Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 58


__ADS_3

setelah menangis dengan puas Keyna langsung membersihkan wajahnya dengan mata yang terlihat sangat sembab akibat menangis kemudian Keyna melihat handphone yang sudah berserakan di lantai, ia segera mengumpulkannya dan membuangnya di sampah.


keyna masih tidak menyangka Devan sama sekali tidak memercayai perkataannya, kemudian Keyna segera turun ke bawah ia berinisiatif untuk membuat kan Devan bekal dan akan menyuruh pak Ujang membawakannya di kantor Devan.


setelah berkutat di dapur selama 1 jam keyna tersenyum manis melihat kotak bekal Devan yang sudah ia susun dengan sangat baik dan cantik.


"semoga dia tidak akan marah lagi pada ku" ucap keyna kemudian ia mencari pak Ujang.


"pak Ujang " Teriak keyna melihat pak Ujang di taman sedang duduk bercerita dengan pak Udin.


"iya non" ucap pak Ujang segera berlari kearah Keyna.


"pak ujang keyna boleh minta tolong, bawakan bekal ini ke kantor Devan" ucap keyna.


"baik non" ucap pak Ujang.


semua pekerja di rumah Devan tau bahwa Keyna sangat di larang keras oleh Devan untuk keluar rumah sebelum ia menemukan pelaku yang mengincar nyawa Keyna.


setelah menyuruh pak Ujang membawakan kotak bekal untuk Devan Keyna segera masuk kembali ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar karena saat ini moodnya benar-benar buruk saat tadi pagi ia sedikit berdebat dengan Devan.


keyna pun menghubungi teman-temannya namun mereka semua sibuk Ica yang masih membuat tugas kampusnya, Rika yang harus masuk kampus dan Tata yang tidak bisa kemana-mana karena kakinya jika Ica dan Rika tidak sibuk mereka bisa menjemput Tata.


tibalah waktu Zuhur setelah itu keyna langsung melaksanan solat Zuhur dan setelah itu keyna membaringkan tubuh mungilnya di atas ranjang.


"ah aku sangat rindu dengan mu Devan" ucap keyna berbaring sambil mengusap ranjang yang kosong di sampingnya.


keyna yang hampir 4 jam tertidur pulas di atas ranjang pun terbangun karena mendengar sesuatu di dalam ruangan pakaian dirinya dan Devan.


Keyna pun turun dari ranjang dan langsung menuju ke ruangan itu dan betapa terkejutnya keyna saat melihat Devan sedang mengumpulkan pakaian di dalam koper besar miliknya.


"apa yang dia ingin keluar kota " batin keyna


"Hubby" panggil keyna pelan ke pada Devan namun tidak ada sahutan dari Devan.


"kau ingin pergi kemana " tanya keyna melangkah ke arah Devan.


namun pernyataan keyna sama sekali tidak ada balasan dari Devan, Devan hanya fokus merapikan pakaiannya di dalam koper.

__ADS_1


"apa kamu masih marah dengan masalah tadi pagi, aku berani bersumpah pada mu sayang aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Reyhan " ucap keyna langsung memeluk tubuh kekar milik Devan.


"lepaskan lah" ucap Devan pelan.


"Hubby" ucap keyna menatap kearah mata Devan.


"aku hanya perlu waktu untuk sendiri agar menenangkan pikiran ku " ucap Devan tak berani menatap mata maniak milik istrinya.


"apa kamu masih marah dengan ku, apa kau tidak memercayai ku lagi dan apakah kamu tidak mencintai ku lagi " ucap keyna pelan.


"aku hanya perlu waktu untuk berpikir jernih maka dari itu biarkan aku pergi " ucap Devan langsung menarik kopernya meninggalkan keyna.


"Devan Mahendra jika berani kau melangkahkan kaki mu kearah pintu itu maka hari ini kita akan bercerai " ucap keyna dengan lantang.


Devan yang mendengar perkataan Keyna langsung terhenti langkahnya dan membalikkan badannya menatap Keyna dengan tatapan dingin dan rahang yang mulai mengeras.


