
Ica yang sudah berputus asa untuk mengikuti Rika, dia mempunyai ide untuk bertemu dengan Reyhan dan bekerjasama dengan dia karena bagaimana pun Reyhan sangat mencintai keyna.
Reyhan dan Ica pun bertemu di resto yang sudah di tentukan mereka berbicara sangat lama hingga tanpa mereka sadari ada dia orang sosok yang sedang mengintai mereka dari jarak jauh.
"aku ingin berbicara pada mu, apa kau tau sepupu mu yang gila itu sepertinya akan melukai keyna" ucap Ica.
"aku tau itu" balas Reyhan santai sambil menikmati minumannya.
"apa kau tidak bertindak untuk melindungi keyna " tanya Ica penasaran.
"aku sudah mempunyai rencana dan lebih baik kamu pikirkan dirimu sendiri sebelum Rika tau bahwa kamu diam-diam menggagalkan rencananya" ucap Reyhan dengan senyum sinis.
"sial bagaimana dia bisa tau " batin ica
"aku tau itu" ucap Ica.
"baiklah karena tidak ada yang kita bahas lagi lebih baik aku pergi sekarang " ucap Reyhan berdiri dan langsung meninggalkan Ica sendiri.
"tunggu" ucap Ica.
"apa " balas Reyhan.
"kau masih mencintai keyna " tanya Ica penasaran.
"apa harus kau tau semua tentang diri ku" ucap Reyhan sambil menaikan salah satu alis matanya.
"tidak aku hanya bertanya perihal keyna " ucap Ica.
"ya aku masih mencintainya puas " ucap Reyhan langsung pergi meninggalkan Ica.
setelah kepergian Reyhan Ica pun membayar makanan mereka dan langsung pergi meninggalkan restoran, namun saat di parkiran saat Ica ingin masuk kedalam mobil tangannya langsung di tahan oleh seseorang hingga membuat Ica berbalik dan betapa terkejutnya ia saat tau bahwa yang menahannya adalah Tata.
"Tata " ucap Ica.
"gua butuh penjelasan dari Lo" ucap Tata di sampingnya tentu bersama Ivan karena dua sosok yang mengintai mereka tadi adalah Ivan dan Tata.
"maksudnya apa" ucap Ica.
__ADS_1
"Lo tega ya, keyna sahabat Lo sendiri tapi kenapa Lo jahat banget Ca " ucap Tata.
"tutup mulut Lo Ta " ucap Ica Tegas.
"jadi bagaimana Lo bisa jelaskan pada gua, kenapa Lo bertemu dengan Reyhan secara diam-diam" ucap Tata.
"gua...." ucap Ica gugup
"Ica " ucap Tata.
"yah gua bekerjasama dengan Reyhan tapi asal Lo tau gua selama ini lindungi keyna dari mereka dan apa kau tau juga bahwa wanita itu sangat terobsesi oleh Devan " ucap Ica lantang.
"wanita itu maksud Lo siapa ?" tanya Tata.
" sahabat kita " ucap Ica pelan
"tidak...tidak mungkin Lo pasti bohongkan " ucap Tata.
"gua berkata jujur Ta, dan inilah yang sebenarnya terjadi " ucap Ica.
"jadi apa yang harus kita lakukan sekarang" ucap Tata.
"tenanglah aku akan mengurus semuanya dan melaporkan pada Devan semua yang kau ceritakan Ica " ucap Ivan sambil memeluk Tata.
"tapi mereka masih di Jepang jangan menganggu hanymoon mereka." ucap Tata.
" aku akan melaporkan saat Devan dan Keyna sudah tiba di Indonesia" ucap Ivan.
"dan kau Ica ikutilah permainan mereka anggap saja aku dan Tata tidak mengetahui apapun " ucap Ivan dingin.
"terimakasih " ucap Ica.
"dan maafkan gua Ta, selama ini gua gak jujur sama Lo" ucap Ica memeluk Tata.
"gua tau posisi lo Ca, lalu Gibran sudah tau semua ini" ucap Tata.
" gua gak kasi tau ke dia, gua gak mau di khawatir dan terluka karena ikut campur dalam masalah ini" ucap Ica.
__ADS_1
"kalau ada apa-apa hubungi kami, ingat jangan gegabah sendiri selalu lapor pada kami semua tentang Rika dan Reyhan " ucap Ivan.
"baiklah " ucap Ica kemudian ia segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan Tata dan Ivan.
"jadi apa selanjutnya rencana mu sayang" tanya Tata pada Ivan.
"hmmm kita ikuti alur permainan nya karena bukti yang ada selalu saja hilang apalagi dengan beberapa orang yang sudah aku amankan bersama Devan sudah mati karena mereka mengonsumsi obat seperti narkoba" ucap Ivan.
"maksudnya" tanya Tata.
"sepertinya setiap orang suruhan Rika akan di berikan obat yang menjadi candu bagi mereka dan jika si pemakai obat tidak meminumnya tepat waktu maka orang itu akan mati" ucap Ivan.
"aku juga penasaran dengan Sahabat mu, apa dia berkuliah di jurusan farmasi " tanya Ivan.
"iya dia berkuliah di jurusan itu " ucap Tata.
"sudah ku duga " ucap Ivan.
"tapi ada satu hal yang mengganjal sejak tadi" ucap Ivan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" apa itu" tanya Tata penasaran.
"apa Ica tidak memakai obat itu, bagaimana pun dia sudah bekerjasama dengan Rika otomatis Rika yang tidak ingin di rugikan pasti menyuruh Ica untuk meminum obat itu" ucap Ivan.
Tata yang mendengar ucapan Ivan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"bagaimana ini, Ica berarti dalam bahaya " ucap Tata.
"lebih baik kau bertanya padanya dulu sayang tapi harus hati-hati karena aku belum memercayai nya" ucap Ivan dingin
"baiklah aku mengerti, aku akan bertanya padanya, semoga saja dia tidak mengonsumsi obat itu" ucap Tata pelan.
"baiklah ayo kita pulang, aku akan mengantar mu" ucap Ivan lembut.
Tata pun membalas dengan menganggukkan kepalanya dan mereka pun akhirnya pergi meninggalkan restoran itu.
Next....next....next ..🥴🥴
__ADS_1