Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 55


__ADS_3

Reyhan membanting pintu dengan keras hingga menggema ke seluruh ruangan membuat dua wanita yang sedang tertawa puas terdiam saat menatap kemarahan Reyhan.


"DASAR WANITA JALA** BERANI KAU MELUKAI KEYNA SAAT AKU TIDAK BERADA DI NEGARA INI"ucap Reyhan dengan lantang


"santai lah Reyhan dia belum mati " ucap Merry dengan senyum sinis nya.


"Apa ini ide mu " tanya Reyhan menaikan satu alisnya.


"Bukan dia hanya membantu ku tapi semua ini ide ku Reyhan " ucap wanita satunya mendekat ke arah Reyhan.


"Aku sudah berhasil membunuh anaknya sisa tugas mu rebut Keyna dari Devan dan bawa dia pergi sejauh mungkin " bisik wanita itu di telinga Reyhan.


"Tapi kau hampir membunuh Keyna dasar wanita jalan*" ucap Reyhan melayangkan tangannya ke arah wanita itu.


"Ck. Ternyata kau sangat kasar pada seorang wanita Reyhan, ingat Reyhan aku bisa membuat perusahaan om hancur dalam semalam karena ulah mu sendiri" ucap wanita itu dengan menahan tangan Reyhan.


"Merry" ucap wanita itu langsung pergi dengan Merry meninggalkan Reyhan sendiri.


"Ahrg.......brengs**, kenapa aku bisa berkeluarga dengan ular seperti dirinya" ucap Reyhan mengacak rambutnya.


Sementara di rumah sakit di ruangan keyna sudah ada mommy Nayla dan mama Mira yang menjenguk keyna dari pagi bersama pak Mahendra sementara mereka Gibran, Ica, Rika masih dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


"Ayo makan lagi sayang" ucap mama Mira menyuapi keyna dengan bubur yang ia bawa dari rumah atas permintaan Devan karena keyna tidak suka dengan makanan rumah sakit.


"Hmm enak ma, mama tau aja kalau aku gak suka makanan rumah sakit dan membawakan bubur kesukaan ku" ucap keyna.


"Mama pasti tau karena Devan memberitahukan mama sayang" ucap mama Mira.


Kemudian Keyna menatap kearah Devan dan tersenyum manis ia sangat bahagia karena Devan sangat mengerti keadaannya.


"Terimakasih " ucap keyna pelan kearah Devan dan Devan membalas dengan menganggukkan kepalanya.


Sementara mommy Nayla sedang asik memotong buah untuk keyna.


"Sayang makanlah kau harus memakan buah agar kondisi bisa kembali pulih " ucap mommy Nayla menyuapi keyna buah yang sudah di Potong.


"Terimakasih mom, aku sangat bersyukur mempunyai dua ibu yang sangat menyayangi ku kalau begini terus bisa-bisa aku cepat pulih karena perhatian kalian padaku" ucap keyna tersenyum manis.


"Ini sudah tugas kami sayang" ucap mama Mira mengusap wajah keyna.


Devan yang melihat itu tersenyum manis akhirnya Devan bisa melihat senyum keyna sejak kemarin keyna tidak tersenyum dan selalu bersedih saat mengetahui anak mereka telah pergi dan karena itu Devan menghubungi orangtuanya dan memberitahukan kondisi keyna pada mereka.


Gibran dan rombongannya sejak tadi sudah tiba tapi mereka mengurungkan niatnya untuk masuk dan memilih menunggu di luar karena tidak ingin menganggu waktu keyna bersama orangtuanya.


"Apa Tata belum datang" tanya Rika.

__ADS_1


"Katanya sih mereka sudah sampe di tempat parkiran rumah sakit" ucap Ica.


"Nah itu mereka " ucap Rika melihat Tata yang masih terduduk di kuris rodanya dan di dorong oleh Ivan.


"Maaf lama " ucap Tata.


"Tidak apa kami juga baru sampe " ucap Ica.


"Kenapa kalian nggak masuk " tanya Ivan.


"Masih ada orangtua di dalam biarkanlah mereka menghibur keyna sebentar" ucap Gibran dan mendapat anggukan dari Ivan.


