Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 57


__ADS_3

hari bulan pun berganti kejadian kecelakaan keyna pun menjadikan keyna lebih susah untuk keluar rumah dan pengawasan keyna lebih di perketat oleh Devan.


keyna mengisi hari-harinya dengan berkebun menanam bunga di taman belakang, jika keyna ingin shoping atau ingi spa Devan sudah mempersiapkan satu buah gedung yang ia buat di samping mansion untuk keyna berbelanja dan satu buah gedung untuk keyna spa.


keyna benar-benar di jaga ketat karena Devan tidak ingin lagi hampir kehilangan keyna untuk kedua kalinya, teman-teman Keyna pun yang ingin bertemu mereka datang ke rumah Keyna.


"Selamat pagi my little wife" ucap devan mencium kening keyna dan memeluknya dengan sangat erat


"selamat pagi my hubby" balas keyna dengan senyum manisnya.


"kenapa wajahmu semakin hari semakin cantik hmm" Ucap Devan mengusap wajah keyna.


"kau ingin menggombal lagi pak tua, ayolah segera bangun waktu subuh akan segera habis kalau kita seperti ini terus " ucap keyna.


"baiklah" ucap Devan segera bangun menuju kamar mandi.


keyna sambil menunggu Devan keluar kamar mandi ia menyiapkan pakaian solat Devan dan baju kantor Devan, tak berapa lama kemudian ponsel keyna berdering membuat keyna melihat panggilan telfon.


"Kak Reyhan " ucap keyna pelan saat melihat layar ponselnya


memang beberapa hari ini Reyhan selalu menelfon Keyna namun ia tak meresponnya karena Keyna sangat tau kalau Devan sampai tau habislah Reyhan saat itu juga.


Keyna pun mengacuhkan panggilan dari Reyhan dan kembali fokus mempersiapkan baju untuk Devan, saat keyna mempersiapkan baju kantor Devan ia merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"sayang" ucap Devan mencium tengkuk leher keyna.


"hei jangan seperti itu geli tau " ucap keyna.


"kau yang membuat ku seperti ini sayang, aku tidak bisa menahan saat melihat tubuh mu yang semakin Sexy" ucap Devan.

__ADS_1


"yah...yah aku tau, aku juga mengingat semalam kau mengambil jatah mu dengan sangat rakus yang hampir sebulan ini tidak ku beri" ucap keyna.


"tapi kau juga menikmatinya kan, apa kau tau hampir sebulan junior ku harus bersabar menunggu mu " ucap Devan mengusap kepala Keyna.


"aku tau...dan kau juga harus tau sudah jam berapa ini tuan terhormat, apa kau mau melaksanakan solat subuh saat matahari tinggi hmm" ucap keyna berbalik badan dan langsung mencubit pinggang Devan.


"Aw.... baiklah aku ambil wudhu dulu" ucap Devan langsung masuk kembali ke kamar mandi.


setelah Devan keluar kamar mandi ia segera memakai pakaian sholatnya dan segera melaksanakan solat subuh sementara keyna masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah itu ia segera melaksanakan solat subuh setelah sebulan ini ia tidak melaksanakannya.


Devan yang sudah selesai solat langsung memakai baju kantor yang sudah istri tercintanya siapkan dan menyuruh keyna untuk memasangkan dasi yang sudah menjadi rutinitas keyna.


"vitamin pagi sayang" ucap Devan mengecup bibir keyna sekilas.


setelah memasangkan Devan dasi Keyna segera mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer, sementara Devan sebenarnya sedari tadi sangat penasaran dengan ponsel Keyna yang selalu berdering.


"sayang sepertinya ponselmu yang ada yang menelfon" ucap Devan.


"baiklah" ucap Devan langsung meraih ponsel keyna.


berapa terkejutnya Devan saat tau nama yang menelfon keyna adalah Reyhan.


"kenapa dia menelfon Keyna " batin Devan.


"sayang" ucap Devan mendekat kearah Keyna.


"hmmm" balas keyna yang masih konsen mengerikan rambutnya.


"apa kau masih berhubungan dengan Reyhan sayang " tanya Devan yang membuat keyna langsung menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


"kenapa kau bertanya seperti itu " ucap keyna.


"ini " Devan memperlihatkan panggilan telfon dari Reyhan.


"apa kau bisa jelaskan pada ku " ucap Devan dengan rahang yang mulai mengeras tanpa ada senyuman lembut di wajah pria itu.


"memang benar beberapa hari ini Reyhan selalu menelfon ku tapi aki tidak pernah menggubrisnya sama sekali percayalah pada ku" ucap keyna.


"Kenapa kau tidak memberitahu kan ku kalau dia selalu menghubungi mu" ucap Devan sinis.


"aku tidak memberikan tahukan mu karena menurut ku bukan hal yang begitu penting, aku juga tidak mengangkat telfonnya sama sekali" ucap keyna pelan.


"kamu bilang tidak begitu penting, tapi itu sangat penting bagiku Keyna dan kenapa kau tidak memblokir nomornya agar dia tidak bisa menghubungi mu" ucap Devan sedikit membentak.


keyna yang mendengar ucapan Devan langsung menelan salivanya dengan susah payah, keyna tidak sampai berpikiran sampai situ untuk memblokir nomor Reyhan karena memang keyna sangat malas memikirkan Reyhan.


"kenapa kau diam, apa memang kau ada hubungan dengan Reyhan " ucap Devan.


"aku bersumpah sayang aku sama sekali tidak memiliki hubungan dengan dia " ucap keyna memeluk tubuh Devan.


"sudahlah" ucap Devan melepas pelukan keyna.


"sayang" ucap keyna pelan.


"aku pergi dulu " ucap Devan langsung pergi begitu saja meninggalkan keyna tanpa ada ciuman bahkan pelukan yang biasa Devan lakukan sebelum berangkat kerja.


keyna yang merasa sangat sakit hati dengan perlakuan Devan yang sama sekali tidak memercayai perkataan keyna langsung menangis dan membanting handphone nya dengan keras.


"jangan seperti ini pak tua...hiks...hiks....aku tak ingin kau meninggalkanku....dan kenapa hiks...hiks...kau tidak memercayai ku sama sekali" ucap keyna memeluk lututnya sambil menangis.

__ADS_1


Next..... Next....


Hallo salam Author 😘πŸ₯°πŸ₯° aku senang sekali baca komentar kalian para pembaca setia MPT 😘😘😘 jangan lupa ya tinggal jejak komentar kalian sebanyak-banyaknya ya dan like, favoritnya, votenya juga 😘😘😘 karena Author butuh dukungan kalian 😘😘salam sayang AuthorπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2