Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 70


__ADS_3

"apa kalian bisa jelaskan pada ku " ucap Devan menatap kearah pak Udin dan bi Sumi.


melihat video itu pak Udin sangat kaget karena dia sebenarnya sudah berantas beberapa video sebelum memberikan pada Devan.


"sekarang aku akan memberikan tawaran yang bagus untuk kalian berdua " ucap Devan


"berilah kabar kepada tuan kalian bahwa Devan sudah tidak mencintai istrinya dan sedang mencari wanita pengganti" ucap Devan.


"maaf....maafkan kami tuan kami bersalah ampuni saya dan suami saya tuan...kami hanya di suruh oleh nona itu " ucap Bi Sumi memohon ampun pada Devan.


"maafkan....kami tuan ....kami sangat berbuat salah karena telah tergiur oleh uang yang di berikan oleh nona muda itu" ucap pak Udin.


"apa kalian tau nama wanita itu" tanya Devan.


"kami tau tuan namanya adalah...." ucap Bu Sumi.


"apa benar dia " ucap Ivan kaget.


"iya benar dia tuan, dia adalah teman dekat nona keyna dan dia menyuruh kami untuk memasukkan pil KB pada makanan nona keyna dan memprovokasi tuan dan nona keyna " ucap Bi Sumi jujur.


mendengar nama itu Devan langsung mengambil tongkat bisbol yang sudah ia simpan sejak tadi.


"apa kalian tau sedang berurusan dengan siapa dan berani menyentuh istri ku" ucap Devan dingin.


"maafkan kami tuan....kami bersalah mohon jangan hukum kami tuan " ucap Bi Sumi memohon dengan sangat begitu pula pak Udin.


"hahahaha setelah kalian melukai istri ku kalian meminta maaf seenaknya " ucap Devan langsung melayangkan pukulan kearah pak Udin dan bi Sumi secara brutal membuat dua orang paru baya itu langsung terjatuh pingsan dengan aliran darah yang berserakan di lantai.


"Devan " ucap Ivan menghentikan Devan yang sudah marah membabi buta sejak tadi ia menahan amarahnya.


"sial jangan menghalangi ku Ivan, mereka sangat berani menyentuh keyna " ucap Devan marah matanya sangat merah saat ini.


"tenanglah Devan, keyna tidak akan bahagia bila kau membunuh orang dengan tangan mu sendiri" ucap Ivan menenangkan Devan.

__ADS_1


mendengar nama keyna Devan langsung luluh dan menjatuhkan bisbol yang sudah berlumuran darah kemudian Devan melangkah menaiki tangga menuju ke kamarnya.


"urus mereka Ivan, jangan memberikan mereka makan karena mereka telah berani memberikan istriku makanan yang menghalangi kehadiran calon anakku" ucap Devan dan langsung di anggukan oleh Ivan


"baiklah " ucap Ivan dan langsung menyuruh team khusus untuk membawa bi Sumi dan pak Udin di ruang khusus bersama dokter yang telah membunuh pak Damar.


"hei" suara dokter itu memanggil Ivan dengan lemas.


Ivan langsung berbalik menatap sinis kearah sang dokter dan tersenyum devil membuat sang dokter merinding ketakutan.


"kematian mu masih lama lagi jadi jangan terlalu banyak bicara kalau tidak mau malaikat Izrail akan segera datang menjemput mu karena mulut sampah mu itu" ucap Ivan dingin dan langsung pergi meninggalkan ruangan itu namun langkahnya terhenti saat mendengar bicara sang dokter.


"hahahaha kau dan Devan sangat brengs**" ucap dokter itu dengan pelan.


Ivan pun langsung mendekati kearah sang dokter kemudian menatap dokter itu dengan senyuman devil.


"kami atau kau yang brengs** karena berani melanggar kode etika mu sebagai seorang dokter membunuh seorang pasien yang seharusnya bisa di selamatkan" ucap Ivan.


"aku tidak... membunuhnya....dia memang sudah sekarat...dan aku hanya membantunya menghadap Tuhan lebih cepat " ucap sang dokter dengan terbata-bata.


"aku sudah memperingatkan mu untuk tidak banyak bicara sebelum malaikat Izrail benar-benar akan menjemput mu malam ini " ucap Ivan langsung pergi meninggalkan ruangan bawah tanah dan menyuruh teamnya untuk memperketat penjagaan.


"sial membuat tangan ku kotor" ucap Ivan langsung membersihkan tangannya dengan sapu tangan dan membuangnya di sampah.


Flash back Off....


...****************...


keesokan harinya mama Mira terbangun dari tidurnya melihat keyna tertidur di sampingnya dan melihat kearah Gibran yang tidur di sofa bersebelahan dengan Ica.


mama Mira tersenyum melihat anak-anaknya sangat perhatian padanya, kemudian mama Mira berusaha bangkit namun keyna merasakan pergerakan sang mama langsung bangun dari tidurnya.


"maafkan mama sayang membuat mu terbangun" ucap mama Mira.

__ADS_1


"tidak ma, mama mau apa nanti keyna bantu" ucap keyna.


"mama mau minum" ucap mama Mira


kemudian Keyna mengambil gelas berisi air atas meja dan langsung di berikan kepada sang mama setelah itu keyna memegang jidatnya sambil tersenyum, mana Mira yang merasa aneh dengan sikap keyna langsung bertanya.


"ada apa sayang" tanya mama Mira


"ah tidak ada apa-apa ma" ucap keyna


" terus kenapa kamu memegang jidat mu, ayo jujur sama mama" ucap mama Mira


"hehehehe sebenarnya keyna bermimpi Devan mencium kening keyna semalam" ucap keyna


"benarkah hmm" ucap mama sambil tersenyum.


dan kejadian sebenarnya semalam tadi...


flash back ON...


setelah melewati perjalanan panjang Devan, Ivan dan Gibran balik ke rumah sakit mereka masuk ke dalam hanya melihat keyna tertidur di samping mama Mira dan Ica yang tertidur di sofa sementara Rika dan Tata sudah pulang karena malam sudah sangat larut.


Devan pun mendekat kearah Keyna dan melihat wajah wanita yang saat ini sangat ia rindukan, Devan membelai wajah tenang keyna dan mencium kening keyna dengan lembut.


"Aku akan melindungi mu, walau nyawaku menjadi taruhannya" ucap Devan pelan.


Gibran dan Ivan hanya bisa melihat keromantisan mereka dan Gibran yang sudah kelelahan langsung berbaring di samping Ica dan langsung menutup matanya.


sementara Devan dan Ivan pulang karena memang rencana mereka masih di rencanakan untuk tidak lagi menghubungi keyna ataupun berdekatan dengan keyna.


flash back off


Next...next🥰🥰

__ADS_1


..


__ADS_2