Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 82 Kumpul Keluarga


__ADS_3

Kini mentari telah terbit diufuk timur, ditemani kicauan burung yang saling bersahutan diatas pepohonan sana. Angin juga berhembus memberikan kesan kesegaran di pagi hari. Seperti hari-hari biasanya, kini nana telah siap dengan dress selutut berwarna peach. Tidak ada aksen yang menggambarkan kemewahan, karena dokter cantik itu selalu suka dengan sebuah kesederhanaan.


 “Sayang, baju mas dimana ?.” Tanya zayyan. Laki-laki itu baru saja keluar dari kamar mandi.


“Tunggu bentar, aku ambilin dulu mas.” Sahut nana segera berdiri dari hadapan meja riasnya. Wanita itu langsung melangkah kearah lemari untuk mengambil setelan kerja suaminya. Hari ini nana memilih kemeja merah hati yang dipadukan dengan celana dan jas yang berwarna navy.


Nana kembali berjalan kearah zayyan untuk memberikan baju kerja yang sudah dipilihkan olehnya. “Ini bajunya mas.” Ucap nana memberikan pakaian yang ada ditangannya dan zayyan pun menerimanya.


Tak lama kemudian zayyan keluarga dari kamar mandi setelah menggenakan baju yang berikan oleh wanita kesayangannya itu. “Tolong pasangin dasinya dong yang.” Pinta zayyan pada sang istri. Tanpa membantah lagi, nana langsung membuat simpul dikerah kemeja yang dipakai oleh sang suaminya itu.


Zayyan terus saja menatap nana saat wanita itu sedang memasangkan dasi padanya. “Kenapa, kok lihatin aku kayak gitu ?.” Tanya nana menyerngitkan matanya karena bingung.


“Emang ngak boleh lihatin istri sendiri ? Kan ngak ada peraturan yang mengatakan kalau seorang suami tidak boleh memandang istrinya sendiri.” Ucap zayyan dengan santainya.


“Ck.. Memang ngak ada yang larang, tapi aku nya yang malu kalau dilihatin kayak gitu mas.” Jawab nana dengan suara manjanya.


Zayyan tersenyum melihat nada suara nana yang manja. Ia menjadi gemash sendiri dengan istrinya itu. “Kalau mas perhatikan, kamu kok ngak pernah manja sama mas ? Padahal kamu selalu bersikap manja kalau lagi sama papa. Kadang mas cemburu tau lihatnya, kamu kelihatan lebih romantis sama papa dari pada sama mas.” Zayyan sepertinya saat ini sedang mengeluarkan uneg-unegnya.


 “Kamu cemburu sama papa ?.” Tanya nana tertawa.


“Iya. Soalnya kamu lebih romantis sama papa dari pada sama mas.” Seru zayyan dengan datar. Bolehkah nana tertawa melihat sang suami cemburu dengan ayahnya sendiri. Ini sungguh lucu, menurut nana.


“Tentu saja. Karena seorang ayah selalu memiliki tempat spesial dihati putrinya. Mas tau ? Seorang ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Bagi seorang putri, ayahnya adalah segalanya. Dia adalah cintanya, pelindungnya, pahlawannya, inspirasinya.” Jawab nana.


“Tapi kenapa seperti itu ?.” Tanya zayyan penasaran. Karena di keluarganya tidak ada anak perempuan kecuali Olive. Jadi ia tidak tau kenapa seorang anak perempuan menganggap sosok ayah adalah segalanya.


Nana tersenyum lembut sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya. “Karena didunia ini, Kami sebagai seorang anak perempuan akan bertemu dengan banyak laki-laki. Dan nantinya juga tidak akan menutup kemungkinan bahwa akan ada banyak laki-laki yang akan datang hanya sekedar memberikan luka dan kecewa. Tetapi setidaknya kami percaya akan satu hal. Bahwa hanya ada satu laki-laki yang tidak akan pernah menyakiti kami, laki-laki yang telah mencintai dan menerima kami bahkan sejak dia belum pernah melihat bagaimana rupa kami. Laki-laki itu adalah seseorang yang kami panggil Ayah.” Jelas nana panjang lebar.


“Kelak mas akan tau bagaimana rasanya, jika telah menjadi ayah dari seorang anak perempuan.” Sambung nana dengan tersenyum kearah suaminya.


“Apa itu artinya jika anak yang ada didalam kandunganmu ini laki-laki, maka selanjutnya kau akan memberikanku anak perempuan ?.” Tanya zayyan sedikit menggoda.


“Bagi seorang perempuan memberikan keturunan untuk suaminya adalah suatu kebahagiaan. Tidak peduli jika mereka harus mengorbankan nyawanya untuk itu.” Jawab nana dengan kalimat indahnya.


