Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 89


__ADS_3

sekitar memakan waktu 30 menit Ivan menunggu kedatangan Ical akhirnya Ical datang sambil membawa makanan yang ia tenteng di tangan kanannya.


"lama banget " ucap Ivan


"yaelah bro, gua beli dulu sarapan belum sempat makan tadi, pasien gua gak sempat beri gua jeda makan " ucap Ical langsung duduk di sofa.


Ivan pun langsung duduk di samping Ical sambil menyantap martabak yang Ical bawa tadi, setelah menyantap martabak akhirnya Ical membuka pembicaraan deluan.


"Lo mau ngomong apa sama gua, sepertinya serius banget " ucap Ical.


"masalah percintaan gua " ucap Ivan.


"ya ampun gua kira masalah apa tadi, emang kenapa hubungan Lo dengan pacar Lo, apa udah bubar ?" tanya Ical.


"amit-amit jangan sampe" ucap ivan dengan cepat, sambil menatap Ical dengan sinis membuat Ical langsung terdiam.


"aduh salah ngomong, nih mulut bodoh amat ya" batin Ical


"Maaf....maaf...gua bercanda " ucap Ical.


"kayaknya gua salah hubungi Lo untuk ceritain masalah gua " ucap Ivan langsung berdiri menuju ke meja kerjanya.


"baiklah kalau Lo nggak mau cerita, gua pergi sekarang jam istirahat gua juga sudah mau habis " ucap Ical yang langsung berdiri.


melihat Ical yang mau pergi dari ruangannya Ivan segera langsung memberhentikan langkah Ical.


"jangan pergi...gua mau cerita sama siapa kalau Lo pergi " ucap Ivan.


"okelah..." balas Ical langsung duduk kembali di sofa tadi.


"jadi apa masalah Lo dengan pacar Lo itu " tanya Ical.


Ivan pun dengan mengembuskan nafas panjangnya kemudian langsung menceritakan tentang hubungannya dengan Tata, memang benar Tata tidak pernah protes kepada Ivan yang jarang ada waktu untuknya namun Ivan merasa sangat bersalah kepada Tata.


semenjak pacaran Ivan dan Tata jarang sekali menghabiskan waktu berdua karena kesibukan Ivan yang begitu luar biasa apalagi saat Devan yang harus ke Korea untuk menemani pengobatan keyna, Ivan harus menghendel perusahaan sendiri.


Ical yang mendengar curhatan sahabatnya itu dengan cermat, kemudian Ical berpikir sejenak saat Ivan menanyakan apa yang harus dia lakukan untuk hubungannya dengan Tata, Ivan sangat tidak mau putus dengan kekasihnya itu.


Ivan benar-benar sangat mencintai Tata, entah apa yang terjadi bila Tata memutuskan Ivan karena kurangnya perhatian Ivan pada Tata.

__ADS_1


" gua saranin Lo, untuk berbicara kepada Devan dan mengambil waktu cuti mu agar kau mempunyai waktu untuk kekasih mu itu " ucap Ical.


" haa.....itu yang gua pusingkan cal...gua gak mau mengambil cuti dan meninggalkan pekerjaan gua... bagaimana pun Devan dan keluarganya sangat baik pada gua " ucap Ivan mengusap wajahnya.


"gua tau tapi kalau Lo cerita pada Devan pasti dia akan mengerti...Lo seperti gak kenal Devan Van" ucap Ical.


saat mereka bercerita ternyata seseorang yang sejak tadi berdiri di pintu mendengar pembicaraan Ivan dan Ical sejak tadi, ia tidak masuk kedalam ruangan Ivan hanya bisa mendengarkan dari belakang pintu, kemudian dengan cepat ia membuka pintu ruangan Ivan sehingga membuat kedua orang yang ada dalam ruangan itu menjadi kaget.


"Dev..." ucap Ical.


Ivan dan Ical pun langsung berdiri secara bersamaan mereka melihat tatapan dingin Devan yang ia berikan kepada Ivan dan Ical, membuat Ivan dan Ical merasa merinding melihat tatapan Devan.


kemudian Devan langsung tertawa melihat kedua sahabatnya itu saat ia memasang wajah tampang dinginnya itu.


