
Devan dan Keyna setelah melakukan aktivitas panas,mereka pun segera membersihkan diri setelah itu Devan dan Keyna melakukan solat Zuhur, di kantor Devan ia memang sudah sangat menyiapkan semuanya setelah itu devan memesan makanan sebelum mengantar keyna ke kampus.
"Sayang apa ada yang ingin kamu makan " ucap Devan sambil mengusap kepala Keyna.
"Hmmm aku mau makan seblak dekat kampus yang super pedas itu " ucap keyna sambil membayangkan seblak dekat kampusnya.
"Aku akan mengizinkannya tapi kamu harus memakan nasi terlebih dahulu " ucap Devan bagaimana ia harus menjaga pola makan keyna yang sehat.
"Ah aku gak mau makan nasi, aku mah seblak pokoknya seblak kalau kamu tidak mau baiklah aku akan pergi sendiri" ucap keyna kesal kepada Devan.
"Astaga apakah seburuk ini mood wanita hamil " batin Devan
"Hei dengarlah, aku bukanya tidak mau membelikan kamu sayang, aku sangat mengkhawatirkan kesehatan bayi dan kamu apa kau tau kalian berdua harta berharga bagi ku " ucap Devan lembut karena yang ia hadapi saat ini seorang wanita hamil yang moodnya bisa berubah kapan saja.
"Jadi sebelum makan seblak kita makan nasi dulu ok" ucap Devan.
Keyna yang mendengar perkataan Devan pun langsung luluh dan memeluk tubuh Devan, mendengar perkataan Devan bahwa dia dan anaknya sangat berharga buat bagi Devan.
"Aku tau mau makan seblak tapi belikan ku nasi campur yang di jual di pinggiran sepertinya enak" ucap keyna masih memeluk Devan.
"Baiklah sayang" ucap Devan mencium pucuk kepala Keyna dan langsung menggandeng tangan keyna dan keluar menuju ruangannya, tiba-tiba Keyna teringat sesuatu yang ia lupakan.
"Astaga sayang sepertinya aku meninggalkan Tata sendiri tadi, bagaimana ini pasti di marah pada ku karena meninggalkannya begitu saja " ucap keyna memukul jidatnya dengan pelan.
"Dia tidak akan marah pada mu, karena Ivan tadi mengantarnya ke kampus " ucap Devan mencubit hidung keyna.
__ADS_1
"Ivan mengantar Tata hmmm seperti ada hal yang aneh, kau pernah bilang pada ku Ivan tidak pernah sedekat itu dengan wanita dan kenapa dia bisa mengantar Tata" ucap keyna menaruh jari telunjuknya di dagu sambil berpikir.
"Aku yang menyuruhnya dan dia tidak akan membantah ucapan ku" ucap Devan berbohong padahal sebenarnya yang terjadi Ivan mengirimkan pesan padanya bahwa dia mengantar Tata dan Devan juga sudah mengetahui hubungan Ivan dan Tata.
"Oh baiklah" ucap keyna.
Mereka pun keluar dari ruangan Devan dan Keyna tersenyum manis pada sekertaris Devan dan sekertaris Devan membalas senyuman keyna namun setelah kepergian Devan dan Keyna ia sangat bingung karena pakaian yang mereka pake tadi tidak sama.
" Apa yang mereka lakukan di dalam apakah........ astaga apa yang aku pikirkan itu kan hal wajar di lakukan suami dan istri " ucap sekertaris Devan sambil memukul kepalanya dengan berkas yang ada di tangannya.
Devan dan Keyna pun mencari nasi campur yang berada di pinggiran dan mendapatkannya setelah itu keyna dan Devan turun dari mobil karena keyna sangat ingin makan di tenda pinggiran itu.
Devan dan Keyna pun memesan nasi campur namun Devan sangat tidak nyaman dengan suasana di tempat itu namun harus bagaimana ini semua demi Keyna dan keinginan calon anaknya yang sedang bersemayam di perut keyna.
Setelah memakan nasi campur, Devan hanya memakan sepiring sementara keyna seperti biasanya porsinya seperti monster membuat Devan dan akang nasi campurnya hanya menggelengkan kepalanya menatap keyna.
"Tidak aku hanya senang kamu makan seperti ini membuat tubuh mu makin berisi " ucap Devan.
"Jadi kamu bilang aku semakin gemuk begitu " ucap keyna kesal.
"Buk...bukan seperti itu maksud ku sayang aku hanya bilang badan mu makin berisi dan bertambah Sexy" ucap Devan berusaha merayu keyna.
"Bilang saja aku bertambah gendut, aku juga merasakannya pakaian ku yang biasa ku pakai sudah tidak muat di badanku" ucap keyna tertunduk lalu menangis.
"Hei walau kamu gemuk sekalipun tapi tidak membuat ku meninggalkan mu apa kau tau semakin hari kau semakin terlihat Sexy sayang" ucap Devan mengusap air mata keyna.
__ADS_1
"Itukan kamu bilang aku gendut huaaaaaa" ucap keyna menangis.
"Maaf ya tuan kalau sedang berkelahi sebaiknya jangan di sini bisa menganggu pelanggan saya yang ada di sini " ucap akang nasi campur itu dengan lembut.
Kemudian Devan dan Keyna pun pergi meninggalkan tempat itu setelah membayar semua makanan mereka, kemudian saat masuk ke dalam mobil ternyata Keyna masih melanjutkan tangisannya yang membuat Devan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apakah kau harus menangis terus seperti ini " ucap Devan membentak keyna.
Mendengar ucapan Devan yang sedikit membantai keyna, keyna pun langsung terdiam dan kembali menangis sejadi-jadinya.
"Huaaaaa.....pak tua tidak lagi mencintai ku hiks...hiks.. karena aku sudah jelek dan gendut hiks..hiks.." ucap keyna menangis.
"Hei maafkan aku, aku tidak bermaksud membentak mu, sudah jangan menangis lagi ya sayang apa kau mau beli eskrim" ucap Devan lembut.
"Eskrim baiklah, tapi aku mau yang ukuran besar ada 3 rasa dalam satu kotak ekstrimnya" ucap keyna kembali tersenyum saat Devan menawarkan eskrim padanya.
Devan pun langsung mengusap air mata keyna dan mencium bibir keyna sekilas membuat Keyna malu dan menutup mukanya dengan tas miliknya.
"Jangan pikiran yang aneh-aneh aku sangat mencintai mu ingat lah itu di kepala kecil mu ini walau bagaimanapun dirimu aku akan tetap mencintai mu" ucap Devan tersenyum lembut pada keyna.
Mereka pun kembali baikan dan mencari eskrim untuk keyna setelah itu mereka segera ke kampus setelah Keyna menghabiskan sekotak eksrim yang Devan beli secara cepat membuat Devan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Astaga nak kau membuat mommy mu serakus ini" batin Devan
Next...next...😁😁✌️
__ADS_1
"