“Tentu saja akan aku berikan jika aku masih bersama mu.” Seru nana sebelum keluar dari kamarnya. Sementara zayyan terdiam tidak mengerti dengan ucapan terakhir istrinya itu. Apa itu artinya dia akan pergi ? Zayyan berusaha menyangkal pikiran nya itu.


***


Kini mereka semua telah duduk ditempat masing-masing dimeja makan. Menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh para wanita. Tak lupa seperti biasa, para istri melayani para suami terlebih dahulu.

__ADS_1


“Hm.. Bisakah kita berkumpul nanti malam ? Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengan kalian semua ?.” Seru paman bimo.


“Memangnya apa yang ingin kau bicarakan bim ?.” Tanya ayah marvin penasaran, karena tidak biasanya adiknya itu meminta untuk berkumpul bersama.


“Aku akan katakana nanti malam saja kak.” Jawab paman bimo.


“Baiklah, sesuai dengan keinginan mu. Kita semua akan berkumpul nanti malam.” Ucap ayah marvin yang disetujui oleh semua anggota keluarga.


***


Dirumah sakit, Tristan melihat zizi berjalan dikoridor. Sepertinya wanita cantik itu baru saja datang ke Rumah Sakit. Zayyan langsung berjalan dengan cepat agar bisa menyusul zizi.


“Zizi, tunggu.” Panggil Tristan. Mendengar ada yang memanggil namanya pun, zizi langsung berhenti. Namun kemudian ia langsung berjalan dengan cepat setelah menemukan siapa yang memanggil namanya.


Tristan menarik tangan zizi dengan nafas yang tersenggal-senggal. “Aduh, pagi-pagi gue udah keringetan gara-gara lo.” Seru Tristan dengan nafas yang tidak beraturan.


Melihat tangannya dipengang oleh Tristan, zizi langsung melepaskannya dengan sedikit kasar. “Siapa suruh lo lari-lari.” Ucap zizi dengan cuek. Gadis itu langsung melangkahkan kembali kakinya untuk pergi tapi lagi-lagi tangannya dicekal oleh Tristan.


“Lo kenapa sih ? Kenapa terus menghindar dari gue ! Memangnya gue ada salah lo ?.” Tanya Tristan yang masih mencekal tangan zizi.


“Lepasin tangan gue.” Ucap zizi datar sembari berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Tristan. Setelah tangannya berhasil terlepas, zizi menatap Tristan dengan tajam.


Mendengar itu, Tristan pun menjadi bingung. Sepertinya laki-laki itu gagal mencerna kata-kata yang diucapkan oleh sabahatnya itu. “Permintaan apa ?.” Tanya Tristan agak ragu. Firasatnya tiba-tiba tidak enak tentang permintaan zizi.


“Jauhin gue.” Seru zizi dengan tegas. “Jangan dekatin gue lagi mulai hari ini.” Sambung zizi.


“Tapi kenapa ? Gue salah apa sama lo sampai-sampai lo ngak mau dekat-dekat gue lagi.” Tristan benar-benar bingung saat ini. Sebenarnya apa yang telah dia lakukan pada gadis yang ada dihadapannya ini, kenapa dia seperti menghindarinya. Bukan lagi seperti, tapi dia memintanya untuk tidak mendekati gadis itu lagi. Pikiran Tristan benar-benar kalut saat ini.


***


Kini malam pun telah tiba, semua anggota keluarga telah berkumpul diruang keluarga.


“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan bim ?” Tanya ayah marvin to the point. Pria paruh baya itu memang selalu to the point saat berbicara. Ia sangat tidak suka jika harus bicara berbelit-belit.


“Sebenarnya aku. Mm…Maksudku kami ingin pamit pulang kerumah kami sendiri kak, sudah begitu lama kami tinggal disini dan meninggalkan rumah kami.” Jawab paman bimo.


“Tapi kenapa ? Apa kalian tidak suka tinggal disini ?.” Kali ini ibu ranya yang bertanya.


“Bukan seperti itu kak. Dulu kami tetap disini karena kakak bilang kalau kakak merasa kesepian dirumah ini. Tapi sekarang bukankah sudah ada nana yang menemanimu disini. Jadi kami bisa kembali kerumah kami kak.” Jawab bibi citra mencoba menjelaskan pada kakak iparnya itu.