"hei kalian berdua, bernafas lah aku tidak akan memakan kalian " ucap Devan dengan gelak tawanya.


"Alhamdulillah, sejak kenal keyna sifat mu sudah sangat berubah Dev " batin Ical


Devan pun langsung duduk bersama kedua sahabatnya dengan santai.


"aku sudah mendengar kan semuanya, Van gua memberikan Lo untuk cuti dan menghabiskan waktu bersama kekasih Lo itu " ucap Devan santai.


"no tapi ..tapi....Lo harus ikutin apa yang gua omongin...kalau Lo enggak ikutin bisa mampus gua " ucap Devan.


"mampus maksudnya Dev " tanya Ical yang masih bingung dengan perkataan Devan.


"enggak usah Lo tau" ucap Devan dingin.


"urusan perusahaan biar gua dan sekertaris siapa namanya Van " ucap Devan yang lupa dengan nama sekertaris nya sendiri.


"Catrine " ucap Ivan.


"itu dia dan Lo harus mau gua gak mau ada penolakan" ucap Devan tegas.


"baiklah, terimakasih Dev " ucap Ivan yang sebenarnya merasa sangat senang.


"tapi ingat gua hanya beri waktu 3 hari untuk mu cuti " ucap Devan.


"baiklah terimakasih Dev, waktu 3 hari sudah sangat luar biasa tuan " ucap Ivan antusias.

__ADS_1


"3 hari luar biasa, sungguh bos dan anak buah yang aneh kalau gua waktu 3 hari itu sangat sedikit" batin Ical yang tidak berani untuk berbicara takutnya ia akan mendapatkan tatapan mati dari Devan.


"baguslah misi berhasil, jadi malam ini bisa enak-enak di kolonin keyna " batin Devan.


dan yang sebenarnya terjadi saat Devan sebelum balik ke kantor.....


flash back on...


setelah menghabiskan pertempuran siang itu Devan dan keyna pun langsung membaringkan tubuh mereka di atas tempat tidur dengan tubuh mereka yang di tutupi dengan selimut.


Devan memeluk keyna dan mengecup pucuk kepala keyna sambil mengucapkan kalimat-kalimat romantis kepada keyna yang membuat keyna malu.


kemudian keyna teringat pembicaraannya tadi bersama Devan tentang hubungan Tata dan Ivan.


"sayang berilah cuti kepada Ivan secepatnya, agar dia bisa berduaan dengan Tata" ucap keyna manja.


"aku akan memikirkan hal itu sayang" ucap Devan yang masih memeluk tubuh mungil keyna.


"jangan di pikirkan terlalu lama sayang, aku tau itu hanya alasan mu saja atau kalau kamu gak memberikan cuti pada Ivan kamu akan berpuasa selama sebulan hubby " ucap keyna melepas pelukannya dari Devan.


Devan yang mendengar ancaman dari keyna langsung membulat kan matanya dengan sempurna dan menatap istrinya dengan sendu.


"sayang kamu mengancam ku" ucap Devan pelan.


"aku tidak mengancam mu hubby, hanya memberikan persyaratan,kalau kamu memberikan cuti pada Ivan hari ini aku akan memberikan pijitan free pada mu selama seminggu tapi kalau tidak mau tidak mau kau harus berpuasa selama sebulan " ucap keyna dengan senyum mengerikan membuat Devan ngeri melihat istrinya.


"baiklah...baiklah aku akan memberikan Ivan cuti tapi hanya 3 hari karena perusahaan sangat membutuhkan nya sayang, Ivan adalah sekertaris ku sekaligus orang kepercayaan ku hanya dia yang bisa ku andalkan" ucap Ivan lempur menarik keyna dalam pelukannya.


"iya tidak apa yang penting kau memberikan dia cuti" ucap keyna membalas pelukan suaminya.


"jadi .. ancaman mu tidak berlaku " ucap Devan.


"hmmm" balas keyna.


"Alhamdulillah" ucap Devan langsung mencium istrinya bertubi-tubi.


flash back off...


next...yuk...next....🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2