
Nana tampak mengunjungi setiap ruangan untuk melihat perkembangan pasien-pasiennya. Ia berjalan dengan anggunnya, tak lupa pula sebuah stateskop yang tergantung dilehernya.
"Selamat pagi ibu," Sapa nana saat ia akan mengecek keadaan pasiennya. Senyumnya begitu meneduhkan bagi siapa saja yang melihat nya.
"Pagi dokter," Balas seorang ibu yang usianya sebaya dengan mama dan ibu mertuanya nana.
"Apa dokter adalah dokter baru disini,?" Tanya ibu itu penasaran.
Nana tersenyum sebelum menjawab pertanyaan itu. "Bukan bu, saya sudah lama bekerja disini" Jawab nana dengan ramah.
"Lalu kenapa saya baru melihat dokter disini ?" Tanya ibu itu lagi.
"Iya, karena saya baru saja selesai mengambil cuti. Dan saya baru kembali bekerja hari ini" Jawab nana tersenyum. Wanita itu memang selalu ramah pada setiap pasiennya. Tidak heran mengapa dia menjadi dokter favorite dirumah sakit ini.
Mendengar jawaban nana, ibu itu mengangguk sebagai pertanda mengerti dengan penyataan dokter cantik yang sedang berdiri disampingnya.
"Kenapa ibu memandang saya seperti itu ?" Tanya nana saat melihat pasienya tidak berhenti menatapnya dari tadi.
"Dokter sangat cantik sekali. Siapapun yang akan memiliki dokter pasti akan sangat beruntung" Seru ibu itu.
"Apa dokter sudah menikah ?" Tanya ibu itu lagi dengan penasaran. Mendengar itu nana terdiam.
"Iya, aku sudah menikah tapi seperti tidak menikah" Gumam nana dalam lamunannya.
"Dokter" Suara itu menyadarkan nana dari lamunannya. Ia kemudian tersenyum lalu menjawab pertanyaan ibu itu.
"Iya, saya sudah menikah" Jawab nana pada akhirnya. "Hm.. Apa saya boleh memeriksa ibu sekarang ? Atau ibu masih mau bertanya pada saya ?" Tanya nana dengan sedikit bercanda. Tujuannya hanya untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka.
"Hhhaa.. Maaf dokter, dari tadi saya hanya sibuk bertanya pada dokter" Seru ibu itu. "Sekarang silakan diperiksa dokter".
Nana segera memeriksa keadaan pasien itu. Ia memasangkan stetoskopnya pada telinga lalu mulai mendengar dan memeriksa ibu itu.
"Sudah selesai. Kondisi ibu saat ini stabil, dan operasi akan segera dilakukan besok pagi" Jelas nana.
"Apa dokter yang akan mengoperasi saya ?" Tanya ibu itu.
"Iya, saya yang akan mengoperasi ibu besok. Apa ibu keberatan ?" Tanya nana.
"Tidak dokter" Jawab ibu itu. Nana tersenyum lalu segera keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Sementara zayyan pulang kerumah nya dengan keadaan sendu. Perkataan nana masih terngiang-ngiang ditelinganya.
"Zayyan kamu sudah pulang ? Kamu dari mana ?" Tanya ibu ranya saat melihat zayyan baru saja masuk kedalam rumah.
Zayyan tidak menjawab pertanyaan ibu ranya, ia terus saja melangkah dengan gontai menuju kamarnya. Melihat itu dengan ibu ranya menjadi heran, ada apa dengan putranya itu.
Wanita paruh baya itu langsung mengikuti zayyan kekamarnya.
"Zayyan kamu kenapa nak ?" Tanya ibu ranya yang saat ini telah duduk disamping zayyan. Melihat ibunya zayyan langsung memeluk wanita yang telah melahirkan nya itu dengan erat.
"Kamu kenapa ? Katakan pada ibu nak" Seru ibu ranya lembut.
"Dia kembali bu" Jawab zayyan dengan tangisnya.
"Dia ? Dia siapa ?" Tanya ibu ranya bingung.
"Menantu ibu" Seru zayyan.
"Maksud kamu nana ? Benarkah itu ?" Desak ibu ranya. Zayyan menganggukkan kepalanya.
"Lalu kenapa kau menangis ? Apa kau tidak senang jika dia kembali ?" Tanya ibu ranya.
"Apa kau sudah bertemu dengan nya ?" Tanya sang ibu.
