
"Aku mohon kembali lah pada ku, sayang" Pinta zayyan dengan wajah memelas. Ia sangat berharap kalau nana akan kembali kepadanya. Memulai semuanya dari awal. ia berjanji tidak akan menyakiti nya lagi.
"Aku tidak bisa menjawabnya karena semua keputusan nya ada ditangan papa. Hari itu kau membiarkan papa membawaku kembali kerumah nya. Jika kau ingin aku kembali, maka kau harus meminta ku kembali pada nya" Sambung nana.
Zayyan menatap nana dengan tatapan penuh arti. "Baiklah.. Aku akan menemui papa dan meminta mu kembali" Jawab zayyan penuh keyakinan. Namun nana hanya diam tidak menanggapinya.
Wanita itu masih ragu tentang apa yang dikatakan oleh suaminya. Ia hanya takut terluka untuk kedua kalinya oleh orang yang sama. Ia hanya takut terjatuh pada lubang yang sama. Ia hanya berusaha menjaga hati yang sempat patah.
Nana memutuskan untuk kembali ke sofa. Ia begitu canggung jika harus berdekatan dengan suaminya sendiri. Mungkin karena selama ini hubungan mereka yang kurang baik.
"Astaga ini sudah waktunya nya makan siang" Gumam nana menepuk jidatnya sendiri. Wanita itu sampai melupakan makan siang nya karena zayyan.
"Apa kau lapar sayang ? Maaf kan mommy ya nak, karena hampir saja melupakan makan siang kita" Nana mengelus perut nya sambil berbicara pada janin yang ada dikandungannya. Ia seperti nya lupa kalau sedang berada di ruangan inap nya zayyan. Sementara zayyan dari tadi hanya tersenyum mendengar nana yang mengajak calon anak mereka berbicara.
"Ayo sekarang kita cari makan ya" Seru nana lagi. Ia berdiri dari duduknya namun saat kakinya mulai melangkah, zayyan menghentikannya.
"Tidak usah kemana-mana. Aku sudah memesan makanan, sebentar lagi akan sampai" Cegah zayyan. Tanpa menjawab nana kembali duduk disofa. Rasanya ia begitu malas jika harus berbicara pada laki-laki yang notabennya adalah suaminya sendiri.
💚💚💚
Setelah menunggu sedikit lama, akhirnya pesanan itu datang. Zayyan langsung membayar nya. "Ayo kemarilah kita makan bersama" Seru zayyan. Nana berjalan mendekati suaminya itu yang kini tengah duduk diatas tempat tidur.
"Kemarikan, biar aku yang siapkan" Ujar nana mengambil alih makanan itu. Ia menyiapkan semuanya, setelah siap nana memberikan satu makanan pada zayyan. Zayyan pun menerima makanannya.
Entah karena memang lapar atau doyan, nana makan dengan sangat lahap. "Apa kau sangat lapar sayang ? atau mommy mu yang lapar ?" Tanya zayyan yang tangannya saat ini bergerak mengelus perut nana. Mendengar itu, nana menjadi malu hingga membuat wajah nya memerah.
"Sayang, kenapa wajah mu memerah ?" Tanya zayyan sedikit menggoda istrinya itu.
"Mm.. Itu karena cuaca nya sangat panas" Ujar nana memberikan alasan.
"Tapi disini AC nya hidup. Apa masih panas ?" Tanya zayyan yang semakin gencar menggoda nana.
"Diam atau aku akan pergi dari sini" Ancam nana dengan mengangkat jari telunjuknya.
Zayyan menahan tawanya karena mendengar ancaman yang dilontarkan oleh nana. "Baiklah, maaf kan aku" Seru zayyan.
"Apa sudah kenyang ? Kalau belum kau boleh ambil bagian ku" Ujar zayyan menawarkan.
__ADS_1
"Tidak usah, aku sudah kenyang" Jawab nana. "Kenapa kau tidak menghabiskan makanan mu ?" Tanya nana saat melihat makanan zayyan tidak tersentuh sedikit pun.
"Aku tidak berselera makan" Jawab zayyan dengan senyuman.
"Huft... Jika kau makan, bagaimana kau akan sembuh ?" Tutur nana dengan lembut. "Kemarikan makanannya" Nana mengambil alih makanan itu dari tangan zayyan.
"Buka mulut mu" Seru nana sembari menyuapkan makanan kedalam mulutnya zayyan. Zayyan tersenyum senang melihat perhatian kecil yang diberikan oleh nana.
"Kenapa ?" Tanya nana saat melihat zayyan makan sambil tersenyum.
"Tidak. Aku hanya bahagia saja karena diperhatikan oleh istri ku" Jawab zayyan apa adanya.
Nana mengangkat sebelah alisnya saat mendengar ucapan zayyan. "Memang sejak kapan aku menjadi istri mu ?" Tanya nana dengan ketus.
"Sejak aku dan papa mertua melakukan ijab kabul dihadapan semua orang dan semua saksi berkata sah" Jawab zayyan.
