
2 hari telah berlalu namun Devan masih mengalami mual-mual yang luar bisa seperti yang terjadi lagi pagi ini saat Keyna sedang mengganti pakaian Aditya untuk menghadiri akad nikah Ivan & Tata, Devan tiba-tiba saja mual alasannya karena mencium bau tidak sedap dari arah dapur.
Keyna pun mengecek ruangan dapur dan ternyata pembantu mereka sedang memasang udang saos pedas, namun dalam pikiran Keyna tumben Devan tidak menyukainya perasaan makanan seafood sejuta umat ini paling di sukai oleh Devan.
Keyna pun kembali ke dalam kamar melihat Devan sudah terbaring lemas karena memuntahkan semua isi perutnya.
"apa kita tidak usah pergi saja sayang, aku akan menghubungi kak Ica " Keyna khawatir mengusap kepala Devan.
"tidak...aku baik-baik saja setelah istirahat beberapa menit" ucap Devan sambil mengelus pipi Keyna.
"yakin...kamu enggak apa-apa nih, kalau memang enggak enak badan kita enggak usah pergi, aku takut kamu di sana kenapa-kenapa lagi "
"enggak... apa-apa sayang, sudah gantian aku dan Aditya tunggu kamu di luar sekalian cari Udara segar" ucap Devan bangun dari tempat tidur lalu menggendong tubuh mungil Aditya yang sudah terlihat tampan dan rapi senada dengan baju sang Daddy.
" wah anak ganteng Daddy sudah makin besar" ucap Devan sambil mencium pipi gembul Aditya dan Aditya tertawa geli karena rumput-rumput kecil yang tumbuh di dagu Devan yang sudah mulai lebat mengenai dirinya.
Keyna yang sudah selesai bergantian langsung menyusul Devan dan Aditya yang sudah berada di mobil karena Devan tidak tahan berada lama di dalam rumah yang sudah di penuhi bau masakan pembantu mereka.
"sudah selesai ayo " ucap keyna masuk dalam mobil dan mengambil Aditya dalam gendongan Devan.
"cantik" Devan menatap Keyna.
"apaan sih jangan gombal, ayo jalan nanti telat loh " balas Keyna mulai malu.
"cium dong" Devan mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Keyna.
"Hubby, ada Aditya loh, nanti ya ok " keyna berusaha mendorong tubuh Devan dengan susah.
"ayolah sayang, aku pengen di cium sekali aja ya ..ya...ya..." Devan benar-benar manja berubah 180° dengan sifat biasanya.
__ADS_1
Keyna yang malas berdebat pun akhirnya menuruti keinginan suaminya itu entah mengapa Devan berubah sangat drastis membuat Keyna pusing seakan sekarang keyna memiliki 2 bayi namun berbeda umur.
hampir 1 jam 30 menit mereka berjalan menyusuri kemacetan di kota metropolitan yang begitu padat akhirnya sampe dan segera masuk kedalam gedung mewah yang memang Devan sudah siapkan untuk pernikahan Ivan & Tata.
" syukur aja belum telat " keyna mengusap dadanya.
"kalian dari mana aja, dari tadi aku tungguin" tanya Ica dan langsung mengambil Aditya dari gendongan Keyna.
"tadi Devan enggak tau kenapa langsung muntah sampai habis isi perutnya, yah aku panik rencananya aku enggak datang karena kondisi dia kaya begitu tapi dia maksa mau datang katanya sudah tidak apa-apa" keyna menjelaskan semuanya pada Ica
"tapi sepertinya dia baik-baik aja tuh " ucap Ica melihat Devan dan Gibran bersama rekan-rekannya kerja lainnya sedang asik mengobrol membahas tentang perusahaan.
"semoga, tapi di mana dokter Melly dan dokter Ical aku belum melihat mereka " keyna mencari keberadaan sepasang sejoli itu yang belum nongol Samapi dunia sekarang.
"enggak tau, banyak pasien kali enggak bisa di tinggal " ucap Ica sambil menaikkan jari Aditya.
