Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 41


__ADS_3

Setelah kepergian Devan dan Keyna Ivan pun langsung mengurus kedua pegawai yang telah di suruh Devan, setelah itu Ivan langsung menarik tangan Tata secara spontan yang membuat Ical bingung.


"Kalian....." Ucap Ical.


"Kenapa" ucap Ivan santai.


"Lo sama dia.... " tanya Ical sambil menatap ke arah Tata dan Ivan secara bergantian.


"Iya" ucap Ivan.


"Serius" ucap Ical.


"Kenapa kaget, cepatlah kita ke ruangan Devan sebelum kena Omelan dari Devan " ucap Ivan santai dan langsung mengandeng tangan Tata yang membuat Tata tertunduk menutupi mukanya yang sudah merah seperti tomat rebus.


Ical hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ivan pertama kali bucin kepada seorang wanita, walau Ivan terbilang tampan dan sangat ramah namun sangat susah untuk menyentuh hati seorang Ivan.


"Apa selera tuan dan anak buahnya sama, menyukai mangga yang sangat muda" batin Ical.


Mereka pun menuju ke ruangan Devan namun saat masuk mereka sama sekali tak melihat Keyna dan Devan namun mereka mendengar suara aneh di ruangan khusus Devan membuat Ical dan Ivan saling menatap.


"Apakah mereka harus melakukannya di kantor" ucap Ical kesal mendengar suara aneh dari arah ruangan Devan.


"Lo mau protes, ayo kita keluar sebelum kegiatan tuan Devan mengotori pemikiran pacar ku yang polos ini " bisik Ivan pada Ical.


Sementara Tata hanya menatap ke arah Ivan dan Ical secara bergantian tidak mengerti dengan ucapan Ical yang mengatakan harus melakukannya di kantor.


"Kita tunggu mereka saja di sini" ucap Tata dengan polosnya.

__ADS_1


"Hei Ivan kenapa Lo pacaran sama gadis sepolos ini " ucap Ical.


"Hei tuan saya tidak polos, apa kau tau aku sudah sekali berciuman dengan Ivan, benarkan sayang" ucap Tata yang membuat Ivan langsung memukul kepala Ical dengan tangannya.


"Hahahaha sumpah pacar Lo polos banget " ucap Ical sambil tertawa.


"Jangan dengerin dia ya sayang anggap saja jin yang berbicara, apa kau mau ke kampus biar aku yang antar nanti Keyna pasti di antar sama suaminya " ucap Ivan lembut sambil mengusap kepala Tata dan Tata pun menganggukkan kepalanya sambil tertunduk ia tak mampu melihat muka Ivan yang begitu tampan.


"Bangs** Lo Ivan Lo kira gua iblis apa, walau gua gini ya gua tau agama " ucap Ical.


"Yah sudah Lo di sini aja tuh dengar seksama pekerjaan tuan Devan, gua mau antar pacar gua ke kampus" ucap Ivan sambil tersenyum ejek pada Ical.


"Sial Lo, gua malas mau dengerin Devan sama istrinya" ucap Ical kesal langsung keluar dari ruangan Devan dan di ikuti oleh Ivan dan Tata


Merekapun menuju ke parkiran perusahaan dan masuk kedalam mobil mereka masing-masing, Ical dalam mobil sangat kesal karena di antara sahabatnya hanya dia sekarang yang jomblo.


Ical pun melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan begitu pun Ivan meninggalkan perusahaan bersama Tata menuju ke arah kampus.


Di perjalanan Tata hanya memandang ke arah luar jendela sambil menikmati pemandangan di sana, sementara Ivan menatap ke arah Tata lalu mengusap tangan Tata dan menciumnya.


"Hei apa yang kau lakukan " ucap Tata kaget karena Ivan mencium tangannya.


"Aku hanya mencium tangan pacar ku apa salah " ucap Ivan santai.


"Bu...bukan seperti itu aku hanya kaget dan malu apa kau tau " ucap Tata tertunduk malu.


"Kau sangat imut saat kau malu seperti ini, rasanya ingin mencium mu" ucap Ivan.

__ADS_1


Tata yang mendengar perkataan Ivan langsung menutup mukanya dengan tas miliknya.


"Astaga apakah sesantai itu dia berbicara" batin Tata.


Hampir memakan waktu 30 menit Ivan dan Tata pun sampai ke kampus Tata pun turun cepat namun tangannya di tahan oleh Ivan dan membuat Tata kembali duduk dan langsung berbalik menatap mata maniak milik Ivan.


"Jangan nakal di sana, ingat aku selalu mengawasi mu jangan berbuat aneh-aneh cukup menjaga Keyna dan segera menghubungi ku " ucap Ivan lembut mengusap wajah Tata.


"Baiklah" ucap Tata


"Kau tau aku mencintaimu dan jangan sampe terluka, kalau itu terjadi aku tidak tau apa yang akan terjadi pada ku " ucap Ivan mencium bibir Tata sekilas membuat Tata diam membeku.


Ivan yang melihat Tata seperti itu hanya bisa tersenyum dan mengusap kepala Tata membuat Tata langsung tersadar dan tertunduk malu mukanya saat ini sangat merah.


"Turun lah aku atau aku akan melakukan lebih pada mu" ucap Ivan menatap ke arah Tata dengan tatapan mesum membuat Tata langsung membuka pintu mobil dan segera keluar dari mobil Ivan dan menutup nya kembali.


Kemudian Ivan menurunkan jendela kaca mobilnya dan melambaikan tangan ke arah Tata dan melajukan mobilnya meninggalkan kampus.


"Kalau dia seperti ini terus bisa-bisa gua kena penyakit jantung" batin Tata sambil memegang dadanya yang berdegup kencang saat Ivan melakukan hal romantis padanya.


Next...yuk😁😁😁


aduh Devan membuat jiwa jomblo Ical meronta-ronta🀭🀭


author kapan gua dapat jodoh tuh si Ivan dan Devan dapat mangga muda : IcalπŸ™„πŸ™„


sabar sayang ada masanya ya anak sabar di sayang Tuhan Lo 🀭🀭

__ADS_1


yah..yah...yah terserah author saja πŸ˜‘πŸ˜‘


__ADS_2