Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 72


__ADS_3

3 hari kemudian pun di lalui mama Mira, Gibran dan Keyna di rumah sakit dengan kondisi mama Mira yang semakin hari semakin membaik sehingga mama Mira bisa cepat di pulangkan.


Ica pun setiap hari menemani mama Mira di rumah sakit dan tidak pernah sekalipun meninggalkan calon mertuanya itu. Tata, Rika dan Reyhan selalu mengunjungi mama Mira di rumah sakit tidak pernah sekalipun mereka absen apalagi Reyhan yang selalu mencari perhatian dari keyna namun keyna hanya bisa menganggap Reyhan sebagai kakaknya tidak lebih.


pagi cerah itu kini tinggal Reyhan, keyna dan mama Mira yang masih tertidur di ranjang pasien, sementara Gibran dan Ica sedang mencari makanan di luar dan Rika dan Tata mereka masih di kampus untuk kuliah.


Reyhan sesekali melirik kearah keyna yang memandang keluar jendela tanpa ekspresi, membuat Reyhan langsung mendekat kearah Keyna.


"apa yang kau pikirkan" tanya Reyhan melihat kearah keyna.


"tidak ada" balas keyna masih fokus menatap kearah luar jendela.


"apa kau masih mencintai Devan, lelaki yang sudah tega mengusir' mu dari rumahnya sendiri." tanya Reyhan penasaran.


kemudian Keyna melihat kearah Reyhan dengan ekspresi bingung bagaimana Reyhan tau masalah nya dengan Devan, sementara keyna sama sekali tidak menceritakan hal itu pada Reyhan.


Reyhan yang mengerti dengan ekspresi yang di muncul oleh keyna langsung mencari alasan karena kebodohannya bertanya seperti itu pada keyna.


"aku...aku tau dari Gibran, Gibran menceritakan pada ku " ucap Reyhan berbohong.


keyna pun mengerti langsung menganggukkan kepalanya dan menatap kembali keluar jendela.


"kau belum menjawab pertanyaan ku " ucap Reyhan.


"entahlah, tapi satu hal yang saat ini aku tau, aku sangat merindukan Devan saat ini " ucap keyna sambil tersenyum.


"apa kau tidak ingin mencari lelaki lain, dia tidak peduli pada mu, orang tua mu saja masuk rumah sakit dia tidak menjenguknya sama sekali " ucap Reyhan.


"mungkin saat ini dia lagi sibuk " ucap keyna yang berpikir positif.

__ADS_1


"apa yang kau pikirkan keyna sadarlah, lelaki seperti itu tidak mencintai mu, pertama dia tidak memercayai mu apa yang kau pertahankan dari lelaki seperti itu " ucap Reyhan.


keyna yang mendengar ucapan Reyhan merasa sangat kesal karena berani menjelek-jelekkan Devan di hadapannya, ia menatap Reyhan dengan tajam membuat Reyhan langsung terdiam.


"jaga ucapan mu kak, aku tidak suka kau menghina suami ku seperti itu dan aku sangat mempercayainya dia pasti saat ini sangat merindukan ku " ucap Keyna dengan lantang.


"sadarlah keyna dia tidak mencintai mu, kalau memang dia mencintai mu dia akan datang saat kau membutuhkan nya dalam kondisi seperti ini" ucap Reyhan.


"pergilah kak...aku tidak ingin berdebat" ucap keyna langsung meninggalkan Reyhan dan mendekat kearah mama Mira yang sedang tertidur.


"key...." panggil Reyhan pelan.


"pergilah kak" ucap keyna.


Reyhan pun pergi meninggalkan rumah sakit sementara keyna yang mengingat ucapan Reyhan langsung menangis, memang apa yang di katakan Reyhan ada benarnya sampai sekarang Devan tidak mengunjunginya dan orangtuanya di rumah sakit.


namun tanpa di ketahui keyna setiap tengah malam Devan dan Ivan akan datang saat mereka tertidur karena Devan ingin menemukan pelaku yang mengincar nyawa keyna.


"apa yang terjadi pada mama" tanya Ica panik.


keyna yang mendapat pelukan dari Ica langsung menangis sejadi-jadinya di pelukan Ica.


"keyna apa yang terjadi pada mama" tanya Gibran namun tak mendapat jawaban dari keyna.


kemudian Keyna melepas pelukannya dari Ica dan menghapus air matanya dengan kasar.


"mama tidak apa-apa dia hanya sedang beristirahat" ucap keyna dengan suara serak.


"jadi mengapa kau menangis seperti ini" Tanya Ica.

__ADS_1


"aku ...aku hanya mengingat Devan saja" ucap keyna.


"ya ampun Kaka kirain mama kenapa-kenapa" ucap Gibran mengusap wajahnya.


"oh iya di mana kak Reyhan bukannya tadi kami tinggalkan kalian berdua di ruangan ini" tanya Ica.


"dia sudah pulang, katanya ada urusan mendadak" ucap keyna berbohong.


"oh baiklah, kalau ayo begitu kita makan aku tadi membelikan makanan kesukaan mu" ajak Ica pada keyna.


mereka pun akhirnya menyantap makanan yang Gibran dan Ica beli tak berapa lama Handphone Ica berbunyi namun nomor tidak di ketahui.


"ada apa sayang" tanya Gibran.


"tidak ada apa-apa, aku angkat telfon sebentar " ucap Ica langsung keluar dari ruangan.


"Hallo" ucap seseorang di sebrang telfon Ica.


"ada apa mengapa kau menelfon ku " tanya Ica.


"apa dia baik-baik saja tadi aku meninggalkannya sendiri" ucap seseorang di sebrang telfon sana.


"apa karena mu dia menangis, jangan terlalu bertindak gegabah" ucap Ica.


"iya aku tau" .


"ya sudah aku tutup telfonnya" ucap Ica langsung menutup telfonnya.


Next....next....next...🥴🥴🥴

__ADS_1


salam sayang Author 😘🥰🥰 untuk para pembaca setia MPT 😘😘


__ADS_2