"Hm.. Bukan kah pernikahan itu terjadi karena perjodohan dan sebuah ketepaksaan ?" Seru nana.
"Iya" Jawab zayyan yang menghentikan tangan nana untuk menyuapi suaminya itu. "Awalnya memang karena perjodohan dan sebuah keterpaksaan tapi sekarang sudah tidak lagi" Ucap zayyan.
"Sudah lah lupakan itu semua. Aku tidak peduli lagi alasan pernikahan kita, karena pada akhirnya kita tetap akan berpisah bukan" Ujar nana sambil memberikan sebotol air pada zayyan.
"Lupakan tentang kesepatakatan itu" Jawab zayyan yang membuat pandangan mereka saling bertemu. "Aku tidak mau berpisah dengan mu, kita kan besarkan anak kita bersama-sama" Sambung zayyan lagi.
"Jangan membantah ku lagi, karena aku tidak akan menceraikan mu sampai kapan pun" Tegas zayyan.
💚💚💚
Kini hari telah semakin sore, ibu ranya telah kembali kerumah sakit tapi dia hanya sendiri tanpa ditemani siapapun.
"Ibu sudah datang ?" Seru zayyan saat melihat sang ibu.
"Iya, dimana nana ?" Tanya ibu ranya. Matanya mengedar keseluruh arah mencari sosok menantunya itu.
"Nana sedang dikamar mandi bu" Jawab zayyan. Tak lama pintu kamar pun terbuka, dan nana keluar dari sana.
"Ibu" Seru nana saat melihat ibu mertuanya sudah berada di ruangan ini.
__ADS_1
"Ibu datang sendiri ?" Tanya nana.
"Iya sayang, ibu datang sendiri. Ibu akan menemani zayyan malam ini jadi lebih baik kau pulang saja nak" Titah ibu ranya pada sang menantu.
"Tidak bu, nana akan temani ibu disini" Tolak nana dengan halus. Sebenarnya jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam nana ingin selalu bersama dengan zayyan. Tapi disisi lain, ia juga takut berharap dan terluka kembali.
"Tidak sayang, kamu lagi hamil. Tidak baik bagi ibu hamil terlalu kelelahan. Ibu tau kau pasti sangat lelah. Jadi lebih baik kau pulang saya ya" Ibu ranya berusaha membujuk menantunya itu agar mau pulang, karena ia tidak mau nana kelelahan selama hamil.
"Tapi.." Nana baru saja ingin membantah namun ucapan nya langsung dihentikan oleh ibu mertuanya itu.
"Tidak ada tapi-tapian" Ujar ibu ranya yang tidak ingin dibantah lagi.
"Baiklah.. Nana akan pulang" Putus nana pada akhirnya. "Kalau begitu nana pulang dulu ya bu" Nana berpamitan pada ibu mertuanya seperti layaknya seorang perempuan. Baru saja nana ingin membuka knop pintu, zayyan menghentikan langkahnya.
"Tunggu, apa kamu melupakan sesuatu ?" Tanya zayyan. Mendengar itu, nana langsung mengecek tas nya tapi tidak ada yang ketinggalan.
"Huft.. Kamu melupakan suami sayang, apa kamu tidak mau berpamitan dengan ku ?" Tanya zayyan lagi. Nana menghela nafasnya, tanpa menjawab nana berjalan ke sisi tempat tidur laki-laki yang menyebut dirinya sebagai suami nana.
"Aku pulang dulu" Ucap nana datar.
"Duduk lah disini sebentar" Seru zayyan menepuk sisi kosong diatas kasurnya. Tanpa ada bantahan nana mengikuti kemauan zayyan. Wanita itu duduk ditempat yang ditunjuk oleh zayyan.
"Ada yang ingin ku katakan, mendekatlah" Seru zayyan meminta nana semakin mendekatkan wajahnya.
"Apa yang ingin kau katakan ? Cepat lah" Desak nana. Saat ini wajah nana sudah sangat dekat dengan suaminya. Ia pikir suaminya itu memang ingin mengatakan sesuatu tetapi ternyata semua itu hanya modus saja.
Tanpa izin, zayyan langsung mengecup pipi nana. "Sudah" Seru zayyan penuh kemenangan. Sementara nana hanya mematung mendapat kecupan dadakan dari suami nya itu. Muka nya memerah karena malu dengan ibu mertuanya.
"Aku pergi dulu" Ucap nana yang langsung pergi terburu-buru. Sementara zayyan hanya tertawa melihat istrinya malu.
"Dasar laki-laki tidak tau malu. Bisa-bisanya dia menciumku dihadapan ibu mertua" Gerutu nana disepanjang koridor. Ia sepertinya sangat kesal dengan suaminya itu.
To Be Continue..
Jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara Vote, Like dan Koment.
Happy Reading, Semoga Suka ☺
__ADS_1
Kerinci, Jambi 23 September 2020