
Sudah 2 hari berlalu kabar yang menggemparkan terjadi di dunia perusahaan saat salah satu perusahaan ternama di kota itu jatuh karena Devan memutuskan dan menghancurkan perusahaan Hendra Jaya membuat semua orang terdiam mendengar keputusan dari Devan.
keyna yang mendengar hal itu pun menjadi kaget karena bagaimana pun setau keyna perusahaan Hendra Jaya sudah lama bekerja sama di perusahaan milik Devan dalam bidang kesehatan dan rumah sakit Harum Jaya pun itu perusahaan Hendra jaya dan perusahaan milik Devan yang membuat nya.
keyna yang penasaran dengan informasi tentang itu segera pergi menuju ke perusahaan Devan, ia menunggu taksi online yang sudah ia pesan namun belun juga datang hingga Reyhan yang kebetulan ingin mampir ke rumah Keyna untuk menjenguk keyna dan mama Mira melihat keyna berdiri di depan pagar rumahnya.
Reyhan pun memberhentikan mobilnya di dan langsung bertanya pada keyna.
"apa yang kau lakukan di depan pagar sini " tanya Reyhan.
"aku sedang menunggu taksi" balas keyna.
"memangnya kau mau kemana key" tanya Reyhan.
"aku ingin ke perusahaan suami ku" balas keyna dengan fokus melihat ponsel miliknya.
"batalkan saja taksi online mu, aku akan mengantar mu ke sana" ucap Reyhan.
"tidak ..tidak usah aku bisa pergi sendiri dan di dalam rumah juga ada kak Gibran dan Ica masuklah ke dalam rumah" tawar keyna pada Reyhan.
"tidak apa aku akan mengantar mu dulu " balas Reyhan.
"ayolah key....aku tidak akan membawa mu lari " ucap Reyhan dengan senyum manisnya.
"baiklah" balas keyna ia segera meraih ponsel miliknya dan segera masuk kedalam mobil Reyhan.
sepanjang perjalanan keyna hanya terdiam memandang keluar jendela entah apa yang di pikirkan oleh wanita itu hanya dia yang tau.
Reyhan pun sama hanya diam fokus menyetir sambil sesekali melirik ke arah keyna, setelah itu Reyhan menawar air minum untuk keyna karena sejak tadi Reyhan melihat keyna sangat gelisah.
"nih minum dulu" tawar Reyhan menyodorkan air minum yang ia ambil di samping.
"tidak kak" balas keyna.
"aku tidak menaruh apa-apa di dalam air ini dan juga aku melihat sangat mu gelisah sejak tadi" ucap Reyhan.
__ADS_1
"baiklah terimakasih kak" balas keyna langsung mengambil air minum yang di berikan oleh Reyhan.
setelah minum keyna menaruhnya kembali ke tempatnya entah mengapa keyna sangat merasa gerah dan pusing kemudian ia kembali fokus dan melihat hal aneh dengan rute jalan yang dia dan Reyhan Lewati.
"kak kita kemana" tanya keyna pelan sambil memegang kepalanya.
"kita ke suatu tempat yang sangat menyenangkan sayang" ucap Reyhan yang membuat keyna saat mendengar nya menjadi takut.
"kak maksudnya apa keyna tidak mengerti" ucap keyna panik.
"Dasar gadis bodoh...hahahahha gara-gara kau dan suami mu perusahaan paman ku dan ayah ku menjadi hancur "ucap Reyhan dengan lantang.
"apa maksud Kaka " ucap keyna.
"apa kau tau keyna aku memang sangat mencintai mu tapi rasa cinta ku sudah menjadi benci karena ulah suami mu " ucap Reyhan sambil membawa mobil dengan kecepatan tinggi.
"kak jangan seperti ini" ucap keyna pelan ia mulai takut dengan sikap Reyhan.
"apa kau kau tau keyna aku akan membawa mu Langsung kehadapan orang yang selama ini melukai mu dan aku akan melihat penderitaan Devan kehilangan orang yang sangat ia cintai " ucap Reyhan.
memang Reyhan sengaja datang ke rumah Keyna untuk melancarkan aksinya membawa keyna ke suatu tempat.
"dasar gadis bodoh" ucap Reyhan kemudian ia meraih ponsel miliknya dan menelfon seseorang.
"aku sudah membawanya" ucap Reyhan.
"bagus dan di sini juga aku sudah mengamankan orang tua bodoh yang sudah mengakui kesalahan anaknya di depan Devan " ucap sosok wanita di sebrang telfon sana.
"baiklah" balas Reyhan langsung mematikan panggilan telfonnya.
...****************...
Di tempat lain Ica sangat gelisah saat ia mendapatkan pesan dari Reyhan dan juga wanita itu membuat Gibran yang melihatnya menjadi bingung.
"ada apa sayang " tanya Gibran.
__ADS_1
"tidak...tidak ada apa-apa" balas Ica.
kemudian tak berapa lama Ica mendapatkan notif pesan singkat dari nomor yang tidak di ketahui.
"Jalan XZ nomor 245 kita ketemu di sana" pesan singkat dari ponsel Ica
Ica yang mendapat pesan singkat ia langsung mengambil tasnya dan izin ke Gibran bahwa dirinya sedang ada urusan mendadak membuat Gibran bingung.
"sebenarnya ada apa sayang....aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dari ku" ucap Gibran.
"aku ..aku tidak menyembunyikan apa-apa dari mu hanya saja aku sedang ada urusan maafkan aku....aku pergi sekarang jaga mana ya" ucap Ica langsung masuk kedalam mobilnya.
" sebenarnya apa yang terjadi " batin Gibran
sepanjang perjalanan Ica menelfon seseorang sambil fokus mengendarai mobil nya ia saat ini sangat panik terlihat
begitu tenang karena ia harus fokus mengendarai mobil dan menuju ke alamat yang di kirim oleh nomor yang tak di kenalnya.
sesampainya di alamat itu Ica memakirkan mobilnya dan masuk kedalam salah satu gudang yang sudah terlihat sangat kumuh tempat itu juga sudah tak berpenghuni.
Ica masuk dan betapa kagetnya ia melihat keyna yang sudah tergeletak di lantai yang kotor dengan tubuh yang di ikat dan melihat sosok pria yang sudah mengeluarkan darah begitu banyak, kemudian pandangan Ica mulai melihat kearah Reyhan dan sosok wanita yang duduk cantik di kursi sambil memegang pistol.
"apa kau tau mengapa aku mengirimkan alamat ini pada mu Ica " ucap wanita itu.
"apa yang kau maksud" tanya Ica pelan.
"hahahaha kau kira aku bodoh, aku tau kau berkhianat di belakang ku" ucap wanita itu dengan lantang membuat Ica panik dan gemetar.
"aku sudah menyusun rencana ini dan aku juga sudah mengelabui orang-orang yang menjaga keyna dari jarak jauh dan membuang kalung keyna yang Devan berikan padanya yang sebenarnya itu adalah alat pelacak agar Devan bisa mengetahui keberadaan keyna di manapun" ucap sosok wanita itu.
"kau sangat salah besar aku tidak berkhianat pada mu" ucap Ica pelan.
"benarkah itu Ica sayang sahabat ku yang paling pintar" ucap sosok wanita itu mengarahkan pistol ke Ica
"aku mengatakan yang sebenarnya Rika...aku tidak berkhianat pada mu" ucap Ica yang mulai panik.
__ADS_1
Next.....next ...next ..😯😯😯😯