
Jam pulang sekolah pun telah tiba, saat keyna dan teman-temannya sudah berada di depan gerbang keyna melihat mobil yang sudah tak asing baginya.
"kenapa sih pake acara jemput tinggal kirim alamat rumahnya nanti gua kan bisa naik taksi online" batin keyna
Devan turun dari mobil dan mendekati keyna yang masih melamun menatap mobilnya, teman-temannya begitu kaget melihat Devan yang turun dari mobil mewah itu.
"Key suami Lo nyamperin Lo tuh" kata Rika.
"Cie di jemput suami nih" gombal Tata.
"Gua cabut duluan ya guys " ucap keyna langsung menuju ke mobil Devan dan menutup mobil Devan dengan keras, saat ini keyna sangat malu, ia takut ketahuan satu sekolah kalau ia sudah menikah.
Devan yang turun dari mobil kembali masuk dan meninggalkan sekolah keyna. sepanjang perjalanan keyna tidak mengeluarkan ucapan apapun begitu pula Devan.
Tak berapa lama mereka telah sampai di perumahaan yang sangat elit, mata keyna terkagum ia tidak menyangka bahwa ia akan tinggal di sekitar rumah elit ini.
"Rumah mereka kurang besar di bandingkan rumah gua" ucap Devan datar.
akhirnya merekapun masuk kedalam gerbang rumah yang di buka oleh satpam dan Keyna sangat tidak menyangka melihat rumah Devan yang begitu mewah dan sangat indah, rumahnya pun tak sebesar rumah Devan.
"Astaga ternyata pak tua punya juga rumah dekorasinya sangat bagus kaya gini " ucap keyna kagum
"Hey bocah kecil memang penampilan gua tidak meyakinkan untuk mempunyai rumah sekeren ini" ucap Devan yang kesel dengan ucapan Keyna.
"ayo masuk gua akan memberikan Daftar peraturan dalam rumah ini yang harus Lo patuhi" ucap Devan datar.
Anggaplah halaman rumah Devan ala Eropa gitu 🤭🤭🤭
saat keyna masuk kedalam rumah Devan ia merasa sangat kagum melihat dekorasi rumah Devan klasik dan tertata dengan rapi, keyna masuk kedalam dapur dan ruangan nonton sangatlah indah.
"Hei bocah kecil " panggil Devan
"apa Pak Tua" balas keyna yang masih memandang di luar jendela terdapat kolam yang sangat indah.
"Ini peraturan yang Lo harus patuhi di rumah ini" ucap Devan memberikan Keyna selembar kertas yang berisi peraturan dalam rumah Devan.
keyna pun membaca peraturan itu sangat kaget karena banyak sekali peraturan yang di buat Devan seperti peraturan di sekolahnya.
"mending buat sekolah sekalian pak tua " batin keyna
membersihkan rumah karena Devan tidak akan menyewa pembantu
__ADS_1
memasak untuk Devan setiap hari
mencuci Baju
membersihkan kolam renang
memenuhi semua kebutuhan Devan tanpa ada penolakan.
menyiapkan baju kerja Devan
Devan tidak ingin mendengar protes atau apapun itu.
"Hei pak tua apa kau tidak menyewa pembantu masa gua yang harus mengurus rumah sebesar ini sendiri " ucap keyna kesel membaca peraturan Devan.
"bocah kecil gua akan memberikan Lo gaji, Lo kira mau gua kasih uang jajan Lo secara percuma" ucap Devan ketus.
"Dasar pak tua tidak punya rasa kasihan sama gadis kecil" keyna memanyunkan bibirnya.
" Hei bocah kecil perhatikan peraturan no. 8 tidak ada protes mengerti, dan di sana kamar Lo dan kamar gua di atas." ucap Devan datar menunjuk arah kamar keyna.
__ADS_1
"Hei pak tua tapi pakaian gua masih ada di rumah gua, tadi kan kita gak sempat ke rumah papa " ucap keyna.
"Bocah kecil semua pakaian Lo sudah di ambil oleh orang suruhan gua, jadi masuk saja dalam kamar dan jangan banyak protes " ucap Devan langsung masuk kedalam kamar karena hari ini Devan sangat lelah.
