Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 40 Ciuman Pertama ku


__ADS_3

"Selamat datang kembali sayang" Sambut ibu ranya ketika pasangan itu baru saja menginjak kan kaki nya di kediaman Rajendra.


Tanpa berkata apapun, nana langsung memeluk sang ibu mertua. Rasanya ia begitu rindu dengan wanita yang telah dianggapnya sebagai ibunya sendiri.


"Apa kabar bu ?" Tanya nana basa-basi setelah melepas pelukannya.


Mendengar pertanyaan nana, ibu ranya langsung memukul pelan lengan nana. "Harus nya ibu yang bertanya seperti itu. Sekarang kenapa malah kau yang bertanya" Ucap ibu ranya dengan tawanya.


"Kabar ibu baik. Lalu bagaimana dengan kabar mu nak ?" Tanya ibu ranya. "Apa sudah ada tanda-tanda ?" Bisik ibu ranya.


"Tanda-tanda ! Tanda-tanda apa bu ?" Tanya nana bingung. Ia gagal mencerna maksud dari ucapan sang ibu mertua.


"Tanda-tanda kehidupan" Timpal juna yang membuat semua orang tertawa.


"Ibu.. Kenapa kalian selalu menanyakan itu !! Aku akan beri tau kalian kalau dia sudah ada disini" Ucapnya menunjuk perut ratanya. "Jadi berhenti menanyakan itu" Seru nana dengan pura-pura sedih.


"Ya ampun.. Sampai kapan akan seperti ini ? Mereka akan selalu bertanya kapan dan kapan. Sementara aku dan zayyan tidak pernah melakukan itu, aku takut membuat mereka kecewa" Gumam nana dalam hatinya.


Tak mau terlalu lama larut dalam pikirannya, nana langsung beralih pada ayah mertuanya. "Hallo ayah" Sapa nana mencium tangan ayah mertuanya.


"Hallo sayang" jawab ayah marvin.


Nana juga menyapa paman dan bibinya. Juga juna dan Shakira. Ia langsung berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan sosok anak kecil yang sangat ia rindukan.


"Apa kau tidak merindukan mommy ?" Tanya nana yang pura-pura marah.


"Tentu saja aku merindukan mommy" Jawab anak itu dengan suara cadelnya.


"Jika kau rindu, kenapa tidak memeluk mommy" Seru nana. Mendengar itu olive langsung berhamburan memeluk wanita yang sudah ia anggap sama seperti ibu kandungnya sendiri.


"Kalian kekamar lah, ibu tau kalian pasti sangat lelah" Ujar ibu ranya.


"Iya bu, baiklah" Jawab nana dan zayyan.


➰➰➰

__ADS_1


Saat ini mereka telah sampai dikamar. Nana langsung merebahkan tubuhnya karena memang dia sudah sangat lelah. Menempuh perjalanan dari belanda ke Indonesia bukanlah memakan waktu yang singkat.


"Aku lelah sekali" Ujar nana. Tak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya terbang ke alam mimpi.


"Apa kau tidak mau mandi dulu ?" Tanya zayyan namun tidak mendapat respon. Ia menoleh kearah sang istri, mulutnya menganga saat melihat nana sudah tidak sadarkan diri. Kenapa cepat sekali dia masuk kedalam alam mimpinya, pikir zayyan.


"Ya sudah lah, lebih baik aku mandi dulu" Gumam zayyan, "Setelah itu baru aku akan istirahat sejenak".


Setelah menyelesaikan ritual mandinya selama 30 menit. Zayyan keluar dengan baju rumahannya yang sederhana. Hanya mengunakan kaus oblong dan celana pendek nya. Ia beranjak menaiki tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disamping sang istri.


"Cantik" Ucap zayyan sembari mengelus lembut pipi nana.


Waktu berputar dengan cepat, tak terasa mereka telah larut di alam mimpi selama 2 jam. Nana terbangun saat merasa ada sesuatu yang berat menimpa perut ratanya. Ia membuka mata nya untuk melihat, dan betapa terkejutnya nana saat tahu sesuatu yang berat itu adalah tangannya zayyan.


Ia ingin berteriak tapi takut zayyan terbangun dan semua orang juga pasti akan berkumpul mendengar suara nana. Dengan hati-hati nana mengangkat tangan zayyan dari atas perutnya tanpa membangunkan nya.


Namun siapa sangka, ternyata zayyan terbangun saat nana mengangkat tangannya tapi memilih untuk pura-pura tidur.


