Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 86


__ADS_3

"oh sumpah....demi apa " ucap keyna menepuk jidatnya.


Kemudian ia bergegas menelfon Tata dan Ica untuk memberitahukan sesuatu yang membuatnya histeris, setelah menelfon kedua sahabatnya tak berapa lama Devan datang menjemput keyna untuk menemaninya berbelanja.


"sayang apa kamu udah siap " tanya Devan.


"sudah sayang " balas keyna.


Devan melihat wajah keyna agak sedikit aneh seperti ada sesuatu yang di sembunyikan keyna darinya.


"sayang apa ada sesuatu hal yang terjadi " tanya Devan lembut.


"tidak....tidak ada, ayo kita jalan sekarang" ucap keyna langsung segera keluar dari kamarnya.


Devan hanya terdiam dan bingung melihat sikap istrinya seperti itu.


"apa ada sesuatu hal yang dia sembunyikan dari ku " batin Devan.


Devan pun menyusul keyna dan segera pergi menuju ke tempat shoping untuk berbelanja beberapa hijab.


"sayang apa ini cocok untukku" tanya keyna mencoba salah satu jilbab yang berwarna pink.


Devan melihat keyna memakai hijab itu langsung terpanah, seakan kecantikan istri kecilnya itu bertambah meningkat.


"sangat cocok untuk mu sayang" ucap Devan.


"hmm....apa benar " ucap keyna memanyunkan bibirnya.


" benar sayang dan jangan membuat bibir mu seperti itu bisa-bisa aku menjadi khilaf di sini " bisik Devan dan langsung membuat keyna menjadi malu.


"dasar pak tua..." batin keyna


saat Devan dan Keyna asik berbelanja tak berapa lama Tata dan Ica muncul bersama para kekasihnya tentunya.


"Keyna" teriak Tata.


"Tata kok kalian bisa ada disini" ,tanya Keyna berpura-pura padahal ia memang sudah merencanakan bersama kedua sahabatnya untuk bertemu di mall.


"yah kami berbelanja lah key" ucap Tata.


"Tuan " ucap Ivan kaget melihat Devan.


"wah kalau begitu sekalian aja kita belanja bersama" ucap keyna semangat.


akhirnya ketiga wanita itupun asik berbelanja dengan menyuruh para lelakinya memegang barang belanjaan mereka.

__ADS_1


para ketiga lelaki itu pun hanya bisa pasrah dan mengikut keinginan Wanita nya, kemudian Keyna dan kedua sahabatnya meminta izin untuk ke toilet sebentar.


"Lo sudah beliin apa yang aku minta tadi " tanya keyna pada Tata.


"sudah dong key" balas Tata mengambil benda di dalam tasnya yang ternyata itu adalah alat testpack.


"gua beliin Lo 3 macam alat testpack, supaya meyakinkan" Tata langsung menyerahkan ke keyna.


"aku dan Tata udah curiga dari kemarin waktu lihat kamu dengan porsi makan kamu yang terbilang gak normal " ucap Ica.


"semoga saja, aku juga melihat tanggal menstruasi ku sudah telat seminggu " ucap keyna.


"sudah sana gih di coba " Tata langsung mendorong keyna masuk kedalam toilet.


tak memakan waktu lama sekitar 5 menit Keyna keluar dari toilet namun dengan ekspresi yang membuat Tata dan Ica langsung bisa menangkapnya.


"jangan putus asa key" ucap Tata memeluk sahabatnya.


"yang kuat key " Ica pun memeluk kedua sahabatnya.


keyna yang mendengar kata-kata sahabatnya langsung tertawa, ia sejak tadi memang sengaja memasak wajah murung untuk mengerjai kedua sahabatnya.


"hahahaha apasih kalian berdua gua belum juga ngomong apa-apa" ucap keyna sambil tertawa.


"maksud Lo key" tanya Tata bingung.


"what key " ucap Tata langsung memeluk sahabatnya sambil melompat kegirangan.


