
"Jangan berbohong keyna, jujurlah pada ku akan menerima alasan apapun itu asal kau jujur pada ku " ucap Devan.
"kejujuran apa yang kau minta dari ku Devan, semakin kepercayaan mu saja tidak kau berikan pada ku " ucap keyna menatap mata Devan.
"lihatlah mataku Devan apa ada kebohongan di dalamnya, aku mengatakan hal sejujurnya aku tidak pernah meminum obat pil penunda hamil itu " ucap keyna menatap kearah mata Devan.
"tapi kau sama sekali tidak mempercayai nya " ucap keyna pelan.
"aku sangatlah memercayai mu keyna, tapi bukti ini apa kau bisa menjelaskan semuanya " ucap Devan datar.
"aku juga tidak tau kenapa pil ini bisa ada dalam kamar kita" ucap keyna.
"dan kau bisa menjelaskan kondisi tubuhmu yang terbukti kau meminum obat itu " ucap Devan sinis.
"aku sudah mengatakan sebenarnya aku juga tidak tau " ucap keyna lantang.
"baiklah jika kau tidak mau jujur pada ku, aku akan mengirim mu pulang ke rumah orang tua mu " ucap Devan.
"Hubby..." ucap keyna menatap Devan yang sudah membelakangi keyna.
"sepertinya kau memang sama sekali tidak bahagia dengan pernikahan ini " ucap Devan dengan perasaan kecewa meninggalkan keyna.
"Hubby....hubby " ucap keyna mengejar Devan yang masuk kedalam ruang kerjanya.
"Hubby dengarkan aku, aku bersumpah demi nama Allah aku tidak meminum pil penunda hamil itu" ucap keyna bersandar di depan sambil mengendor pintu kerja Devan.
"percayalah...hiks..hiks...hiks... percayalah pada ku " ucap Keyna di sela tangisnya ia langsung terjatuh memeluk kedua lututnya.
di dalam ruangan kerja Devan ia menghempaskan semua barang-barang yang ada di meja kerjanya sambil mengusap air matanya, ia masih tak percaya keyna melakukan hal ini padanya.
"kenapa kau melakukan ini Keyna, aku sangat mencintai mu kenapa kau harus berbohong pada ku" ucap Devan mengusap wajahnya dengan kasar.
sementara itu ada seseorang yang memperhatikan perkelahian Keyna dan Devan sejak tadi dan tersenyum puas karena rencananya berhasil, Kemudian orang itu langsung meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada bosnya.
__ADS_1
"Rencananya sudah berjalan baik nona, Devan dan Keyna sekarang sedang bertengkar hebat"
bunyi pesan yang di kirim ke wanita yang selama ini mengincar Devan dan Keyna.
"kerja bagus " ucap wanita itu setelah mendapatkan pesan dari orang dalam yang bekerja di rumah Devan.
"Hahahaha aku akan mulai dengan Keyna setelah itu ibunya dan terakhir Kaka yang sangat Keyna cintai" ucap wanita itu memandang foto keyna bersama ibu dan kakaknya.
"kau sangat cerdas, aku tidak menyangka semua kau rencanakan tersusun rapi seperti ini" ucap Merry yang memang sedari tadi bersama wanita itu.
"maka dari itu jangan ulangi kesalahan mu, untung saja ketiga orang yang kau suruh aku sudah memberikan obat itu" ucap wanita itu menatap ke arah Merry.
"maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap Merry.
"bagus dan aku akan memberikan kamu tugas Merry" ucap wanita itu menatap Merry dengan tatapan kejam.
"Tugas...! apa yang harus saya lakukan " tanya Merry penasaran.
"Bunuh ibu keyna" ucap wanita itu memandang kearah luar jendela.
"kau menolaknya, baiklah aku tidak akan memberikan kamu obat itu" ucap wanita itu menatap kearah Merry dengan sinis.
"apa kau gila, kau ingin membunuh ku " ucap Merry merasa kesal bagaimana tidak, Merry di jebak wanita ular itu dengan tak sengaja meminum obat yang membuat Merry kecanduan dan apabila pemakai obat itu tidak meminumnya maka orang pemakai obat itu akan mati seketika.
"jadi" ucap wanita itu.
"kau sangat licik, baiklah aku akan menuruti ucapan mu" ucap Merry.
"Gadis pintar" ucap wanita itu kembali menatap keluar jendela apartemen miliknya.
"dalam hitungan hari kau akan hancur keyna lihat saja Devan akan menjadi milikku" batin wanita itu
......................
__ADS_1
sudah 2 hari berlalu Devan sama sekali tidak berbicara dengan keyna, pagi sekali Devan akan berangkat ke kantor dan saat malam keyna menunggu Devan hingga ketiduran di sofa namun saat Devan datang ia malah cuek melihat keyna.
keyna dan Devan pun sudah pisah kamar, Devan lebih memilih tidur di tempat kerjanya sementara keyna tidur di kamar sendiri, setiap malam keyna menangis melihat sikap Devan yang berubah sangat drastis.
pada malam harinya Keyna sedang memasak ia ingin membuat makanan kesukaan Devan, agar Devan mau berbicara dengannya.
" Bi Sumi tolong bantu keyna kupas yang ini ya" ucap keyna.
"baik non" balas bi Sumi membantu keyna membuat masakan.
setelah berkutat selama 1 jam keyna akhirnya menyelesaikan masakannya dan berniat Membawakan Devan makanan di ruang kerjanya.
namun saat Keyna ingin membawa Devan makanan tiba-tiba suara bell rumah Keyna berbunyi membuat Keyna penasaran siapa yang bertamu saat malam seperti ini, Keyna pun menyuruh bi Ina untuk membukakan pintu.
"kak Gibran " ucap keyna saat melihat Gibran masuk kedalam rumahnya.
"kenapa Kaka bisa ada di sini" tanya keyna.
"Devan yang menyuruh ku kesini, sepertinya ada hal bisnis mungkin yang ingin dia bicarakan pada ku" ucap Gibran.
"oh ruangan Devan ada di atas kak " ucap keyna menunjukan ruangan kerja Devan.
"baiklah terimakasih" ucap Gibran mengusap kepala Keyna.
"kak sekalian Keyna bisa minta tolong bawakan lah makanan ini untuk Devan " ucap keyna menyerahkan Mampang berisi makanan kepada Gibran.
"ada apa, apa kalian sedang berkelahi" tanya Gibran
"perkelahian kecil sih kak, ayolah keyna mohon ya" ucap keyna manja pada Gibran.
"Baiklah " ucap Gibran langsung mengambil Mampang dari keyna dan segera menuju ke ruangan Devan.
"Semoga dia memakannya sambil memikirkan ku, sungguh aku sangat merindukan tingkah manja mu hubby" batin keyna
__ADS_1
next... yuk 😊🙃