Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 51


__ADS_3

1 Minggu setelah kejadian tembakan yang membuat lengan Devan terluka, penjagaan keyna dan calon anaknya semakin di perketat keyna sama sekali tidak bisa keluar rumah untuk melakukan aktivitas apapun, jika ia ingin makan maka dia hanya berpesan pada Devan dan Devan langsung akan membelikan buat keyna.


"Ah aku sangat bosan" ucap keyna menatap layar TV, mommy Nayla dan mama Mira tidak sempat menemani keyna karena ada urusan.


Keyna yang merasa bosan pun langsung berkeliling di halaman rumah sambil menikmati Udara segar, tak lama kemudian Keyna melihat satpam rumahnya yang sedang mengusir seseorang yang ingin masuk ke dalam halaman rumah mereka,


Keyna yang penasaran pun mendekati kearah gerbang rumah mereka.


"Apa yang terjadi pak Teri " tanya keyna pada satpam rumahnya


"Maafkan saya nona tapi orang ini sedari tadi ingin memaksa masuk walau saya sudah mengusirnya berapa kali" ucap pak Teri.


Keyna pun menatap kearah sosok yang di maksud pak Teri itu namun keyna merasa sangat iba kepada orang itu karena melihat luka yang ada di pergelangan lengannya dan melihat penampilannya yang acakan dan mukanya yang hancur kemungkinan karena luka bakar.


"Apa bapak lapar " tanya keyna namun orang itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa bapak ingin masuk kedalam sini" tanya keyna namun bapak itu hanya menggelengkan kepalanya dan berbicara tidak jelas membuat keyna bingung.


"Pak Teri apa orang ini tidak bisa berbicara dengan normal " tanya keyna pada pak Teri.


"Sepertinya nona karena sedari tadi saya mengusirnya dia hanya menggelengkan kepalanya dan memaksa masuk " Ucap pak Teri.


"Bisa minta tolong pak Udin untuk mengambilkan kotak P3k yang ada di dalam rumah"ucap keyna dan pak Teri pun segera memberitahukan pak Udin tak lama kemudian pak Udin datang dengan membawa Kotak medisnya.


Keyna pun duduk setara dengan bapak itu kemudian dengan lihai membalut luka yang ada di lengan bapak itu.


"Pak Udin bisa minta tolong bawakan pakaian dan juga makanan" ucap keyna, pak Udin pun langsung pergi setelah mendapatkan perintah dari keyna.

__ADS_1


"Pak Teri bawa dia masuk kedalam halaman ini dan beri dia makan dan pakaian baru " ucap keyna lembut.


"Tapi nona, tuan melarang saya untuk memasukan orang sembarangan ke halaman rumah ini, dan Kalau saya melakukannya tuan bisa marah pada saya " ucap pak Teri.


"Tak apa pak Teri saya yang akan bertanggung jawab " ucap keyna dengan lembut.


Kemudian Keyna meninggalkan pak Teri dan bapak itu namun baru berapa langkah keyna berjalan meninggalkan mereka suara tembakan melayang dan mengenai tubuh keyna membuat keyna langsung terjatuh sambil memegangi perutnya.


Keyna pun berbalik dengan tenaga yang tersisa melihat orang yang menebaknya ternyata adalah bapak tadi yang keyna tolong, kemudian pandangan keyna mulai buram dan langsung terjatuh pingsan.


Semua pengawal dan pekerja rumah Devan langsung berlari kearah keyna dan bapak itu yang juga membunuh dirinya dengan menembakan pistol di kepalanya,Keyna langsung segera di bawa lari ke rumah sakit dengan beberapa pengawal pribadi.


Sementara seorang wanita yang melihat kejadian itu tertawa puas karena rencananya sudah sangat berhasil memanfaatkan orang lain untuk membunuh Keyna dan anaknya.


"Hahahaha sekali dayung dua pulau terlampaui " ucap wanita itu dengan tawa puasnya.


"Sialan" ucap Devan memukul stir mobilnya dengan kuat.


Sesampainya di rumah sakit Devan langsung berlari sangat kencang hingga di depan pintu IGD yang sudah terdapat Ivan dan Tata di sana.


"Tuan " ucap Ivan pelan.


"Jangan bicara Ivan, istri dan anakku pasti baik-baik saja " ucap Devan.


Tak berapa lama dokter Ical dan Melly keluar dari ruangan itu untuk memberitahukan kondisi keyna yang sangat kritis.


"Devan maafkan kami, kami hanya bisa menolong nyawa keyna tapi tidak dengan anakmu" ucap dokter Ical.

__ADS_1


Devan yang mendengar hal itu langsung memukul wajah Ical hingga membuat Ical jatuh tersungkurp ke lantai.


"Kau ku Bayar sangat mahal dan kenapa menyelamatkan anakku kau tidak bisa" ucap Devan yang sudah terbakar amarah.


"Devan tenang lah kami akan melakukan operasi secepatnya jika kau menyetujui hal ini kalau tidak nyawa keyna pun akan jadi taruhannya" ucap dokter Melly pelan membuat Devan Lulu saat mendengar nama istrinya itu.


"Kumohon Melly selamatkan keyna dan anakku" ucap Devan yang sudah terlihat sangat rapuh.


"Semua kita serahkan pada Tuhan Devan dia sang pemilik nyawa, kami disini hanya bisa berusaha yang terbaik untuk keyna dan anakmu" ucap dokter Melly.


Ivan pun mendekat ke arah Devan dan langsung memeluk sahabatnya itu, ia tidak memikirkan derajat bos dan anak buah.


"Hei sob jangan rapuh seperti ini" ucap Ivan.


"Aku gagal menjaga anakku dan istriku Ivan" ucap Devan dengan air mata uang sudah mengalir.


Walau Devan terlihat kejam dia tetaplah manusia yang mempunyai hati bila orang yang sangat Devan sayangi terluka.


"Kita doakan semoga keyna dan anak mu baik-baik saja " ucap Ivan melepas pelukannya dari Devan dan memukul bahu Devan dengan pelan.


"Ya Allah ya Tuhan ku selamat kan lah istriku jangan kau mengambil dia secepat ini aku benar-benar tidak sanggup hidup tanpa mereka" batin Devan.


Sementara Tata hanya bisa menangis melihat kondisi keyna dan melihat kerapuhan Devan.


"Keyna ku mohon selamatlah suami mu sangat mencintai mu dan menunggu mu di sini dan aku juga menunggu mu jadi selamatlah keyna " batin Tata.


Next....next ...😫😫😫

__ADS_1


__ADS_2