Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 79 Baikan


__ADS_3

“Sayang.” Panggil zayyan disela-sela pelukan mereka. Sepertinya laki-laki teringat akan satu hal. Tampak dari wajahnya yang sedang memikirkan sesuatu tapi merasa ragu untuk mengatakannya.


“Ada apa ?.” Tanya nana menengadahkan kepalanya agar bisa leluasa melihat wajah suaminya.


Bukannya menjawab, zayyan malah tersenyum penuh maksud pada nana. Sementara wanita polos itu terlihat menyerngitkan dahinya bingung melihat suaminya tersenyum seperti itu.


“Apa kamu sakit ? Kenapa tersenyum seperti itu?.” Tanya nana heran. Tangannya reflek menyentuh dahi zayyan.


“Aku tidak sakit sayang.” Bantah zayyan dengan mendengus kesal.


“Lalu kenapa tersenyum seperti itu ?.” Seru nana.


“Ck.. Tau ah. Udah malem lebih baik tidur lah.” Kesal zayyan yang langsung memejamkan matanya. Sementara nana tertawa puas karena berhasil membuat suaminya itu kesal. Dia tidak sebodoh itu hingga tidak memahami apa yang diinginkan oleh suaminya saat ini.


“Apa kau yakin ingin tidur sekarang ?.” Nana mencoba menggoda suaminya itu. Tangannya kini mulai nakal menyentuh P**** milik suaminya itu. Hingga langsung membuat senjata pemungkas milik zayyan berdiri tengang.


“Apa kau sengaja menggodaku, sayang.” Seru zayyan yang langsung membuka matanya saat juniornya mulai memberontak ingin dilepaskan didalam sana.


“Tidak, aku hanya bertanya saja. Apa kau yakin mau tidur sekarang ! karena aku masih belum mengantuk.” Ucap nana seperti tanpa dosa setelah membuat sesuatu dibawah sana menengang.


“Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus bertanggung jawab karena telah membuat juniorku menengang.” Ucap zayyan yang tanpa permisi langsung membungkam bibir nana dengan sebuah ciuman. Nana ingin berbicara tapi mulutnya terus saja dibungkam oleh zayyan hingga dia tidak bisa mengatakan apapun saat ini.


Zayyan memberi jeda untuk nana bernafas setelah begitu lama membungkam bibir nana. Mereka sejenak saling memandang seakan menyalurkan rasa cinta yang belum pernah mereka ungkapkan sebelumnya. Setelah begitu lama saling memandang, zayyan kembali membungkam mulut nana dengan tangan yang menekan tengkuk leher istrinya agar bisa semakin memperdalam ciumannya.


Dengan satu tarikan, zayyan berhasil melepas seluruh pakaian nana. Setelah pakaian yang dikenakan nana terlepas, ia buru-buru untuk melepaskan pakaiannya sendiri. Mata nana melotot saat melihat ***** zayyan yang besar dan sudah menengang itu.


Tangannya kini tidak bisa lagi dikendalikan. Tanggannya yang satu lagi mulai ikut menjelajahi tubuh nana, m****** bukit kembar milik nana. Ciuman mereka semakin panas, Nana tidak bisa lagi mengendalikan dan menahan dirinya lagi hingga suara desahan pun mulai menggema di kamar yang sengaja dirancang kedap suara itu.


Mendengar suara desahan nana, gairah zayyan semakin memuncak. Ia semakin memperdalam ciumannya, menyapu seluruh rongga mulut nana. Awalnya nana hanya diam saja menikmati tapi setelah cukup lama nana pun membalasnya dengan agresif.

__ADS_1


Tangan zayyan tidak hanya berada disitu saja, kini tangan nakalnya itu mulai turun kepangkal pahanya nana. Merasakan tangan zayyan yang mulai memasuki paha bagian dalamnya, nana kembali mengeluarkan desahannya nya.


“Sayang, juniorku tidak sabar lagi untuk melihat anak kita.” Seru zayyan. Nana terdiam sejenak dengan nafas yang sudah tersenggal-senggal. Tanpa meminta persetujuan istrinya, zayyan memasukan miliknya kedalam ****** nana dengan satu kali hentakan.


Mereka berhubungan badan dengan posisi misionaris. Posisi ini masih bisa dilakukan pada ibu hamil pada trimester pertama dan kedua. Pada posisi ini, suami dan istri saling berhadapan dengan tubuh suami di atas dan istri dibawah.


Zayyan memompa tubuh nana dengan gerakan pelan Karena ia tidak mau menyakiti anak yang ada didalam kandungan nana. Setelah melakukan itu dengan waktu yang cukup lama, akhirnya mereka berdua mencapai pelepasan. Zayyan membaringkan tubuhnya disamping nana sambil menetralkan kembali nafasnya  yang kini menderu.


