
"Maaf...maafkan aku "hanya ucapan itu yang bisa lolos dari bibir Ivan saat ini.
Tata yang sudah sangat kesal pada Ivan langsung keluar dari mobil Ivan, Tata mengusap air matanya yang berhasil lolos dan langsung berjalan meninggalkan mobil Ivan.
Ivan yang melihat Tata meninggalkan mobilnya langsung keluar mengejar Tata, ia saat ini sangat takut dengan perlakuannya tadi membuat Tata akan meninggalkannya.
Ivan berhasil mengejar langkah Tata itu memang bukan hal sulit untuk Ivan. Ivan langsung menarik lengan Tata dan menjatuhkan Tata kedalam pelukannya.
"Hangat" batin Tata
"maaf....maafkan aku, aku terlalu cemburu kepada mu sampai memebantak dan menuduh mu seperti tadi, maafkan aku sayang yang tidak bisa memberikan waktu untuk kita berdua dan aku juga sangat ingin berkencan dengan mu seperti ini namun tuntutan pekerjaan ku tidak bisa aku tinggalkan, maafkan aku ....aku mohon jangan marah padaku aku bisa gila kalau kau marah pada ku sayang sungguh " ucap Ivan memeluk erat Tata.
Tata yang mendengar ucapan Ivan langsung luluh, Tata sangat mengerti dengan pekerjaan Ivan namun ucapannya tadi terlontar karena ia sangat kesal pada Ivan saat menuduhnya yang macam-macam.
Tata pun melepas pelukannya pada Ivan dan melihat wajah Ivan dan ternyata Ivan menangis seperti anak kecil melihat itu Tata langsung tertawa, bagaimana seorang Ivan yang terkenal tegas dan dingin bisa menangis untuk dirinya.
Tata mengusap air mata yang membasahi pipi Ivan.
"jangan menangis atau ganteng mu akan hilang, aku mencintaimu dengan segala kekurangan mu sayang" ucap Tata menggenggam tangan Ivan.
" aku juga mencintaimu sayang....aku mohon jangan meninggalkan ku seperti tadi, aku yang bisa gila bila kau pergi dari ku jangan tinggalkan aku " ucap Ivan mencium pucuk kepala Tata.
"Jadi apa kencan kita masih berlaku " tanya Tata pada Ivan.
"Sure, aku akan membuat mu sangat bahagia selama 3 hari kedepan" ucap Ivan langsung menggendong tubuh Tata dan membawanya kedalam mobil.
"apa yang lakukan jika ada orang yang melihatnya bagaimana" ucap Tata ia sangat malu dengan perlakuan Ivan kepadanya.
Ivan tidak mempedulikan ucapan Tata ia tetap menggendong tubuh Tata ala bridal style lalu memasukkannya ke dalam mobil kemudian Ivan pun masuk juga ke dalam mobil.
"sayang apa rencana mu hari ini " tanya Tata pada Ivan.
"membahagiakan kamu "ucap Ivan mengusap pipi Tata dengan lembut membuat sang empuh langsung tersipu malu.
mobil yang di tumpangi Tata dan Ivan pun melaju masuk kedalam kemacetan ibu kota yang sangat padat hampir memakan waktu 1 jam lebih akhirnya sampailah mereka ke tempat tujuan yang Ivan memang sudah rencanakan.
Tata pun keluar dari mobil melihat sekeliling nya dengan mata yang berbinar-binar ia sangat tidak menyangka Ivan mengetahui tempat yang paling favorit untuknya.
"apa kau sangat bahagia" tanya Ivan di belakang telinga Tata sambil memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"aku sangat bahagia tapi bagaimana kau tau aku menyukai tempat ini, aku sama sekali tidak pernah cerita pada mu sayang " tanya Tata.
"aku tau semua yang kau suka tanpa kau cerita pada ku " balas Ivan langsung mencium pucuk kepala Tata.
"bagaimana mau masuk kedalam, kita akan bermain sepuasnya" ucap Ivan sambil mengedipkan matanya ke arah Tata.
"aku yang akan meneraktir mu hari ini karena kau sudah membawa ku di taman bermain ini " ucap Tata.
"no...no...hari ini hari untuk mu sayang kamu cukup menghabiskan uang ku itu tugas mu " ucap Ivan mengusap kepala Tata.
Tata yang mendengar ucapan Ivan langsung memeluknya, Tata benar-benar bahagia karena memang impiannya dari dulu kalau dia punya pacar dia akan mengajaknya bermain wahana di taman bermain yang sangat ternama di kota Jakarta mulai dari yang biasa sampai wahana yang menguji nyali.
"ayo my princess" ucap Ivan mencium tangan Tata.
Tata pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis, mereka pun bermain dengan asyik berbagai wahana sudah mereka coba namun hal lucu terjadi saat mereka menaiki wahana yang bernama Tornado, Tata sangat tertawa puas bagaimana tidak sejak naik wahana itu Ivan selalu membaca doa, doa yang di panjatkan itu seakan tak lepas dari mulutnya.
