Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 68


__ADS_3

sesampainya Devan, Ivan dan Gibran di kantor polisi langsung ke ruangan meminta pihak polisi untuk bertemu dengan Merry, Gibran yang saat ini sedang terbakar oleh amarah yang tidak bisa terkontrol melihat Merry rasanya ingin mencekam dirinya.


Merry yang tersenyum sinis di balik kaca pembatas melihat kemarahan Gibran sang mantan kekasih.


"ada hal apa sehingga kalian ingin bertemu dengan ku" ucap Merry santai.


" Dasar wanita jala**, berani sekali kau menyentuh keluarga" ucap Gibran dengan amarah namun Devan menenangkan Gibran.


"wah.....apa dia telah bertemu dengan papa mu sayang" Merry bertepuk tangan lalu melihat kearah Gibran.


"hentikan senyuman mu itu karena rencana mu untuk membunuh orang tua istri ku tidak berjalan baik" balas Devan dengan senyum sinis membuat Merry Langsung terdiam.


"baiklah aku ingin bertanya satu hal pada mu" Devan manarik satu kursi langsung duduk di hadapan Merry untung saja ada pembatas kaca pemisah kalau tidak saat ini Merry akan benar-benar akan diterkam dengan ketiga singa yang ada di hadapannya kini.


"aku akan memberikan kesempatan pada mu" ucap Devan dengan senyum devil menatap kearah Merry, Merry yang melihat tatapan Devan hanya bisa menelan salivanya dengan paksa.


"siapa dalang dari semua ini" ucap Devan.


"hahahaha kenapa kau bertanya pada ku, bukankah kau pemilik team khusus yang terhebat di negara ini" ucap Merry dengan suara gelak tawanya menggema di seluruh ruangan.


"C.K kau aku tidak suka berbelit-belit Merry, baiklah kalau kau tidak memberitahu ku..." ucap Devan terbata.


"kalau aku tidak memberitahu mu memangnya ada hal apa " ucap Merry santai.


kemudian Devan mendekatkan wajahnya ke cermin dan membisikan sesuatu yang membuat Merry kaget.


"bagaimana " ucap Devan santai.


"aku tidak percaya pada mu, apa kau kira dokter itu ada di negara ini " ucap Merry yang mulai takut Dengan ancaman Devan.


"Ivan " ucap Devan langsung di tanggapi oleh Ivan sementara Gibran masih bingung dengan arah pembicaraan Devan dan Merry.

__ADS_1


Ivan mu menunjukkan sebuah video seorang pria baru para yang sedang di ikat dan menjerit meminta tolong.


"dokter " ucap Merry pelan dan dapat di dengar oleh Devan.


"Bingo, ternyata mata mu masih bagus, apa kau tau aku mencarinya lumayan susah karena bos mu menyembunyikan tikus berharganya dengan sangat baik" ucap Devan.


"Dasar biada* kau Devan" ucap Merry.


"C.K kau masih saja kasar pada ku, padahal waktu kematian mu sudah tidak lama lagi" ucap Devan.


"itu hanya tipu muslihat mu Devan " ucap Merry yang masih tak percaya dengan video yang Devan tunjukkan padanya.


"aku hanya memberikan tawaran sekali tapi kau menolaknya baiklah sayang sekali" ucap Devan dan langsung berbalik meninggalkan Merry.


"sial aku harus percaya siapa, jika aku beritahu aku akan mati karena pasti perempuan licik itu tidak akan memberikan ku obat itu dan jika aku berpihak pada Devan apa mereka bisa di percaya" batin Merry


saat Devan sudah berbalik Merry tanpa pikir panjang langsung memanggil nama Devan dan membuat Devan langsung tersenyum dan berbalik kearah Merry.


"siapa dalang semua ini" tanya Devan.


"dia adalah orang yang telah membunuh pak Damar, mencelakai keyna dan orang yang menyuruh ku membunuh orang tua keyna" ucap Merry.


"aku tau itu" ucap Devan.


"jika kau sudah tau kenapa kau harus bertanya pada ku " ucap Merry kerasa kesal di permainkan oleh Devan.


"aku hanya memastikan karena dia bermain sangat bersih seakan jejaknya hilang begitu saja " ucap Devan dingin.


"sial " batin Merry


"baiklah aku akan pergi terimakasih atas kesaksian mu" ucap Devan.

__ADS_1


"dasar brengs** kau Devan, kau sudah berjanji akan memberikan penawar itu pada ku" ucap Merry dengan lantang.


"aku tidak pernah janji pada mu, aku tadi hanya memberitahukan mu bahwa tikus kesayangan bos mu ada di tangan ku" ucap Devan tersenyum sinis kearah Merry kemudian langsung meninggalkan Merry namun Gibran masih tetap di dalam ruangan itu.


"apa yang kau lakukan pergilah, masa jenguk ku sudah hampir habis " ucap Merry.


"apa yang kau lakukan pada keluarga, kenapa kalian tega membunuh ayah ku, melukai keyna hingga hampir membunuh ibuku sendiri" ucap Gibran menatap Merry.


"apa kau sangat mau tau alasannya baiklah, pertama keyna merebut Devan dari seseorang wanita yang sangat terobsesi dengan Devan, kedua papa mu memang pada saat itu sudah sangat lemah sehingga kami hanya membantunya untuk bertemu dengan Tuhan dan yang ketiga aku sangat membenci keyna saat tau dia adalah adikmu dan suami dari Devan yang telah menghina ku" ucap Merry.


" dasar wanita tidak tau malu, aku meninggalkan mu karena kau yang telah berselingkuh dengan pria lain " ucap Gibran dengan lantang.


"hahahaha apa kau tau aku berpacaran dengan mu hanya untuk harta mu tapi saat aku bertemu dengan pria lain yang lebih mapan dari mu maka dari itu aku berselingkuh dengan mu" ucap Merry.


"C.K setidaknya aku melepas ular seperti mu " ucap Gibran dengan senyum ejeknya dan langsung pergi meninggalkan Merry.


"jangan terlalu senang dulu Gibran sayang, apa kau yakin wanita yang kau pilih sekarang adalah wanita yang baik " ucap Merry.


Gibran yang mendengar ucapan Merry langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Merry.


"apa maksud mu Merry " tanya Gibran.


"hahahaha carilah tau sendiri Gibran, bukankah kau sangat cerdas " ucap Merry langsung berdiri memanggil seorang petugas polisi untuk membawanya kembali ke sel tahanan yang Merry tepati.


"sial....Merry apa maksud mu" ucap Gibran dengan berteriak.


"apa di maksud oleh Merry apakah Ica......" batin Gibran


Ahrg......next...next ..🥴🥴


maafkan author 2 hari gak up ya 🙏🙏🙏 karena Author yang sempat drop karena kesibukan di dunia nyata 😷😷

__ADS_1


mohon dukungannya para pembaca setia Author ya 😘😘 salam sayang Author 😘🥰


__ADS_2