
sesampainya di rumah sakit keyna langsung di tangani oleh dokter Melly untuk memeriksa kondisi keyna sudah memasuki pembukaan tingkat berapa namun saat mendengar pembukaan baru memasuki pembukaan 4 keyna membulatkan matanya " baru pembukaan 4 begini saja rasanya semua tulangnya remuk dan nyawanya seakan sudah terlepas dari raganya apalagi kalau pembukaan selanjutnya entah apa yang terjadi.
"hubby " panggil keyna saat sudah merasa sakit kembali, keyna meramas rambut Devan hingga beberapa helai rambut Devan sudah berpindah ke tangan keyna.
"yang kuat ya sayang aku yakin kamu pasti bisa " hanya ucapan itu yang bisa keluar dari mulut Devan saat melihat kondisi keyna seperti itu.
"Melly apa gak ada obat buat si baby keluar gak membuat keyna merasakan sakit" tanya Devan dengan polos mendapatkan tawa dari Melly dan mama Mira.
" enggak apa-apa nduk, semua wanita pasti akan mengalami rasa sakit seperti ini" ucap mama Mira dengan lembut sambil mengusap belakang keyna dengan pelan.
"pertanyaan mu ada-ada saja Dev" Melly hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Devan benar-benar menjadi seorang manusia normal bukan seperti Devan yang dulu ia kenal.
detik, menit pun selalu berjalan membuat keyna semakin merasakan bsakit ia benar-benar sudah tidak kuat seakan kakinya tidak bisa lagi berjalan seluruh badan bergetar, Devan dengan sengit memompang badannya keyna dan membawanya ke tempat tidur.
Melly dan beberapa bidan lainnnya yang membantu proses kelahiran keyna pun masuk kedalam ruangan dan semua keluarga di suruh untuk menunggu di luar dan hanya Devan yang berada di dalam menemani keyna.
"wah keyna sudah pembukaan full ya, sekarang ikuti kata-kata saya dan jangan dulu mengejang sebelum saya menyuruh mu " ucap dokter Melly mendapatkan anggukan dari keyna.
keyna menggenggam tangan Devan dengan erat dan sesekali keyna meminta maaf pada Devan membuat Devan yang mendengar nya langsung menitihkan air matanya.
"oke keyna sekarang buka yang lebar, saat saya bilang dorong kamu dorong dengan sekuat tenaga mu ya....ok 1...2...3... dorong keyna " keyna pun mengikuti arahan dokter Melly ia mengejang dengan sekuat tenaganya namun percobaan pertama gagal membuat keyna benar-benar kehabisan napas dan tenaganya.
"sayang kamu pasti kuat " ucap Devan mengecup pucuk kepala keyna, dalam hati Devan benar-benar sakit melihat kondisi keyna seperti ini seandainya rasa sakit itu bisa di tukar biarlah rasa yang di derita keyna berpindah padanya.
"kita coba lagi ya key....1..2...3...dorong " keyna pun mengulangi aba-aba dari dokter Melly dengan sekuat tenaganya ia berusaha mengeluarkan buah cinta dia dan Devan agar bisa merasakan nikmat dunia ini.
"terus keyna kepalanya mulai terlihat " ucap dokter Melly yang membuat keyna semakin semangat saat mendengar bahwa kepala sang baby sudah terlihat.
"astagfirullah hal'azim" teriak keyna membuat sang baby yang selama 9 bulan bersemayam di dalam perutnya pun akhirnya keluar, sekujur tubuh keyna langsung terbaring lemas, keringat bercucuran menghiasi wajah keyna.
"owek....owek....owek..." tangisan bayi memecahkan seisi ruangan itu, membuat Devan spontan menjatuhkan air matanya mengecup keyna tiada henti, Devan benar-benar sangat bahagia dan bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan padanya.
"terimakasih sayang kau adalah wanita terhebat yang aku miliki" ucap Devan mendapatkan senyuman dari keyna.
dengan cepat dokter Melly menyuruh beberapa bidan membersihkan baby dan mengecek kondisi keyna sudah pingsan karena kelelahan.
"apa dia baik-baik saja Melly " tanya Devan.
"istrimu baik-baik saja Dev, keyna pingsan karena kelelahan saat mengeluarkan si utun and selamat atas anak pertama mu Dev, dia sangat tampan seperti Ayahnya" Melly menyerahkan baby dari Gendongannya kepada Devan.
__ADS_1
Devan menggendong tubuh mungil malaikat kecil mereka, baby itu benar-benar sangat lucu hidungnya mancung seperti dirinya dan bibir kecilnya sangat mirip keyna perpaduan antara Devan dan keyna membuat baby mereka terlihat tampan dan sempurna.
"nama mu adalah Aditya Putra Mahendra, jadilah anak yang bisa Daddy banggakan dan anak yang menyayangi orang tua " ucap Devan mencium pipi gembul Aditya dengan gemes.
dokter Melly pun mempersilahkan keluarga untuk masuk melihat Keyna dan si baby yang baru launching itu.
