
Zizi adalah seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Ia adalah sahabat dari Nana dan juga Tristan. Dia merupakan putri tunggal dari Tuan Raditya Dananjaya dan Nyonya Jihan Dananjaya.
☀☀☀
Zizi tampak berlari kearah taman setelah dari sebuah restoran. Entah apa yang dilihat gadis yang memiliki nana lengkap Azizah Ghaffara Dananjaya itu didalam sana. Namun ia tampak menangis ketika keluar dari dalam sana.
Gadis itu duduk disebuah bangku yang ada ditaman itu sambil menangis terisak-isak. Seakan melihat sesuatu yang membuat hatinya sangat sakit didalam restoran itu.
Tapi tidak ada yang tau apa penyebab sebenarnya ia menangis. Hanya dia dan Author lah yang tau. Gadis itu terus saja menangis, seakan-akan menyimpan banyak luka dalam dirinya.
"Kenapa rasanya begitu sakit" Ucapnya memukul-mukul dadanya. Air matanya terus saja berjatuhan apalagi saat mengingat-ngingat kejadian didalam sana.
Flashback On..
Dirumah sakit, zizi tidak sengaja mendengar tristan menelfon seseorang. Ia tidak tau siapa itu, tapi kedengarannya tristan begitu lembut dan sedikit romantis saat berbicara dengan orang yang ada dibalik telefon itu. Bahkan zizi tidak pernah melihat tristan bersikap seperti itu sebelumnya.
"Tristan sedang menelfon siapa sih ?" Gumam zizi pada dirinya.
Gadis itu sepertinya sangat penasaran dengan siapa yang ada dibalik telefon itu. Jadi ia memutuskan untuk terus menguping pembicaraan tristan dengan seseorang yang zizi sendiri tidak tau siapa itu.
Tristan cukup lama mengobrol dengan orang itu dari handphone miliknya. Hingga pada akhirnya zizi menangkap sebuah pembicaraan yang membahas tentang sebuah pertemuan.
"Okee.. Nanti kita ketemu di Restoran Kencana Park jam 8 malam ya. Jangan lupa dandan yang cantik" Seru tristan pada orang dibalik telefon itu.
"Dandan yang cantik ? Apa dia seoarang perempuan ?" Gumam zizi menautkan kedua alisnya.
Zizi kembali mengarahkan kupingnya kearah pintu agar dia bisa mendengar apa yang dilakukan oleh tristan didalam sana.
"Okee.. Aku tunggu kamu disana ya. Kamu siap-siap aja, aku punya surprize untuk kamu nanti malam."
Itu yang dapat didengar oleh zizi sebelum laki-laki itu memutuskan sambungan telefonnya.
"Sebenarnya siapa wanita itu ?" Tanya zizi penasaran.
Setelah mendengar itu, zizi langsung pergi dari depan ruangan tristan. Niatnya yang awal menemui tristan dan mengajaknya keluar untuk makan siang pun ia urungkan. Ia memilih kembali keruangan nya sembari memikirkan apa yang baru saja ia dengar.
__ADS_1
Zizi berusaha keras menyangkal pikirannya yang mengatakan kalau wanita dibalik telefon itu adalah teman spesialnya tristan. Gadis itu seakan tidak mempercayai itu, walaupun sebenarnya itu bisa saja terjadi.
☀☀☀
Malam pun telah tiba. Jam telah menunjukan pukul 19.30 Wib. Zizi tengah bersiap-siap pergi keluar. Gadis itu seperti nya sangat penasaran dengan siapa dibalik telefon tristan tadi siang. Jadinya ia memutuskan untuk mengikuti tristan ke Restoran itu. Tanpa ia ketahui apa yang akan dilihatnya nanti akan membuat dirinya sakit dan terluka.
"Kamu mau kemana zi, malam-malam begini ?" Tanya mamanya zizi saat melihat anak gadisnya tampak rapi.
Zizi terlonjak kaget mendengar suara mamanya itu. Niatnya untuk pergi secara sembunyi-sembunyi pun gagal total karena sebelum pergi ia malah sudah ketahuan oleh mamanya.
Gadis itu tampak gugup saat menjawab pertanyaan sederhana yang dilontarkan oleh sang mama. Ia seperti memilah-milah kata saat ini agar mamanya mengizinkan nya untuk keluar.
