
Saat ini, Nana sudah dipindahkan keruang rawatnya. Sebuah ruangan khusus untuk keluarga Rajendra. Memiliki ruangan yang sangat luas, bahkan diruangan itu juga disediakan sebuah kamar khusus. Sebagai menantu pemilik rumah sakit itu, tentu saja Nana akan dilayani bak seorang ratu.
Nana tampak sedang bersender ditempat tidur pasien. Sementara Zayyan duduk disamping sang istri. Laki-laki itu terlihat memandangi wajah wanita yang telah memberikan status seorang ayah padanya. “Kenapa mas lihatin aku kayak gitu ?” Tanya Nana heran karena dari tadi suaminya itu terus saja menatapnya.
Zayyan tersenyum lembut lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Mas sangat bahagia hari ini. Terima kasih karena telah sudi melahirkan seorang putra yang sangat tampan. Terima kasih karena sudah bersedia bertaruh nyawa dan menahan sakit hanya untuk memberikan mas seorang anak.” Ucap Zayyan dengan sangat tulus.
“Tidak perlu berterima kasih mas. Itu sudah menjadi tugas dan kewajibanku sebagai seorang istri, seorang ibu dan juga seorang wanita. Aku sangat bahagia bisa melakukan itu.” Ucap Nana menggenggam tangan sang suaminya dengan sebuah senyuman yang sangat indah.
Mereka pun saling memandang dengan tatapan penuh cinta. Zayyan sangat menyesal karena dulu pernah menyia-nyiakan wanita yang berhati baik seperti istrinya – Nana.
Tiba-tiba pintupun dibuka dari arah luar, sepasang suami istri itu langsung menoleh. Tampak seorang wanita paruh baya sedang menggendong seorang bayi ditangannya. Disusul oleh seorang laki-laki paruh baya juga. Siapa lagi mereka kalau bukan Mama yanti dan papa dion. Mereka begitu antusias untuk membawa bayi itu kedalam dekapan sang ibu.
“Sayang lihatlah, putramu ini sangat tampan. Oh ya ampun mama langsung jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.” Seru mama yanti memuji ketampanan sang cucu. Sementara Nana hanya tersenyum melihat
“Dia sangat tampan seperti menantu mu ini kan ma ?.” Tanya Zayyan dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.
“Tentu saja seperti dirimu, tidak mungkin seperti tetangga kan.” Sahut Nana memukul pelan lengan suaminya itu. Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Nana.
Mama yanti segera memberikan bayi tampan itu pada ibunya. Nana pun tampak menerimanya dengan sebuah senyuman yang mengembang. Matanya berkaca-kaca tak kala melihat seorang putra yang telah lahir dari rahimnya itu. Sungguh itu adalah suatu kebahagiaan yang sangat luar biasa baginya.
“Oh iya, siapa nama cucu ibu yang tampan ini.” Tanya ibu ranya yang baru saja sampai diruangan itu. Tadi setelah Nana melahirkan, ibu ranya pamit pulang untuk mengambil keperluan Zayyan dan Nana selama di Rumah Sakit.
“Iya, siapa yang akan menjadi namanya ?.” Timpal mama yanti ikut bertanya.
Sebelum menjawab kedua wanita paruh baya itu, Zayyan terlebih dahulu menatap sang istri kemudian tersenyum. “Namanya adalah Altezza Shakeel Rajendra.” Ucap Zayyan dengan tegas.
“Baby keel.” Sambung Zayyan kemudian.
“Kenapa tidak baby Al saja ?.” Protes Nana pada sang suami.
__ADS_1
Zayyan segera menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku ingin sesuatu yang berbeda untuk anak ku. Nama Al sudah banyak sekali di Negara ini. Makanya aku ingin dia dipanggil Baby Keel.” Seru Zayyan dengan mantap. Ia berharap tidak ada yang akan memprotes keputusannya.
“Baiklah, terserah kau saja.” Jawab Nana mengalah. Ia sebenarnya juga tidak keberatan dengan nama yang diberikan oleh suaminya itu. Tadi ia hanya bertanya dan mengemukakan pendapatnya saja tanpa bermaksud menentang keinginan dan keputusan sang suami.
“Selamat datang didunia barumu baby keel, kesayangannya mommy.” Seru Nana mengecup pipi sang putra dengan penuh kasih sayang.
“Apa setelah ini ayah tidak akan menjadi kesayangan mommy lagi ?,” Goda Zayyan.
“Tidak.” Jawab nana dengan cepat dan itu langsung bisa membuat raut wajah Zayyan berubah.
Melihat ekspresi menantunya itu, mama yanti jadi teringat saat-saat dia baru melahirkan shakira dulu. Waktu itu papa dion juga cemburu sama seperti Zayyan. “Sayang mulai sekarang kau harus siap mengurus dua bayi sekaligus.” Celetuk mama yanti.
Sementara nana tidak mengerti dengan ucapan sang mama. “Maksud mama ? Apa bayinya kembar ?.” Tanya Nana dengan polos.
Mendengar pertanyaan polos dari Nana, semua orang jadi tertawa terbahak-bahak. “Bukan itu, maksud mama mu adalah mulai sekarang kau akan memiliki dua bayi. Yaitu baby keel dan juga bayi besar mu itu.” Jawab ibu ranya berusaha menahan tawanya.