" sayang apa kamu tidak takut naik wahana ini" ucap Ivan yang panik memutar badan Tata untuk melihat sang kekasih baik-baik saja.
"aku baik-baik saja sayang lebih baik khawatirkan dirimu sendiri masih banyak wahana ekstrim yang belum kau coba " ucap Tata sambil tersenyum jahil ia menarik lengan kekar Ivan dan membawa ke wahana yang paling menguji nyali dan wahan favorit Tata.
"ini sayang namanya wahana halilintar atau sering di sebut wahana roller coaster ini juga salah satu wahana favorit ku " ucap Tata sambil menunggu antrian yang lumayan panjang.
Ivan juga yang bingung dengan nama wahana yang di sebut tadi, ia mencoba mencarinya di google menggunakan smartphone pintarnya dan betapa terkejutnya saat membaca artikel tentang wahana roller coaster, dalam artikel itu mengatakan bahwa wahana ini akan berjalan dan berputar terbalik dengan kecepatan tinggi.
"astaga key sepertinya apa yang kau katakan itu benar " batin Ivan.
"sayang apa tidak ada permainan lain, ini berbahaya loh kalau seandainya relnya rusak atau patah gimana" ucap Ivan berusaha merayu Tata.
"enggak akan mungkin sayang, atau kamu takut ya" ucap Tata menatap sinis kearah Ivan.
"aku....aku takut tidak mungkinlah sayang aku hanya khawatir pada mu kalau terjadi apa-apa bagaimana " ucap Ivan berbohong sebenarnya ia sangat takut belum sembuh rasa takutnya saat menaiki Tornado di tambah lagi Tata mengajaknya untuk menaiki roller coaster.
"aku tidak apa" ucap Tata dengan percaya diri.
"apanya yang tidak takut naik Tornado saja kau mengenggam tangan ku dengan erat " batin Tata
akhirnya nomor antrian mereka pun tiba Tata dengan semangat langsung duduk manis di bangku bersama Ivan.
"Jangan takut kita tidak pergi untuk bertemu Tuhan dengan cepat " bisik Tata pada Ivan yang membuat Ivan langsung menelan salivanya.
__ADS_1
akhirnya permainan pun di mulai para penumpang semua berteriak dengan histeris saat wahana mulai di luncurkan, begitu pula Ivan berteriak sambil melafalkan doa yang banyak membuat Tata di sebelahnya tertawa dengan puas.
setelah selesai bermain Ivan langsung menarik Tata, ia benar-benar sangat takut Tata akan mengajaknya ke wahana ekstrim yang membuat jantungnya berpacu dengan cepat.
"sayang kenapa apa kamu sakit" tanya Tata pada Ivan memang sekarang muka Ivan sangat pucat.
"aku tidak apa-apa sayang " balas Ivan ia tidak mau di hari bahagianya ini membuat Tata khawatir.
"sayang apa boleh kita naik itu " ucap Tata manja menunjuk kearah wahana bermain yang membuat Ivan langsung tertegun melihat wahana itu.
"astaga wahana apalagi ini kenapa wahananya seperti itu bentuknya " batin Ivan
"sayang maukan" ucap Tata membuat Ivan tidak tega untuk menolak permintaan kekasihnya itu.
"baiklah sayang " ucap Ivan terpaksa dari pada melihat Tata kecewa itu lebih para dari pada hanya menaiki wahan yang ekstrim ini.
sementara dari ke jauhan terdapat 3 orang yang tertawa puas karena melihat Ivan yang benar-benar ketakutan saat menaiki wahana itu.
"hahahaha astaga apakah Ivan setakut itu aku sama sekali belum pernah melihat wajah Ivan sepucat itu" tawa Ical puas melihat Ivan yang ketakutan.
"kau sungguh hebat sayang memberikan ide ini kepada Ivan untuk mengajak Tata ke taman bermain " ucap Devan menarik hidung Mancung milik keyna.
"Tapi aku khawatir dengan Ivan apa dia baik-baik saja " ucap keyna.
"dia tidak apa-apa oh ya dari pada kita menonton mereka bagaimana kita juga menikmati taman bermain yang ada di sini " ucap Devan dan mendapatkan tatapan senang dari keyna.
"beneran sayang dari tadi aku pengen menaiki itu, aku pernah menaikinya sekali bersama Tata dan Ica" tunjuk keyna pada salah satu wahan yang membuat Ical dan Devan saling bertatapan.
"apakah para gadis ini benar-benar ingin bertemu dengan Tuhan begitu cepat " batin Ical.
bersambung....
next...next...
siapa nih yang sama dengan para pria dalam novel ini 🤭🤭🤭 semua pada takut ya 😊🙏
__ADS_1