"apa ini bagian dari rencana mu agar kau bisa bersama Reyhan Keyna " ucap Devan dengan sinis.


"a....apa yang kau maksud Devan, aku mengatakan hal itu agar kau tidak pergi aku sudah mengatakan berapa kali padamu aku dan Reyhan tidak memiliki hubungan apapun" ucap keyna pelan mendekat kearah Devan.


"berhenti sampai situ Keyna..! kau meminta pisah dengan ku, apa kau tau aku sudah pernah bilang pada mu bahwa milikku akan tetap menjadi milikku tapi jika ini kemauan mu baiklah akan ku turuti" ucap Devan langsung pergi meninggalkan keyna.


"Devan.....Devan....hiks...hiks...jangan tinggalkan aku......Devan....hiks...hiks.." ucap keyna langsung duduk terjatuh di taman itu melihat kepergian Devan dengan mobil mewahnya.


keyna berdiri dan mengusap air matanya dengan keras melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai, ia tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang.


"aku bodoh kenapa aku mengatakan hal yang menyakiti Devan" batin keyna


keyna pun berjalan menuju ke dalam kamarnya untuk melaksanakan solat Asar agar pikirannya tenang, setelah solat keyna pun hanya bisa terduduk memeluk lututnya di atas ranjang menatap ke arah pintu dan berharap Devan kembali padanya.


"Devan...maafkan aku...tapi kenapa kau tidak memercayai perkataan ku hiks...hiks...hiks..." ucap Devan menangis memeluk lututnya.


tok....tok...tok...


suara ketukan pintu keyna langsung membuat Keyna melompat dari atas ranjangnya dan langsung membuka pintu kamarnya dengan cepat.


"Hubby" ucap keyna.

__ADS_1


"Nona muda " ucap Bi Tati yang ternyata mengetok pintu kamar keyna.


"eh...Bi Tati ada apa " ucap keyna.


"bibi hanya mau bilang makanan malam ini bibi akan siapkan apa nona " tanya bi Tati.


"terserah Bu Tati saja " ucap keyna dengan senyum paksaan nya.


"Baik nona saya permisi dulu " ucap Bi Tati.


"iya " ucap keyna langsung menutup pintu kamarnya.


tak berapa lama kemudian Keyna yang melamun cukup lama hingga tak terasa waktu magrib telah masuk dan Keyna langsung melaksanan solat magrib setelah itu ia kembali melamun.


dia sudah menelfon nomor Devan dengan telfon rumah namun Devan tidak mengangkatnya sama sekali membuat keyna semakin frustasi.


tak berapa lama suara teriakan dari bawah memanggil nama Keyna membuat Keyna tersadar dari lamunannya dan segera turun ke bawah dengan tergesa-gesa.


"kak Gibran " ucap Keyna kaget.


"kamu dari mana saja, Kaka menghubungi mu sejak tadi tapi nomor mu tidak aktif " ucap Gibran khawatir.


"ada masalah apa kak hingga Kaka kelihatan sangat khawatir" ucap keyna pelan.


"ayo ikut Kaka sekarang, Devan....Devan mengalami kecelakaan " ucap Gibran pelan memeluk Keyna.


"apa....apa maksud Kaka, Devan kecelakaan" ucap keyna menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan melepaskan pelukan Gibran darinya.


"aku tidak berbohong Keyna, aku sudah menghubungi mu beberapa kali tapi nomor mu tidak aktif sehingga Kaka langsung ke sini " ucap Gibran.


"Kaka Devan gak mungkin kecelakaan, hiks...hiks...ayo kak antar Keyna ke rumah sakit....Devan membutuhkan keyna sekarang" ucap keyna menarik Gibran.


"baiklah ayo " ucap Devan.


mereka pun menuju ke rumah sakit dengan keyna yang selalu beristigfar di dalam hatinya mendoakan keselamatan Devan.


"hubby kamu pasti baik-baik saja aku yakin itu " batin keyna

__ADS_1


Aduh next....next...ya ...😫😫😫


__ADS_2