Saat ini ruangan itu terlihat sangat ramai, karena sekarang semua orang kebetulan sedang menjenguk Nana dan baby keel. Suasana tampak hangat karena mereka begitu bahagia menyambut kedatangan bayi tampan itu.
“Uh ya ampun yang, lihatlah dia sangat tampan sekali.” Siapapun yang melihat bayi itu pasti akan langsung jatuh cinta dengan ketampanannya, begitupun dengan Alexa yang saat ini tengah menggendong putra dari sahabatnya itu.
“Aku juga bisa memberikan mu bayi tampan seperti ini jika kau mau menikah dengan ku sekarang.” Celetuk Raka yang langsung mendapat pelototan tajam dari sang kekasaih – Alexa.
“Sepertinya itu sebuah kode dari kak Raka, mbak.” Seru Zizi tertawa melihat pasangan yang dianggapnya kocak itu.
“Aku dengar dari om Vando, kalian akan segera menikah. Apa itu benar ?.” Tanya zayyan.
Mendengar pertanyaan zayyan, Alexa jadi salah tingkah. “Da.. Dari mana lo ketemu sama papa ?.” Tanya Alexa terbata-bata. Ia begitu gugup karena ia tau, zayyan pasti akan sangat marah karena mereka berdua menyembunyikan kabar ini darinya.
“Kemarin gue tidak sengaja ketemu om vando di sebuah restoran. Gue sempat mengobrol juga sebentar, dan om vando bilang akan segera melangsungkan pernikahan. Apa itu benar ?.” Tanya Zayyan mengulang pertanyaannya.
__ADS_1
“Hm.. Sebenarnya itu hanya rencana. Kami berencana akan melangsungkan pernikahan 4 bulan lagi.” Jawab raka.
“Lalu kenapa kalian tidak beri tau gue ? Apa kalian sudah tidak menganggap gue sebagai sahabat kalian lagi ?.” Tanya Zayyan dengan sedikit kecewa, sementara yang lain hanya diam menyaksikan pertengkaran ketiga sahabat itu.
Alexa menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Bukan seperti itu, kami hanya berfikir waktunya masih terlalu lama untuk memberi tau semua ini. Makanya kami belum memberi tau lo ataupun kalian semua tentang kabar ini.” Jawab alexa mencoba menjelaskan kesalahpahaman ini.
“Huft.. Baiklah, untuk kali ini gue akan maafin kalian. Tapi jika kalian menyembunyikan sesuatu lagi dari gue, maka gue akan benar-benar menganggap persahabatan kita sudah berakhir.” Ucap Zayyan dengan tegas dan sedikit mengancam. Bukan apa-apa, mungkin ia sedikit egois dan munafik soal ini, tapi ia hanya ingin menjadi orang pertama yang tau tentang suka dan duka dari sahabatnya.
“Apa kalian sudah selesai bertengkar ? Apakah sekarang gue boleh menggendong keponakan tampan gue ini.” Celetuk Tristan menghentikan pertengakaran kecil mereka.
“Hhaha.. Tentu saja boleh Uncle.” Jawab Alexa langsung memberikan bayi tampan itu pada Tristan.
Tristan tersenyum melihat ketampanan dari putra sahabatnya itu. Bayi mungil itu memang mewarisi seluruh ketampanan dari ayahnya. “Hay sayang, ini adalah uncle Tristan atau kamu boleh panggil uncle prince, sama seperti mommy dan aunty zizi memanggil uncle.” Seru Tristan mengajak bayi mungil yang memiliki ketampanan tingkat dewa itu berbicara.
“Hhaha.. kok gue jadi pengen ketawa ya dengar baby keel panggil lo uncle prince.” Tawa Raka pecah saat meledek sahabat dari istri sahabatnya itu.
“Memangnya kenapa ? Mereka memang memanggil gue seperti itu, iya kan queen, princess ?.” Tanya Tristan meminta pembelaan dari kedua sahabatnya itu. Nana hanya menjawab laki-laki itu dengan sebuah anggukan dan senyuman sementara zizi hanya diam tidak menanggapi.
“Lo ngak mau lihat baby keel zi ? Kok dari tadi gue lihat lo santai-santai aja disaat semua orang rebutan ingin menggendongnya.” Celetuk Raka.
“Gue kan udah lihat babynya. Malahan gue pertama kali lihat ketampanan keponakan gue yang satu ini. Bahkan lebih dulu dari mak bapaknya.” Jawab zizi dengan santainya. Bagaimana mungkin mereka melupakan bahwa zizi adalah dokter yang telah membantu proses persalinan dari nyonya muda rajendra itu.
Hallo Aunty, Hallo Uncle..
Kalian semua apa kabar ? Dapat salam nih dari Baby Keel, putra tampannya Ayah Zayyan dan Mommy Nana. Oh iya tadi baby keelnya juga pesan, katanya jangan lupa untuk Vote, Like and Koment ya.
Happy Reading, Semoga Suka.
Kerinci, Jambi 8 Oktober 2020
__ADS_1