
Duar.....duar.....
Suara tembakan yang melayang membuat keyna spontan memeluk tubuh Devan dengan gemetar namun keyna tidak merasakan kesakitan sama sekali hingga bunyi letupan senjata api yang kedua kalinya, membuat keyna semakin memeluk Devan dengan erat.
"Jangan takut ada aku disini" bisik Devan membuat keyna mengangkat kepalanya dan melihat senyum manis Devan.
Keyna pun berbalik kearah para penjahat tadi dan melihat mereka sudah tergeletak tak berdaya membuat keyna semakin kaget.
"Apa tuan tidak apa-apa" ucap Ivan.
"Kenapa kalian sangat terlambat" ucap Devan menatap kearah Ivan dan team khusus yang memang ia sudah hubungi dari tadi.
"Maafkan kami tuan " ucap Ivan.
"Kak Ivan kenapa bisa di sini dan Tata siapa yang jaga " tanya keyna bingung.
"Dia baik-baik saja aku sudah menyuruh orang untuk menjaganya" ucap Ivan tunduk.
Keyna pun mengangguk mengerti dan kembali menatap Devan, ia melihat raut wajah Devan yang menahan sakit akibat luka yang di tembakan oleh para penjahat tadi.
"Ivan amankan mereka semua ke markas bila perlu beri mereka pelajaran yang sangat menyakitkan karena berani mengarahkan senjata pada keyna " ucap Devan tajam.
"Baik tuan, semua angkat mereka " ucap Ivan memerintahkan timnya.
"Baik tuan " balas semua tim khusus Devan.
"Ivan jangan lupa cari informasi tentang mereka dan temukan bos mereka " ucap Devan dengan dingin.
__ADS_1
"baik tuan " ucap Ivan tertunduk.
" kita harus ke dokter, aku takut ini akan infeksi pada mu " ucap keyna.
"Ini tidak apa-apa hanya luka kecil sayang" ucap Devan santai mengusap kepala Keyna.
"Kita harus ke dokter, aku ingin memastikan kau baik-baik saja, jangan membuatku khawatir apa kau tau aku sangat takut takut kehilanganmu" ucap keyna memeluk Devan dan menangis.
"Hei baiklah kita akan ke dokter tapi jagan menangis ok " ucap Devan mengusap wajah keyna yang sudah berlinang air mata.
"Janji jangan pernah terluka lagi " ucap keyna.
"Iya aku janji" ucap Devan menaikan jari kelilingnya.
Semua team khusu Devan yang melihat sikap lembut Devan membuat mereka merinding karena melihat sisi lain Devan yang lembut yang tak pernah Devan tunjukkan pada siapa pun selain keyna.
Devan dan Keyna kembali ke rumah sakit untuk mengobati luka Devan yang terluka, setelah luka Devan di perban mereka langsung pulang untuk beristirahat dan tidak sempat melihat Tata di ruangannya.
Sementara di tempat lain Tata masih tertidur sangat pulas membuat seseorang yang menjaganya sangat kesal karena malam ini dia tidak bisa tidur nyenyak di atas ranjang empuk miliknya.
"Kalau bukan gua pikir sahabat gua yang meminta gua tidak akan menjaga gadis polos ini, sangat menyebalkan" ucap Ical kesal menatap ke arah Tata dan kembali tidur di sofa panjang yang ada di dalam ruangan itu.
"sial apa sofa ini bisa empuk sedikit" Ical memposisikan dirinya senyaman betul agar bisa tertidur.
Ya saat Ivan mendapatkan kabar dari Devan ia segera menghubungi team khusus mereka dan langsung memberitahukan lokasi Devan dan meminta dokter Ical membantunya untuk menjaga Tata sementara.
...****************...
__ADS_1
Di tempat lain Reyhan melemparkan gelas ke arah wanita itu namun dengan cepat wanita itu menghindar.
"Apa yang kau lakukan jangan bertindak gegabah dasar gadis sialan" ucap Reyhan dengan lantang.
"Aku bukannya bertindak gegabah tapi kalian terlalu lamban dalam bertindak" balas wanita itu.
"Kalau berani dia tau, dia akan membunuh mu karena berani melukai Devan Merry " ucap Reyhan.
"Hahahaha kalian berdua jadi sangat lamban karena yang satu mencintai wanitanya dan satu mencintai sang pria " ucap Merry yang ternyata menyuruh para penjahat tadi membunuh Devan dan Keyna.
Tiba-tiba suara langkah mendekat kearah Merry dan Reyhan dan betapa terkejutnya Merry saat ia mendapatkan tamparan keras dari seorang perempuan yang sangat ia kenali.
"Kau berani menyentuh Devan ku" ucap wanita itu dengan sorot mata membunuh membuta Merry merasa takut.
"Aku sudah pernah bilang pada mu, jika kau belum di perintahkan untuk melaksanakan tugas jangan pernah bertindak sesuka hatimu " ucap wanita itu.
"Pengawal bawa dia ketempat penyadaran agar dia bisa merenungkan nasibnya di sana" ucap wanita itu dengan senyum sinis nya.
Merry yang mendengar hal itu langsung tertunduk bermohon agar wanita itu tidak menyeretnya ke ruangan penyiksaan menurut Meri dan memang itu kenyataan nya.
Namun dengan satu jentiknya wanita itu membuat pengawal langsung menyeret Merry keluar dari ruangan dan membawanya ketempat penyadaran.
"Aku sudah pernah bilang pada mu jangan bawa wanita gila itu untuk ikut dalam rencana kita" ucap Reyhan.
"Aku tau, tapi dia sangat bisa kita manfaatkan nantinya " ucap wanita itu tersenyum jahat, membuat Reyhan mengangguk mengerti.
Next....next...😑😑
__ADS_1