"Masya Allah ganteng banget Dev " ucap mommy mengambil alih Aditya dari Gendongan Devan.
"siapa namanya Dev " tanya pak Mahendra.
"namanya Aditya Putra Mahendra " ucap Devan yang seakan senyumnya tak akan pudar dari wajah tampannya itu.
"nama yang bagus" ucap mama Mira.
Devan pun mendekat kearah ranjang keyna masih terbaring lemas, ia membelai kepala keyna dan mencium pucuk kepala istri kesayangannya itu.
keyna yang mendapat sentuhan dari Devan langsung membuka mata nya dengan pelan, melihat Devan di hadapannya ia tersenyum pada Devan ia benar-benar bersyukur mendapatkan suami seperti Devan.
"mana baby kita " tanya keyna pelan.
"masih di gendong sama Mommy dan mama " ucap Devan.
"aku sudah memberikan dia nama " ucap Devan.
"Aditya Putra Mahendra, bagus bukan aku sudah mempersiapkan nya jauh hari " Devan mengusap kepala Keyna kemudian mencium nya kembali.
sementara Gibran,Ica, Tata dan Ivan pun masuk kedalam mereka berempat membuat keributan berlomba untuk menggendong baby Aditya.
"oh my God dia sangat tampan " ucap Tata mengendong baby Aditya .
"kita juga bisa buat seperti ini sayang, apa mau coba " bisik Ivan membuat Tata langsung menatapnya dengan tajam.
"Dasar pria Tua mesum" batin Tata
" oh iya Ivan bagaimana persiapan pernikahan mu apa semua lancar " tanya Devan.
"Alhamdulillah semuanya lancar berkat bantuan Tuan" ucap Ivan.
"berati nanti saya dapat lagi cucu baru dari Ivan dong" ucap pak Mahendra dengan tawanya, membuat Tata langsung malu saat Ivan melihatnya dengan tatapan mesum Ivan.
__ADS_1
sementara di tempat lain Ica dan Gibran meminta izin untuk pulang yang sebenarnya bukan pulang sih mereka sedang berantem menyelesaikan masalah mereka di tengah taman kota yang lumayan sepi karena malam sudah semakin larut.
"maafkan aku" ucap Gibran memeluk Ica dari belakang namun Ica selalu berusaha melepaskan pelukan Gibran darinya.
"lepasin" ucap Ica.
"aku gak mau lepasin, ku mohon maafkan aku, aku benar-benar bisa mati karena kau mendiamkan aku sejak kemarin" ucap Gibran.
"ha...mati bukan ka kau menikmati ciuman dari mantan mu yang bernama sisik itu " ucap Ica kesel.
"namanya bukan sisik sayang tapi Siska " ucap Gibran membalikan badan Ica langsung mencium pipinya.
Ica terdiam mendapatkan perlakuan seperti itu dan sebenarnya Ica juga sangat merindukan pelukan Gibran.
"apaan sih gak usah cium-cium " ucap Ica menghapus bekas ciuman Gibran di pipinya.
namun bukan Gibran namanya kalau tidak menjahili pacarnya ia mencium bertubi-tubi wajah Ica hingga sampai di bibir Gibran mengecupnya dengan pelan yang tentu sang empu langsung terdiam.
Gibran mencoba mencium bibir Ica kembali yang awalnya hanya sekedar kiss bisa namun Gibran memperdalam ciuman mereka, Gibran memegang tekuk leher Ica dan spontan Ica menutup mata dan melingkarkan tangannya di leher Gibran.
Gibran mengekspos lidahnya ke mulut Ica hingga terjadi ciuman yang sangat menggairahkan ðŸ¤ðŸ¤ ah author gak sanggup tulis jadi bayangkan aja ya.
Gibran pun melepaskan ciumannya untuk memberikan Ica nafas.
"apa kau ingin membunuh ku" ucap Ica kesel karena ulah Gibran.
"tapi kamu menikmati nya kan sayang " ucap Gibran langsung menarik Ica kedalam pelukannya.
"kau curang " ucap Ica manja memukul dada Gibran.
"maafkan aku kemarin, aku sengaja tidak ingin bertemu dengan mu, maafkan aku juga sudah membuat mu mandi hujan tengah malam " ucap Ica tulus.
"aku yang seharusnya meminta maaf dan aku juga pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari mu, maafkan aku Ica dan aku mohon jangan pernah meninggalkan aku seperti kemarin aku benar-benar takut kehilanganmu" ucap Gibran memeluk kembali Ica.
"I love you....I love you so much" ucap Gibran mencium pucuk kepala Ica.
"I love you too " Ica memeluk tubuh Gibran dengan erat.
sungguh malam yang menjadi saksi bisu antara cinta Gibran dan Ica.
__ADS_1
bersambung.....
next....