Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 46


__ADS_3

"Tata" teriak keyna.


teriakan Keyna membuat semua pengawal yang mengawasi keyna pun langsung berlari menuju ke nona muda mereka, dan betapa terkejutnya para pengawal itu saat sudah melihat darah mengalir begitu deras.


"Tata bangun.....Tata" ucap keyna menepuk pipi Tata berulang kali.


saat itu Tata mengantikan posisi Keyna dalam waktu yang pas mendorong tubuh keyna kemudian Tata berlari ingin menjauh namun naasnya ia jatuh dan balok kaca pun itu jatuh menimpah kaki Tata yang mengeluarkan darah yang sangat banyak dan membuat Tata berhasil pingsan.


"nona muda apa anda tidak apa-apa" ucap salah satu pengawal mendekat ke arah keyna dan Tata.


"apa kalian tidak lihat teman ku terluka cepat angkat dia dan bawa ke rumah sakit SEKARANG" ucap keyna berteriak sambil menangis melihat kondisi Tata.


para pengawal pun langsung mengangkat tubuh Tata sambil berusaha menekan darah Tata agar tidak terus mengalir, keyna masih senantiasa berada di samping Tata memegang tangannya sambil sesekali berzikir, baju keyna saat ini sudah di penuhi oleh darah segar yang tercipta dari darah Tata.


sesampainya di rumah sakit keyna sudah menghubungi dokter Ical dan langsung menangani Tata di ruangan IGD, keyna terduduk lemas di lantai ia sangat tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi.


tak berapa lama Devan dan Ivan baru datang ke rumah sakit, Devan mengepalkan kedua tangannya langsung melayangkan tinju ke arah pengawal keyna satu persatu hingga tersungkur ke lantai.


"apa gaji yang aku berikan pada kalian terlalu sedikit untuk bisa menjaga istriku" ucap Devan kejam menatap kearah para pengawal itu.


"maafkan kami tuan, kami sudah teledor" ucap salah satu pengawal yang sudah berdiri dan menunduk ke arah Devan.


"apa kata mu teledor" ucap Devan menatap kearah pengawal dengan senyum devil yang membuat semua pengawal tertunduk takut menatap Devan.

__ADS_1


Keyna melihat Devan yang baru datang hanya terdiam di lantai entah mengapa pandangan sangat buram hingga ia tidak sadarkan diri dan jatuh di lantai rumah sakit itu.


Devan yang melihat keyna pingsan langsung berlari menggendong tubuh keyna dan segera membawanya ke ruang rawat dan menyuruh dokter Melly untuk memeriksa kondisi Keyna dan buah hatinya.


sementara Ivan masih terdiam tak berbicara di depan pintu IGD, Ivan berdiri di depan pintu itu sambil terus menatap dan berharap bahwa kondisi Tata baik-baik saja.


"aku yakin kamu kuat " batin Ivan tak terasa air matanya lolos begitu saja.


Ica, Gibran dan Rika pun baru sampai di rumah sakit langsung menghampiri Ivan yang masih setia berdiri di depan pintu IGD.


"Van bagaimana kondisi Tata" tanya Gibran pada Ivan namun tak ada jawaban.


tak berapa lama keyna dan Devan datang dengan kondisi Keyna yang duduk di kursi roda, kandungan Keyna sangat lemah sehingga membuatnya harus duduk di atas kursi roda.


"Kak Gibran " ucap keyna.


"apa kamu tidak apa-apa" ucap Gibran memegang wajah keyna.


"aku tidak apa-apa hanya saja Tata, aku khawatir Dengan kondisinya" ucap keyna pelan.


"tenang saja dia gadis yang Kuat Karena dia adalah kekasih ku jadi pasti akan kuat " ucap Ivan dengan tegas.


"maafkan aku, seharusnya aku mendengarkan bicara kalian semua untuk tidak ke kampus " ucap keyna pelan.

__ADS_1


"hei kamu tidak salah, aku yang salah tidak bisa menjaga mu " ucap Devan pelan mengusap kepala Keyna.


"keyna seandainya kamu tidak keras kepala pasti Tata tidak akan seperti ini " ucap Rika kesal membuat semua orang memandang ke arahnya.


"Rika apa yang kamu bicarakan kenapa kamu menyalahkan keyna " ucap Ica.


"karena dia, Tata hampir mati apa kau tau itu kaca balok bila jatuh pasti yang kena akan mati untung saja kaki Tata yang kena bukan badan atau kepalanya" ucap Rika lantang.


"aku tau tapi keyna juga tidak tau hal seperti ini bisa akan terjadi, kondisi seperti ini jangan pernah menyalahkan siapapun semua sudah takdir" ucap Ica.


"yah kamu membelanya karena dia calon ipar mu, apa kamu tidak tau perempuan sepertinya terlalu keras kepala " ucap Rika kesal lalu pergi meninggalkan mereka.


Keyna yang mendengar perkataan Rika pun langsung menangis apa yang di katakan Rika memang benar jika dia mengikuti saran suami dan sahabatnya kejadian seperti ini pasti tidak akan terjadi.


"Keyna jangan ambil hati dengan bicaranya Rika mungkin sekarang dia lagi emosi tapi kau tau Rika dia sangat peduli pada kita semua " ucap Ica pelan mendekati keyna langsung memeluknya.


"maafkan aku " ucap keyna menangis di pelukan Ica.


sementara tiga lelaki itu hanya diam saat mendengar kata-kata Rika entah apa yang mereka pikirkan hanya merekalah yang tau.


"sayang apa kamu bisa menunggu di sini aku akan ke kampus mu dan mencari tau pelaku sebenarnya" ucap Devan dan mendapatkan anggukan dari keyna.


Devan dan Gibran pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke kampus keyna untuk mengecek CCTV yang ada di kampus, sementara Ivan, Keyna dan Tata masih setia menunggu kabar kondisi Tata yang masih di dalam ruang IGD.

__ADS_1


"ya Allah selamatkan Tata " batin keyna.


Next...next...yuk ...😣😣😣


__ADS_2