"Sudah bu, aku tadi sudah menemuinya dirumah sakit. Tapi dia tidak mau bertemu dengan ku dan ikut pulang bersama ku" Ucap zayyan sembari menangis tersedu-sedu dalam pelukan ibu nya.
"Sudah jangan menangis lagi. Ibu yakin nana pasti akan kembali bersama mu lagi. Tapi ibu minta jika hal itu terjadi, kau tidak akan menyia-nyiakan nya lagi zayyan" Ujar ibu ranya dengan tegas memperingati putra nya itu.
"Berjanji lah pada ibu" Serunya lagi yang diangguki oleh zayyan.
🍁🍁🍁
Sekarang sudah waktunya untuk istirahat, nana dan the geng nya pun sudah berada di kantin rumah sakit untuk menikmati makan siang mereka.
"Apa lo udah cek pasien yang ada diruang merak tadi ?" Tanya tristan sembari menunggu pesanan mereka datang.
"Iya, gue udah mengeceknya tadi. Kondisinya saat ini stabil dan gue memutuskan untuk melakukan operasinya besok pagi" Jawab nana.
__ADS_1
"Dia selalu mengeyel ditangani oleh dokter perempuan saja dari kemaren. Padahal kan sama saja, mau dokternya laki-laki atau perempuan" Kesal tristan.
"Gue ngak tau apa maunya" Seru pria itu lagi.
"Mungkin karena tampang lo yang terlalu menyeramkan hingga membuatnya ketakutan" Celetuk zizi tertawa.
"Apa lo bilang ? Dasar nenek lampir" seru tristan dengan garangnya. Sementara nana hanya memutar bola matanya saja melihat kedua sahabatnya itu yang selalu bertengkar disetiap detiknya.
"Gua doakan semoga kalian jodoh" Celutuk nana yang dihadiahi pelototan dari kedua sahabatnya. Bukannya takut nana malah tertawa melihatnya hingga perutnya keram.
"Aww.. Perut ku" Seru nana yang membuat zizi dan tristan panik.
"Perut lo kenapa na ?" Seru zizi panik.
"Apa lo mau lahiran ?" Tanya tristan dengan panik. Mendengar perkataan tristan, zizi langsung memukul lengan pria itu.
"Dasar bodoh. Usia kehamilan nana baru menginjak 2 bulan, bagaimana mungkin dia melahirkan sekarang" Seru zizi mengomel.
"Gue ngak apa-apa kok guys.. Tadi perut gue cuma keram karena ketawain kalian. Hhehe" Jawab nana dengan santainya tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah membuat orang disekitarnya panik.
🍁🍁🍁
Hari telah malam, zayyan tampak menuruni anak tangga disaat semua keluarga tengah berkumpul diruang keluarga.
"Kak zayyan, mau kemana malam-malam begini" Tanya juna saat melihat zayyan sudah rapi dengan setelan nya.
"Keluar" Jawab zayyan singkat. Ia langsung pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu. Padahal ini sudah hampir jam 10, biasanya zayyan tidak pernah keluar malam-malam begini kalau tidak mendesak.
"Ini sudah mau hampir jam 10, kemana perginya anak itu" Seru ayah marvin setelah zayyan tidak lagi tampak oleh mata mereka.
"Entahlah paman, mungkin dia ada urusan mendadak" Jawab Juna asal.
Zayyan mengendarai mobilnya kesuatu tempat dengan kecepatan mobil yang tinggi. Pikiran nya saat ini benar-benar kacau, ia tidak tau lagi bagaimana cara menjelaskan semuanya pada nana. Ia sangat takut jika nana kembali meninggalkan nya. Ia tidak mau lagi kehilangan wanita yang sangat ia cintai.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya zayyan menghentikan mobilnya disebuah Bar. Entah apa yang ada dipikiran nya saat ini, hingga ia memilih menenangkan pikiran nya dengan pergi ketempat yang tidak baik itu.
Zayyan masuk kedalam bar itu lalu memilih tempat duduk yang agak sepi. Ia memesan beberapa botol alkohol untuk ia minum. Hingga tak terasa ia sudah mengahabiskan banyak alkohol malam ini. Karena jam sudah menunjukan pukul 4 pagi, ia memutuskan untuk pulang kerumahnya dengan menyetir sendiri dalam keadaan mabuk.
Dalam keadaan mabuk, zayyan mengatakan pada para readers untuk memberikan Vote, Like dan juga Koment agar author mempercepat memperbaiki hubungannya dengan sang istri.
__ADS_1
Happy Reading, Semoga Suka ☺
Kerinci, Jambi 22 September 2020