
Malam semakin larut. Bumi pun sudah seperti tak berpenghuni. Sepasang kekasih halal itupun sudah kembali kehotel saat ini. Nana sudah bersender dikepala ranjangnya sementara zayyan baru saja selesai mandi.
"Kamu mau kemana ?" Tanya nana saat melihat sang suami sudah sangat rapi saat ini.
"Keluar" Jawab zayyan dengan singkat.
"Iya tapi kemana ?" Tanya nana lagi.
"Kesuatu tempat"
"Aku ikut ya ?" Tawar nana.
Zayyan terdiam sejenak. "Tidak usah, kamu disini aja. Aku tidak akan lama" Tolak zayyan. Ia tidak akan membiarkan nana ikut dengan nya. Karena jika nana ikut maka rencana nya pasti akan hancur.
"Tapi kenapa ? Kenapa aku ngak boleh ikut ? Sebenarnya kamu mau kemana ?" Nana semakin curiga pada zayyan. Kenapa aku tidak boleh ikut ?Ada apa sebenarnya ?, Pikirnya.
Zayyan langsung pergi dari kamar hotel itu tanpa mempedulikan nana lagi.
❀❀❀
"Permisi" Ucap zayyan pada seseorang.
"Iya, ada yang bisa saya bantu ?" Jawab orang itu.
"Maaf tuan, saya mau tanya. Dimana toko handphone di dekat sini ?" Tanya zayyan.
"Oh, anda tinggal lurus saja nanti dipertigaan sana belok kiri, sekitar 30 meter dari situ akan ada toko besar yang menjual alat elektronik" Jelas orang itu.
"Baik, terima kasih tuan" Seru zayyan dengan sopan.
Zayyan berjalan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh seseorang tadi. Tak lama pun menemukan apa yang dia cari. Zayyan masuk kedalam toko untuk mencari sebuah handphone untuk Nana.
Setelah memilih sebuah handphone, zayyan berencana akan langsung pulang ke hotel. Karena memang dia juga sudah sangat lelah menemani nana jalan-jalan hari ini.
*Drtttt ...
Drtttt ...
Drtttt* ...
Raka Is Calling
"Raka" Ucap zayyan saat melihat nama yang tertera di layar ponsel genggamnya. "Ada apa ? Tumben dia nelfon" Gumam zayyan sedikit berpikir.
"Assalamualaikum" Ucap zayyan mengawali panggilan nya.
"Waalaikumsalam" Jawab raka.
__ADS_1
"Apa kabar lo bro ? Lancar ngak bulan madunya ?" Goda raka.
"Baik" Jawab zayyan, "Ada apa ?" Tanya zayyan.
Raka terdiam cukup lama. Ia tidak tau harus bicara apa pada zayyan. Apakah dia harus katakan bahwa dikantor sedang terjadi masalah. Tapi zayyan sedang bulan madu sekarang, ia tidak mungkin mengganggu pasangan baru itu, Pikirnya.
"Raka.. Ada apa ? kenapa lo diam aja ? Apa ada masalah dikantor ?" Tanya zayyan saat tak mendapat jawaban dari asisten sekaligus sahabatnya itu.
"Hmm.. Sebenarnya" Ucap raka dengan ragu.
"Ada apa ? Ayo katakan " Desak zayyan.
"Zayyan, apa lo ingat dengan tuan deka yang kita temui minggu lalu direstoran kencana ? Pemilik perusahan I.R yang kita ajak untuk kerja sama ?" Tanya zayyan.
"Iya gue ingat, ada apa ?" Ujar zayyan.
"Dia bilang, dia bersedia menjalin kerja sama dengan perusahaan kita, tapi-" Ucap raka.
"Tapi apa ? Katakan dengan jelas" Seru zayyan.
"Tapi dia bilang, sebelum menandatangani kontrak kerja samanya. Dia ingik bertemu dengan CEO Rajendra Grup terlebih dahulu. Jika tidak, dia tidak mau menanda tangani kontraknya" Ucap raka.
"Jika kita melakukan kerja sama dengan perusahaan itu, maka akan sangat menguntungkan bagi perusahaan kita" Jelas raka. Zayyan terdiam cukup lama. Dia tidak tau harus bagaimana menyelesaikan masalahnya.
"Tapi lo tidak usah khawatir, lo nikmati saja bulan madu lo dulu. Gue dan Alexa akan berusaha sebaik mungkin. Kami akan berbicara pada tuan deka nanti" Seru raka. Sebenarnya ia tidak mau menganggu bulan madu sahabatnya itu. Namun bagaimana lagi, Pikirnya.
"Tidak, gue akan mengambil jadwal penerbangan ke Indonesia besok" Putus zayyan.
"Gue akan beri tahu dia nanti. Dia pasti akan mengerti" Jawab zayyan.
"Baiklah, maaf karena telah menganggu bulan madu kalian" Ucap raka.