***


Kini suara adzan telah berkumandang. Menyerukan suara yang menggema diseluruh seantero bumi. Seluruh muslim di dunia mulai bersiap untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Nana membuka kelopak matanya secara perlahan agar lensa matanya bisa menyesuaikan dengan cahaya yang ada dikamarnya. Matanya mengedar keseluruh sudut ruangan seakan mencari seseorang.


“Kamu cari apa, sayang.” Tanya zayyan yang baru saja keluar dari kamar mandi. Nana terlonjak kaget saat mendengar suara zayyan yang tiba-tiba muncul seperti makhluk gaib. wkwkwk.


“Ya udah, kamu mandi sana. Kita sholat subuh berjamaah.” Seru zayyan yang diangguki  oleh wanita yang sudah mengubah dunianya itu.


Nana langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi dengan membawa selimut yang membungkus tubuh polosnya itu. Nana menyelesaikan ritual mandinya selama 15 menit. Wanita itu sengaja mandi dengan cepat karena tidak mau suaminya mengomel karena telat melaksanakan sholat subuh.


“Sudah siap ?.” Tanya zayyan saat melihat istrinya telah memakai mukena lengkap.


“Sudah, ayo.” Seru nana menjawab zayyan.


Zayyan segera mengimami sholatnya nana. Ia membaca ayat-ayatnya dengan fasih dan suara lantang. Nana sampai bergetar saat mendengar suara merdu suaminya itu. Ia sungguh tidak menyangka kalau laki-laki yang dulu sangat dingin padanya, hari ini menjadi imam dalam sholatnya.


Hingga zayyan akhirnya mengucapkan salam sebagai penutup dari sholatnya. Nana lalu mencium punggung tangan suaminya sebelum zayyan memimpin doanya dan nana mengaamiinkan semua ucapan zayyan.


Zayyan segera memakai setelan kerjanya karena saat ini jam telah menunjukan pukul 06:30 Wib, itu artinya zayyan harus bersiap-siap untuk pergi kekantor. Sementara disisi lain nana tampak sudah siap dengan dress berwarna hijau mintnya. Wanita itu menoleh kearah sang suami, laki-laki itu tampaknya kesulitan dalam memasang dasinya.

__ADS_1


“Hem… Ternyata dia masih sama seperti dulu, sama-sama ngak bisa masang dasi.” Ucap nana tersenyum.


Wanita itu langsung berjalan kearah zayyan, ia langsung menarik dasi dari tangannya laki-laki itu. Dengan cekatan nana langsung membuat simpul dikerah baju laki-laki yang telah menjadi suaminya itu.


“Selesai.” Seru nana.


“Terima kasih, sayang.” Jawab zayyyan yang lansung mengecup setiap inci wajah nana. “Oh iya sayang, nanti aku pulang agak telat ya, soalnya ada meeting penting sama klien jam 4 sore.” Ujar zayyan memberi tau pada nana agar istrinya itu tidak menunggunya lagi nanti.


“Nanti mas akan minta mang jojon untuk jemput kamu dirumah sakit.” Sambung laki-laki itu.


“Kayaknya ngak usah deh mas, nanti aku minta tolong sama zizi aja buat anterin aku pulang. Lagian aku juga ada yang ingin dibicarakan sama zizi.” Jawab nana.


“Okee, sayang. Tapi kamu harus janji kalau kamu harus hati-hati. Aku ngak mau kalau terjadi apa-apa sama kamu dan anak kita.” Seru zayyan. Ia membungkukkan badannya agar kepalanya sejajar dengan perut nana.


“Selamat pagi kesayangan nya ayah. Kamu udah bangun belum ?.” Tanya zayyan yang mengajak anak dalam kandungan istrinya.


“Udah dong yah.” Jawab nana yang menirukan suara anak kecil.


“Wah.. Ternyata anak ayah udah bisa ngomong ya ?.” Tanya zayyan.


Nana tertawa melihat interaksi antara zayyan dan anak yang ada dalam kandungan. Rasanya ia begitu bahagia saat ini, karena telah mendapatkan perhatian dari suaminya itu. Bahkan wanita hamil itu tidak bisa berkata-kata lagi saat ini.


Ayo dong kasih Votenya, author sedih deh karena ranking votenya menurun jauh banget 😭 Jadi ngak semangat lagi nulisnya 😔


Oh iya, maafkan kegajean part ini ya. Soalnya author ngak tau gimana cara nulis adegan dewasanya. Itu aja penuh perjuangan banget buat mutar otaknya agar bisa jadi kayak gitu 😂😂😂


Happy Reading, Semoga Suka ☺


Kerinci, Jambi 29 September 2020

__ADS_1


__ADS_2