"Dasar pak tua" teriak keyna dan langsung masuk kedalam kamarnya yang sudah di dekor sangat cantik.
kamar Keyna.
Keyna pun langsung membuka pintu lemarinya sudah tersusun rapi dengan pakaian miliknya dan Keyna pun masuk kedalam kamar mandi membersihkan tubuhnya, keyna sudah melaksanakan solat Zuhur di mushola sekolah mereka.
setelah mandi keyna merebahkan badannya di atas kasur yang sangat empuk, tak menunggu berapa lama keyna langsung tertidur dengan nyenyak.
sementara Devan di dalam kamarnya memandang keluar jendela sambil berpikir dengan memasukan tangannya kedalam celana entah apa yang di pikirkan Devan hanya Devan sendiri yang tau.
Kamar Devan. Sultan mah bebas 🤭🤭
malam harinya Keyna memasak di dapur, sejak sore tadi setelah solat asar keyna mulai membersihkan rumah Devan, walau keyna anak manja dan keras kepala tapi keyna bisa mengerjakan pekerjaan seorang perempuan karena mama Mira dan papa Damar selalu keluar kota untuk berobat, sehingga keyna yang memasak dan membersihkan rumah sendiri tanpa ada bantuan siapapun.
keyna pun berkutat di dapur sekitar 1 jam setelah masak keyna menata hasil masakannya di atas meja dengan rapi.
setelah itu keyna kembali ke kamar membersihkan dirinya dan mengerjakan solat isya, setelah melakukan ibadahnya keyna menuju ke dapur karena ia sudah sangat lapar dan lelah membersihkan rumah Devan dan memasak sendiri.
Devan yang baru keluar dari kamarnya mencium aroma masakan yang mengunggah selera makannya, Devan menghampiri meja makan yang sudah tertata rapi.
"hei pak tua makanlah" ucap keyna dengan cekatan ia menyodokkan nasi ke piring Devan lalu menaruh lauk pauk untuk Devan.
Devan pun menyantap masakan Keyna yang begitu enak tidak terlalu buruk di lidah Devan, mereka menyantap makan malam mereka dengan tenang tanpa ada keributan ataupun perdebatan.
setelah makan malam Devan pun ke ruang TV memasang siaran bola kesukaannya.
sementara keyna merapikan piring kotor mereka setelah makan dan mencucinya keyna menghampiri Devan di ruang TV dan merebahkan badannya yang sangat lelah.
"gua lelah badan remuk rumah sebesar ini harus berishin sendiri memang dasar aki-aki gak punya hati....🎶🎶🎶" keyna bersenandung sengaja untuk menyindir Devan namun Devan sama sekali tidak merespon malah semakin asik menonton siaran kesukaannya.
"pak tua " ucap keyna
"Hmmm.." balas Devan.
"bisa tidak kerjakan 1 pembantu aja untuk bantu gua kerja di rumah Lo yang sebesar ini, kalau gua kerja sendiri setiap hari bisa mati muda gua Karena kecapean" keyna melirik kearah Devan melihat ekspresi apa yang akan ia dapatkan dari Devan.
"Hei bocah kecil masih ingat peraturan 8 jangan protes, dan itu juga tugas Lo sebagai istri itung-hitungan kan mencoba jadi istri yang baik dan membantu keuangan suami jadi tidak cepat habis" ucap Devan masih menatap layar TV
"tapi bukan juga kaya gini pak tua, Lo mau bunuh gua secara perlahan, ayolah hanya satu pembantu aja, lagian uang Lo banyak gak akan habis karena mempekerjakan satu pembantu aja" ucap keyna memohon.
"kalau gua bilang tidak ya tidak, apa Lo budeng ha bocah kecil, sana ke kamar ganggu orang nonton aja " bentak Devan pada keyna membuat keyna ketakutan, keyna pun berlari masuk kedalam kamarnya dan menguncinya.
__ADS_1
"Dasar pak tua tidak punya perasaan semoga kau mendapatkan Azab pak tua sialan " batin keyna menyumpahi Devan dengan sumpah serapah walau hanya dalam batin keyna.
Next...guys...Next...😁😁