"tapi tadi kata dokter Melly datang kok, nih dia mengirimkan aku SMS" keyna menunjukkan isi pesan Melly pada Ica.
saat Ica dan keyna asik duduk di kursi yang memang sudah di siapkan untuk para keluarga dan tamu Melly dan Ical datang bersamaan menghampiri kedua mereka.
"hai Ica, Keyna" sapa Ical.
"OMG...sini sama Tante Melly mau" Melly langsung menggendong Aditya dari tangan Ica.
"kalian kenapa lama " tanya Keyna.
"maaf tadi macet banget " balas Melly sambil mencium pipi Aditya benar-benar pipi Aditya selalu menjadi sasaran empuk bagi siapa saja yang menggendong bocah kecil itu.
saat para tamu dan keluarga sudah berkumpul acara pun langsung di mulai Ivan mulai duduk di bangku yang sudah di siapkan berhadapan langsung dengan pak Kuaki dan bapak dari Tata.
__ADS_1
ayah Devan sebagai saksi dan wali dari Ivan karena Ivan sejak kecil tinggal di rumah Devan, Ivan juga di asuh oleh ayah Devan.
"baiklah acara akan segera dimulai " ucap pemandu acara pernikahan Ivan.
semua rangkaian sudah terlaksana dengan baik hingga saatnya pengucapan ikrar yang sangat di nanti dan di tunggu-tunggu oleh tamu dan keluarga.
sementara Tata masih berada di ruangan berbeda dengan Ivan yah tentu di temani oleh Ica dan keyna di dalam ruangan yang memang sudah di buat khusus untuk sang pengantin wanita, sementara Aditya berada dalam gendongan mama Mira yang duduk bersebelahan dengan Devan, Gibran, Melly dan Ical.
"ciee.... beberapa menit lagi mau jadi istri sah dari Ivan Danu Nugraha" bisik keyna langsung membuat Tata malu.
"jangan dulu di bayangin ya malam pertamanya" bisik Ica membuat keyna ikut tertawa.
acara ikrar pun di mulai dengan wajah tegang yang terlukis di wajah Ivan, setelah melewati beberapa ritual sebelum mengucapkan ikrar suci dan menjadikan Tata wanitanya seutuhnya di mata Allah dan semua orang yang menyaksikan pernikahan mereka.
Ayah Tata pun duduk menghadap Ivan dengan mengulurkan tangannya sebagai mana dengan iklhas Sang ayah akan melepaskan putri kecilnya kepada lelaki yang di cintainya.
"Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Ivan Danu Nugraha dengan anak saya yang bernama Tata Nathania Mahesa Binti Adam Mahesa dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang 1.185.000.000 ( satu milyar seratus delapan puluh lima juta rupiah ) dibayar tunai." ucap Tata Adam Mahesa.
" Saya terima nikahnya dan kawinnya Tata Nathania Mahesa binti Adam Mahesa dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai." ucap Ivan dengan satu tarikan nafas membuat suaranya menggema di seluruh ruangan aula.
semua orang saksi dan keluarga dan tamu mengucapkan sah secara serentak, sementara Tata yang berada di sebelah ruangan akad nikah mendengar ikrar yang di ucapkan Ivan langsung menitihkan air mata kebahagiaan yang selama ini di nanti-nanti oleh Tata dan Ivan.
Keyna dan Ica berserta keluarga ikut membawa Tata kehadapan Ivan yang beberapa menit lalu sudah sah menjadi suaminya dan Ivan akan bertanggung jawab atas diri Tata di hadapan Allah.
Tata pun berjalan sangat anggun dengan baju adat Sunda yang melekat pada dirinya membuat kecantikan yang Tata miliki makin meningkat pandangan Ivan pun tak berhenti menatap sang istri.
Keyna dan Ica menyerahkan Tata pada Ivan dan kembali duduk di bangku tamu bersama keluarga mereka, Ivan menatap Tata dan menyentuh ubun-ubun Tata mengucapkan kalimat yang membuat Tata benar-benar sangat bahagia.
" "Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih ( ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.) "
__ADS_1
bersambung....