Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 94


__ADS_3

setelah mendengar cerita dari Gibran keyna berfikir sejenak untuk memikirkan langkah apa yang harus dia lakukan untuk membantu sang Kaka.


"aku punya ide kak " ucap keyna.


keyna menyuruh Devan untuk mengambil ponselnya di dalam kamar tidak menunggu lama Devan membawakan handphone keyna dan keyna langsung mengambilnya dan menelfon seseorang.


Gibran dan Devan saling tatap mereka masih bingung apa yang di lakukan keyna hingga terdengar suara dari handphone keyna yang sangat Gibran kenali.


"itu Ica kan " tanya Gibran pelan.


keyna membalas dengan menganggukkan kepalanya sambil meletakan jari telunjuknya di bibirnya.


" Ada apa keyna " tanya Ica di sebrang telfon.


" Ica apa Lo bisa main ke rumah gue enggak, gue lagi pengen makan sesuatu tapi lo yang harus buatin " Ucap keyna.


"apa harus gue? " tanya Ica.


"iya harus lo atau lo lagi sibuk ya Ca? " ucap keyna.


"enggak aku lagi enggak sibuk, ok aku otw ke rumah kamu ya " balas Ica


"tapi gue bukan di Minsion, gue lagi di rumah mama lo bisa kan kesini " tanya keyna.


saat keyna bertanya seperti itu orang yang di sebrang telfon sana terdiam tanpa menjawab pertanyaan keyna.


"hallo..Ica apa Lo masih di sana " tanya keyna.


"iya hallo key " balas Ica pelan.


"Lo baik-baik saja kan Ica?" keyna pura-pura bertanya.


"ah gue baik-baik aja key" balas Ica.


"gue otw ke sana ya Lo mau makan apa supaya gue singgah belanja dulu" Ucap Ica.


keyna pun berpikir sejenak ingin memakan apa kemudian Gibran menulis sesuatu di layar ponselnya dan memperlihatkan kepada keyna.

__ADS_1


"gua mau makan ayam kecap....ya ayam kecap " ucap keyna membaca tulisan Gibran.


"baiklah gue beliin ayamnya dulu" balas Ica.


" ok Ca gua tunggu ya asalamualaikum" ucap keyna.


"waalaikum salam " balas Ica langsung mematikan sambungan telfon.


"jadi gimana key" tanya Gibran.


"dia mau " ucap keyna.


"yes,makasih Ade ku yang paling cantik " ucap Gibran memeluk keyna dengan erat membuat Devan yang melihat langsung memasang wajah seram, Gibran yang melihatnya langsung melepas pelukannya dari tubuh keyna.


"aduh mampus kelepasan" batin Gibran


Gibran yang melihat ekspresi sang adik ipar sudah sangat tidak bersahabat ia pun langsung kabur dan masuk kedalam ruang kerjanya.


"santai aja ekspresi nya sayang " bisik keyna langsung mencium pipi Devan.


"jangan memancing ku " balas Devan membuat keyna tertawa.


"apa gak apa-apa sayang " tanya Devan.


"ia enggak apa-apa, hubby bisa panggil mama ke sini " ucap keyna sambil menahan pinggangnya, ia sesekali melihat ke layar ponselnya dan durasi sakitnya semakin cepat.


Devan pun keluar kamar memanggil mama Mira yang sedang berada di dalam kamar tidak menunggu beberapa lama Devan dan mama Mira pun langsung menuju ke kamar keyna.


"ada apa sayang " ucap mama Mira mendekati keyna yang sudah menahan sakit di sekitar punggung belakangnya.


"ma durasinya semakin cepat ma, kata dokter Melly kalau seperti ini keyna harus banyak jalan" ucap keyna kemudian ia berjalan kembali.


"mama bantu ya sayang pelan-pelan saja jalannya dan jangan dulu berkuat ya sayang kalau merasa sakit " ucap mama Mira lembut dan mendapatkan anggukan dari keyna.


mama Mira juga menyuruh Devan mengabari mommy dan pak Mahendra tentang kondisi keyna.


keyna terus berjalan mengelilingi kamar setelah itu ia keluar kamar bersama mama Mira dan Devan menuju ke ruang tamu, saat sakitnya mulai menjalar ke punggung keyna berhenti untuk berjalan dan langsung mencengkeram tangan Devan dengan kuat.

__ADS_1


"hubby sakit..." ucap keyna mulai mengatur pernapasannya.


"sabar sayang, kamu kuat sayang " ucap Devan tetap setia di samping keyna.


"ya Allah apa sesakit itu" batin Devan


Gibran yang baru keluar dari kamarnya bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Ica malah ia melihat keyna yang sedang kesakitan membuatnya langsung panik.


"ada apa ini kenapa keyna ke sakitan seperti ini " tanya Gibran pada mama Mira.


"sepertinya keyna akan melahirkan" ucap mama Mira.


"kalau begitu ayo kita ke rumah sakit " ucap Gibran langsung mengambil kunci mobilnya yang tergantung cantik di dinding rumah mereka.


"sabar kak keyna masih bisa tahan, kata dokter Melly harus rileks tidak boleh terlalu panik dan kalau keyna sudah tidak tahan lagi baru kita ke rumah sakit " ucap keyna pelan.


"sayang apa kamu ingin makan sesuatu " tanya Devan, keyna pun membalas dengan menggelengkan kepalanya.


Ica yang baru datang dan belum tau apa-apa melihat kondisi keyna yang kesakitan langsung panik dan menghampiri sahabatnya sekaligus calon adik iparnya itu.


"ada apa key, Lo mau lahiran" Tanya Ica panik.


"sepertinya" balas Gibran yang menjawab pertanyaan Ica.


kemudian keyna merasakan sakit kembali namun rasa kali ini benar-benar keyna sudah tidak bisa menahannya membuat Gibran langsung berlari menuju bagasi.


mama Mira dan Ica memompang tubuh keyna menuju mobil sementara Devan mengambil perlengkapan keyna yang memang sudah di persiapkan sejak beberapa hari yang lalu.


Devan sudah memasukkan semua perlengkapan di mobil dan langsung masuk kedalam mobil di samping kiri keyna sedangkan mama Mira di samping kanan keyna dan Ica di depan bersama Gibran.


Gibran dengan kecepatan penuh membawa keyna menuju ke rumah sakit sedangkan yang lainnya selalu memberi keyna semangat dan menyuruh keyna untuk beristighfar.


"sayang ikut mama โ€œLaa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiinโ€.ucap mama Mira


keyna pun mengikuti ucapan mama Mira secara berulang-ulang dan menggenggam tangan Devan hingga berbekas kini benar-benar tangan Devan merah penuh cakaran keyna.


"Ya Allah hamba benar-benar tidak kuat " batin keyna

__ADS_1


bersambung......


jangan lupa like, vote and favorit sekalian jejak komentar kalian ya ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ karena dengan itu membuat Author semakin bersemangat dalam menulis ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2