Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 39


__ADS_3

keyna yang sudah menjemput Tata di rumahnya langsung pergi menuju ke kantor suaminya untuk mengantarkan makan siang yang sudah keyna janjikan.


setelah sampai di kantor keyna dan Tata pun turun dari mobil, mereka masuk kedalam kantor Devan semua pegawai kantor di sana memandang takjub ke arah keyna karena hari ini penampilan keyna sangat cantik dengan dress berwarna hitam lengan panjang berpita berpadu dengan tas kecil yang ia pegang dan kotak makanan buat Devan membuat keyna sangat sempurna di mata laki-laki yang memandang nya.



keyna yang merasa tidak nyaman mendapat tatapan yang dari para pegawai mempercepat langkahnya sambil menarik tangan Tata dan segera masuk ke dalam lift khusus, namun saat keyna mau menuju ke dalam lift khusus ada beberapa pegawai yang tidak mengetahui keyna istri Devan langsung menarik Tata dan Keyna untuk tidak ke dalam lift khusus milik bos mereka.


"apa kamu tidak bisa membaca, lift ini hanya khusus untuk keluarga Mahendra" ucap salah satu pegawai perempuan itu.


"iya aku tau " ucap keyna santai.


"terus kenapa kamu masuk ke dalam sana, kamu pikir kamu siapa nona " balas pegawai itu dengan sinis menatap penampilan keyna.


"mungkin semua yang dia pake adalah barang palsu lihat saja tasnya KW" ucap salah satu temannya sambil memandang keyna dengan sinis.


"apa kalian tidak tau kalian berhadapan dengan siapa " ucap Tata yang sudah merasa kesal.


"wah satu lagi wanita yang sok jago, emang dia siapa " ucap wanita pegawai itu dengan sini.


"dia adalah istri Devan bos kalian dan CEO di perusahaan ini " ucap Tata dengan lantang.


dua orang pegawai itu saling bertatapan dan langsung tertawa hingga membuat mereka sakit perut mendengar ucapan Tata.


"Hahahaha kamu lucu sekali " ucap teman pegawai itu


"apa Lo mimpi istri Bos Devan, Hei nona sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum saya memanggil scurity" ucap wanita pegawai tadi menarik tangan keyna.


keyna merasa sangat kesal saat lengannya di tarik Paksa dengan pegawai perempuan yang menghinanya hingga membuat bekal keyna yang ia buat dengan hati untuk Devan tumpah dan berceceran di lantai.


keyna pun langsung melepas tangan wanita itu dari tangannya dan langsung terduduk saat melihat bekal makanan yang ia buat untuk Devan tumpah.

__ADS_1


sementara Tata sangat emosi langsung mendorong tubuh pegawai itu dan membantu keyna berdiri.


"hei nona Devan kamu sangat tidak pantas berada di lantai itu sangat kotor " ucap Tata dengan pelan membangun keyna berdiri.


Keyna menatap dua orang pegawai itu sangat tajam dan sangat marah berani membangunkan singa betina yang lagi mode hamil jadi emosinya sangat tidak stabil.


Keyna mengambil handphone yang ada di tasnya dan langsung menelfon Devan tanpa menunggu lama Devan langsung mengangkat telfon keyna dan Keyna langsung memperbesar suara ponselnya agar membuat dua pegawai itu mendengarnya.


"Hallo sayang kamu sudah sampai kantor " ucap Devan lembut.


"SAYANG DALAM WAKTU 5 MENIT KAMU TIDAK SAMPAI KE LANTAI BAWAH MALAM INI TIDURLAH DI LUAR" ucap keyna lantang yang membuat Devan menjadi panik dengan ancaman keyna apalagi keyna langsung mematikan ponselnya.


keyna yang berteriak seperti itu membuat beberapa pegawai kaget dan melihat ke arah keyna, tata dan kedua pegawai itu.


"Hahahaha kamu pikir kami percaya itu hanya akal-akalan kamu saja " ucap wanita pegawai itu.


"scurity seret wanita ini keluar" ucap wanita teman pegawai tadi.


"apa kamu tuli ha, usir wanita ini dari sini " ucap pegawai itu dengan lantang.


"tap....tapi nona.... " ucap scurity


"Berani menyentuh tubuh istri ku sedikit saja akan aku akan mematahkan tangan kalian" ucap Devan dengan lantang yang baru keluar dari lift dengan nafas yang sedikit di atur dan keringat yang menghiasai wajah Devan.


saat mendapat ancaman dari Keyna Devan langsung berlari dari ruangannya diikuti oleh Ivan dan Ical, Devan sangat merasa takut dengan mode marah Keyna apalagi saat hamil.


"Tuan " ucap para pegawai tertunduk ke arah Devan.


Keyna pun langsung berlari kecil memeluk Devan yang baru keluar dari lift dan menangis sambil menunjuk bekal yang ia buat berserakan di lantai.


sementara dua pegawai itu menatap ke arah Keyna memeluk Devan dengan kaget, mereka pun tertunduk dan sangat takut.

__ADS_1


"apa yang terjadi " tanya Devan dingin menatap ke arah pegawai kantornya yang ada di sana.


"Linda dan Ari menyuruh scurity untuk mengusir istri tuan dari kantor " ucap salah satu pegawai Devan yang melihat kejadian itu.


Devan pun menatap pegawainya dan membaca papan nama mereka yang tergantung cantik di leher dua pegawai itu.


"Apa kamu tidak tau sedang mengusir siapa " ucap Devan tajam membuat semua pegawai yang melihatnya menjadi takut.


namun Keyna langsung menahan tangan Devan untuk tidak melanjutkan amarahnya.


"sudah lah sayang aku tidak apa-apa" ucap Keyna manja.


"tapi bekal yang kau bawa untuk ku jadi tumpah karena ulah mereka " ucap Devan lembut.


"aku tidak apa-apa sayang, nanti aku bisa masak lagi sampai di rumah " ucap Keyna memeluk tubuh Devan.


"lihatlah istriku sudah berbaik kepada kalian segera minta maaf padanya" ucap Devan sinis.


"nyonya besar maafkan kami, kami sungguh tidak tau bahwa anda adalah istri tuan Devan " ucap kedua pegawai itu dengan tunduk tak berani menatap mata keyna berubah drastis sikapnya dengan yang tadi.


"baiklah aku memaafkan kalian " ucap Keyna.


"Ivan urus mereka dengan baik dan semua bubar kembali bekerja" ucap Devan tegas menyuruh para pegawainya bubar dan langsung menarik tangan Keyna dan segera masuk ke dalam lift.


sementara Tata, Ivan dan Ical hanya saling berpandangan karena mereka sudah di tinggal oleh pasangan suami istri yang tidak jelas itu.


"kami akan menunggu mu mengurus dua pegawai itu setelahnya kita akan ke ruangan Devan" ucap Ical dan di anggukan oleh Ivan.


Ivan pun spontan langsung menarik tangan Tata membuat Ical kaget dan memandang ke arah Ivan dan Tata secara bergantian


"kalian......"

__ADS_1


next yuk......


__ADS_2