"Tidak perlu meminta maaf. Gue yang harus nya berterima kasih pada kalian karena telah mau mengurus kantor selama gue pergi" Jawab zayyan.
❀❀❀
"Dia sudah tidur ternyata" Ucap zayyan saat pertama masuk kedalam kamar hotel mereka. Nana sudah terlelap dalam tidurnya. Menikmati mimpi yang mengangkasa.
Zayyan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun siapa sangka nana terbangun saat mendengar gemercikan air dari dalam kamar mandi.
"Siapa yang mandi malam-malam begini ?" Tanya nana pada dirinya sendiri. Namun matanya tak sengaja menangkap sebuah jaket yang dikenakan zayyan tadi sudah tergantung dibelakang pintu.
"Apa dia sudah pulang ? Tapi dia dari mana ?" Gumam nana.
Tak lama zayyan pun keluar dengan handuk yang terlilit di pinggangnya. "Kenapa bangun ?" Tanya zayyan saat melihat nana sudah terjaga dari tidurnya.
"Tadi aku mendengar suara air dikamar mandi. Aku kira siapa" Jawab zayyan, "Kamu baru pulang ?" Tanya nana.
__ADS_1
Zayyan mengangguk, "Iya" Jawabnya kemudian. Setelah mengenakan bajunya, zayyan mengambil sebuah paperbag yang ia letakkan di atas nakas tadi.
"Ini untuk mu" Ucap zayyan sembari menyodorkan sebuah paperbag pada nana.
"Ini apa ?" Tanya nana sembari mengambil paperbag itu.
"Buka aja" Jawab zayyan. Tanpa bicara lagi, nana langsung membuka paperbag itu. Ia melihat apa yang diberikan zayyan untuk nya.
"Handphone" Ucap nana yang diangguki oleh zayyan.
"Tadi kamu bilang, hp kamu di lindas oleh mobil saat mau ketaman kan ? jadi aku belikan kamu hp baru" Seru zayyan. "Dan ini kartu untuk mu, kamu boleh membeli apa saja menggunakan kartu itu" Jelas zayyan.
"Tidak perlu, kau ambil saja kartu ini. Aku masih punya uang untuk membeli barang-barang yang ku mau" Tolak nana.
"Kamu adalah istri ku sekarang. Sudah menjadi kewajiban ku untuk memberimu nafkah" Jawab zayyan yang tidak mau dibantah lagi.
"Baiklah, Terima kasih" Jawab nana tulus.
"Oh iya, besok kemasi barang-barang mu dan barang-barang ku juga. Kita akan kembali ke Indonesia besok pagi jam 10" Ujar zayyan.
"Kembali ke Indonesia ? Bukannya kita masih punya waktu 1 hari lagi disini dan setelah itu baru ke bali kan ?" Tanya nana.
"Tidak, aku tidak bisa. Karena aku harus menangani proyek besar di Indonesia. Klien ku juga meminta untuk bertemu dengan ku terlebih dahulu sebelum menanda tangani kontrak kerjanya" Zayyan menjeda ucapannya, "Jadi kita tidak bisa melanjutkan rencana bulan madu kita ke bali. Aku harap kamu mengerti" Ucap zayyan.
Nana terdiam sebelum akhirnya menjawab ucapan zayyan. Jujur saja ia sedikit kecewa, namun apa boleh buat, ia tidak mungkin mengganggu pekerjaan zayyan.
"Baiklah" Jawab nana. Mereka akhirnya memilih beristirahat karena besok mereka akan kembali melakukan perjalanan panjang.
❀❀❀
Keesokan harinya mereka telah bersiap-siap untuk pergi kebandara. Mereka akan melakukan penerbangan pada pukul 10.
"Apa sudah siap ?" Tanya zayyan.
"Sudah" Jawab nana dengan sangat tidak semangat. "Tapi aku belum membelikan oleh-oleh untuk mama, ibu, bibi dan kak shakira" Ucap nana.
Zayyan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya sebelum menjawab ucapan nana. " Sekarang baru jam 8, masih ada waktu. Nanti kita akan mampir di mall untuk membeli mereka oleh-oleh" Jawab zayyan.
Mendengar itu, nana menjadi semangat lagi. "Baiklah, terima kasih" Jawab nana sembari mencium singkat pipi zayyan. Sementara si empu hanya diam mematung setelah menerima kecupan dari wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.
❀❀❀
Hay..Hay sayang-sayang kuu. Maaf ya telat update, soalnya tadi author lagi kerjain tugas kuliah dulu. Hhehe.
Ayo dong kasih Votenya biar author tambah semangat untuk update dan nulisnya. Jangan lupa tinggalin Like dan Koment juga ya disetiap Bab nya.
Dan untuk yang udah ngak sabar menyaksikan kebucinan zayyan, harap SABAR ya. Karena tidak lama lagi, bab itu akan ada.
__ADS_1
Terima kasih ya karena udah setia membaca karya author 😘☺
Kerinci, Jambi 5 September 2020