Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 88


__ADS_3

setelah melahap semua makanan dengan nikmat, Devan pun meminta pelayan untuk mengambilkan air putih untuk keyna.


tidak menunggu berapa lama pelayan membawakan minuman untuk keyna dan keyna pun langsung mengambil dan meminum dengan cepat karena memang ia sudah sangat kehausan.


"apa perut mu sudah terasa kenyang sayang" tanya Devan pada keyna sambil mengelus kepala keyna dengan lembut.


keyna membalas dengan mengangguk sambil tersenyum bak anak kecil membuat Devan makin gemes dengan istrinya itu.


"jangan memasang ekspresi seperti itu, bisa-bisa aku akan memakan mu" ucap Devan.


keyna yang mendengar hal itu langsung merinding, keyna pun mencoba mencari topik lain agar suami mesumnya itu tidak membahas hal mesum di tengah siang bolong seperti ini.


"hubby, katanya ada rapat penting di kantor " tanya keyna.


"jangan coba mencari topik lain sayang" ucap Devan yang mulai mendekat kearah keyna.


"aku tidak mencari topik, tapi apa salah aku bertanya hubby, kamu sendiri yang bilang semalam bahwa rapat itu penting untuk perusahaan" ucap keyna yang berusaha agar suaminya tidak melanjutkan aksinya.


"hmm...aku sudah menyuruh Ivan untuk memundurkan waktunya karena aku harus meluangkan waktuku sebentar untuk tuan putri ku " ucap Devan mencium pipi keyna.


keyna pun langsung malu saat Devan menciumnya namun keyna teringat sesuatu tentang hubungan Ivan dan Tata.


"hubby"


"iya kenapa sayang" ucap Devan mengelus pipi keyna.


"aku ingin membicarakan sesuatu tentang hubungan Ivan dan Tata" ucap keyna serius.


"hubungan mereka, apa ada sesuatu bukanya mereka baik-baik saja " ucap Devan santai.


"hubungan mereka baik-baik saja hanya saja ...." ucap keyna terbata.


"hanya saja....." ucap Devan menaikan satu alisnya.

__ADS_1


"mereka butuh quality time hubby, kau tau sejak kita tinggal di Korea selama 1 tahun lebih Ivan yang mengatur semua urusan perusahaan dan dia tidak memiliki waktu untuk berduaan dengan Tata" ucap keyna.


"yah itu memang kewajibannya sayang sebagai sekertaris dan orang kepercayaan ku" ucap Devan santai.


"hubby...." ucap keyna memukul bidang dada Devan.


"aw....sayang kenapa kau memukul ku" ucap Devan.


"kau sangat tidak peka, apa kau tidak mengerti hubby..! mereka butuh waktu untuk berduaan, kau terlalu menyibukkan nya dengan pekerjaan, bisa-bisa Tata akan meninggalkannya dan Ivan akan menjadi bujang lapuk selamanya karena ulah mu " ucap keyna kesal.


"apa salah ku sayang, itu memang tugasnya" ucap Devan polos.


"aku tau tugasnya tapi bisa kha kau sebagai bosnya memberikan waktu untuk Ivan liburan agar ia bisa berduaan dengan Tata" ucap keyna.


"akan ku pikirkan sayang, tapi apa yang kau katakan benar juga selama ini aku terlalu menyibukkannya dengan pekerjaan " ucap Devan.


"kau baru menyadarinya..." ucap keyna.


"sudahlah kita jangan membahas mereka" ucap Devan dengan senyum licik


"masih ada waktu untuk kembali ke kantor sayang" ucap Devan langsung menggendong tubuh keyna ala bridal style dan membawanya ke dalam kamar dan akhirnya terjadi pertempuran yang membuat kedua insan itu merasa kenikmatan di tengah siang bolong yang lumayan panas.


...****************...


di tempat lain Ivan yang sibuk mengurusi berkas-berkas yang akan dia siapkan untuk rapat yang beberapa jam lagi akan di mulai.


setelah selesai Ivan pun menyadarkan tubuhnya di kursi kebesarannya dan membuka ponselnya yang sejak tadi berbunyi namun ia tidak menghiraukannya.


" 10 panggilan tak terjawab sayang" tertulis di layar ponsel Ivan.


"aku melewatkan panggilan darinya lagi ", ucap Ivan sambil mengusap keningnya.


Ivan pun menelfon kembali tidak menunggu lama orang yang Ivan telfon pun langsung mengangkat panggilan dari Ivan.

__ADS_1


"maafkan aku tidak mengangkat panggilan dari mu " ucap Ivan.


"tidak apa, maafkan aku juga sudah menganggu waktu sibuk mu...! aku hanya mau mengajak mu untuk nonton bersama malam ini apa kau ada waktu luang" ucap seseorang yang tidak lain adalah Tata di balik telfon itu.


"maafkan aku sayang, hari ini...." ucap Ivan yang belum selesai menjelaskan langsung di sambar oleh Tata.


"hari ini pasti jadwal mu sangat sibuk seperti biasa...! baiklah aku akan mengajak Ica bersama ku malam ini" ucap Tata.


"maafkan aku" ucap Ivan tulus, sebenarnya Ivan juga ingin menemani Tata untuk nonton sekaligus ingin berduaan dengan kekasihnya itu, namun apalah daya pekerjaan yang membuatnya tidak bisa memberikan peluang waktu berdua bersama kekasihnya.


"tidak apa...! jangan lupa makan dan istirahat" ucap Tata langsung mematikan telfon secara sepihak.


Ivan hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar sambil menyandarkan badannya di kursi, ia benar-benar di landa frustasi dan bingung ingin bercerita dengan siapa tentang masalahnya ini.


"ahk..." ucap Ivan mengacak rambutnya.


"aku salah lagi " batin Ivan


seorang Ivan yang sangat jarang membuka hatinya kepada wanita manapun sekarang menjadi frustasi karena seorang wanita yang umurnya saja lumayan berbeda jauh darinya.


Ivan benar-benar sangat frustasi di buatnya, kemudian Ivan mengingat seseorang yang bisa ia ajak cerita selagi rapat masih belum di laksanakan, Ivan pun meraih telfonnya dan langsung menelfon orang itu.


"hallo cal Lo ada waktu enggak, bisa ke kantor sekarang" ucap Ivan.


"ada, tapi tumben Lo telfon gua, apa ada masalah" tanya Ical di sembarang telfon sana.


"datang saja dulu, gua akan jelaskan nanti " ucap Ivan.


"baiklah gua ke sana " ucap Ical.


Ivan pun langsung menutup telfonnya dan menyandarkan kembali badannya di kursi kebesarannya, sambil memandang wajah cantik seorang wanita di handphone miliknya.


"aku merindukanmu " ucap Ivan.

__ADS_1


next...next...next...😘😘😘


__ADS_2