__ADS_1


Sebenarnya Paman bimo dan Bibi citra memiliki rumah sendiri. Tapi semenjak Arjuna dan juga Shakira menikah yang kebetulan juga pestanya diadakan di kediaman utama Rajendra, ibu ranya meminta mereka untuk tinggal dirumahnya dengan alasan ia selalu merasa kesepian jika harus dirumah sendiri, karena suami dan juga putranya sibuk pergi kekantor dan sangat jarang memiliki waktu untuk bersama dengannya. Dengan terpaksa mereka menyetujuinya, karena tidak mau menolak permintaan dari kakaknya yang sudah mereka anggap sebagai seorang ibu.


Ibu ranya tetap tidak membiarkan mereka pergi dari rumahnya meski mereka sudah minta berkali-kali untuk pulang. Tapi hari ini mereka telah memiliki alasan untuk kembali kerumah mereka sendiri. Semoga saja ayah marvin dan ibu ranya mengizinkannya.


“Iya kak,yang dikatakan oleh istriku benar. Sekarang sudah ada nana yang akan menemani kakak disini, jadi kakak tidak perlu takut kesepian lagi. Lagipula kami janji akan sering menginap disini.” Ucap paman bimo mencoba membujuk kakak dan kakak iparnya itu.


Baik ibu ranya dan ayah marvin sama-sama terdiam. Sejujurnya mereka tidak ingin adiknya itu pergi dari rumah ini. Tapi ia juga tidak berhak melarang mereka kembali kekedimannya, apalagi ini sudah sangat lama sekali sejak hari itu mereka meninggalkan rumahnya.


“Kalau kalian pergi, aku dan ibu nanti pasti akan kesepian dirumah ini. Tidak ada lagi keributan dan tawa dari gadis kecil itu.” Ucap nana menunjuk keponakannya yang tak lain adalah olive, putri dari shakira dan juga arjuna.


“Jika kau merasa bosan dan kesepian, kau boleh main kerumah bibi nak. Pintu rumah bibi akan terbuka lebar untuk kamu. Lagian sebentar lagi, anak dalam kandungan mu juga akan lahir, dia yang akan membuat keributan dirumah ini.” Jawab bibi citra.


“Iya dek, nanti kakak juga akan main kesini sekali-kali membawa gadis nakal ini. Dan kakak juga akan menginap disini nantinya, bolehkan bi ?.” Seru shakira yang diakhiri dengan sebuah Tanya pada kakak dari mertuanya itu.


“Tentu saja nak. Ini juga rumah kalian, kalian boleh kesini kapanpun kalian mu karena tidak akan ada yang melarangnya.” Jawab ibu ranya.


“Jadi apa boleh kami kembali kerumah kami kak ?” Tanya paman bimo lagi.


Ayah marvin sejenak terdiam, lalu melirik kearah istrinya seakan meminta persetujuan. “Baiklah, kalian boleh kembali kerumah kalian tapi dengan satu syarat. Kalian harus sering kerumah ini baik untuk sekedar main ataupun menginap.” Putus ayah marvin memberikan izin.


“Baik kak. Kami pasti akan sering kesini untuk mengunjungi kalian. Lagipula jarak antara rumah kita tidak terlalu jauh bukan ? jadi itu tidak akan jadi masalah.” Jawab paman bimo.


“Jadi kapan paman dan bibi akan pindah ?.” Setelah sekian purnama akhirnya zayyan mengeluarkan suaranya juga. Ini sungguh luar biasa. wkwkwk.


“Kami berencana akan kembali kerumah besok.” Jawab paman bimo mengambil alih menjawab.


“Tapi kalian baru boleh pergi pada sore harinya. Jika tidak, jangan harap aku akan mengizinkan kalian pergi dari rumah ini.” Ucap ibu ranya yang tidak bisa dibantah lagi.


***


💠 Noh, yang kemaren-kemaren pada komplain katanya kayak keluarga india karena tinggal dalam satu rumah yang terdiri dari kakak beradik beserta menantu-menantunya. Author udah jawab dengan part kali ini ya. Mereka sebenarnya udah punya rumah tapi dilarang pulang sama mak mertuanya si nana karena ngak mau kesepian. (Kalau mau pada protes, protes aja sama mak mertuanya si nana jangan sama author ya).


💠 Dan buat para readers yang Tanya zizi dan Tristan, Author udah selipin juga ya mereka di part ini meskipun Cuma sedikit karena yang panjangnya nanti akan ada dinovelnya AZIZAH LOVE NOTE.


Ayo dong tinggalin jejak kalian dengan cara Vote, Like dan Koment biar author tambah semangat buat nulis ceritanya.


💠 Dan satu lagi, sesuai dengan pengumuman kamaren, mulai hari ini author akan slow update karena author udah mulai sibuk dengan kuliah author di dunia nyata.


Happy Reading, Semoga suka

__ADS_1


Kerinci, Jambi 1 Oktober 2020


__ADS_2