"Hmm, itu ma. Tadi ada suster yang telefon dari rumah sakit, katanya ada pasien yang mau melahirkan. Jadi zizi diminta kerumah sakit sekarang" Jawab zizi berbohong pada mamanya.
"Oo gitu. Yaudah mama temenin ya, ini kan udah malam" Seru sang mama.
"Ng..Ngak usah ma. Zizi pergi sendiri aja, nanti takutnya lama kasian kan mama kalau nunggu lama" Tolak zizi dengan halus.
"Ya udah kalau gitu, kamu diantar sama sopir papa aja ya" Tawar sang mama lagi.
Ia berusaha memberikan alasan yang tepat pada sang mama. Agar diizinkan pergi sendiri menggunakan mobilnya.
☀☀☀
Kini sudah tepat pukul 18.00 Wib. Zizi juga sepertinya baru sampai di Restoran Kencana Park. Gadis itu segera memasuki restoran itu dengan mengendap-ngendap agar tidak ketahuan oleh tristan.
"Kok gue malah jadi kayak pencuri gini sih, ngendap-ngendap. Tapi ngak apa-apa deh, dari pada ketahuan" Gumam zizi pada dirinya sendiri.
Zizi memilih duduk agak jauh dari bangku tristan, namun masih bisa mendengar dengan jelas. Apa kalian semua tau bagaimana penampilan zizi malam ini ?
Hhahah. Kalian semua pengen tau ngak ? Yaudah kalau kalian mau tau, author kasih tau deh. Mumpung author lagi baik hati hari ini.
Zizi tampak mengenakan celana jeans hitam dengan kaus oblong berwarna Putih. Dimatanya bertengger sebuah kaca mata hitam. Kepalanya juga ditutupi dengan topi hitam. Penyamaran gadis itu malam ini hampir mirip dengan preman pensiun. Wkwkwkw.
Kok jadi preman pensiun ya ? Au ah, author juga ngak tau kenapa. Males mikirnya. Hhahah. Maafkan kegajean Author ya, jangan dibully 🙏🙏🙏 Mari kita kembali ke Leptop.
__ADS_1
Tak lama setelah kedatangan zizi. Seorang wanita datang menghampiri tristan dimejanya.
"Hay" Sapa wanita itu pada tristan. Melihat kedatangan gadis yang ia tunggu, tristan langsung berdiri menyambut gadis itu.
Matanya melihat gadis itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sungguh sangat cantik dan hampir sempurna dimata tristan. Gadis yang dulu berpenampilan sangat sederhana dan tidak suka berdandan kini menjelma sebagai seorang tuan putri yang sangat cantik. Sungguh perubahan yang sangat drastis, menurut laki-laki itu.
"Hay" Balas zayyan dengan tersenyum kearah wanita itu.
"Maaf ya aku telat, kamu jadi nunggu kelamaan deh" Seru gadis itu merasa tidak enak hati pada laki-laki yang ada dihadapannya saat ini.
"Ahh.. Tidak kok, aku juga baru datang" Ujar tristan apa adanya. Ia memang baru saja datang kerestoran itu, jadi tidak menunggu terlalu lama.
Mata tristan terus saja menatap gadis itu dengan pandangan terpesona. Ia benar-benar tidak menyangka kalau ia akan bertemu kembali dengan gadis yang ada dihadapannya saat ini.
"Ah iya, silakan duduk tuan putri" Seru tristan menarik sebuah kursi dihadapannya lalu mempersilakan gadis itu untuk duduk.
"Terima kasih" Jawab gadis itu dengan sudut bibir yang terangkat.
Setelah mempersilakan gadis itu duduk, tristan langsung kembali kekursinya lalu duduk dihadapan gadis itu.
Langsung saja tristan memanggil pelayan Restoran itu untuk mendekat.
"Kamu mau pesan apa ?" Tanya tristan lembut sembari menyodorkan daftar menu.
To Be Continue...
Hay.. Hay.. Apa kabar semuanya kesayangan-kesayangan nya author ? 😍
Udah pada baca belum, part hari ini ? Kalau udah jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara Like, Vote dan Koment..
Oh, iya author mau tanya dong.. Menurut kalian gadis itu siapa sih ? Tulis jawaban kalian di kolom komentar ya ☺
Cerita singkat tentang perasaan zizi author sambung dipart selanjutnya ya..
Happy Reading, Semoga Suka ❤
__ADS_1
Kerinci, Jambi 25 September 2020