"gua udah bilangkan firasat gua gak salah " ucap Tata.


"yeh akhirnya gua jadi aunty " ucap Ica tak kalah girang.


"Sttttt.....jangan ribut ini toilet umum " ucap keyna menutup kedua mulut sahabatnya itu.


"jadi gimana kita ke rumah sakit untuk mengecek kondisi Lo" saran Ica.


"boleh, tapi kita buat sedikit drama untuk mengerjai Devan " ucap keyna dengan senyum jahilnya.


...****************...


sementara ketiga lelaki itu menunggu kedatangan para wanitanya yang hampir memakan 30 menit tapi tidak ada tanda-tanda kemunculan mereka.


"apa yang mereka lakukan di dalam sana " ucap Devan kesal.


"Entahlah " balas Gibran.

__ADS_1


sementara Ivan hanya bisa diam ketiga lelaki itu hanya bisa menunggu dengan kekesalan.


tak lama kemudian Ica datang dengan raut wajah yang sudah pucat dan panik membuat Devan, Ivan dan Gibran langsung menghampiri Ica.


"ada apa sayang" tanya Gibran pada Ica.


"tolong...key...key..." ucap Ica terbata-bata.


"ada apa dengan keyna " ucap Devan langsung berlari menuju ke toilet, ia melihat Tata dan Keyna dengan posisi keyna terbaring di pangkuan Tata.


"ada apa dengan Keyna " ucap Devan panik melihat sang istri terbaring di lantai.


"gua gak tau dia tiba-tiba pingsan begitu saja " ucap Tata.


" lebih baik sekarang kita bawa dia ke rumah sakit tuan " saran Ivan pada Devan.


Devan pun langsung menggendong tubuh mungil keyna dan membawanya di mobil, sesampainya di mobil Devan menaruh tubuh keyna dengan pelan dan memakaikan sabuk pengaman.


"sayang ku mohon bertahan lah " ucap Devan mengusap wajah keyna, kemudian ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Ica dan Tata pun mengikuti Devan mengunakan mobil dari pasangan mereka, hampir memakan waktu 30 menit Devan sudah sampai di rumah sakit begitu pula Ica dan Tata.


Devan mengendong tubuh keyna dan langsung membawa lari tubuh keyna masuk kedalam rumah sakit, ia berteriak memanggil dokter seperti orang gila namun Ica dan Tata langsung menyuruh Devan segera membawa keyna keruangan dokter Melly.


Devan yang panik langsung mengikuti saran dari Ica dan Tata, ia membawa istrinya keruangan dokter Melly.


"Melly tolong lihat kondisi istriku " ucap Devan panik menaruh tubuh Ica di atas ranjang pasien.


"ada apa dengan istri mu Dev " tanya dokter Melly.


kemudian Tata menarik dokter Melly dan menjelaskan semua rencana keyna dan kedua sahabatnya sementara Devan selalu mengelus wajah keyna dan berusaha membangunkan istrinya sungguh Devan seperti orang kehilangan akal melihat keyna pingsan seperti ini.


"Devan setelah mendengar penjelas dari Tata, aku meminta mu untuk keluar sebentar" ucap Melly


" tidak...aku akan berada di samping istri ku" ucap Devan.


"Devan....apa kau mau melihat kondisi istri mu menjadi lebih buruk " ancam Melly.


Devan yang mendengar perkataan Melly langsung segera keluar dari ruangan dengan perasaan terpaksa.


"bangunlah key...suami mu sudah keluar " ucap Melly dengan pelan.


keyna pun langsung membuka matanya dan tersenyum sambil menahan tawanya.


"Dasar istri nakal " batin Melly.

__ADS_1


Next...next ..next...🤭🤭


maafkan Author yang terlambat update ya 😩😩😩 selamat membaca jangan lupa like, komet and favorit karena author butuh dukungan para pembaca kesayangan author 🥰😀🥰


__ADS_2