Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 54


__ADS_3

"Hal aneh apa yang kau maksud Ivan " ucap Gibran.


"Pak Ibrahim adalah mantan pekerja di perusahaan Devan dan setahun yang lalu Devan memecatnya karena melakukan sesuatu hal yang sangat fatal dan setelah itu pak Ibrahim mulai membanting tulang nya untuk menghidupi anak dan istrinya"


"Dan anehnya di sini keluarga pak Ibrahim selalu bilang bahwa mereka setiap bulan di kirimkan uang oleh pak Ibrahim tapi mereka tidak tau pak Ibrahim berkerja di mana dan berada di mana" ucap Ivan.


"Dan aku menemukan sesuatu yang menarik tuan " ucap Ivan langsung menyalakan layar ponselnya.


"Pak Ibrahim juga yang telah membunuh pak Damar bersama dokter Abraham di ruangan itu setelah susah payah saya mencari CCTV ini dan mendapatkannya di ponsel milik pak Ibrahim" ucap Ivan.


"Bajing** mana orang itu akan aku bunuh dia " ucap Gibran dengan amarahnya.


"Maaf Gibran tapi dia sudah meninggal saat ia di bawa ke rumah sakit bersama Keyna" ucap Ivan.


"Dasar brengs**siapa sebenarnya dalang semua ini" ucap Gibran memukul dinding rumah sakit.


"Sabarlah Gibran, aku dan Ivan mencurigai seseorang tapi sebelum itu Ivan akan memastikannya terlebih dahulu dan untuk sementara ini ikutilah permainannya." Ucap Devan dingin.


"Mau sampai kapan apakah sampai dia benar-benar membunuh Keyna kembali, ingat Devan dia orang yang sangat berbahaya buat Keyna dan saat ini kita belum tau kondisi Keyna apakah dia bisa hidup atau..." ucap Gibran emosi.


"Dia akan baik-baik saja Gibran" ucap Devan menatap kearah Gibran dengan tajam.


" Dan Aku tau itu biarlah kali ini dia lolos tapi seterusnya akan ku pastikan dia tidak akan lolos lagi" ucap Devan dengan senyum devil yang sangat di takuti oleh Ivan dan Gibran.


"Tuan aku juga sudah menemukan lokasi dokter Abraham bersembunyi selama ini " ucap Ivan.


"Bawa dia kembali kehadapan ku dan jangan biarkan dia lolos " ucap Devan menatap kearah Ivan.


"Baiklah tuan " ucap Ivan menunduk.


"Apa kau sudah mengabari keluarga pak Ibrahim tentang kematiannya" ucap Devan datar.


"Sudah tuan " ucap Ivan.

__ADS_1


"Baguslah" ucap Devan langsung pergi meninggalkan Ivan dan Gibran menuju ke ruang IGD, Ivan dan Gibran pun hanya saling menatap dan mengikuti langkah Devan.


Setelah sampai ke ruangan IGD mommy Nayla langsung memeluk tubuh Devan sambil menangis, membuat Devan bingung.


"Devan....anakmu dan Keyna tidak selamat nak hiks...hiks...hiks.." ucap mommy Nayla.


Saat mendengar ucapakan mommy Nayla Devan bagai tersambar petir ia tidak berpikir jernih Devan mendekat kearah dokter Ical dan Melly yang baru keluar dari ruangan IGD.


"Mana anakku dan istriku Ical...Melly....kalian sudah berjanji padaku untuk bisa menyelamatkannya" ucap Devan memegang kerak baju Ical.


"Kami sudah berusaha yang terbaik Dev, tapi Tuhan berkehendak lain " ucap Ical.


"Apa yang kamu bicarakan " ucap Devan mendorong tubuh Ical.


Devan pun berjalan gontai memasuki ruangan operasi itu kemudian ia melihat tubuh keyna yang terbaring di sana dengan wajah yang sudah sangat pucat dan tubuh dinginnya.


"Sayang keyna....my little wife" ucap Devan duduk di samping keyna dengan lututnya.


"Dev" ucap Melly mendekati Devan.


"Jangan berisik Melly dia sedang tertidur nyenyak lihatlah wajahnya sangat tenang dan cantik" ucap Devan membelai kepala Keyna.


"Devan sadarlah dia sudah tidak ada di dunia ini, istri mu sudah meninggal Devan" ucap dokter Melly.


"Tutup mulut mu Melly, jangan coba-coba mengatakan keyna meninggal " ucap Devan dengan lantang.


"Sayang bangunlah mereka mengatakan hal yang aneh tentang dirimu, aku tau kamu tidak akan meninggalkan ku sendiri kan sayang" ucap Devan memeluk tubuh keyna dengan air mata yang sudah mengalir begitu deras.


"Devan " Ical langsung menarik tubuh Devan dari keyna.


"Sadarlah Bajing** istrimu tidak akan menyukai melihat kondisi mu seperti ini ikhlaskan lah dia Devan" ucap Ical memukul wajah Devan dengan kuat.


"Apa yang kau katakan Ical keyna ku tidak akan meninggalkan ku sendiri " ucap Devan memukul Ical secara bertubi-tubi.

__ADS_1


Ivan yang masuk langsung memisahkan antara Devan dan dokter Ical, kemudian beberapa perawat yang ingin membawa keyna keluar langsung di tahan oleh Devan.


"Jangan berani menyentuh istriku atau kalian semua akan mati di sini " ucap Devan dengan tatapan membunuh.


"Devan " ucap pak Mahendra yang masu kedalam ruangan itu.


"Sadarlah" pak Mahendra menampar Devan dengan keras.


Devan pun langsung terduduk lemas di lantai ia sangat kacau saat ini belum bisa menerima kepergian Keyna orang yang sangat berharga dan sangat Devan cintai.


"Biarlah aku berbicara sebentar dengan Keyna aku mohon " ucap Devan pelan.


Kemudian Devan mendekat kearah Keyna memeluk tubuh istrinya itu dan mencium wajah keyna secara bertubi-tubi.


" Keyna bangunlah aku mohon jangan pergi aku tidak ingin sendiri " ucap Devan.


"Aku berjanji pada mu akan selalu ada di samping mu, apa yang kau mau akan ku berikan pada mu tapi ku mohon bangunlah keyna " ucap Devan memegang tangan keyna namun Devan merasa aneh tangannya yang awalnya dingin ia mulai merasa ada kehangatan di tangan keyna.


"Ical bisa kau mengecek kondisi istriku aku merasa dia masih hidup" ucap Devan namun Ical tidak menghiraukan nya karena Ical masih menganggap bahwa Devan sedang berhalusinasi.


"Aku tidak bohong Ical ku mohon lihatlah Keyna dia masih hidup" ucap Devan.


Kemudian Ical pun langsung mendekat kearah Keyna dan betapa terkejutnya Ical ia masih merasakan detak jantung keyna namun sangat pelan dengan cepat Ical pun langsung memanggil berapa perawat untuk memberikan Keyna oksigen dan berbagai macam alat medis lainnya.


"Suatu keajaiban Devan dia bisa kembali hidup " ucap Ical merasa takjub dengan kekutan cinta Devan dan Keyna.


"Oh terimakasih ya Allah, terimakasih juga keyna karena kau telah kembali untukku " ucap Devan mencium wajah keyna bertubi-tubi.


Dokter Melly yang melihat keajaiban itu pun langsung menangis ia sangat tidak menyangka bahwa keyna akan hidup kembali namun kalau sudah Tuhan berkehendak maka apapun bisa terjadi walau itu hal yang sangat mustahil.


Flash back Off


Next...next ..

__ADS_1


__ADS_2