Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 14


__ADS_3

Ivan yang mengikuti langkah Devan yang semakin cepat hingga sampailah mereka di area parkiran perusahaan, dengan cepat Ivan membuka pintu depan dan Devan sudah duduk tenang di belakang mobil.


Ivan pun menyalakan mesin lalu melajukan mobil itu meninggalkan Perusahaan, di pertengahan jalan wajah Devan terlihat sangat khawatir ia ingin segera sampai di sekolah keyna.


"Tuan apa anda sangat khawatir dengan keadaan nona muda " tanya p Ivan melihat raut wajah Devan yang khawatir di kaca yang tergantung di depannya.


"Aku...aku tidak mengkhawatirkan bocah kecil itu " ucap Devan datar.


"Lalu kenapa kita harus ke sekolah nona muda tuan" balas Ivan.


Devan pun terdiam saat pertanyaan Ivan sudah mulai memojokkannya, Devan sendiri bingung kenapa ia harus ke sekolah Keyna.


"Gua gak mungkin khawatir sama bocah kecil itukan....gak mungkin " batin Devan


"Tuan...Tuan " panggil Ivan pada Devan.


"Putar balik Ivan, apa kau bodoh sampai kau harus membawa ku ke sekolah bocah kecil itu, apa mau ku potong gajih mu ha Ivan, kau sangat bodoh banyak hal penting yang harus ku urus dari pada mengurus bocah kecil itu" ucap Devan dingin dan menyalahkan Ivan karena ingin membawa mereka ke sekolah keyna, padahal yang tadi berisikeras ke sekolah Keyna dasar Devan lempar batu sembunyi tangan.


"Ya ampun tuan anda yang menyuruh saya dengan cepat ke sekolah nona muda dan sekarang anda menyalahkan saya " Batin Ivan


"Jangan mengumpat ku Ivan " ucap Devan dingin menatap Ivan dengan tajam


"Tidak tuan saya tidak ada keberanian untuk mengumpat anda " ucap Ivan.


Ivan pun memutar balikan mobilnya hingga kembali ke perusahaan, Devan pun membuka pintu mobilnya lalu kembali ke tempat ruangan kerjanya mengunakan lift khusus untuk para petinggi.


sekertaris wanita yang berada di luar ruangan Devan bingung karena belum berapa menit mereka keluar sekarang sudah balik lagi ke perusahaan.


"Apa yang terjadi dengan tuan Ivan" tanya sekertaris wanita itu pada Ivan setelah melihat Devan masuk kedalam ruangannya.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga tidak mengerti dengan pola pikir tuan " curhat Ivan frustasi.


"Saya masuk dulu ya Chastrine" ucap Ivan dengan senyum ramahnya masuk ke dalam ruangan Devan.


Ivan memang sekertaris pribadi Devan memiliki pesona yang tampan dan sangat ramah berbanding terbalik dengan tuanya Devan yang dingin dan sangat arogan, Ivan juga adalah teman baik Devan sehingga Devan mengangkatnya menjadi sekretaris sekaligus orang kepercayaan Devan.


setelah Ivan masuk kedalam ruangan Devan Ivan melihat raut wajah Devan sangat gelisah Ivan sangat tidak mengerti dengan kegelisahan yang di alami oleh tuannya.


"Maaf bila saya lancang tuan tapi sepertinya anda sangat gelisah, apakah anda pikirkan sekarang apakah bersangkutan dengan nona muda" tebak Ivan memandang wajah Devan.


"Ivan bisakah kamu tidak membahas bocah kecil itu, dan aku tidak memikirkan bocah itu sama sekali hanya pria bodoh yang memikirkan dia" ucap Devan kesal dengan pertanyaan Ivan.


"Oh astaga tuan sepertinya anda menyukai Nona muda tapi ego anda sangat tinggi untuk jujur pada perasaan anda sendiri." batin Ivan


"Maaf kan saya tuan telah lancang bertanya pada anda " ucap Ivan menunduk.


Ivan yang mendengar perkataan Devan manjadi kaget bagaimana tidak seenaknya Devan membatalkan dan membuat pertemuan kembali.


"Ivan apa kau tidak mendengarkan saya" ucap Devan nada membentak Ivan.


"Iya Tuan saya mendengarkannya, saya akan menyuruh Chatrine untuk mempersiapkan semuanya" ucap Ivan meninggalkan Devan di ruangannya sendiri.


"Astaga sebenarnya apa yang terjadi padaku hari ini " ucap Devan frustasi mengusap wajahnya dengan kasar sambil bersandar di kursi kebesarannya.


*


*


*

__ADS_1


*


sementara itu keyna di izinkan untuk pulang oleh pihak sekolah karena kondisinya yang belum stabil, Rika dan Tata pun telah memesan jasa taksi online untuk menjemput keyna setelah mengantar keyna masuk kedalam taksi Tata pun membayar harga taksi online itu sesuai dengan harga yang tertera di aplikasi itu.


keyna sangat berterimakasih kepada sahabatnya sebelum keyna masuk ke


taksi itu mereka berpelukan seperti Teletubbies.


"makasi ya guys " ucap keyna tulus


"santai sajalah key, jangan lupa sampai di rumah Lo harus istirahat dengan baik " ucap Rika.


"ok" keyna menaikan satu jempolnya.


taksi online itu pun jalan membawa keyna meninggalkan sekolahan Keyna, sementara di dalam mobil keyna menyadarkan kepalanya di kaca jendela dan memandang keluar sambil menghela napas nya dengan kasar.


"gua sangat lelah... bisakah gua bertahan dengan pernikahan ini, pa...ma...kak Gibran keyna kangen" batin keyna.


Next... 🤭🤭🤭


Author : Ciee Devan khawatir sama keyna.


Devan : Hei author gua sama sekali gak khawatir dengan bocah kecil seperti dia apa tidak ada cewek lain yang menjadi istriku begitu.


Author : adu Devan sayang bucin Lo baru tau rasa 🤭🤭


Devan : gak akan terjadi.


Author : kita lihat aja nanti 😏😏😏

__ADS_1


__ADS_2