"Kak Ivan tidak ke kantor" tanya Rika.


"Dia baru pulang dari kantor setelah aku menghubunginya " ucap Tata.


"Oh... Jadi bagaimana tanggapan orang tua mu tentang keadaan mu seperti ini, aku dengar-dengar mereka baru pulang dari luar negeri " ucap Rika.


"Mereka baik-baik saja pada Ivan walau awalnya Kaka ku Johan mengetahui aku terluka dia memukul Ivan " Tata menatap Ivan dengan senyuman yang melukis di wajahnya.


"Jadi kau habis di pukuli oleh calon Kaka ipar mu hahahaha" ejek Gibran pada Ivan dan mendapat tatapan sinis dari Ivan.


"Wah anak buah dan bos ternyata auranya tidak jauh berbeda" batin Gibran.


"Mereka Awalnya juga merasa geram pada Keyna namun aku berusaha menjelaskan pada mereka bahwa ini semua bukan salah Keyna dia hanya korban dan akhirnya mereka mengerti dengan bantuan Ivan untuk meyakinkan mereka" ucap Tata.


"Syukurlah kalau begitu jadi kalian kalian berdua akan menikah" tanya Ica.


"Apa yang kau bicarakan masih lama tau dan seharusnya aku yang tanya kau kapan akan menikah dengan kak Gibran " balas Tata kesal.


"Kami juga masih lama " ucap Ica menatap kearah Gibran.


" Oh ayolah jangan membahas itu kalian menyindir ku yang masih jomblo ini " ucap Rika mendengar pembicaraan Ica dan Tata membuatnya sangat kesal.


"Maaf Rika gua yakin deh Sabahat gua satu ini yang jomblo abadi nanti akan dapat jodohnya" ucap Ica memeluk Rika.


"Oh ya bagaimana dengan dokter Ical dia juga jomblo abadi kita jodoh kan aja sama Rika " ucap Tata.


"Sayang dia sudah mencintai orang lain " ucap Ivan pelan mengusap kepala Tata.


"Oh ya" ucap Tata.


"Dokter Melly waktu di pesta pernikahan keyna apa kau lupa " ucap Ica.


"Oh iya, sabar ya Rika" ucap Tata menepuk pundak Rika.

__ADS_1


"Aku sudah sabar " ucap Rika.


Tak berapa lama mereka mengobrol sambil menunggu di luar mama Mira, mommy Nayla dan pak Mahendra akhirnya keluar dari ruangan keyna.


"Kalian sejak kapan datang " tanya mommy Nayla.


"sejak tadi tapi kami menunggu di luar tidak ingin menganggu waktu kalian " ucap Ica.


"Baiklah giliran kalian masuk mama dan mommy mau keluar sebentar" ucap mama Mira.


"Baiklah Ma " ucap Ica memeluk mama Mira.


"Gibran jaga calon mantu mama dengan baik " ucap mama Mira.


"Iya ma " ucap Gibran.


"Kalau begitu kami permisi " ucap pak Mahendra kemudian mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit.


"Keyna " ucap Rika berlari memeluk keyna.


"Wah kalian datangnya kaya rombongan mau tawuran" ucap keyna.


"Bagaimana kondisi mu" tanya Ica.


"Baik Kaka ipar " ucap keyna


"Hei jangan memanggilku seperti itu" ucap Ica.


"Hahaha aku kan benar memanggil mu Kaka ipar " ucap keyna dengan tawa kecilnya.


"Ta bagaimana kondis kaki mu" tanya keyna.


"Aku baik-baik saja dan kondisi kaki ku semakin membaik " ucap Tata dengan senyumnya.


"Apa kau tau kak Ivan selalu mengurusnya 24 jam tanpa henti yah tentu saja dia akan cepat pulih " ucap Rika.


"Hahaha kau sangat benar kak Ivan tipe lelaki perhatian " ucap keyna.


"Hei berhenti lah mengejek ku " ucap Tata kesal.


"Hahahaha baiklah " ucap keyna.


Mereka berempat pun akhirnya mengobrol sementara Ivan, Gibran dan Devan juga asik membahas tentang perusahaan.


Next...Next...😘😘

__ADS_1


__ADS_2