Saat nana berhasil menyingkirkan tangan zayyan dari atas perutnya, zayyan malah dengan sengaja melingkarkan kembali tangannya dengan sangat erat.


Nana mencubit tangan zayyan karena kesal dengan sang suami. "Aww" Teriak zayyan.


"Kenapa dicubit sih ?" Tanya zayyan dengan mengerutkan jidatnya.


"Iya habisnya udah dilepasin, eh malah tambah kencang meluknya" Gerutu nana, "Atau jangan-jangan sengaja ya meluk-meluk ?" Curiga nana.


Mendengar itu zayyan menjadi salah tingkah, "Eng..Enggak kok. Enak aja, lagian siapa juga yang mau meluk-meluk kamu" Seru zayyan.


"Oh iya udah, kalau memang nggak mau meluk, lepasin dong tangannya" Ucap nana sembari menunjuk tangan zayyan yang masih berada di atas perutnya nana.


Dengan cepat zayyan melepaskan pelukannya, dan nana segera turun dari tempat tidur. Ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


➰➰➰


"Nana" Teriak zayyan dari lantai atas. Tadi setelah mandi nana langsung pergi ke lantai bawah untuk menemui yang lain. Sementara zayyan langsung mandi dan bersiap-siap karena ia harus kekantor menemui tuan deka untuk menandatangi proyek besar bersama perusahan I.R yang dipimpin oleh tuan deka.

__ADS_1


"Kenapa lagi suami mu itu na ? Teriak-teriak disiang bolong seperti ini" Seru bibi citra.


"Entahlah bi" Jawab nana, "Nana keatas dulu ya, mau lihat zayyan dulu" Ucap nana.


"Pergilah nak, kalau tidak dia pasti akan mengumpul kan semua penghuni komplek ini dengan teriakannya itu" Seru anak ibu ranya yang menimbulkan tawa semua orang yang ada disana.


Nana langsung pergi menaiki tangga menuju kamarnya dengan zayyan. Nana menekan knop pintu hingga menampakkan zayyan yang sedang kalut dengan dasinya.


"Ada apa ? Kenapa teriak-teriak ?" Ujar nana.


"Kau kemana saja hah ? Apa kau tidak tau kalau suami mu ini sedang kesusahan memasang kan dasi" Gerutu zayyan dengan kesal.


Tampa menjawab pertanyaan zayyan, nana langsung mendekat. Ia mengambil alih memasangkan dasi zayyan hingga membentuk simpul yang sempurna.


Saat nana memasangkan dasi, zayyan menantapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Tanpa sadar zayyan mengusap lembut bibir ranumnya nana. Awalnya ia hanya mengecup, tapi entah jin apa yang merasukinya, zayyan malah melu**t bibir nana. Nana hanya terdiam, tidak menolak tapi juga tidak membalas. Ia begitu terkejut dengan perlakuan zayyan terhadapnya.


Tak lama, nana langsung mendorong tubuh zayyan tak kala tersadar dengan apa yang sedang mereka lakukan.


"Astaga, ciumana pertama ku" Ucap nana menutup mulutnya. Ia melototkan matanya pada zayyan lalu memukul pelan dada suaminya itu, "Kau merebut ciuman pertama ku, apa kau tau ?" Ucap nana kesal dengan zayyan.


"Hey.. Tapi itu juga ciuman pertama ku " Seru zayyan, "Lagi pula aku ini suami mu, jadi boleh dong aku melakukan itu bahkan aku boleh melakukan lebih dari itu" Ucap zayyan.


"Dasar menyebalkan, bukannya minta maaf setelah merebut ciuman pertama ku dia malah berkata yang bukan-bukan" Gerutu nana sembari pergi dari dalam kamarnya.


"Tapi benar juga sih. Dia kan suami ku, jadi tidak ada salah nya kan kalau dia melakukan itu" Gumam nana, "Tapi dia tidak mencintai ku" Seru nana yang suasana hatinya mendadak berubah saat ini.


"Sudahlah, lebih baik aku ketemu zizi aja. Aku bisa gila jika terus memikir ini" Ucap nana.


Hay..Hay.. Ayo dong kasih Votenya biar author seneng dan semangat buat up nya. Jangan lupa tinggalin Like dan Koment juga ya disetiap bab nya.


Author mau ucapin terima kasih buat yang udah nyempetin baca karya author. Maaf ya, kalau masih banyak typo yang bertebaran dan masih banyak yang ngak sesuai dengan apa yang kalian harapkan.


Tapi author harap kalian semua tetap dukung karya author ya ☺😊


Kerinci, Jambi 7 September 2020

__ADS_1


__ADS_2