, satu kali saja" Seru papa dion berusaha menyakinkan nana.


"Huft.. Baik lah pa, nana akan beri zayyan satu kesempatan lagi" Jawab nana pada akhirnya.


Semua orang tersenyum lega mendengar keputusan nana. Bahkan zayyan langsung memeluk nana karena ia merasa sangat bahagia saat ini.


"Ini sudah malam, sebaiknya kalian beristirahatlah dikamar" Perintah papa dion yang diangguki oleh nana dan juga zayyan.


Mereka langsung naik kelantai atas untuk segera beristirahat dikamar mereka. Tak membutuhkan waktu lama baik nana maupun zayyan telah terbang kealam mimpi nya.


To Be Continue...


Hari ini rencananya author mau up satu aja, tapi demi kalian ngak apa-apa deh, author up lagi.


Kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Like, Vote dan Koment ya..

__ADS_1


Happy Reading, Semoga Suka ☺


Kerinci, Jambi 26 September 2020


__ADS_2