
Keesokan Paginya setelah beribadah keyna langsung ke dapur memasak untuk Devan, sudah menjadi kewajiban keyna untuk mulai melayani suaminya setelah hampir 1 tahun Devan menanjaknya selama di Korea.
Keyna berkutat di dapur hampir 1 jam lebih di bantu oleh para pelayan, keyna memasak dengan sangat banyak menu membuat para pelayan kebingungan.
"Nyonya apa tidak terlalu banyak kita memasak pagi ini " tanya salah satu pelayan yang membantu keyna.
"Tidak" balas keyna singkat dengan senyum ramahnya pada pelayan.
Setelah memasak keyna menata makanannya di atas meja dengan rapi lalu memanggil Devan untuk segera turun sarapan bersamanya sebelum ke kantor.
Saat turun di bawah Devan sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya, makanan yang keyna buat memang sangatlah banyak.
"Sayang apa ini tidak terlalu banyak untuk sarapan sepagi ini" tanya Devan pelan.
"Tidak hubby, aku memasaknya tidak banyak atau kamu enggak suka dengan masakan ku " ucap keyna.
"Tidak sayang, hanya saja ini terlalu banyak siapa yang akan habiskan semua maknan ini" ucap Devan berusaha lembut.
"Kamu dan aku yang akan habiskan, ayo makan jangan banyak bertanya lagi " ucap keyna langsung melayani Devan dengan baik.
Devan hanya bisa menelan salivanya dengan keras saat keyna menyodokkan nasi yang begitu banyak.
"Apa aku bisa menghabiskan semua ini" batin Devan.
"Ayo makan sayang, kenapa di lihatin makanannya" tanya keyna.
"Iya sayang aku makan " Ical Devan langsung lahap memakan masakan keyna namun entah mengapa rasakan masakan keyna pagi ini begitu asin tidak seperti biasanya, ingin rasanya Devan memuntahkan makannya namun ia tidak tega menyakiti hati keyna.
"Apa enak sayang" tanya keyna.
"Enak sayang .. seperti biasa makanan yang kau buat selalu enak " ucap Devan berbohong.
__ADS_1
Lahapan demi lahapan Devan memakan makannya dan langsung menghabiskan makanan yang ada di piringnya walau begitu asin makannya namun Devan berusaha menghabiskan makanan yang sudah keyna buat.
"Alhamdulillah" ucap Devan.
"Oh ya sayang, apa boleh aku meminta izin sesuatu pada mu " ucap keyna pelan.
"Apa sayang" tanya Devan.
"Apa boleh aku memakai hijab" ucap keyna pelan mendekati Devan.
"Hmm apa kau yakin" ucap Devan dengan menatap keyna.
"Aku sangat yakin, sejak semalam aku memikirkannya.....yah walau mungkin awalnya agak berat tapi pasti lama-kelamaan akan terbiasa kan " ucap keyna lembut.
"Terserah padamu sayang, kalau kau nyaman memakai hijab aku setuju dan itu juga bukan ide yang buruk " ucap Devan Dengan senyum lembutnya.
"Benarkah sayang" ucap Keyna antusias.
"Kalau begitu jam 12 aku akan ke kantor mu dan kau harus menemani ku shopping ok" ucap keyna semangat.
"Jangan ke kantor biar aku yang menjemput mu sebelum jam 12 " ucap Devan.
"Baiklah, terimakasih hubby" Ucap keyna .
"Iya, kalau begitu aku ke kantor dulu " ucap devan.
"Oke, hati-hati di jalan ya " Ucap keyna memeluk Devan dengan erat.
"Iya, asalamualaikum sayang" ucap Devan.
"Waalaikum salam " ucap keyna.
__ADS_1
Namun Devan hanya bisa tertawa melihat tingkah istrinya bagaimana tidak pelukannya belum juga di lepas malah ia tambah memeluk Devan dengan sangat erat.
"Khm....sayang sampai kapan kau akan melepas pelukan kita atau kita bisa lanjutkan di dalam kamar, hari ini aku akan bilang pada Ivan bahwa istriku sedang bermanja-manja dan tidak bisa ke kantor" bisik Devan.
Kata-kata Devan ampuh membuat keyna langsung melepas pelukannya dari Devan dan membuatnya berhasil malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kau semakin lucu sayang, aku berangkat ya " ucap Devan langsung mencium pucuk kepala Keyna.
"Iya hati-hati" ucao keyna pelan.
Devan pun langsung meninggal kediamannya dengan mobil mewahnya menuju ke kantor, sementara keyna mengutuk kebodohan nya sendiri karena memeluk Devan tanpa melepaskannya.
"Ah dasar bodoh" ucao keyna.
kemudian Keyna segera membersihkan sisa piring kotor yang mereka makan tadi namun sebelum itu ia menghabiskan beberapa lauk dan langsung menyuruh pelayannya untuk merapikan meja makan.
keyna yang merasa bosan menunggu Jam dinding yang menurutnya lumayan lama untuk menuju ke arah 12 ia memilih berkebun menanam bunga di taman belakang yang Devan memang sudah siapkan untuk istri tercintanya.
keyna menanam bunga mawar yang sangat indah dan berwarna-warni setelah puas berkebun ia membersihkan dirinya dan melihat hasil kerjanya.
"tumbuhlah yang cantik bunga mawar yang indah " ucap keyna memandang bunga mawar yang baru ia tanam itu.
setelah asik menanam ia hampir lupa saat melihat Jam di arloji tangannya sudah menunjukkan pukul 11 siang, keyna pun langsung cepat bersiap-siap untuk pergi shopping.
setelah bergantian dan mandi cukup memakan waktu keyna ia segera melaksanakan solat Zuhur karena sudah memasuki waktu solat, setelah solat keyna memainkan ponselnya sambil menunggu Devan pulang kantor.
kemudian Keyna melihat tanggal di handphone entah mengapa ia merasa ada hal yang mengganjal atau yang ia lupakan.
"sepertinya aku melupakan sesuatu" ucap keyna sambil menggaruk kepalanya.
"oh astaga.......sumpah demi apa...." ucap keyna histeris saat ia sudah mengingat sesuatu yang hampir ia lupakan
__ADS_1
Next ...next....next...😊😊😊