
Setelah mendengar penjelasan Ical Devan segera pulang ke rumah membawa mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, setelah sampai di rumah Devan segera mencari Keyna di dalam kamar namun tak menemukan istrinya itu.
"Bi Tati, Bi Ina, Bi Sumi " teriak Devan dengan lantang.
ketiga pembantu yang mendengar namanya di panggil oleh tuan mereka segera berlari cepat menuju ke tempat Devan.
"Apa kalian melihat istriku"tanya Devan kepada tiga pembantu di rumahnya.
"nyonya muda sedang berada di taman belakang tuan " ucap Bu Sumi.
"baiklah " ucap Devan langsung bergegas pergi menemui keyna di taman belakang.
Devan pun terhenti langkahnya saat melihat Keyna yang sedang asik menanam bunga bersama pak Udin, senyum indah yang menghiasi wajah keyna membuat kecantikan wanita itu bertambah.
namun Devan masih ingin menemui keyna untuk menanyakan perihal cerita yang Ical sampaikan padanya saat di kantor, Devan pun langsung memanggil Keyna dengan lantang membuat keyna kaget dan langsung melihat kearah Devan.
"apa pekerjaan kantornya sudah selsai" ucap keyna bingung karena melihat Devan sudah pulang.
"pak Udin lanjutin pekerjaan saya ya" ucap keyna pada pak Udin.
"baik Nyonya" balas pak Udin langsung mengambil ahli pekerjaan keyna.
keyna pun membersihkan tangannya kemudian menuju kearah Devan, namun keyna melihat ekspresi Devan sangat tidak mengenakan.
"ada apa hubby mengapa kau pulang secepat ini " tanya keyna.
"aku ingin bertanya pada mu " ucap Devan dengan wajah dinginnya membuat keyna takut.
__ADS_1
"ada apa sayang katakanlah" ucap keyna pelan.
"apa kau mencintaiku dan apa kau bahagia dengan pernikahan kita " tanya Devan menatap kearah Keyna dengan tatapan tajam.
"Mengapa kau menanyakan hal itu jika kau sudah tau pasti jawabannya hubby " ucap keyna mulai mendekat kearah Devan namun Devan menghentikan langkah keyna.
"Stop di situ, aku hanya perlu mendengar jawaban mu" ucap Devan dengan lantang.
"ya aku mencintaimu dan sangat mencintai mu hubby, aku bahagia dengan pernikahan kita " ucap keyna dengan senyum manis yang menghiasi wajah keyna.
"kalau kau benar-benar mencintai ku kenapa kau meminum obat pil KB keyna, apa sebenarnya kau mencintaiku atau hanya mempermainkan ku " ucap Devan.
"Pil KB maksud mu apa hubby, kau tau sendiri aku menginginkan seorang anak dari mu " ucap keyna.
"jadi apa kau bisa jelaskan ini, aku membukanya di laci meja rias mu saat aku mencari mu tadi di dalam kamar" ucap Devan menunjukkan pil KB yang ia temukan di kamar mereka.
"Aku berani bersumpah hubby aku tidak meminum obat penunda hamil ini, kau tau aku ingin memiliki seorang anak dan kau juga ingin memiliki seorang anak " ucap keyna pelan.
"jadi mengapa pil KB ini ada dalam kamar kita, apa pil KB ini memiliki kaki dan bisa berjalan dari toko obat ke rumah kita " ucap Devan dengan lantang.
"aku juga tidak tau hubby aku berani bersumpah aku tidak meminum pil obat penunda hamil itu" ucap keyna matanya mulai berkaca-kaca.
"Hubby percayalah pada ku, aku mengatakan hal sebenarnya aku tidak meminum obat itu hiks...hiks.." ucap keyna meneteskan air matanya tapi tak membuat Devan luluh.
"apa kau mengatakan diagnosa Melly salah, dia mengatakan kepada Ical bahwa kau mengonsumsi obat pil itu keyna " ucap Devan dingin.
Flash back ON
__ADS_1
"sebenarnya keyna tidak akan bisa hamil Devan jika ia meminum obat penunda hamil " ucap Ical.
"obat penunda hamil apa yang kau maksud Ical " ucap Devan.
"Melly melihat kondisi tubuh keyna, dan mendapatkan hasil bahwa keyna selalu meminum obat penunda hamil itu secara rutin " ucap Ical.
"kurang ajar kau Ical menuduh istriku, apa kau tau dia sangat menginginkan seorang anak " ucap Ical memegang kerak baju Ical.
"aku mengatakan hal sebenarnya Devan, aku juga tidak langsung memercayai kata-kata Melly, aku melakukan pemeriksaan pada keyna apa kau ingat hari itu aku menyuruh mu dan Keyna datang keruangan ku setelah kau bertemu dengan Melly " ucap Ical.
"tapi mengapa keyna melakukan hal ini" ucap Devan melepaskan kerak baju Ical.
"aku juga tidak tau Devan, selesaikan hal ini baik-baik dengan istri mu pasti dia mempunyai alasan khusus untuk itu " ucap Ical.
"Tapi tidak mungkin Ical, aku mengenalnya dia sangat menginginkan seorang anak dari buah cinta kami Ical " ucap Devan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Maaf tuan bila saya lancang tapi apa yang di katakan dokter Ical ada benarnya, sebaiknya tuan segera menemui nona muda "ucap Ivan.
Devan yang mendengar ucapan kedua sahabatnya langsung mengambil jas dan kunci mobilnya dan segera pergi menuju ke rumahnya dan meminta kejelasan pada keyna.
Flash back Off
"Jangan berbohong pada ku keyna aku sangat memercayai mu, katakan sebenarnya kenapa kau meminum obat ini " ucap Devan mulai pelan.
"Aku bersumpah hubby, aku sudah mengatakan berapa kali aku tidak meminum obat penunda hamil itu " ucap keyna mulai meninggi karena sedari tadi Devan tidak memercayai nya.
udah yuk next aja...😣😣😣😣
__ADS_1